HOLIC (part 1)
Author: Kim Daisy
Cast : SKY DRAGON, dll
Maniac? NO!! Aku bukan maniac. Aku lebih suka disebut CLholic, pengila CL, ketergantungan parah atau apalah itu yang berkaitan dengan CL. CL adalah seorang model dan juga penyanyi. Kau lihat? Kamarku yang berwarna biru ini penuh oleh poster CL, bahkan di langit-langitnya. Ini adalah alasanku tidak mengizinkan temanku masuk ke kamarku. Bukan aku malu dengan CL! Bukan! CL begitu sempurna aku tidak malu karena begitu mencintainya tapi, yang membuatku malu adalah rasa cintaku yang berlebihan padanya di umurku yang bukan remaja lagi. Ya, aku bukanlah remaja yang membutuhkan sosok idol untuk penyemangat. Aku adalah namja kantoran yang tahun ini umurku sudah 28 tahun. Walau aku masih single tapi, menurutku aku sudah menikah dengan uri CL, bidadariku.
“yak, Kwon Jiyong! Sohee, HRD kita memanggilmu.”ucap salah satu rekan kerjaku.
“nee…”jawabku. Aku mengetik tombol-tombol keybord dengan cepat dan tidak lupa untuk mensave data yang sedangku kerjakan.
Uri appa mempunyai sebuah pabrik makanan dan minuman ringan. Sekarang aku memang hanya karyawan biasa di perusahaan proporti tapi, nanti aku akan menaiki jabatan tinggi perlahan-lahan. Uri appa memang berjanji memberikan perusahaan ini padaku tapi, jika aku sudah menikah. Aku garis bawahi menikah. Seperti yang kalian tahu aku sudah menikah dengan uri CL, ini sudah tahun ke 4 kami bersama. Menikah yang aku maksud bukan berarti menikah dalam arti yang sebenarnya.
Aku mengetuk pintu HRD perlahan beberapa kali lalu masuk tanpa memberi salam.
“oppa, aku punya kejutan besar untukmu. Tapi, aku tidak akan memberikan ini secara gratis.”kata Sohee langsung saat melihatku masuk. Dia HRDku, secara jabatan kerja dia atasanku tapi, dia itu teman kecilku yang sudahku anggap sebagai adik sehingga kami biasa berbicara nonformal.
“wae??”tanyaku binggung dan duduk di kursi depan mejanya.
“aku mengetahui tempat tinggal CL”kata Sohee dengan mata berbinar. Ada sesuatu yang buruk dia rencanakan untukku.
“dimana?”tanyaku langsung.
“sudahku bilang “ini tidak gratis”.”
“lalu apa yang kau inginkan?”
“hemm… aku akan meminta sesuatu yang seimbang dengan informasi yang hebat ini.”
“ya.. tapi, apa yang kau inginkan?”
“Oppa, kau tahukan mantan kekasihku itu sangat cemburu. Setelah kami berpisah dia selalu mengikutiku, aku ingin dia tidak mengikutiku lagi. Karena itu aku ingin oppa berpura-pura menjadi kekasihku. Bagaimana?”
Aku terdiam sejenak. Pura-pura menjadi kekasihnya mungkin aku akan di pukuli, di terror bahkan masuk rumah sakit beberapa hari tapi, INI HARGA YANG PANTAS UNTUK MENGETAHUI RUMAH URI CL.
“DEAL!!”kataku dengan semangat.
Malam ini aku pergi dengan Sohee ke sebuah pesta di club malam. Entahlah, aku juga tidak tahu pesta apa ini.
“dimana mantan kekasihmu itu?”tanyaku.
“arah jam 4 kau jangan melihatnya secara berlebihan, oppa.”ucap Sohee dengan berbisik.
“yang berbaju kuning itu?”
“anni, dia yang mengunakan kemeja hitam dengan kerah putih”
“seleramu buruk sekali.ckckckck.. apa aku hanya harus berdiri di sampingmu? Ini membosankan sekali.”
“bersabarlah. Nanti dia pasti akan mendekati kita.”
“Sohee”suara namja menghampiri kami. Sohee menatapku dengan tatapan “kan sudahku bilang”.
“hay!”ucap Sohee basa-basi.
“siapa dia?”Tanya namja itu langsung.
“oh, dia? Namjachingu, Jiyong oppa.”kata Sohee santai.
“oh. Namaku…”
“ah.. Jiyong oppa, ommamu baru saja menelponku.”ucap Sohee agar aku tidak berbicara dengan mantannya.
“apa yang ia katakana?”
Kami sengaja mengobrol berdua mengagap mantannya itu tidak ada. Dan akhirnya dia pergi sendiri.
Misiku berhasil dan Sohee menyiapkan kepindahanku ke rumah baru. Sebuah rumah di salah satu komplek perumahan yang hanya berisi 7 rumah. Di isi dengan fasilitas halaman rumah yang luas, taman bermain anak, tempat olahraga indoor, lapangan tenis, lapangan basket, dan kolam renang.
“kau suka rumahnya?”Tanya Sohee.
“tentu saja. Tapi, kenapa dia tidak tinggal di apartemen atau hotel saja?”
“tempat ini tidak bisa orang sembarangan keluar masuk. Dan penghuni disini hanya sedikit, 7 rumah. Halaman yang luas menyulitkan orang mengintip dari gerbang utama dan rata-rata dari pemilik rumah adalah orang yang jarang dirumah karena pekerjaanan jadi tempat ini cocok untuk menjadi tempat selebritis dan tempat persembunyiannya.”jelas Sohee panjang lebar.
“lalu, rumahku yang mana?”
“disana. Rumah yang terdapat kandang anjingmu dan CL adalah tetanggamu di sebelah kanan, rumah paling pojok.”terang Sohee. Mobil berhenti di rumah yang telah dijelaskan Sohee.
“aku suka rumahnya. Bagaimana dengan pembayarannya? Rumah ini sudah lunas dengan rumahku yang kemarinkan?”
“kau pikir rumah ini berapa harganya? Aku telah menjual apartemnmu untuk pembayaran dan mengambil beberapa tabunganmu, mungkin setengah tabunaganmu ah, aku juga memotong setengah gajimu hingga 5 tahun untuk melunaskannya.”
“kau memang kejam.”kataku sambil keluar dari mobil dan memasukki rumah baruku.
Aku terdiam sejenak. Rumah ini memang tidak biasa.
“aku sudah mengatur semua barang-barangmu. Silahkan lihat-lihat!”tawar Sohee.
“rumah ini, aku tidak menyesal membayar mahal”kataku dengan senyuman. Rumahnya memang sesuai seleraku. Tapi,..
“yak, Sohee. Ini bukankah rumah ini dulu ideku? Ini perusahaan kita kenapa aku tidak dapat potongan harga?”
“diskonnya untuk administrasi, biaya lelahku.”jawabnya santai dengan menyebalkan. Aku harus bertahan. Ini untuk CL.
Ku ketuk pintunya. Jantungku berdetak tidak beraturan. Bagaimana jika CL tidak mau bertemu denganku.
“siapa?”kata suara dari alat yang berada di sisi pintunya. Aku yakin sekali itu suara CL dan itu membuatku hampir mencair disini.
“e.. aku tetangga sebelah. Aku ingin memberikan makanan sekalian memperkenalkan diri.”ucapku sedikit kaku. Aku sudah belajar ini di rumah berulang kali tapi, kenapa hasilnya memalukan?
Klik! Pintu bergerak dan membuat keringatku semakin banyak, aku benar-benar mencair.
Bagaikan terjatuh dijurang. Harapan dan kenyataan begitu berbeda. Aku jelas-jelas mendengar suara CL kenapa yang keluar berbeda?
Seorang yeoja dengan piama kebesaran, rambut panjangnya di ikat satu, kaca mata bertengger di hidungnya yang mancung dan sebuah bendo berada dikepalanya agar poni dan anak rambut tidak menggangu wajahnya. Yeoja ini berantakakn.
Klik!
Aku tersadar. Pintu kembali tertutup dan yeoja itu sudah masuk kembali dengan makanan yang aku bawa. Tidak bisakah dia menanyakan namaku ataupun mengucapkan terimakasih?? Tapi, siapa yeoja itu?? Apakah ini sebuah alamat palsu? Sohee tidak mungkin membohongiku.
Aku mengambil pos-it kecil dikantungku dan menuliskan beberapa kata termasuk namaku di sana. Lalu pos-it berwarna biru itu aku selipkan dipintu. Semoga saat CL pulang dia mengetahui itu dan membaca pesanku.
“kira-kira yeoja yang menyebalkan itu siapa?” ucapku didalam benakku.
Sesampainya di rumah aku segera menghubungi Sohee untuk menceritakan yang baru saja terjadi. Mungkin saja dia tahu sesuatu.
“oh, kau sudah bertemu dengan CL secara langsung? Daebak!! Kau sudah mewujudkan sedikit dari mimpi besarmu, oppa.”ucap Sohee setelah aku menceritakan apa yang terjadi.
“anni. Aku tidak bertemu dengan CL. Aku bertemu dengan yeoja aneh. Dia seperti assisten. Tapi, setahuku assistennya cukup cantik. Jauh berbeda dengan yang aku temui tadi.”
“dengarkan aku baik-baik! jawab aku jika kau bisa!”kata Sohee memberikan aku intruksi.
“ya”jawabku singkat. Aku mulai penasaran. Apa yang akan dikatakan Sohee?
“yeoja yang kau lihat itu, yeoja yang kau temui di rumah CL itu adalah CL.”kata Sohee.
“…”
“oppa! Oppa! OPPA! Yak, KWON JIYONG!”teriak Sohee menyadarkanku.
“ah, ya.”jawabku sekedarnya. Sohee pasti bercanda.
“kau mengerti?”ucap Sohee.
“apa?”
“aiss.. yeoja itu CL! Kau paham??”katanya geram.
“kau bercanda. Hahahaha..”kataku sambil tertawa lepas. Tidak mungkn yeoja aneh itu CL. CL yeoja anggun berkarismatik tampil dengan biasa?? Itu tidak mungkin.
“aku tidak bercanda.”
“..”aku terdiam kembali. Sohee, setahuku dia yeoja yang serius bahkan saat dia tersenyum.
“akan aku pikirkan.”kataku dan mematikan ponselku.
Aku duduk ke sebuah sofa yang di depannya terdapat kaca besar yang bisa melihat rumah CL. Itu tidak mungkin. Tidak mungkin yeoja yang aku temui itu CL. Hahahaha.. tidak mungkin.
@5 jam kemudian
Aku tetap diam di jendela, memperhatikan rumah CL. Tidak ada orang yang masuk dari pagi di rumahnya. Apakah ucapan Sohee benar?
Sebuah mobil terdengar mendekat ke rumahku. Tapi, mobil itu berhenti di depan rumah CL. Mesin mobil mati dan keluarlah seorang namja dari dalam mobil. Namja yang baru saja keluar itu bernama Kang Dong Won. Dia adalah manajer CL. Banyak berita tentang kedekatan mereka. Apalagi Kang Dong Won bukan manajer biasa, dia adalah pangeran perusahaan agensi besar tempat CL bergabung. Lalu, aku dengar hubungan mereka sudah dekat sebelum CL menjadi artis 12 tahun lalu, itu bukan waktu yang singkat. Yang paling membuatku kesal adalah selain kedekatan mereka, Kang Dong Won namja itu berwajah rupawan. Ee.. aku bukan tidak percaya diri. Aku juga punya wajah tampan. Jika aku punya wajah babyface, dia punya wajah namja dewasa yang… akh.. aku tidak ingin memuji sainganku.
CL keluar dari rumahnya. Berjalan dengan anggun dan percaya diri. Dia terlihat sangat cantik. Mantel bulu yang dia kenakan terlihat sangat mewah, tata rambutnya sungguh cocok dengan sepatu, make-up dan kostum yang dia kenakan sekarang. Sangat jauh berbeda dengan yeoja yang aku temui tadi jadi, yeoja itu tidak mungkin uri CL. Namja itu, Kang Dong Won menyambut CL dan menggandeng CL membuat aku ingin mendorong dan menggantikan posisinya.
Huft.. mereka pergi.
Aku menyetel TV LEDku. CL akan manggung secara Live kira-kira 34 menit 52 detik lagi, aku sungguh tidak sabar.
@45 menit kemudian
CL kini di depanku, di layar TV LED yang punya kemampuan 3D membuat CL seakan-akan nyata bernyanyi di depan mataku. Suaranya, wajahnya, senyumannya, tubuhnya… akh… aku sungguh mencintainya.
Tapi, kenapa dia tadi pergi tidak membawa assitennya??
@satu jam 37 menit
Mobil itu kembali berhenti di depan rumah uri CL. Jantungku mulai berpacu. Namja itu, Dong Won dia keluar dari mobil. Dan berlari kecil untuk membukakan pintu mobil di sisi lain.
Jantungku yang awalnya berdetak dengan memacu kini berhenti mendadak.
Seorang yeoja yang keluar bukanlah uri CL melainkan yeoja yang aku temui tadi pgi. Yeoja yang kini mengenakan kaos berukuran besar, celana jins belel dan sandal hotel. Aku tidak sedang bermimpikan???
TBC
ini FF aku kemarin aku dikusikan dengan para INFI yang ingin menyalurkan idenya untuk part selanjutnya silahkan komentar. smile emotikon
Author: Kim Daisy
Cast : SKY DRAGON, dll
Maniac? NO!! Aku bukan maniac. Aku lebih suka disebut CLholic, pengila CL, ketergantungan parah atau apalah itu yang berkaitan dengan CL. CL adalah seorang model dan juga penyanyi. Kau lihat? Kamarku yang berwarna biru ini penuh oleh poster CL, bahkan di langit-langitnya. Ini adalah alasanku tidak mengizinkan temanku masuk ke kamarku. Bukan aku malu dengan CL! Bukan! CL begitu sempurna aku tidak malu karena begitu mencintainya tapi, yang membuatku malu adalah rasa cintaku yang berlebihan padanya di umurku yang bukan remaja lagi. Ya, aku bukanlah remaja yang membutuhkan sosok idol untuk penyemangat. Aku adalah namja kantoran yang tahun ini umurku sudah 28 tahun. Walau aku masih single tapi, menurutku aku sudah menikah dengan uri CL, bidadariku.
“yak, Kwon Jiyong! Sohee, HRD kita memanggilmu.”ucap salah satu rekan kerjaku.
“nee…”jawabku. Aku mengetik tombol-tombol keybord dengan cepat dan tidak lupa untuk mensave data yang sedangku kerjakan.
Uri appa mempunyai sebuah pabrik makanan dan minuman ringan. Sekarang aku memang hanya karyawan biasa di perusahaan proporti tapi, nanti aku akan menaiki jabatan tinggi perlahan-lahan. Uri appa memang berjanji memberikan perusahaan ini padaku tapi, jika aku sudah menikah. Aku garis bawahi menikah. Seperti yang kalian tahu aku sudah menikah dengan uri CL, ini sudah tahun ke 4 kami bersama. Menikah yang aku maksud bukan berarti menikah dalam arti yang sebenarnya.
Aku mengetuk pintu HRD perlahan beberapa kali lalu masuk tanpa memberi salam.
“oppa, aku punya kejutan besar untukmu. Tapi, aku tidak akan memberikan ini secara gratis.”kata Sohee langsung saat melihatku masuk. Dia HRDku, secara jabatan kerja dia atasanku tapi, dia itu teman kecilku yang sudahku anggap sebagai adik sehingga kami biasa berbicara nonformal.
“wae??”tanyaku binggung dan duduk di kursi depan mejanya.
“aku mengetahui tempat tinggal CL”kata Sohee dengan mata berbinar. Ada sesuatu yang buruk dia rencanakan untukku.
“dimana?”tanyaku langsung.
“sudahku bilang “ini tidak gratis”.”
“lalu apa yang kau inginkan?”
“hemm… aku akan meminta sesuatu yang seimbang dengan informasi yang hebat ini.”
“ya.. tapi, apa yang kau inginkan?”
“Oppa, kau tahukan mantan kekasihku itu sangat cemburu. Setelah kami berpisah dia selalu mengikutiku, aku ingin dia tidak mengikutiku lagi. Karena itu aku ingin oppa berpura-pura menjadi kekasihku. Bagaimana?”
Aku terdiam sejenak. Pura-pura menjadi kekasihnya mungkin aku akan di pukuli, di terror bahkan masuk rumah sakit beberapa hari tapi, INI HARGA YANG PANTAS UNTUK MENGETAHUI RUMAH URI CL.
“DEAL!!”kataku dengan semangat.
Malam ini aku pergi dengan Sohee ke sebuah pesta di club malam. Entahlah, aku juga tidak tahu pesta apa ini.
“dimana mantan kekasihmu itu?”tanyaku.
“arah jam 4 kau jangan melihatnya secara berlebihan, oppa.”ucap Sohee dengan berbisik.
“yang berbaju kuning itu?”
“anni, dia yang mengunakan kemeja hitam dengan kerah putih”
“seleramu buruk sekali.ckckckck.. apa aku hanya harus berdiri di sampingmu? Ini membosankan sekali.”
“bersabarlah. Nanti dia pasti akan mendekati kita.”
“Sohee”suara namja menghampiri kami. Sohee menatapku dengan tatapan “kan sudahku bilang”.
“hay!”ucap Sohee basa-basi.
“siapa dia?”Tanya namja itu langsung.
“oh, dia? Namjachingu, Jiyong oppa.”kata Sohee santai.
“oh. Namaku…”
“ah.. Jiyong oppa, ommamu baru saja menelponku.”ucap Sohee agar aku tidak berbicara dengan mantannya.
“apa yang ia katakana?”
Kami sengaja mengobrol berdua mengagap mantannya itu tidak ada. Dan akhirnya dia pergi sendiri.
Misiku berhasil dan Sohee menyiapkan kepindahanku ke rumah baru. Sebuah rumah di salah satu komplek perumahan yang hanya berisi 7 rumah. Di isi dengan fasilitas halaman rumah yang luas, taman bermain anak, tempat olahraga indoor, lapangan tenis, lapangan basket, dan kolam renang.
“kau suka rumahnya?”Tanya Sohee.
“tentu saja. Tapi, kenapa dia tidak tinggal di apartemen atau hotel saja?”
“tempat ini tidak bisa orang sembarangan keluar masuk. Dan penghuni disini hanya sedikit, 7 rumah. Halaman yang luas menyulitkan orang mengintip dari gerbang utama dan rata-rata dari pemilik rumah adalah orang yang jarang dirumah karena pekerjaanan jadi tempat ini cocok untuk menjadi tempat selebritis dan tempat persembunyiannya.”jelas Sohee panjang lebar.
“lalu, rumahku yang mana?”
“disana. Rumah yang terdapat kandang anjingmu dan CL adalah tetanggamu di sebelah kanan, rumah paling pojok.”terang Sohee. Mobil berhenti di rumah yang telah dijelaskan Sohee.
“aku suka rumahnya. Bagaimana dengan pembayarannya? Rumah ini sudah lunas dengan rumahku yang kemarinkan?”
“kau pikir rumah ini berapa harganya? Aku telah menjual apartemnmu untuk pembayaran dan mengambil beberapa tabunganmu, mungkin setengah tabunaganmu ah, aku juga memotong setengah gajimu hingga 5 tahun untuk melunaskannya.”
“kau memang kejam.”kataku sambil keluar dari mobil dan memasukki rumah baruku.
Aku terdiam sejenak. Rumah ini memang tidak biasa.
“aku sudah mengatur semua barang-barangmu. Silahkan lihat-lihat!”tawar Sohee.
“rumah ini, aku tidak menyesal membayar mahal”kataku dengan senyuman. Rumahnya memang sesuai seleraku. Tapi,..
“yak, Sohee. Ini bukankah rumah ini dulu ideku? Ini perusahaan kita kenapa aku tidak dapat potongan harga?”
“diskonnya untuk administrasi, biaya lelahku.”jawabnya santai dengan menyebalkan. Aku harus bertahan. Ini untuk CL.
Ku ketuk pintunya. Jantungku berdetak tidak beraturan. Bagaimana jika CL tidak mau bertemu denganku.
“siapa?”kata suara dari alat yang berada di sisi pintunya. Aku yakin sekali itu suara CL dan itu membuatku hampir mencair disini.
“e.. aku tetangga sebelah. Aku ingin memberikan makanan sekalian memperkenalkan diri.”ucapku sedikit kaku. Aku sudah belajar ini di rumah berulang kali tapi, kenapa hasilnya memalukan?
Klik! Pintu bergerak dan membuat keringatku semakin banyak, aku benar-benar mencair.
Bagaikan terjatuh dijurang. Harapan dan kenyataan begitu berbeda. Aku jelas-jelas mendengar suara CL kenapa yang keluar berbeda?
Seorang yeoja dengan piama kebesaran, rambut panjangnya di ikat satu, kaca mata bertengger di hidungnya yang mancung dan sebuah bendo berada dikepalanya agar poni dan anak rambut tidak menggangu wajahnya. Yeoja ini berantakakn.
Klik!
Aku tersadar. Pintu kembali tertutup dan yeoja itu sudah masuk kembali dengan makanan yang aku bawa. Tidak bisakah dia menanyakan namaku ataupun mengucapkan terimakasih?? Tapi, siapa yeoja itu?? Apakah ini sebuah alamat palsu? Sohee tidak mungkin membohongiku.
Aku mengambil pos-it kecil dikantungku dan menuliskan beberapa kata termasuk namaku di sana. Lalu pos-it berwarna biru itu aku selipkan dipintu. Semoga saat CL pulang dia mengetahui itu dan membaca pesanku.
“kira-kira yeoja yang menyebalkan itu siapa?” ucapku didalam benakku.
Sesampainya di rumah aku segera menghubungi Sohee untuk menceritakan yang baru saja terjadi. Mungkin saja dia tahu sesuatu.
“oh, kau sudah bertemu dengan CL secara langsung? Daebak!! Kau sudah mewujudkan sedikit dari mimpi besarmu, oppa.”ucap Sohee setelah aku menceritakan apa yang terjadi.
“anni. Aku tidak bertemu dengan CL. Aku bertemu dengan yeoja aneh. Dia seperti assisten. Tapi, setahuku assistennya cukup cantik. Jauh berbeda dengan yang aku temui tadi.”
“dengarkan aku baik-baik! jawab aku jika kau bisa!”kata Sohee memberikan aku intruksi.
“ya”jawabku singkat. Aku mulai penasaran. Apa yang akan dikatakan Sohee?
“yeoja yang kau lihat itu, yeoja yang kau temui di rumah CL itu adalah CL.”kata Sohee.
“…”
“oppa! Oppa! OPPA! Yak, KWON JIYONG!”teriak Sohee menyadarkanku.
“ah, ya.”jawabku sekedarnya. Sohee pasti bercanda.
“kau mengerti?”ucap Sohee.
“apa?”
“aiss.. yeoja itu CL! Kau paham??”katanya geram.
“kau bercanda. Hahahaha..”kataku sambil tertawa lepas. Tidak mungkn yeoja aneh itu CL. CL yeoja anggun berkarismatik tampil dengan biasa?? Itu tidak mungkin.
“aku tidak bercanda.”
“..”aku terdiam kembali. Sohee, setahuku dia yeoja yang serius bahkan saat dia tersenyum.
“akan aku pikirkan.”kataku dan mematikan ponselku.
Aku duduk ke sebuah sofa yang di depannya terdapat kaca besar yang bisa melihat rumah CL. Itu tidak mungkin. Tidak mungkin yeoja yang aku temui itu CL. Hahahaha.. tidak mungkin.
@5 jam kemudian
Aku tetap diam di jendela, memperhatikan rumah CL. Tidak ada orang yang masuk dari pagi di rumahnya. Apakah ucapan Sohee benar?
Sebuah mobil terdengar mendekat ke rumahku. Tapi, mobil itu berhenti di depan rumah CL. Mesin mobil mati dan keluarlah seorang namja dari dalam mobil. Namja yang baru saja keluar itu bernama Kang Dong Won. Dia adalah manajer CL. Banyak berita tentang kedekatan mereka. Apalagi Kang Dong Won bukan manajer biasa, dia adalah pangeran perusahaan agensi besar tempat CL bergabung. Lalu, aku dengar hubungan mereka sudah dekat sebelum CL menjadi artis 12 tahun lalu, itu bukan waktu yang singkat. Yang paling membuatku kesal adalah selain kedekatan mereka, Kang Dong Won namja itu berwajah rupawan. Ee.. aku bukan tidak percaya diri. Aku juga punya wajah tampan. Jika aku punya wajah babyface, dia punya wajah namja dewasa yang… akh.. aku tidak ingin memuji sainganku.
CL keluar dari rumahnya. Berjalan dengan anggun dan percaya diri. Dia terlihat sangat cantik. Mantel bulu yang dia kenakan terlihat sangat mewah, tata rambutnya sungguh cocok dengan sepatu, make-up dan kostum yang dia kenakan sekarang. Sangat jauh berbeda dengan yeoja yang aku temui tadi jadi, yeoja itu tidak mungkin uri CL. Namja itu, Kang Dong Won menyambut CL dan menggandeng CL membuat aku ingin mendorong dan menggantikan posisinya.
Huft.. mereka pergi.
Aku menyetel TV LEDku. CL akan manggung secara Live kira-kira 34 menit 52 detik lagi, aku sungguh tidak sabar.
@45 menit kemudian
CL kini di depanku, di layar TV LED yang punya kemampuan 3D membuat CL seakan-akan nyata bernyanyi di depan mataku. Suaranya, wajahnya, senyumannya, tubuhnya… akh… aku sungguh mencintainya.
Tapi, kenapa dia tadi pergi tidak membawa assitennya??
@satu jam 37 menit
Mobil itu kembali berhenti di depan rumah uri CL. Jantungku mulai berpacu. Namja itu, Dong Won dia keluar dari mobil. Dan berlari kecil untuk membukakan pintu mobil di sisi lain.
Jantungku yang awalnya berdetak dengan memacu kini berhenti mendadak.
Seorang yeoja yang keluar bukanlah uri CL melainkan yeoja yang aku temui tadi pgi. Yeoja yang kini mengenakan kaos berukuran besar, celana jins belel dan sandal hotel. Aku tidak sedang bermimpikan???
TBC
ini FF aku kemarin aku dikusikan dengan para INFI yang ingin menyalurkan idenya untuk part selanjutnya silahkan komentar. smile emotikon
HOLIC part 2
Author: Kim Daisy
Cast : SKY DRAGON, dll
Part 1 : https://www.facebook.com/ photo.php?fbid=291776541004 591&set=pb.163049320543981 .-2207520000.1405946821.&t ype=1
Aku menunggu lagi, mana tahu CL yang ada di TV juga akan keluar dari mobil. Tapi, itu tidak terjadi. Yeoja yang menenakan jins belel itu digandengan Dong Won ssi masuk ke rumah bersama. Aku terdiam.
Sejenak aku hilang pikiran.
Tapi, setelah aku tersadar mobil itu tak kunjung pergi dari rumah uri CL.
Pagi tiba. Tapi, aku juga tidak bisa tidur dibuatnya. Aku langsung bangun dari kasurku mengenakan baju olahraga favoritku. Aku pernah membaca artikel bahwa CL suka berlari pagi. Aku membuka pintuku. Melihat ke arah rumah CL, belum ada kehidupan disana dan mobil itu masih terpajang di halaman rumah CL.
Aku berlari kecil di sekitar taman. Dari jauh, sangat jauh aku bisa merasakan aura CL muncul tapi, yang aku lihat bukanlah CL yang biasa aku lihat di TV melainkan yeoja yang sederhana. Aku harus bisa mengajaknya bicara. Aku perlahan-lahan berlari kecil mendekati yeoja itu.
“hem. Aku yang kemarin mengunjungimu dangan membawa makanan. Apa kau ingat?” tanyaku.
“…”dia hanya diam sambil berlari kecil.
“namaku Jiyong. Namamu?”tanyaku sedikit grogi.
“Chaerin.”jawabnya jutek. Aku lihat wajahnya dengan teliti, dialah CL. CL tanpa make-up.
“aku tinggal sendiri di rumah itu. Apakah kau tinggal disana bersama keluargamu?”tanyaku sambil berlari kecil mengikutinya.
“tidak, aku sendiri.”
“sudah berapa lama?”
“cukup lama.”
Walau dia menjawab pertanyaanku dengan sekedarnya tapi, ini cukup baik.
Chaerin POV
Namja yang baru pindah itu sangat aneh. Dia selalu terlihat mengawasiku dan mengikutiku.
Dia masih sering datang sambil membawa makanan favoritku, entah dia tahu dari mana.
Tiiit….. sepertinya dia datang lagi. Aku mengambil kaca mataku. Berdiri dari kasurku dan berjalan menuju pintu depan. Kacamata ini bukan kacamata untuk style tapi, mataku memang bermasalah akibat kebiasaan membacaku.
“hmn.. hy!”sapanya saat aku membukakan pintu. Tebakkanku benar.
“aku bawa ini. E. temanku membelikan terlalu banyak tadi”jelasnya sambil menyodorkan sekotak pizza berukuran super besar.
“ini..”
“berikan dompetmu, Ahjussi!”kataku memotong ucapannya
“Ahjussi??”katanya tidak percaya. Tapi, aku langsung mengambil dompetnya yang aku yakin terletak di saku bekangnya. Dugaanku tepat, aku mendapatkannya. Aku membuka kartu identitasnya. Dia bukanlah paparazzi lalu, kenapa dia mengikutiku? Dia terlalu tua untuk menjadi fansku. Apa dia maniac??
“kau penasaran denganku, Chaerin?”tanyanya padaku.
“aku akan memberitahumu tapi, kau ingin ikut denganku?”tanyanya lagi.
“kemana?”tanyaku dengan binggung,
“ketempat rahasia besarku berada.”
Tapi, aku yang masih dalam situasi kaget dengan mudahnya di geret ke rumahnya. Setelah dia memencet password rumahnya ajussi itu lagi-lagi menyeretku hingga kami berhenti di suatu ruangan yang penuh dengan foto, poster, pernak-pernik dan benda-benda lainnya yang ada hubungannya denganku, seperti botol mineral yang terdapat fotoku karena aku menjadi iklan air mineral itu.
“kau maniak ajusshi?”tanyaku dengan waspada.
“aku hanya penggemarmu. Aku janji tidak akan melukaimu, sungguh. Aku janji. Tapi, jangan berfikir aneh tentangku.”katanya santai.
“kau gila?”
“aku hanya fans fanatikmu.”
Dia mengambil ponsel dari sakunya dan menunjukkan layar ponselnya yang dapat tulisan bahwa dia adalah anggota VVIP dari fans club resmiku dan dia mendaftar semenjak aku awal debut. Ini gila. Dia harus menghabiskan ratusan won setiap tahunnya agar tetap menjadi fans VVIPku.
“kau gila, ahjussi.”kataku tidak percaya dengan yang terjadi tapi, dia hanya tersenyum.
“kau fans fanatikku ahjussi.”ucapku masih tidak menyangka.
“anni. Aku fans CL.”jawabnya tersenyum polos. Apa dia tidak tahu aku dan CL adalah orang yang sama?
“kau yeoja dengan karakter yang berbeda dengan CL walau kalian orang yang sama. CL badgirl, yeoja tangguh yang berkharisma. Sedangkan kau yeoja yang takut melihat dunia.”jelasnya.
Kalimat yang sederhana itu membuatku tersenyum. Itu benar. Aku dan CL sangat berbeda.
Malam ini ada party yang harus aku datangi. Sebenarnya aku juga tidak tahu siapa yang punya acara dan dalam rangka apa acara ini dibuat. Tapi, Dong Won oppa mengajakku.
“hua.. kalian serasi. Apa gossip itu benar?”kata seorang namja menyambut kami saat kami baru saja masuk.
“dia Daesung, lalu Minzy dan Dara. Dia CL”kata Dong Won oppa mengenalkan kami dengan sesederhana mungkin. Kami saling membungkuk ringan hanya untuk salam perkenalan. Jika mereka bukanlah artis atau pun model mereka pasti dari keluarga yang berkelas. Aku sangat yakin hal itu dari penampilan mereka.
“kau lebih cantik dari yangku lihat di TV”puji Daesung.
“gomawo, jawabku basa-basi. Sepertinya aku tidak diterima disini.
“oppa, bisa ikut aku sebentar.”ucap yeoja yang bernama Dara sambil menarik Dong Won oppa.
“tunggu aku disini sebentar.”bisik Dong Won oppa dan aku mengangguk ringan sebagai jawaban. Lalu Dong Won oppa pergi bersama Dara ssi.
Desungssi dan Minzy ssi hanya bicara berdua sambil tertawa. Sepertinya mereka punya hubungan special hingga mengacuhkanku begitu saja disini. Aku ini CL seenaknya saja mereka seperti ini padaku. Ini sudah 15 menit aku disini sendiri. Aku tidak punya niat untuk berbaur dengan tamu lain dan Dong Won oppa juga belum juga kembali membuatku kesal. Akhirnya aku putuskan untuk mencari Dong Won oppa. Di ruang yang sedikit gelap aku bisa melihat yeoja itu, Dara ssi sedang memeluk Dong Won oppa dengan mesra. Aku segera membalikan tubuhku dan melangkah pergi menjauh.
Aku menyukai Dong Won oppa, tentu saja aku menyukainya. Tapi, kami tidak bisa bersama. Ommanya tidak menyukaiku dan tidak akan menyukaiku. Aku sangat tahu dan mengerti itu makanya selama ini aku selalu mencoba menghilangkan perasaan ini sebelum semakin dalam. Aku menyentuh pipiku, basah. Aku menangis dan itu membuat aku sadar bahwa aku sudah di depan rumah. Ku pencet tombol angka passwordku dan aku segera masuk menuju kamar.
Keesokan harinya matahari sudah naik hingga sedikit membuatku silau tapi, aku sungguh malas untuk membuka kedua mataku.
“WuA!! Yak, kenapa kau disini?”suara itu menggangu tidurku. Aku bangun dari tidurku dan berdiri. Aku keluar dari kamar dan menjatuhkan tubuhku di sofa panjang yang empuk.
“CL! Kau..”
Teet. Sepertinya aku menyentuh sebuah remot. Suara TV pun langsung terdengar.
“Kang Dong Won yang merupakan manajer CL yang selama ini diduga memiliki hubungan khusus dengan CL tertangkap kamera sedang berpelukan mesra dengan seorang yeoja yang diduga merupakan CL. Mungkinkah mereka kini akan mengakui hubungan mereka..”jelas pembawa acara gossip di TV.
“pabo! Hahaha.. tubuhmu tidak mungkin sekering itu.”komentar ahjussi membuatku tertawa.
“itu memang bukan aku, ahjussi. Kau memang fans fanatikku.”kataku sedikit memuji.
“tapi, sepertinya kau tidak bisa kembali kerumahmu.”ucapnya sambil melihat ke jendela yang mengarah ke rumahku.
“kenapa?”tanyaku malas.
“wartawan sepertinya telah memindahkan kantornya ke rumahmu.”jawabnya dan aku mau tidak mau mengerakkan tubuhku untuk bangkit dari sofa empuknya dan mendekati ahjussi yang bernama Jiyong itu.
------ FLASH BACK (AUTHOR POV) -------
Chaerin keluar dari tempat pesta dengan suasana hati yang kacau. Keluarnya dia dari tempat itu keluar jugalah air matanya. Tanpa sadar dia terus menangis sambil berjalan kaki seorang diri. Untung saja tidak ada yang mengenalinya karena dia menundukkan wajahnya hingga menutupi wajahnya dengan rambut panjangnya. Dia terlalu larut dalam kesedihannya hingga tidak mempedulikan lagi penampilannya. Kesedihan yang dia rasakan bukanlah karena patah hati tapi, karena mungkin saja namja yang tidak bisa dia miliki itu akan benar-benar pergi dari hidupnya. Rasa cinta yang di hatinya memang belum benar-benar hilang tapi, mungkin saja karena hal ini dia benar-benar bisa melupakan perasaan cinta yang ada dihatinya.
Ponselnya berdering. Kang Dong Won yang mencoba menelponnya tapi, Chaerin tidak peduli karena dia belum kembali ke alam sadarnya. Setelah lebih dari satu jam Chaerin berjalan kini dia telah sampai di sebuah rumah dan dia sadar bahwa itu bukanlah rumahnya. Chaerin mengelap pipinya yang basah karena air matanya dan memencet tombol password.
---FLASH BACK END---
“Kalau kau sadar ini bukan rumahmu kenapa kau masuk? Bagaimana kau tahu passwordku?”Tanya Jiyong sambil memotong sandwichnya dengan pisau.
“karena aku tahu bahwa akan terjadi hal seperti ini. Jadi, aku berjaga-jaga dengan mengingat passwordmu, ahjussi.”wajab Chaerin dengan mengunyah makanannya. Jiyong namja yang dewasa dihadapannya tidak bisa marah. Dia terlalu senang dengan kehadiran Chaerin aka CL di hadapannya. Dia memang berharap bisa mengobrol nyaman dengan yeoja yang dihadapannya ini.
“lalu kapan kau kembali?”
“tunggu berita itu reda.”jawab Chaerin santai.
“kau gila?” bukan karena keberatan. Jiyong bicara seperti ini karena dia takut wartawan menyadarinya dan malah mempersulit CL.
“baiklah. Aku akan pergi. Asalkan ahjussi mau mengantarkanku ke rumah kenalanku tanpa ketangkap wartawan.”usul Chaerin.
“kau serius?”
“tentu saja. Ahjussi, kau takut ketawan dengan istrimu ya?”
“yak! Aku belum punya istri!”
“aku dengar keterlambatan pernikahan bisa menggangu mental, ternyata artikel itu benar.”ucap Chaerin dengan menatap Jiyong seakan meneliti sesuatu.
TBC
Author: Kim Daisy
Cast : SKY DRAGON, dll
Part 1 : https://www.facebook.com/
Aku menunggu lagi, mana tahu CL yang ada di TV juga akan keluar dari mobil. Tapi, itu tidak terjadi. Yeoja yang menenakan jins belel itu digandengan Dong Won ssi masuk ke rumah bersama. Aku terdiam.
Sejenak aku hilang pikiran.
Tapi, setelah aku tersadar mobil itu tak kunjung pergi dari rumah uri CL.
Pagi tiba. Tapi, aku juga tidak bisa tidur dibuatnya. Aku langsung bangun dari kasurku mengenakan baju olahraga favoritku. Aku pernah membaca artikel bahwa CL suka berlari pagi. Aku membuka pintuku. Melihat ke arah rumah CL, belum ada kehidupan disana dan mobil itu masih terpajang di halaman rumah CL.
Aku berlari kecil di sekitar taman. Dari jauh, sangat jauh aku bisa merasakan aura CL muncul tapi, yang aku lihat bukanlah CL yang biasa aku lihat di TV melainkan yeoja yang sederhana. Aku harus bisa mengajaknya bicara. Aku perlahan-lahan berlari kecil mendekati yeoja itu.
“hem. Aku yang kemarin mengunjungimu dangan membawa makanan. Apa kau ingat?” tanyaku.
“…”dia hanya diam sambil berlari kecil.
“namaku Jiyong. Namamu?”tanyaku sedikit grogi.
“Chaerin.”jawabnya jutek. Aku lihat wajahnya dengan teliti, dialah CL. CL tanpa make-up.
“aku tinggal sendiri di rumah itu. Apakah kau tinggal disana bersama keluargamu?”tanyaku sambil berlari kecil mengikutinya.
“tidak, aku sendiri.”
“sudah berapa lama?”
“cukup lama.”
Walau dia menjawab pertanyaanku dengan sekedarnya tapi, ini cukup baik.
Chaerin POV
Namja yang baru pindah itu sangat aneh. Dia selalu terlihat mengawasiku dan mengikutiku.
Dia masih sering datang sambil membawa makanan favoritku, entah dia tahu dari mana.
Tiiit….. sepertinya dia datang lagi. Aku mengambil kaca mataku. Berdiri dari kasurku dan berjalan menuju pintu depan. Kacamata ini bukan kacamata untuk style tapi, mataku memang bermasalah akibat kebiasaan membacaku.
“hmn.. hy!”sapanya saat aku membukakan pintu. Tebakkanku benar.
“aku bawa ini. E. temanku membelikan terlalu banyak tadi”jelasnya sambil menyodorkan sekotak pizza berukuran super besar.
“ini..”
“berikan dompetmu, Ahjussi!”kataku memotong ucapannya
“Ahjussi??”katanya tidak percaya. Tapi, aku langsung mengambil dompetnya yang aku yakin terletak di saku bekangnya. Dugaanku tepat, aku mendapatkannya. Aku membuka kartu identitasnya. Dia bukanlah paparazzi lalu, kenapa dia mengikutiku? Dia terlalu tua untuk menjadi fansku. Apa dia maniac??
“kau penasaran denganku, Chaerin?”tanyanya padaku.
“aku akan memberitahumu tapi, kau ingin ikut denganku?”tanyanya lagi.
“kemana?”tanyaku dengan binggung,
“ketempat rahasia besarku berada.”
Tapi, aku yang masih dalam situasi kaget dengan mudahnya di geret ke rumahnya. Setelah dia memencet password rumahnya ajussi itu lagi-lagi menyeretku hingga kami berhenti di suatu ruangan yang penuh dengan foto, poster, pernak-pernik dan benda-benda lainnya yang ada hubungannya denganku, seperti botol mineral yang terdapat fotoku karena aku menjadi iklan air mineral itu.
“kau maniak ajusshi?”tanyaku dengan waspada.
“aku hanya penggemarmu. Aku janji tidak akan melukaimu, sungguh. Aku janji. Tapi, jangan berfikir aneh tentangku.”katanya santai.
“kau gila?”
“aku hanya fans fanatikmu.”
Dia mengambil ponsel dari sakunya dan menunjukkan layar ponselnya yang dapat tulisan bahwa dia adalah anggota VVIP dari fans club resmiku dan dia mendaftar semenjak aku awal debut. Ini gila. Dia harus menghabiskan ratusan won setiap tahunnya agar tetap menjadi fans VVIPku.
“kau gila, ahjussi.”kataku tidak percaya dengan yang terjadi tapi, dia hanya tersenyum.
“kau fans fanatikku ahjussi.”ucapku masih tidak menyangka.
“anni. Aku fans CL.”jawabnya tersenyum polos. Apa dia tidak tahu aku dan CL adalah orang yang sama?
“kau yeoja dengan karakter yang berbeda dengan CL walau kalian orang yang sama. CL badgirl, yeoja tangguh yang berkharisma. Sedangkan kau yeoja yang takut melihat dunia.”jelasnya.
Kalimat yang sederhana itu membuatku tersenyum. Itu benar. Aku dan CL sangat berbeda.
Malam ini ada party yang harus aku datangi. Sebenarnya aku juga tidak tahu siapa yang punya acara dan dalam rangka apa acara ini dibuat. Tapi, Dong Won oppa mengajakku.
“hua.. kalian serasi. Apa gossip itu benar?”kata seorang namja menyambut kami saat kami baru saja masuk.
“dia Daesung, lalu Minzy dan Dara. Dia CL”kata Dong Won oppa mengenalkan kami dengan sesederhana mungkin. Kami saling membungkuk ringan hanya untuk salam perkenalan. Jika mereka bukanlah artis atau pun model mereka pasti dari keluarga yang berkelas. Aku sangat yakin hal itu dari penampilan mereka.
“kau lebih cantik dari yangku lihat di TV”puji Daesung.
“gomawo, jawabku basa-basi. Sepertinya aku tidak diterima disini.
“oppa, bisa ikut aku sebentar.”ucap yeoja yang bernama Dara sambil menarik Dong Won oppa.
“tunggu aku disini sebentar.”bisik Dong Won oppa dan aku mengangguk ringan sebagai jawaban. Lalu Dong Won oppa pergi bersama Dara ssi.
Desungssi dan Minzy ssi hanya bicara berdua sambil tertawa. Sepertinya mereka punya hubungan special hingga mengacuhkanku begitu saja disini. Aku ini CL seenaknya saja mereka seperti ini padaku. Ini sudah 15 menit aku disini sendiri. Aku tidak punya niat untuk berbaur dengan tamu lain dan Dong Won oppa juga belum juga kembali membuatku kesal. Akhirnya aku putuskan untuk mencari Dong Won oppa. Di ruang yang sedikit gelap aku bisa melihat yeoja itu, Dara ssi sedang memeluk Dong Won oppa dengan mesra. Aku segera membalikan tubuhku dan melangkah pergi menjauh.
Aku menyukai Dong Won oppa, tentu saja aku menyukainya. Tapi, kami tidak bisa bersama. Ommanya tidak menyukaiku dan tidak akan menyukaiku. Aku sangat tahu dan mengerti itu makanya selama ini aku selalu mencoba menghilangkan perasaan ini sebelum semakin dalam. Aku menyentuh pipiku, basah. Aku menangis dan itu membuat aku sadar bahwa aku sudah di depan rumah. Ku pencet tombol angka passwordku dan aku segera masuk menuju kamar.
Keesokan harinya matahari sudah naik hingga sedikit membuatku silau tapi, aku sungguh malas untuk membuka kedua mataku.
“WuA!! Yak, kenapa kau disini?”suara itu menggangu tidurku. Aku bangun dari tidurku dan berdiri. Aku keluar dari kamar dan menjatuhkan tubuhku di sofa panjang yang empuk.
“CL! Kau..”
Teet. Sepertinya aku menyentuh sebuah remot. Suara TV pun langsung terdengar.
“Kang Dong Won yang merupakan manajer CL yang selama ini diduga memiliki hubungan khusus dengan CL tertangkap kamera sedang berpelukan mesra dengan seorang yeoja yang diduga merupakan CL. Mungkinkah mereka kini akan mengakui hubungan mereka..”jelas pembawa acara gossip di TV.
“pabo! Hahaha.. tubuhmu tidak mungkin sekering itu.”komentar ahjussi membuatku tertawa.
“itu memang bukan aku, ahjussi. Kau memang fans fanatikku.”kataku sedikit memuji.
“tapi, sepertinya kau tidak bisa kembali kerumahmu.”ucapnya sambil melihat ke jendela yang mengarah ke rumahku.
“kenapa?”tanyaku malas.
“wartawan sepertinya telah memindahkan kantornya ke rumahmu.”jawabnya dan aku mau tidak mau mengerakkan tubuhku untuk bangkit dari sofa empuknya dan mendekati ahjussi yang bernama Jiyong itu.
------ FLASH BACK (AUTHOR POV) -------
Chaerin keluar dari tempat pesta dengan suasana hati yang kacau. Keluarnya dia dari tempat itu keluar jugalah air matanya. Tanpa sadar dia terus menangis sambil berjalan kaki seorang diri. Untung saja tidak ada yang mengenalinya karena dia menundukkan wajahnya hingga menutupi wajahnya dengan rambut panjangnya. Dia terlalu larut dalam kesedihannya hingga tidak mempedulikan lagi penampilannya. Kesedihan yang dia rasakan bukanlah karena patah hati tapi, karena mungkin saja namja yang tidak bisa dia miliki itu akan benar-benar pergi dari hidupnya. Rasa cinta yang di hatinya memang belum benar-benar hilang tapi, mungkin saja karena hal ini dia benar-benar bisa melupakan perasaan cinta yang ada dihatinya.
Ponselnya berdering. Kang Dong Won yang mencoba menelponnya tapi, Chaerin tidak peduli karena dia belum kembali ke alam sadarnya. Setelah lebih dari satu jam Chaerin berjalan kini dia telah sampai di sebuah rumah dan dia sadar bahwa itu bukanlah rumahnya. Chaerin mengelap pipinya yang basah karena air matanya dan memencet tombol password.
---FLASH BACK END---
“Kalau kau sadar ini bukan rumahmu kenapa kau masuk? Bagaimana kau tahu passwordku?”Tanya Jiyong sambil memotong sandwichnya dengan pisau.
“karena aku tahu bahwa akan terjadi hal seperti ini. Jadi, aku berjaga-jaga dengan mengingat passwordmu, ahjussi.”wajab Chaerin dengan mengunyah makanannya. Jiyong namja yang dewasa dihadapannya tidak bisa marah. Dia terlalu senang dengan kehadiran Chaerin aka CL di hadapannya. Dia memang berharap bisa mengobrol nyaman dengan yeoja yang dihadapannya ini.
“lalu kapan kau kembali?”
“tunggu berita itu reda.”jawab Chaerin santai.
“kau gila?” bukan karena keberatan. Jiyong bicara seperti ini karena dia takut wartawan menyadarinya dan malah mempersulit CL.
“baiklah. Aku akan pergi. Asalkan ahjussi mau mengantarkanku ke rumah kenalanku tanpa ketangkap wartawan.”usul Chaerin.
“kau serius?”
“tentu saja. Ahjussi, kau takut ketawan dengan istrimu ya?”
“yak! Aku belum punya istri!”
“aku dengar keterlambatan pernikahan bisa menggangu mental, ternyata artikel itu benar.”ucap Chaerin dengan menatap Jiyong seakan meneliti sesuatu.
TBC
HOLIC part 3
Author: Kim Daisy
Cast : SKY DRAGON, dll
Part 1 : https://www.facebook.com/photo.php?fbid=291776541004591&set=pb.163049320543981.-2207520000.1405946821.&type=1
part 2 : https://www.facebook.com/FanfictionSkyDragonIndonesia/photos/pb.163049320543981.-2207520000.1407727388./299390936909818/?type=1
"Aku akan pergi. Asalkan ahjussi mau mengantarkanku ke rumah kenalanku tanpa ketangkap wartawan.”usul Chaerin.
“kau serius?”
“tentu saja. Ahjussi, kau takut ketawan dengan istrimu ya?”
“yak! Aku belum punya istri!”
“aku dengar keterlambatan pernikahan bisa menggangu mental, ternyata artikel itu benar.”ucap Chaerin dengan menatap Jiyong seakan meneliti sesuatu.
“habis sarapan kita akan pergi”
“hem.. baiklah.”
“kenapa kau mau kerumah kenalanmu? Apa keluargamu tidak disini?”
“ahjussi. Aku mengerti sebagai fans kau pasti penasaran tapi, untuk hal itu aku tidak bisa memberi tahumu. Ah, aku akan menandatangani albumku yang kau koleksi ahjussi sebagai gantinya jangan ganti passwordmu.”kata Chaerin sambil tersenyum manis, dia mencoba mengoda.
“bukan tanda tanganmu Chaerin. Tapi, CL.”ralat Jiyong.
“baiklah ahjussi….”ucap Chaerin dengan manis.
Setelah beberapa saat Jiyong pun bersiap-siap untuk mengantarkan Chaerin walaupun dia tidak tahu tujuan Chaerin ke mana.
“kau tidak bersiap-siap? Menganti bajumu atau pun berkostum?”Tanya Jiyong bingung melihat Chaerin tidak merubah apa-pun selain menghapus semua make-up yang semalaman di wajahnya.
“Ahjussi, aku pinjam sandal dan jaketmu, bolehkan?”Tanya Chaerin sambil memiringkan kepalanya berusaha tampil imut didepan Jiyong. Entah apa maksudnya dia merubah sikap dingin yang biasa dia berikan ke Jiyong. Mungkin kerena dia tahu bahwa Jiyong orang baik-baik dan fans VVIPnya? Tidak. Bukan karena itu.
“silahkan kau pilih saja di lemariku di sana dan sendalnya di depan.”jawab Jiyong sambil menunjuk lemari di kamarnya. Dia punya lemari khusus untuk jaket. Chaerin membuka lemari yang ditunjuk Jiyong.
“ahjussi, kenapa banyak sekali mantel bulumu? Apakah kau artis?? Pengusaha? Apa perkerjaanmu sebenarnya? Seorang pegawai biasa sepertimu tidak mungkin punya mantel mewah ini di tambah dengan bayaran menjadi anggota VVIP yang tidak sedikit.”
“hanya hadiah. Kau pilih saja.”jawab Jiyong cuek. Chaerin langsung mengenakan jaket yang paling sederhana dan sedikit kucel. Tapi, jaket ini kucel bukan karena ini murahan atau tidak terawat karena jaket ini terlihat paling sering di pakai dan sudah lama.
“Chaerin, gunakan yang lain saja. Aku belum mencucinya selama seminggu ini.”kata Jiyong sambil mencoba menanggalkan jaket yang akan digunakan Chaerin.
“ini saja. Seorang CL tidak akan memakai pakaian seperti ini tapi, Chaerin berbeda. Ahjussi, kenapa kau begitu jorok?”kata Chaerin sukses mengenakan jaket Jiyong dan keluar dari kamar Jiyong.
Chaerin dan Jiyong masuk ke mobil dengan santai seakan bukan salah satu dari mereka target wartawan yang ramai di rumah Chaerin. Di tengah perjalanan Chaerin menyenderkan tangannya di jendela sebagai penyanggah kepalanya dank arena itu dia bisa menyicipi aroma tubuh Jiyong.
“ahjussi itu sangat jujur.”pikirnya sambil tersenyum kecil.
“lalu, ini lewat mana?”Tanya Jiyong.
@beberapa menit kemudian, disebuah apartemen.
“ini rumah siapa?”Tanya Jiyong pada Chaerin. Mereka berdiri di depan pintu menunggu seseorang membukakan pintu.
“bukan urusanmu ahjussi.”jawab Chaerin. Tiba-tiba saja sikap dinginnya pada Jiyong kembali.
Pintu terbuka, wajah seorang namja tampan keluar dari balik pintu.
“ah..ah kau masuklah.”kata namja itu mempersilahkan dengan suara bassnya. Jiyong sadar siapa namja yang dihadapannya. Seorang model dan actor terkenal TOP. Bahkan salah satu desainer terkenal dimanca Negara asal Korea hanya mengunakan TOP sebagai model utamanya. Chaerin masuk ke dalam dan Jiyong mengikutinya.
“dia tetangga baruku. Tidak apa-apa oppa, dia juga Fansku bahkan masuk VVIP di member resmi.”kata Chaerin secara singkat memperkenalkan Jiyong dan duduk di sofa empuk dengan santainya.
“Gomawo, telah mengantar Chaerin. Maaf, merepotkanmu. Siapa namamu?”Tanya TOP lembut tapi dengan nada datar.
“Kwon Jiyong.”jawab Jiyong sambil meraih tangan TOP untuk berjabat tangan.
“TOP imnida.”
“ahjussi, bukankah kau harus berkerja? Gomawo sudah mengantarku. Kau boleh pergi.”kata Chaerin santai. Kali ini dia tiduran di sofa dengan nyaman. Dia terlihat sangat berbeda dengan sikapnya saat di rumah Jiyong.
“chae..”tegur TOP.
“ya. Aku harus pergi dulu. Selamat tinggal, aku pergi dulu TOP ssi.”kata Jiyong kaku sambil pergi begitu saja keluar.
Jiyong mengira hanya Kang Dong Won saingannya ternyata dia memilik saingan lebih berat lagi.
“sebenarnya berapa banyak lagi namja disampingnya? Apakah pangeran arab juga ada di sisinya? Aishh..”omel Jiyong kesal saat dia turun mengunakan lift.
Jiyong tidak menuju ke kantornya tetapi menuju ke kantor pusat tempat appanya. Ada sesuatu sehingga Jiyong diminta ke sana.
Saat dia masuk ke ruang appanya ada Sohee yang telah duduk manis di salah satu sofa mewah nan elegan disana.
“ada apa appa?”Tanya Jiyong langsung sambil duduk. Appanya menatap penuh arti.
“wae? Apakah ada sesuatu yang terjadi?”Tanya Jiyong penasaran.
“OK, kita langsung saja. Kapan kalian mulain berkencan.”
“kami tidak sedang berkencan.”
“tapi tempo hari aku mendapat kabar seperti itu. Bahkan kau yang mengakuinya.”kata appa Jiyong binggung.
“appa, sohee mmintaku berpura-pura menjadi kekasihnya agar tidak menggangunya lagi. Aku tidak bohong.”
“apa itu benar sohee?”
“ne, ahjussi.”
Saat keluar dari rungan appa aku bertanya kenapa Sohee tidak ikut membantuku menjelaskan kesalahpahaman ini.
“aku rasa tidak ada pihak yang dirugikan. Lalu kenapa aku harus membantah? Apa kau tidak lihat wajah kecewa ahjussi? Kau lupa umurmu? Kau. Menikah saja dengan poster, boneka atau guling CLmu itu.”jawab Sohee penuh amarah tapi nadanya tetap normal. Dan dia pergi meninggalkan Jiyong sendirian.
“wae? Apa maksudnya?”gumam Jiyong binggung.
@di tempat lain.
TOP menatap adik perempuannya tidur. Dia tahu bahwa adiknya itu tidak benar-benar tidur dia hanya beristirahat.
“namja tadi berapa lama kau mengenalnya?”Tanya TOP sambil menatap adiknya mencari expresi adiknya tapi, dia tidak menemukan kejanggalan.
“dua bulan.”
“kenapa kau sepercaya itu dengannya?”
“oppa, kau kenapa?”balas Chaerin.
“kau yang sulit percaya pada orang lain, kesal menerima bantuan apalagi meminta bantuan kini meminta pertolongan namja dewasa. Kau memanggilnya ahjussi, apa dia setua itu?”selidik TOP.
“bagi artis, fans VVIP adalah sahabat dan saudaranya. Dia bukan fans biasa dia benar-benar “VVIP”jawab Chaerin sedikit ambigu.
TOP adalah abang tiri Chaerin. TOP adalah oppa yang dibawa oleh appa tirinya Chaerin dan Chaerin adalah yeoja dongsaeng dari omma tiri TOP. Mereka benar-benar saudara walau tidak ada ikatan darah. Tidak seperti saudara biasa mereka lebih seperti senior-junior atau rekan kerja. Mereka tidak berkelahi, tidak saling bercanda, atau pun berbagi cerita. Mereka hanya saling mengerti dan siap membantu saat dibutuhkan. Rahasia ini tidak ada yang tahu selain keluarga mereka karena sejak akan ada pernikahan orang tua mereka Chaerin lebih memilih tinggal sendiri.
@rumah CL
Dong Won dengan cemas keluar dari mobilnya dan menerobos kerumunan wartawan agar bisa memasuk ke rumah CL untung saja polisi dan satpam sudah berjaga-jaga sehingga Dong Won tidak kesulitan. Tapi, baru saja dia akan membuka pintu rumah. Wartawan langsung heboh. Kini wartawan tidak lagi mengerubungi pintu masuk rumah Chaerin melainkan menujuk yeoja cantik yang baru saja keluar dari mobil yeoja itu adalah CL bukan sosok Chaerin yang tadi pagi kini dia sudah menjadi sosok CL lengkap dengan atribut alla CL dan dia tidak sendirian, TOP dengan gagah menggandeng tangannya. Jeperetan kamera bertubi-tubi mengarah pada mereka.
TOP dan CL berjalan dengan mesra menuju pintu masuk rumah CL membuat wartawan semakin heboh.
“oppa, kau mau masuk?”kata CL lembut pada Dong Won.
“Oh ne.”jawab Dong Won seadanya.
“aku pulang dulu. Jaga dirimu!”kata TOP sambil mengecup pipi CL. Dan CL meleparkannya senyuman manis membuat wartawan semakin ingin mendekat agar dapat mengabadikan momen itu.
“ne, Gomawo oppa. Aku masuk dulu.”kata CL pamit dan masuk ke dalam rumah.
“nugu?”Tanya Dong Won menyelidik.
“TOP imnida.”kata TOP santai dan pergi begitu saja tanpa peduli dengan Dong Won yang masih terjebak dalam kebingungannya.
Dong Won masuk ke rumah CL dengan tergesah-gesah.
“kau, kemana saja semalam?”Tanya Dong Won menyelidik.
“aku tidak apa-apa oppa. Aku sudah pulang dengan keadaan baik-baik saja. Kau tidak perlu secemas itu. Hanya itu saja oppa? Aku ingin ganti baju, kau boleh keluar.”balas CL.
“aku minta maaf karena telah meninggalkanmu.”
“aku mengerti, oppa. Masa muda. Kau tidak perlu merasa bersalah karena semalaman dengan yoeja itu karena itu membuat aku bersama dengan “nya”.”
“apakah kalian baru saja bertemu?”
“anni. Oppa, aku ingin membuka bajuku.”kata CL dan itu membuat Dong Won menyerah. Dong Won pun pergi.
@kantin kantor Jiyong
“sepertinya yeoja yang bersama dengan Kang Dong Won bukanlah CL karena CL baru saja pulang kerumahnya dengan model internasional bernama TOP dan di akhir pertemuan mereka TOP memberikan ciuman di pipi CL saat di depan rumahnya. Mungkinkah…”kata pembawa acara gossip di televisi membuat Jiyong tidak sanggup lagi menelam makan siangnya.
“Kau lupa umurmu? Kau. Menikah saja dengan poster, boneka atau guling CLmu itu.”kalimat menyakitkan Sohee tiba-tiba terngiang di telinga Jiyong membuat dia semakin kesal.
“CL. Dia mawar yang sulit di dekati. Aah… sepertinya aku akan sendirian sepanjang umurku”gerutunya pelan.
@beberapa jam kemudian di rumah CL
Jiyong membawakan cemilan dan air mineral untuk Chaerin. Semuanya adalah favorit Chaerin dia mengetahuinya karena dia adalah anggota VVIP tapi, sebenarnya hatinya masih belum baik karena berita itu. Untunglah wartawan sudah bubar menunggu di depan rumah Chaerin dan keamanaan sudah menjaga lebih ketat dari pada sebelumnya.
“ahjussi, sebenarnya kau ini kenapa mengidolakan aku yang masih belum menginjak 20 tahun?”kata Chaerin saat membuka pintu untuk Jiyong membiarkannya masuk.
“aku menyukai bakatmu. Ini ambilah. Anggap saja dari fansmu.”kata Jiyong memberikan cemilan yang dibawanya dan langsung duduk dengan santai di sofa.
“jinja?? Wah, aku tidak percaya.”jawab Chaerin curiga. Tapi, Jiyong hanya tersenyum tipis.
“kenapa kau mampir ahjussi?”
“adakah yang ingin kau ceritakan? Aku rasa kau butuh teman.”
“aku tidak bisa cerita apa-apa ahjussi. Tapi, bisakah kau temani aku ahjussi. Hanya sebentar saja, hingga aku mengantuk.”
“kau minta aku menyerangmu?”
“ahjussi maniak! Bukan itu maksudku. Maukah kau menonton denganku?”
“kenapa tidak bersama dengan namja yang mengantarmu pulang?”
“ jangan memulai perkelahian ahjussi.”ucap Chaerin. Jiyong duduk di sebelah Chaerin menemaninya menonton TV tidak beberapa lama Chaerin memejamkan matanya. Dan akhirnya tidak sengaja Chaerin menyandarkan kepalanya di bahu Jiyong. Jiyong kaget tapi, untung saja dia tidak menghindar. Setelah menunggu beberapa lama dengan hati-hati Jiyong menidurkan Chaerin di sofa dan mengambilkan Chaerin selimut.
“sepertinya model itu bukanlah orang yang harus aku khawatirkan.”ucap Jiyong sambil melihat Chaerin sedang tidur nyenyak. Jiyong ingin saja membawa Chaerin ke kamar tapi, dia takut itu malah membuat Chaerin terbangun.
Di pagi hari Jiyong menyirami tanamannya. Tapi, sebuah mobil berhenti tepat di depan rumahnya dan Jiyong mengehentikan aktifitasnya. Yang mengemudikan mobil itu membuka kaca mobilnya.
“Ji, aku ada kerja ke luar kota. Aku titip anak-anak denganmu.” Kata seorang yeoja dari dalam mobil.
“kenapa tidak di titipkan pada omma?”balas Jiyong.
“mereka ingin bersamamu. Tidak lama, hanya dua hari.”
“tapi, karena itu bisa saja aku tidak bertemu dengan jodohku.”
“kau pelit sekali. Anak-anak.”ucap yeoja itu mengkomando sepasang anak yang duduk di kursi belakang..
“dad, kami mohon. Kami tidak akan nakal dan merepotkanmu.”kata anak-anak itu kompak berhasil membuat Jiyong luluh.
“saat aku kerja bagaimana?”
“omma akan ke tempatmu. Bereskan? Anak-anak, siapkan barang kalian.”perintah yeoja itu dan anak-anak itu keluar dari mobil dengan membawa tas ransel mereka.
“dad, gendong aku.”pinta gadis kecil saat baru saja keluar dari mobil.
“gomawo Ji!”kata yeoja itu sambil tersenyum.
“good bye anak-anak! Omma cinta kalian.”kata yeoja itu dan anak-anak itu langsung melambaikan tangannya.
“good bye omma! Bye!”teriak mereka dan mobil itu pun melesat pergi menjauh.
Tapi, tanpa di ketahui Jiyong seseorang telah mengintip mereka dari dalam rumahnya. Ya, Chaerin mengintip mereka dan mendengarkan sedikit pembicaraan mereka.
“katanya belum punya istri tapi, memiliki dua anak. Daebak!!”komentarnya.
TBC
Author: Kim Daisy
Cast : SKY DRAGON, dll
Part 1 : https://www.facebook.com/photo.php?fbid=291776541004591&set=pb.163049320543981.-2207520000.1405946821.&type=1
part 2 : https://www.facebook.com/FanfictionSkyDragonIndonesia/photos/pb.163049320543981.-2207520000.1407727388./299390936909818/?type=1
"Aku akan pergi. Asalkan ahjussi mau mengantarkanku ke rumah kenalanku tanpa ketangkap wartawan.”usul Chaerin.
“kau serius?”
“tentu saja. Ahjussi, kau takut ketawan dengan istrimu ya?”
“yak! Aku belum punya istri!”
“aku dengar keterlambatan pernikahan bisa menggangu mental, ternyata artikel itu benar.”ucap Chaerin dengan menatap Jiyong seakan meneliti sesuatu.
“habis sarapan kita akan pergi”
“hem.. baiklah.”
“kenapa kau mau kerumah kenalanmu? Apa keluargamu tidak disini?”
“ahjussi. Aku mengerti sebagai fans kau pasti penasaran tapi, untuk hal itu aku tidak bisa memberi tahumu. Ah, aku akan menandatangani albumku yang kau koleksi ahjussi sebagai gantinya jangan ganti passwordmu.”kata Chaerin sambil tersenyum manis, dia mencoba mengoda.
“bukan tanda tanganmu Chaerin. Tapi, CL.”ralat Jiyong.
“baiklah ahjussi….”ucap Chaerin dengan manis.
Setelah beberapa saat Jiyong pun bersiap-siap untuk mengantarkan Chaerin walaupun dia tidak tahu tujuan Chaerin ke mana.
“kau tidak bersiap-siap? Menganti bajumu atau pun berkostum?”Tanya Jiyong bingung melihat Chaerin tidak merubah apa-pun selain menghapus semua make-up yang semalaman di wajahnya.
“Ahjussi, aku pinjam sandal dan jaketmu, bolehkan?”Tanya Chaerin sambil memiringkan kepalanya berusaha tampil imut didepan Jiyong. Entah apa maksudnya dia merubah sikap dingin yang biasa dia berikan ke Jiyong. Mungkin kerena dia tahu bahwa Jiyong orang baik-baik dan fans VVIPnya? Tidak. Bukan karena itu.
“silahkan kau pilih saja di lemariku di sana dan sendalnya di depan.”jawab Jiyong sambil menunjuk lemari di kamarnya. Dia punya lemari khusus untuk jaket. Chaerin membuka lemari yang ditunjuk Jiyong.
“ahjussi, kenapa banyak sekali mantel bulumu? Apakah kau artis?? Pengusaha? Apa perkerjaanmu sebenarnya? Seorang pegawai biasa sepertimu tidak mungkin punya mantel mewah ini di tambah dengan bayaran menjadi anggota VVIP yang tidak sedikit.”
“hanya hadiah. Kau pilih saja.”jawab Jiyong cuek. Chaerin langsung mengenakan jaket yang paling sederhana dan sedikit kucel. Tapi, jaket ini kucel bukan karena ini murahan atau tidak terawat karena jaket ini terlihat paling sering di pakai dan sudah lama.
“Chaerin, gunakan yang lain saja. Aku belum mencucinya selama seminggu ini.”kata Jiyong sambil mencoba menanggalkan jaket yang akan digunakan Chaerin.
“ini saja. Seorang CL tidak akan memakai pakaian seperti ini tapi, Chaerin berbeda. Ahjussi, kenapa kau begitu jorok?”kata Chaerin sukses mengenakan jaket Jiyong dan keluar dari kamar Jiyong.
Chaerin dan Jiyong masuk ke mobil dengan santai seakan bukan salah satu dari mereka target wartawan yang ramai di rumah Chaerin. Di tengah perjalanan Chaerin menyenderkan tangannya di jendela sebagai penyanggah kepalanya dank arena itu dia bisa menyicipi aroma tubuh Jiyong.
“ahjussi itu sangat jujur.”pikirnya sambil tersenyum kecil.
“lalu, ini lewat mana?”Tanya Jiyong.
@beberapa menit kemudian, disebuah apartemen.
“ini rumah siapa?”Tanya Jiyong pada Chaerin. Mereka berdiri di depan pintu menunggu seseorang membukakan pintu.
“bukan urusanmu ahjussi.”jawab Chaerin. Tiba-tiba saja sikap dinginnya pada Jiyong kembali.
Pintu terbuka, wajah seorang namja tampan keluar dari balik pintu.
“ah..ah kau masuklah.”kata namja itu mempersilahkan dengan suara bassnya. Jiyong sadar siapa namja yang dihadapannya. Seorang model dan actor terkenal TOP. Bahkan salah satu desainer terkenal dimanca Negara asal Korea hanya mengunakan TOP sebagai model utamanya. Chaerin masuk ke dalam dan Jiyong mengikutinya.
“dia tetangga baruku. Tidak apa-apa oppa, dia juga Fansku bahkan masuk VVIP di member resmi.”kata Chaerin secara singkat memperkenalkan Jiyong dan duduk di sofa empuk dengan santainya.
“Gomawo, telah mengantar Chaerin. Maaf, merepotkanmu. Siapa namamu?”Tanya TOP lembut tapi dengan nada datar.
“Kwon Jiyong.”jawab Jiyong sambil meraih tangan TOP untuk berjabat tangan.
“TOP imnida.”
“ahjussi, bukankah kau harus berkerja? Gomawo sudah mengantarku. Kau boleh pergi.”kata Chaerin santai. Kali ini dia tiduran di sofa dengan nyaman. Dia terlihat sangat berbeda dengan sikapnya saat di rumah Jiyong.
“chae..”tegur TOP.
“ya. Aku harus pergi dulu. Selamat tinggal, aku pergi dulu TOP ssi.”kata Jiyong kaku sambil pergi begitu saja keluar.
Jiyong mengira hanya Kang Dong Won saingannya ternyata dia memilik saingan lebih berat lagi.
“sebenarnya berapa banyak lagi namja disampingnya? Apakah pangeran arab juga ada di sisinya? Aishh..”omel Jiyong kesal saat dia turun mengunakan lift.
Jiyong tidak menuju ke kantornya tetapi menuju ke kantor pusat tempat appanya. Ada sesuatu sehingga Jiyong diminta ke sana.
Saat dia masuk ke ruang appanya ada Sohee yang telah duduk manis di salah satu sofa mewah nan elegan disana.
“ada apa appa?”Tanya Jiyong langsung sambil duduk. Appanya menatap penuh arti.
“wae? Apakah ada sesuatu yang terjadi?”Tanya Jiyong penasaran.
“OK, kita langsung saja. Kapan kalian mulain berkencan.”
“kami tidak sedang berkencan.”
“tapi tempo hari aku mendapat kabar seperti itu. Bahkan kau yang mengakuinya.”kata appa Jiyong binggung.
“appa, sohee mmintaku berpura-pura menjadi kekasihnya agar tidak menggangunya lagi. Aku tidak bohong.”
“apa itu benar sohee?”
“ne, ahjussi.”
Saat keluar dari rungan appa aku bertanya kenapa Sohee tidak ikut membantuku menjelaskan kesalahpahaman ini.
“aku rasa tidak ada pihak yang dirugikan. Lalu kenapa aku harus membantah? Apa kau tidak lihat wajah kecewa ahjussi? Kau lupa umurmu? Kau. Menikah saja dengan poster, boneka atau guling CLmu itu.”jawab Sohee penuh amarah tapi nadanya tetap normal. Dan dia pergi meninggalkan Jiyong sendirian.
“wae? Apa maksudnya?”gumam Jiyong binggung.
@di tempat lain.
TOP menatap adik perempuannya tidur. Dia tahu bahwa adiknya itu tidak benar-benar tidur dia hanya beristirahat.
“namja tadi berapa lama kau mengenalnya?”Tanya TOP sambil menatap adiknya mencari expresi adiknya tapi, dia tidak menemukan kejanggalan.
“dua bulan.”
“kenapa kau sepercaya itu dengannya?”
“oppa, kau kenapa?”balas Chaerin.
“kau yang sulit percaya pada orang lain, kesal menerima bantuan apalagi meminta bantuan kini meminta pertolongan namja dewasa. Kau memanggilnya ahjussi, apa dia setua itu?”selidik TOP.
“bagi artis, fans VVIP adalah sahabat dan saudaranya. Dia bukan fans biasa dia benar-benar “VVIP”jawab Chaerin sedikit ambigu.
TOP adalah abang tiri Chaerin. TOP adalah oppa yang dibawa oleh appa tirinya Chaerin dan Chaerin adalah yeoja dongsaeng dari omma tiri TOP. Mereka benar-benar saudara walau tidak ada ikatan darah. Tidak seperti saudara biasa mereka lebih seperti senior-junior atau rekan kerja. Mereka tidak berkelahi, tidak saling bercanda, atau pun berbagi cerita. Mereka hanya saling mengerti dan siap membantu saat dibutuhkan. Rahasia ini tidak ada yang tahu selain keluarga mereka karena sejak akan ada pernikahan orang tua mereka Chaerin lebih memilih tinggal sendiri.
@rumah CL
Dong Won dengan cemas keluar dari mobilnya dan menerobos kerumunan wartawan agar bisa memasuk ke rumah CL untung saja polisi dan satpam sudah berjaga-jaga sehingga Dong Won tidak kesulitan. Tapi, baru saja dia akan membuka pintu rumah. Wartawan langsung heboh. Kini wartawan tidak lagi mengerubungi pintu masuk rumah Chaerin melainkan menujuk yeoja cantik yang baru saja keluar dari mobil yeoja itu adalah CL bukan sosok Chaerin yang tadi pagi kini dia sudah menjadi sosok CL lengkap dengan atribut alla CL dan dia tidak sendirian, TOP dengan gagah menggandeng tangannya. Jeperetan kamera bertubi-tubi mengarah pada mereka.
TOP dan CL berjalan dengan mesra menuju pintu masuk rumah CL membuat wartawan semakin heboh.
“oppa, kau mau masuk?”kata CL lembut pada Dong Won.
“Oh ne.”jawab Dong Won seadanya.
“aku pulang dulu. Jaga dirimu!”kata TOP sambil mengecup pipi CL. Dan CL meleparkannya senyuman manis membuat wartawan semakin ingin mendekat agar dapat mengabadikan momen itu.
“ne, Gomawo oppa. Aku masuk dulu.”kata CL pamit dan masuk ke dalam rumah.
“nugu?”Tanya Dong Won menyelidik.
“TOP imnida.”kata TOP santai dan pergi begitu saja tanpa peduli dengan Dong Won yang masih terjebak dalam kebingungannya.
Dong Won masuk ke rumah CL dengan tergesah-gesah.
“kau, kemana saja semalam?”Tanya Dong Won menyelidik.
“aku tidak apa-apa oppa. Aku sudah pulang dengan keadaan baik-baik saja. Kau tidak perlu secemas itu. Hanya itu saja oppa? Aku ingin ganti baju, kau boleh keluar.”balas CL.
“aku minta maaf karena telah meninggalkanmu.”
“aku mengerti, oppa. Masa muda. Kau tidak perlu merasa bersalah karena semalaman dengan yoeja itu karena itu membuat aku bersama dengan “nya”.”
“apakah kalian baru saja bertemu?”
“anni. Oppa, aku ingin membuka bajuku.”kata CL dan itu membuat Dong Won menyerah. Dong Won pun pergi.
@kantin kantor Jiyong
“sepertinya yeoja yang bersama dengan Kang Dong Won bukanlah CL karena CL baru saja pulang kerumahnya dengan model internasional bernama TOP dan di akhir pertemuan mereka TOP memberikan ciuman di pipi CL saat di depan rumahnya. Mungkinkah…”kata pembawa acara gossip di televisi membuat Jiyong tidak sanggup lagi menelam makan siangnya.
“Kau lupa umurmu? Kau. Menikah saja dengan poster, boneka atau guling CLmu itu.”kalimat menyakitkan Sohee tiba-tiba terngiang di telinga Jiyong membuat dia semakin kesal.
“CL. Dia mawar yang sulit di dekati. Aah… sepertinya aku akan sendirian sepanjang umurku”gerutunya pelan.
@beberapa jam kemudian di rumah CL
Jiyong membawakan cemilan dan air mineral untuk Chaerin. Semuanya adalah favorit Chaerin dia mengetahuinya karena dia adalah anggota VVIP tapi, sebenarnya hatinya masih belum baik karena berita itu. Untunglah wartawan sudah bubar menunggu di depan rumah Chaerin dan keamanaan sudah menjaga lebih ketat dari pada sebelumnya.
“ahjussi, sebenarnya kau ini kenapa mengidolakan aku yang masih belum menginjak 20 tahun?”kata Chaerin saat membuka pintu untuk Jiyong membiarkannya masuk.
“aku menyukai bakatmu. Ini ambilah. Anggap saja dari fansmu.”kata Jiyong memberikan cemilan yang dibawanya dan langsung duduk dengan santai di sofa.
“jinja?? Wah, aku tidak percaya.”jawab Chaerin curiga. Tapi, Jiyong hanya tersenyum tipis.
“kenapa kau mampir ahjussi?”
“adakah yang ingin kau ceritakan? Aku rasa kau butuh teman.”
“aku tidak bisa cerita apa-apa ahjussi. Tapi, bisakah kau temani aku ahjussi. Hanya sebentar saja, hingga aku mengantuk.”
“kau minta aku menyerangmu?”
“ahjussi maniak! Bukan itu maksudku. Maukah kau menonton denganku?”
“kenapa tidak bersama dengan namja yang mengantarmu pulang?”
“ jangan memulai perkelahian ahjussi.”ucap Chaerin. Jiyong duduk di sebelah Chaerin menemaninya menonton TV tidak beberapa lama Chaerin memejamkan matanya. Dan akhirnya tidak sengaja Chaerin menyandarkan kepalanya di bahu Jiyong. Jiyong kaget tapi, untung saja dia tidak menghindar. Setelah menunggu beberapa lama dengan hati-hati Jiyong menidurkan Chaerin di sofa dan mengambilkan Chaerin selimut.
“sepertinya model itu bukanlah orang yang harus aku khawatirkan.”ucap Jiyong sambil melihat Chaerin sedang tidur nyenyak. Jiyong ingin saja membawa Chaerin ke kamar tapi, dia takut itu malah membuat Chaerin terbangun.
Di pagi hari Jiyong menyirami tanamannya. Tapi, sebuah mobil berhenti tepat di depan rumahnya dan Jiyong mengehentikan aktifitasnya. Yang mengemudikan mobil itu membuka kaca mobilnya.
“Ji, aku ada kerja ke luar kota. Aku titip anak-anak denganmu.” Kata seorang yeoja dari dalam mobil.
“kenapa tidak di titipkan pada omma?”balas Jiyong.
“mereka ingin bersamamu. Tidak lama, hanya dua hari.”
“tapi, karena itu bisa saja aku tidak bertemu dengan jodohku.”
“kau pelit sekali. Anak-anak.”ucap yeoja itu mengkomando sepasang anak yang duduk di kursi belakang..
“dad, kami mohon. Kami tidak akan nakal dan merepotkanmu.”kata anak-anak itu kompak berhasil membuat Jiyong luluh.
“saat aku kerja bagaimana?”
“omma akan ke tempatmu. Bereskan? Anak-anak, siapkan barang kalian.”perintah yeoja itu dan anak-anak itu keluar dari mobil dengan membawa tas ransel mereka.
“dad, gendong aku.”pinta gadis kecil saat baru saja keluar dari mobil.
“gomawo Ji!”kata yeoja itu sambil tersenyum.
“good bye anak-anak! Omma cinta kalian.”kata yeoja itu dan anak-anak itu langsung melambaikan tangannya.
“good bye omma! Bye!”teriak mereka dan mobil itu pun melesat pergi menjauh.
Tapi, tanpa di ketahui Jiyong seseorang telah mengintip mereka dari dalam rumahnya. Ya, Chaerin mengintip mereka dan mendengarkan sedikit pembicaraan mereka.
“katanya belum punya istri tapi, memiliki dua anak. Daebak!!”komentarnya.
TBC
Tidak ada komentar:
Posting Komentar