IF YOU
Author: Kim Daisy
Cast: SkyDragon, Geun Young (Li Kwon)
Genre: hurt, Family
“dia hanya menyukai uangmu saja. Selama kau disini bahkan dia tidak pernah menemuimu. Sudah, ceraikan saja dia. Dia Cuma memanfaatkanmu.”suara wanita berumur 30an mengingatkan pria yang jauh lebih muda yang sedang mengipasi dirinya dengan topinya. Pria itu terlihat kelelahan karena wajib militer yang dilakukannya selama lebih dari sebulan ini.
---------------
“mwo? Wae oppa?”tanya wanita muda dengan lembut walau sebenarnya dia ingin menangis. Dia ingat bahwa dia tidak boleh sedih bahkan memiiki beban pikiran agar kesehatannya tidak terganggu.
“ karena kau tidak mencintaiku.”jawab pria itu santai tapi, dia tidak melihat wanita cantik yang sedang di ajaknya bicara.
“aku mencintaimu oppa.”jawab wanita itu dengan lantang. Dia tidak ingin pria itu meninggalkannya dengan alasan yang tidak jelas kebenarannya.
“kau salah. Kau hanya menyukai uangku!”protes pria itu dengan suara tinggi.
“tidak, oppa! Kenapa kau menilaiku seperti itu?”kata wanita itu mencoba menjelaskan kesalah pahaman ini.
“karena itu kenyataannya.”kata pria itu seakan tidak peduli dengan air mata sang wanita yang mulai menetes tanpa di sadari sang wanita.
“tidak!”kata wanita itu lirih.
“maaf, aku harus kembali. Tolong tanda tangani surat cerai ini. Aku pergi.”kata pria itu dingin dan pergi meninggalkan wanita itu sendirian yang sedang menangis.
---------------------------------------
Aku Kwon Jiyong, seorang pebisnis sukses di bidang perhotelan kini berumur 34 tahun. Dulu, aku bermimpi akan menikah di umur 35 tahun tapi, aku sudah menikah sebelum aku meniupkan lilin 20 tahun. Tapi, pernikahanku tidak berlangsung lama, hanya tiga bulan. Wanita yang aku cintai hanya menyukai hartaku saja. Menikah lagi? Aku tidak kepikiran untuk menikah lagi. Tidak pernah. Jika keluargaku menanyakan kekasih baruku maka sesekali aku hanya membawa gadis yang tidak aku kenal untuk mendiamkan mereka. Hinggga 16 tahun ini aku hanya membawa 3 kali gadis yang aku bayar untuk menemaniku ke acara keluarga. Itu semua karena wanita itu, mantan istriku. Masalah gairah pria, aku selalu mengendalikan gairahku ke pekerjaan sehingga perusahaanku terus semakin maju. Dan aku membiarkan hatiku beku. Aku masih mencintai mantan istriku? Ya, tentu saja tapi, dia terlalu menyakitiku.
“apa yang kau tonton? Gosip?”kataku saat menegur Seungri yang menonton televisi. Dia adalah rekan bisnisku. Dia seorang CEO agensi arti dan belum menikah. Sehingga dia lebih suka datang kerumahku untuk sekedar minum bersama. Rumahnya terlalu banyak saudara dan ommanya terlalu cerewet menawarkan gadis pilihan ommanya jadi dia sering melarikan diri ke sini.
“lihat! Dia penyanyi pendatang baru dari agensi sainganku. Tapi, baru saja melejit tersebar berita bahwa dia berpacaran dengan nuna-nuna. Bahkan tinggal bersama.”jawab Seungri menunjuk televisi yang menampilkan remaja pria yang tampan sambil minum bir favoritnya.
“mungkin memang saudaranya.”balasku santai tapi, penasaran.
“andwe. Di biodata resmi dari agensi dia anak tunggal. Dengan wajah setampan itu dia bisa mendapatkan Kim Yoo Jung tapi, kenapa dia malah mencari nuna? Bukankah aneh.”kata Seungri. Seungri tipe pria yang suka ngomong, dia pria yang menyenangkan. Mungkin jika dia adalah wanita dan aku belum bertemu dengan mantan istriku mungkin aku akan meminta dia menjadi kekasihku.
“waah.. Daebak! Kau benar.”kataku saat melihat berita yang di ceritakan Seungri. Remaja itu memang sering tertangkap menggandeng seorang wanita yang misterius karena wanita itu selalu menutupi wajah dan kepalanya agar wajah dan rambutnya tidak terlihat.
“duduklah disini.”kata Seungri menepuk kursi di sebelahnya.
‘aku tidak mencintai nuna tapi, ahjuma. Apa kalian mau melihatnya? Ikut aku.’kata namja muda di depan kamera sambil menggerakkan tangannya sebagai kode untuk mengikutinya.
Cup. Terlihat namja itu memeluk yeoja sambil mencium pipi seorang wanita. WAW! Ini benar-benar kejutan.
‘yak, bunny! Kau mengagetkan, omma’. teriak seorang wanita dengan terkejut karena pipinya di kecup.
“wah, wanita itu ommanya? Aku sungguh tidak percaya. Mereka terlihat hanya selisih 7 tahun dan yeoja itu sungguh cantik. Daebak!”komentar Seungri tapi, aku fokus pada wanita itu.
“mereka ingin melihat ‘nuna’ku”kata anak itu tertawa.
‘oh. Annyounghaseyo! Maaf, membuat kalian penasaran! Saya omma Li Kwon.’kata wanita itu dengan senyumnya yang masih sama seperti dulu.
“kau tahu berapa usia anak itu?”tanyaku masih fokus pada televisi di depanku.
“16 tahun, aku juga tidak ingat.”jawab Seungri santai tapi, membuatku kacau.
“dia anakku.”kataku pelan tapi, bisa di dengar Seungri yang berada di dekatku.
“kau gila? Apa yeoja cantik itu mantan istrimu?”tanyanya dengan suaranya yang meninggi.
“ya. Bisa kau carikan alamat mereka?”pintaku.
“aku ingin bicara dengan mereka. Aku tidak pernah tahu aku memiliki anak selama ini.”kataku lagi saat melihat Seungri masih terpaku menatapku.
“mungkin saja dia menikah lagi.”kata Seungri sambil mengangkat bahunya.
“namanya Li Kwon bukan? Apa kau tidak paham juga? Aku ingin memastikannya.”kataku dengan sedikit membentak. Aku tidak bisa tenang. Ada perasaan aneh saat aku melihat anak itu.
“jika dia memang anakmu, kau harus pikirkan apa yang akan kau lakukan? Apakah kau ingin kembali dengannya? Pikirkan baik-baik. Aku tidak menyangka kau sebajingan itu, hyung.”kata Seungri bangkit dari kursi. Ya, aku bajingan. Aku tidak tahu aku memiliki anak dari wanita yangku cintainya. Satu-satunya.
---------------------
“kenapa kau disini?”kata wanita itu setelah aku membuat keributan di depan rumahnya. Wanita yang sampai saat ini aku cintai menatapku dengan tatapan kosong seakan tidak mengenaliku, seakan dia tidak pernah masuk dalam hidupku.
“kenapa kau tidak bilang kita memiliki anak?”kataku langsung. Aku tidak bisa menunda rasa penasaranku. Membuatku tidak bisa tidur bahkan hanya bisa fokus untuk mencari segala informasi seputar Li Kwon yang aku yakini adalah anakku.
“berfikirlah terebih dulu, aku yang tidak pernah mengatakannya atau kau tidak memberikan aku kesempatan untuk bicara? Apakah kau lupa kau tidak ingin bicara denganku?”katanya tenang dengan tatapan kosong tapi, bibirnya tersenyum untuk meremehkanku.
“apa maksudmu, Lee Chaerin?!”tanyaku binggung, otakku ternyata tidak berkerja seperti biasa disaat aku masuk ke lobang penasaran ini.
“saat aku datang menemuimu wamil, aku ingin mengatakan aku hamil tapi, kau memberikan aku surat cerai. Parahnya kau tidak mau bicara denganku dan kau meminta saudaramu sebagai juru bicaramu dan penengah. Apa kau yakin dia menjadi penengah?”katanya dengan nada meremehkanku.
“nuna tahu?”kataku kaget.
“mereka tahu. Ibumu, saudaramu, semua keluargamu tahu. Aku sangat kaget karena kau tidak tahu. Lalu, sekarang kau mau apa? Membawa Geun Young? ”katanya dengan nada dingin. Ini sudah bertahun-tahun tapi, dia masih menyimpan dendam itu. Apa yang aku fikirkan dulu sebenarnya hingga menelantarkannya?
“tidak. Aku ingin bertemu dengannya. Aku tidak tidak tahu bahwa kita memiliki anak. Izinkan aku menemuinya yang bahkan namanya tidak aku ketahui selama ini.”
“aku kira kau tidak peduli dengannya.”katanya dengan dingin.
“bolehkah aku bertemu dengannya?”pintaku.
“tidak. Geun Young anakku. Kau hanya pedonor sperma.”jawabnya santai tapi, sangat melukai diriku.
“aku berhak atas anakku, Chae!”ucapku lirih.
“kau bisa melihatnya di televisi.”
Bruk! Pintu pun tertutup rapat. Haruskah aku menngemis disini? Mengemis untuk melihat anakku, untuk memeluk anakku. Jika saja, aku tidak sebodoh itu hingga melepaskan wanita yang sangat aku cintai mungkin aku tidak akan mengalami hal ini. Bahkan selama belasan tahun aku tetap tidak bisa lepas dari bayanganmu, Chae. Betapa bodohnya aku. Bahkan aku tidak mengizinkan kau bicara yang terjadi padamu hingga aku tidak tahu keberadaan anak kita. Apakah kau bahagia Chae? Kau pasti lebih baik dari pada aku kan?! Ya tentu saja. Karena kau pantas bahagia atas kebodohanku.
Jika saja waktu di putar....
----------
Chaerin menutup pintunya. Jantungnya berdetak tidak terkontrol, perasaannya masih sama. Cinta, marah, kecewa dan sakit hati terasa secara bersamaan. Pertahanan selama belasan tahun ini hancur karena melihat pria itu, Kwon Jiyong yang pernah menjadi suaminya selama tiga bulan. Walau mereka hanya selama dua bulan hidup bersama karena panggilan wamil Jiyong.
“omma, kenapa?”tanya Geun Young seorang remaja yang mematung di tangga karena melihat ibunya mematung di depan pintu sambil menutup wajahnya.
“siapa yang datang tadi omma?”tanyanya lembut mencoba tidak membebani ommanya. Dengan perlahan Geun turun mendekat pada ommanya.
“sejak kapan kau disana sayang?”tanya Chaerin sambil mengelap wajahnya dengan kedua tangannya.
“baru saja setelah omma menutup pintu.”jawab Geun jujur.
“appamu tadi datang.”kata Chaerin lemah.
“dia ingin bertemu denganmu.”kata Chaerin lagi setelah menarik nafas. Geun memeluk ommanya dengan lembut, mencoba memberikan kekuatan untuk ommanya.
“bukankah omma jika tahu bahwa cepat atau lambat appa akan mendatangi kita.”ucap Geun lembut dengan suara beratnya.
“tetap saja tidak benar-benar dalam ke adaan siap. Omma tidak menyangka bahwa akan secepat ini.”
“kalau begitu aku yang akan menemuinya, omma.”ucap Geun.
“untuk apa?”
“jika appa datang untuk menemuiku maka, appa tidak perlu menemui omma. Aku tidak suka melihat omma seperti ini. Uri omma sangat keren dan tangguh, bukan lemah seperti ini. Apakah ini nuna-nuna yang mirip uri omma?”kata Geun sambil bercanda agar Chaerin kembali ceria. Chaerin pun tertawa pelan mendengar godaan anak laki-lakinya.
Ya seperti kata Geun, Chaerin menjadi wanita yang tangguh karena sendirian membesarkan Geun. Saat Geun masih kecil tidak jarang Chaerin di olok karena hamil tanpa suami yang menemaninya, bahkan mantan suaminya tidak melihat keadaannya dan tidak ingin mendengar suaranya.
Geun kecil pun juga sering di ejek karena tidak memiliki ‘ayah’. Geun kecil tidak peduli, karena dia tahu bahwa ommanya akan semakin sedih jika dia sedih. Geun kini menjadi remaja tampan dan cerdas perpaduan kedua orang tuanya. Geun sosok idol remaja yang di kenal dengan Li Kwon dan bisa melindungi ommanya. Geun berfikir bahwa tujuan hidupnya adalah membahagiakan ommanya. Bertemu dengan appa yang selama ini tidak pernah bertemu bukanlah hal mudah. Ada emosi yang meledak jika kata ‘appa’ terdengar olehnya tapi, ini untuk ommanya. Jadi, dia memutuskan untuk bertemu dengan ‘appa’nya itu.
TBC
Ini FF yang ternyata sudah di tulis pada 07 Feb 2015 tapi, sampai sekarang masih segini. Jadi...
NEXT or NO??
Author: Kim Daisy
Cast: SkyDragon, Geun Young (Li Kwon)
Genre: hurt, Family
“dia hanya menyukai uangmu saja. Selama kau disini bahkan dia tidak pernah menemuimu. Sudah, ceraikan saja dia. Dia Cuma memanfaatkanmu.”suara wanita berumur 30an mengingatkan pria yang jauh lebih muda yang sedang mengipasi dirinya dengan topinya. Pria itu terlihat kelelahan karena wajib militer yang dilakukannya selama lebih dari sebulan ini.
---------------
“mwo? Wae oppa?”tanya wanita muda dengan lembut walau sebenarnya dia ingin menangis. Dia ingat bahwa dia tidak boleh sedih bahkan memiiki beban pikiran agar kesehatannya tidak terganggu.
“ karena kau tidak mencintaiku.”jawab pria itu santai tapi, dia tidak melihat wanita cantik yang sedang di ajaknya bicara.
“aku mencintaimu oppa.”jawab wanita itu dengan lantang. Dia tidak ingin pria itu meninggalkannya dengan alasan yang tidak jelas kebenarannya.
“kau salah. Kau hanya menyukai uangku!”protes pria itu dengan suara tinggi.
“tidak, oppa! Kenapa kau menilaiku seperti itu?”kata wanita itu mencoba menjelaskan kesalah pahaman ini.
“karena itu kenyataannya.”kata pria itu seakan tidak peduli dengan air mata sang wanita yang mulai menetes tanpa di sadari sang wanita.
“tidak!”kata wanita itu lirih.
“maaf, aku harus kembali. Tolong tanda tangani surat cerai ini. Aku pergi.”kata pria itu dingin dan pergi meninggalkan wanita itu sendirian yang sedang menangis.
---------------------------------------
Aku Kwon Jiyong, seorang pebisnis sukses di bidang perhotelan kini berumur 34 tahun. Dulu, aku bermimpi akan menikah di umur 35 tahun tapi, aku sudah menikah sebelum aku meniupkan lilin 20 tahun. Tapi, pernikahanku tidak berlangsung lama, hanya tiga bulan. Wanita yang aku cintai hanya menyukai hartaku saja. Menikah lagi? Aku tidak kepikiran untuk menikah lagi. Tidak pernah. Jika keluargaku menanyakan kekasih baruku maka sesekali aku hanya membawa gadis yang tidak aku kenal untuk mendiamkan mereka. Hinggga 16 tahun ini aku hanya membawa 3 kali gadis yang aku bayar untuk menemaniku ke acara keluarga. Itu semua karena wanita itu, mantan istriku. Masalah gairah pria, aku selalu mengendalikan gairahku ke pekerjaan sehingga perusahaanku terus semakin maju. Dan aku membiarkan hatiku beku. Aku masih mencintai mantan istriku? Ya, tentu saja tapi, dia terlalu menyakitiku.
“apa yang kau tonton? Gosip?”kataku saat menegur Seungri yang menonton televisi. Dia adalah rekan bisnisku. Dia seorang CEO agensi arti dan belum menikah. Sehingga dia lebih suka datang kerumahku untuk sekedar minum bersama. Rumahnya terlalu banyak saudara dan ommanya terlalu cerewet menawarkan gadis pilihan ommanya jadi dia sering melarikan diri ke sini.
“lihat! Dia penyanyi pendatang baru dari agensi sainganku. Tapi, baru saja melejit tersebar berita bahwa dia berpacaran dengan nuna-nuna. Bahkan tinggal bersama.”jawab Seungri menunjuk televisi yang menampilkan remaja pria yang tampan sambil minum bir favoritnya.
“mungkin memang saudaranya.”balasku santai tapi, penasaran.
“andwe. Di biodata resmi dari agensi dia anak tunggal. Dengan wajah setampan itu dia bisa mendapatkan Kim Yoo Jung tapi, kenapa dia malah mencari nuna? Bukankah aneh.”kata Seungri. Seungri tipe pria yang suka ngomong, dia pria yang menyenangkan. Mungkin jika dia adalah wanita dan aku belum bertemu dengan mantan istriku mungkin aku akan meminta dia menjadi kekasihku.
“waah.. Daebak! Kau benar.”kataku saat melihat berita yang di ceritakan Seungri. Remaja itu memang sering tertangkap menggandeng seorang wanita yang misterius karena wanita itu selalu menutupi wajah dan kepalanya agar wajah dan rambutnya tidak terlihat.
“duduklah disini.”kata Seungri menepuk kursi di sebelahnya.
‘aku tidak mencintai nuna tapi, ahjuma. Apa kalian mau melihatnya? Ikut aku.’kata namja muda di depan kamera sambil menggerakkan tangannya sebagai kode untuk mengikutinya.
Cup. Terlihat namja itu memeluk yeoja sambil mencium pipi seorang wanita. WAW! Ini benar-benar kejutan.
‘yak, bunny! Kau mengagetkan, omma’. teriak seorang wanita dengan terkejut karena pipinya di kecup.
“wah, wanita itu ommanya? Aku sungguh tidak percaya. Mereka terlihat hanya selisih 7 tahun dan yeoja itu sungguh cantik. Daebak!”komentar Seungri tapi, aku fokus pada wanita itu.
“mereka ingin melihat ‘nuna’ku”kata anak itu tertawa.
‘oh. Annyounghaseyo! Maaf, membuat kalian penasaran! Saya omma Li Kwon.’kata wanita itu dengan senyumnya yang masih sama seperti dulu.
“kau tahu berapa usia anak itu?”tanyaku masih fokus pada televisi di depanku.
“16 tahun, aku juga tidak ingat.”jawab Seungri santai tapi, membuatku kacau.
“dia anakku.”kataku pelan tapi, bisa di dengar Seungri yang berada di dekatku.
“kau gila? Apa yeoja cantik itu mantan istrimu?”tanyanya dengan suaranya yang meninggi.
“ya. Bisa kau carikan alamat mereka?”pintaku.
“aku ingin bicara dengan mereka. Aku tidak pernah tahu aku memiliki anak selama ini.”kataku lagi saat melihat Seungri masih terpaku menatapku.
“mungkin saja dia menikah lagi.”kata Seungri sambil mengangkat bahunya.
“namanya Li Kwon bukan? Apa kau tidak paham juga? Aku ingin memastikannya.”kataku dengan sedikit membentak. Aku tidak bisa tenang. Ada perasaan aneh saat aku melihat anak itu.
“jika dia memang anakmu, kau harus pikirkan apa yang akan kau lakukan? Apakah kau ingin kembali dengannya? Pikirkan baik-baik. Aku tidak menyangka kau sebajingan itu, hyung.”kata Seungri bangkit dari kursi. Ya, aku bajingan. Aku tidak tahu aku memiliki anak dari wanita yangku cintainya. Satu-satunya.
---------------------
“kenapa kau disini?”kata wanita itu setelah aku membuat keributan di depan rumahnya. Wanita yang sampai saat ini aku cintai menatapku dengan tatapan kosong seakan tidak mengenaliku, seakan dia tidak pernah masuk dalam hidupku.
“kenapa kau tidak bilang kita memiliki anak?”kataku langsung. Aku tidak bisa menunda rasa penasaranku. Membuatku tidak bisa tidur bahkan hanya bisa fokus untuk mencari segala informasi seputar Li Kwon yang aku yakini adalah anakku.
“berfikirlah terebih dulu, aku yang tidak pernah mengatakannya atau kau tidak memberikan aku kesempatan untuk bicara? Apakah kau lupa kau tidak ingin bicara denganku?”katanya tenang dengan tatapan kosong tapi, bibirnya tersenyum untuk meremehkanku.
“apa maksudmu, Lee Chaerin?!”tanyaku binggung, otakku ternyata tidak berkerja seperti biasa disaat aku masuk ke lobang penasaran ini.
“saat aku datang menemuimu wamil, aku ingin mengatakan aku hamil tapi, kau memberikan aku surat cerai. Parahnya kau tidak mau bicara denganku dan kau meminta saudaramu sebagai juru bicaramu dan penengah. Apa kau yakin dia menjadi penengah?”katanya dengan nada meremehkanku.
“nuna tahu?”kataku kaget.
“mereka tahu. Ibumu, saudaramu, semua keluargamu tahu. Aku sangat kaget karena kau tidak tahu. Lalu, sekarang kau mau apa? Membawa Geun Young? ”katanya dengan nada dingin. Ini sudah bertahun-tahun tapi, dia masih menyimpan dendam itu. Apa yang aku fikirkan dulu sebenarnya hingga menelantarkannya?
“tidak. Aku ingin bertemu dengannya. Aku tidak tidak tahu bahwa kita memiliki anak. Izinkan aku menemuinya yang bahkan namanya tidak aku ketahui selama ini.”
“aku kira kau tidak peduli dengannya.”katanya dengan dingin.
“bolehkah aku bertemu dengannya?”pintaku.
“tidak. Geun Young anakku. Kau hanya pedonor sperma.”jawabnya santai tapi, sangat melukai diriku.
“aku berhak atas anakku, Chae!”ucapku lirih.
“kau bisa melihatnya di televisi.”
Bruk! Pintu pun tertutup rapat. Haruskah aku menngemis disini? Mengemis untuk melihat anakku, untuk memeluk anakku. Jika saja, aku tidak sebodoh itu hingga melepaskan wanita yang sangat aku cintai mungkin aku tidak akan mengalami hal ini. Bahkan selama belasan tahun aku tetap tidak bisa lepas dari bayanganmu, Chae. Betapa bodohnya aku. Bahkan aku tidak mengizinkan kau bicara yang terjadi padamu hingga aku tidak tahu keberadaan anak kita. Apakah kau bahagia Chae? Kau pasti lebih baik dari pada aku kan?! Ya tentu saja. Karena kau pantas bahagia atas kebodohanku.
Jika saja waktu di putar....
----------
Chaerin menutup pintunya. Jantungnya berdetak tidak terkontrol, perasaannya masih sama. Cinta, marah, kecewa dan sakit hati terasa secara bersamaan. Pertahanan selama belasan tahun ini hancur karena melihat pria itu, Kwon Jiyong yang pernah menjadi suaminya selama tiga bulan. Walau mereka hanya selama dua bulan hidup bersama karena panggilan wamil Jiyong.
“omma, kenapa?”tanya Geun Young seorang remaja yang mematung di tangga karena melihat ibunya mematung di depan pintu sambil menutup wajahnya.
“siapa yang datang tadi omma?”tanyanya lembut mencoba tidak membebani ommanya. Dengan perlahan Geun turun mendekat pada ommanya.
“sejak kapan kau disana sayang?”tanya Chaerin sambil mengelap wajahnya dengan kedua tangannya.
“baru saja setelah omma menutup pintu.”jawab Geun jujur.
“appamu tadi datang.”kata Chaerin lemah.
“dia ingin bertemu denganmu.”kata Chaerin lagi setelah menarik nafas. Geun memeluk ommanya dengan lembut, mencoba memberikan kekuatan untuk ommanya.
“bukankah omma jika tahu bahwa cepat atau lambat appa akan mendatangi kita.”ucap Geun lembut dengan suara beratnya.
“tetap saja tidak benar-benar dalam ke adaan siap. Omma tidak menyangka bahwa akan secepat ini.”
“kalau begitu aku yang akan menemuinya, omma.”ucap Geun.
“untuk apa?”
“jika appa datang untuk menemuiku maka, appa tidak perlu menemui omma. Aku tidak suka melihat omma seperti ini. Uri omma sangat keren dan tangguh, bukan lemah seperti ini. Apakah ini nuna-nuna yang mirip uri omma?”kata Geun sambil bercanda agar Chaerin kembali ceria. Chaerin pun tertawa pelan mendengar godaan anak laki-lakinya.
Ya seperti kata Geun, Chaerin menjadi wanita yang tangguh karena sendirian membesarkan Geun. Saat Geun masih kecil tidak jarang Chaerin di olok karena hamil tanpa suami yang menemaninya, bahkan mantan suaminya tidak melihat keadaannya dan tidak ingin mendengar suaranya.
Geun kecil pun juga sering di ejek karena tidak memiliki ‘ayah’. Geun kecil tidak peduli, karena dia tahu bahwa ommanya akan semakin sedih jika dia sedih. Geun kini menjadi remaja tampan dan cerdas perpaduan kedua orang tuanya. Geun sosok idol remaja yang di kenal dengan Li Kwon dan bisa melindungi ommanya. Geun berfikir bahwa tujuan hidupnya adalah membahagiakan ommanya. Bertemu dengan appa yang selama ini tidak pernah bertemu bukanlah hal mudah. Ada emosi yang meledak jika kata ‘appa’ terdengar olehnya tapi, ini untuk ommanya. Jadi, dia memutuskan untuk bertemu dengan ‘appa’nya itu.
TBC
Ini FF yang ternyata sudah di tulis pada 07 Feb 2015 tapi, sampai sekarang masih segini. Jadi...
NEXT or NO??

Next thooor -_- itu jiyong pengen gue iket lehernya terus gw seret ke tepi sungai han -_- dasar nyebelin
BalasHapus