HOLIC part 4
Author: Kim Daisy
Cast : SKY DRAGON, dll
Malam semakin larut Chaerin sesekali mengintip
ke rumah Jiyong.
“dia sesibuk itu dengan anak-anaknya.”gumam Chaerin pelan masih mengintip
tapi, dia tidak bisa melihat apa-apa. Dia hanya melihat rumah Jiyong yang di
terangi lampu tanpa bisa melihat orang yang sedang beraktifitas di dalam rumah.Saat pagi tiba, Chaerin asik berolahraga dengan alat-alat olahraganya. HP nya berdering, Chaerin menjawab panggilannya hanya dengan memencet tombol di jamnya.
“halo”jawab Chaerin.
“Chaerin, kenapa kau memasukkan oppamu dalam kesulitan? Apa ketenaranmu sudah memudar?”
“omma”pikir Chaerin.
“berhentilah mengusik oppamu.”
“aku tidak mengusik oppa, omma. Aku hanya butuh bantuannya.”
“aku sudah mengatur pernikahanmu.”
“omma!”ucap Chaerin protes. Chaerin menghentikan kegiatan olahraganya.
“aku muak melihat kegiatan artismu yang tidak menentu. Kau tidak mungkin selalu hidup nyaman dengan kegiatan artismu. Aku juga tidak ingin melihat kau di ambil namja-namja berengsek yang ada di lingkungan kerjamu. Aku sudah menemukan namjanya. Umur bukanlah masalah karena dia namja baik-baik dan mapan.”
“aku mengerti kau tidak ingin aku mengusik keluargamu. Aku akan menurut apapun keputusanmu.”
“biodatanya akan aku kirimkan nanti. Bye!”kata omma Chaerin dan memutuskan teleponnya. Chaerin terduduk lemas. Menikah? Belum pernah sekali pun dia berfikir tentang pernikahan. Dia sangat mengerti maksud ommanya. Ommanya ingin Chaerin tidak menjadi tanggung jawabnya lagi meski selama ini Chaerin sudah bisa hidup mandiri. Jika Chaerin semakin melambungkan namanya di dunia artis ommanya takut cepat atau lambat akan membawa nama ommanya. Dia takut itu terjadi. Appa tiri Chaerin tidak menyukai Chaerin sebagai anak tiri sehingga sejak ommanya menikah Chaerin bersama dengan neneknya. Tapi, tidak lama neneknya meninggal sebelum Chaerin lulus menjadi trainer. Hingga Chaerin tinggal sendirian dengan uang bulanan dari ommanya.
“seorang anak haram harus menerima apapun, sudah syukur aku dilahirkan”ucap Chaerin sambil mengelap wajahnya yang basah kerena keringat. Suara gela-tawa membuat Chaerin tertarik mencari sumber suara. Jiyong tetangganya sedang bermain kejar-kejaran dengan kedua “anaknya” di halaman mereka.
“begitukah rasanya bermain dengan appa?”kata Chaerin pada dirinya sendiri.
Hari ini Chaerin pergi SPA dengan ommanya. Mereka tiduran dengan posisi terbalik/ telungkup dengan pegawai yang mengurut mereka dan aroma trapi yang menenangkan pikiran.
“namja itu memang sudah matang”omma Chaerin membuka pembicaraan.
“namja itu gay.”sambungnya.
“omma!”kata Chaerin tersentak kaget membuat pegawai itu berhenti.
“kau yeoja yang sexy. Kau cantik bisa saja dia sembuh karenamu. Banyak kok cerita seperti itu, asalkan kau agresif.”jelas omma Chaerin.
“aku tidak punya hak bicara?”kata Chaerin dingin.
“ya. Kerena keluarganya bukan orang yang bisa di abaikan. Dia pewaris tunggal. Dia memang punya saudara tapi, dia satu-satunya anak laki-laki. Kau harus menerima takdirmu menjadi anakku. Kali ini aku yang bayar.”kata omma Chaerin dan memalingkan wajahnya berlawanan dengan Chaerin karena dia tahu bahwa Chaerin akan menatapnya dengan dingin.
“kau tidak memikirkan perasaanku?”gumam Chaerin pelan.
Setelah mereka melakukan perawatan Dong Won sudah siap dengan membawakan minuman favorit Chaerin yang dapat menyegarkan tenggorokan Chaerin dan ommanya.
“Dong Won, lain kali bisakah kau kenalkan aku dengan yeoja itu? Kita kan sudah seperti keluarga”kata omma Chaerin antusias.
“ah. Ne ajumma”jawab Dong Won salah tingkah. Dia tidak bisa menjelaskan apa-apa sehingga cuma menjawab apa yang dia bisa.
“ah ya.. aku ingin segera menikahkan Chaerin dengan namja pilihanku jadi jadwal Chaerin tolong kau atur bersamaku. Akan ada pertemuan keluarga dan hal-hal memusingkan lainnya. Jadi aku perlu pengertian dan kerja samamu.”kata omma Chaerin sedikit memerintah.
“ne, ahjuma”jawab Dong Won.
Omma Chaerin telah mereka antar kerumahnya. Kini tinggal Chaerin dan Dong Won berdua di dalam mobil.
“kau ingin menikah?”Tanya Dong Won sambil menyetir.
“ne oppa.”
“sudah berapa lama di putuskan?”
“baru saja.”
“kau mengenalnya?”
“tidak”
Tiba-tiba mobil berhenti mendadak. Membuat Chaerin yang duduk dibelakang hampir terbentur dengan kursi depan.
“kenapa kau MAU?”teriak Dong Won.
“apa aku punya alasan untuk menolak? Akan lebih baik aku mati dengan seseorang disampingku dari pada jadi sebatang kara seumur hidup. Walau aku tidak yakin apa dia akan menangis untukku tapi, setidaknya aku mati setelah menikah.”
Dong Won hanya diam. Dia tidak bisa bicara. Jika dia memberikan pengakuan tentang perasaannya itu akan sia-sia. Dia tahu perasaan Chaerin yang mencintainya tapi, juga tahu ommanya menentang keras hubungan mereka. Karena sikap Dong Won yang seperti inilah membuat Chaerin untuk menyerah.
“cinta. Kasih sayang. Apa semua anak haram sepertiku tidak punya hak untuk itu?”kata Chaerin dengan santai. Chaerin memang bisa saja mengatakan tanpa beban dan kesedihan tapi, itu membuat Dong Won merasakan sakitnya dan merasakan dirinya seperti pengecut.
“Gwincana oppa. Tetaplah jadi pengecut agar kau tidak terluka. Aa.. Kau bukan pengecut, kau hanya tidak berani bertanggung jawab. Aku ingin istirahat. ”sindir Chaerin.
Chaerin memang mencintai Dong Won tapi, sikap Dong Won yang pengecut itu membuat Chaerin menyerah tentang cintanya sejak lama. Perasaan itu memang sudah berkurang tapi, cinta itu tidak semudah itu hilang walau sudah bertahun-tahun mencoba dihilangkan.
Chaerin menyetel TV sambil tiduran dengan memeluk jaket Jiyong.
“sepertinya aku memang butuh sosok namja.”akunya.
“sebenarnya apa yang aku inginkan? Apa aku memang ingin menikah?”pikirnya.
@rumah Jiyong.
Jiyong sedang memasak untuk cemilan malam. Sedangkan kedua anak kecil itu sedang bermain kejar-kejaran.
“jangan lari-lari! Nanti jatuh.”
“Dad, nuna memukulku.”adu namja kecil masih mengejar nunanya.
“dia merebut bonekaku duluan, dad.”adu yeoja kecil tidak mau kalah.
“jika kalian tidak diam, tidak ada cemilan untuk nonton TV.”ancam Jiyong tapi, seketika itu terdengar suara jatuh. Ternyata namja kecil itu terjatuh dan kini dia menangis. Jiyong segera berlari dan memangkunya sambil memeriksa tubuh anak yang terluka.
“gwincana tidak ada yang terluka.”
“appo. Dad, appo”tangisnya samakin pecah.
“dimana?”Tanya Jiyong cemas dan si anak menunjuk sikutnya yang tadi terbentur dengan lantai. Memang sikutnya tidak berdarah tapi, menjadi merah. Jiyong memegang sikut si anak dengan lembut dan meniupnya.
“masih sakit?”Tanya Jiyong dengan senyuman.
“anni. Gomawo dad!”jawab anak itu sambil mencium pipi Jiyong.
“dad!”teriak yeoja kecil sambil menunjuk ke dapur. Jiyong langsung mendudukan namja kecil yang awalnya di pangkuannya kini duduk di sofanya. Jiyong pun berjalan dengan terburu-buru menuju dapur.
“kentangnya gosong. Da, akan buatkan yang lain. Sebentar. Ehmm.. dad masih punya Pizza hanya perlu di oven beberapa menit.”kata Jiyong sambil membereskan masakkannya yang tidak jadi. Bibir anak-anak itu cemberut dan menjadi lebih tenang.
“ajussi”kata Chaerin yang bagitu saja masuk ke rumahnya. Chaerin terlihat memiliki banyak bebeban seakan pikirannya kini telah kosong. Jiyong terdiam melihat Chaerin yang hanya menatap matanya. Chaerin memang fokus melihat ke mata Jiyong dan berjalan ke tempat Jiyong.
“mereka. Anak-anakmu aku bisa menerimanya. Walaupun aku tidak tahu omma mereka aku akan jadi omma yang baik untuk mereka meskipun umurku masih sangat muda. Sungguh, aku akan jadi omma mereka. Ajussi, bisakah kau jadi milikku?”
“kau tidak mabukkan?”Tanya Jiyong binggung. Chaerin berjalan semakin dekat pada Jiyong dan kini jantung Jiyong semakin berdetak kencang.
Sebuah kecupan tepat di bibir Jiyong dan membuat Jiyong mematung. Sedangkan ke dua anak kecil yang sejak tadi memperhatikan kini menutup matanya dengan kedua tangan kecilnya yang lucu.
“ajussi. Kau milikku.”
TBC

HOLIC part 5 END
Author: Kim Daisy
Cast : SKY DRAGON, dll
Author: Kim Daisy
Cast : SKY DRAGON, dll
Cerita sederhana yang menceritakan
kisah cinta seorangg fans kepada idolanya. Infi tidak akan menemukan kisah
pertentangan cinta yang besar di cerita ini tapi, saya harap Infi akan
merasakan sebuah ketulusan dari cinta yang manis. Saya harap Infi menyukainya.
Part 1 : https://www.facebook.com/photo.php?fbid=291776541004591&set=pb.163049320543981.-2207520000.1405946821.&type=1
part 2 : https://www.facebook.com/FanfictionSkyDragonIndonesia/photos/pb.163049320543981.-2207520000.1407727388./299390936909818/?type=1
part 3: https://www.facebook.com/FanfictionSkyDragonIndonesia/photos/a.170737799775133.1073741847.163049320543981/305927559589489/?type=1&relevant_count=1
Part 1 : https://www.facebook.com/photo.php?fbid=291776541004591&set=pb.163049320543981.-2207520000.1405946821.&type=1
part 2 : https://www.facebook.com/FanfictionSkyDragonIndonesia/photos/pb.163049320543981.-2207520000.1407727388./299390936909818/?type=1
part 3: https://www.facebook.com/FanfictionSkyDragonIndonesia/photos/a.170737799775133.1073741847.163049320543981/305927559589489/?type=1&relevant_count=1
Chaerin Pov
Aku keluar dari kamar dengan dandanan CL yang melekat di tubuhku.
Ahjussi telah berada di depan kamarku dengan piring sandwich di tangannya.
"Kau sehat? Apa sudah bisa berdiri?"tanyanya cemas.
"Na gwinchana, ahjussi. Aku harus pergi. Dong Won oppa pasti sudah diperjalanan untuk menjemputku." Ucapku sambil berjalan ke arahnya. Aku langsung mengambil dan mengunyah sandwich yang di tangannya.
"Kau yakin?"
"Ya oppa. Aku sudah sehat. Bye."kataku sambil mengecup pipinya dan akhirnya menghilang di balik pintu.
"Dia menerimamu?"kata Dong Won oppa saat aku memasuki mobilnya?
"Sudahku bilang ahjussi tidak pengecut sepertimu."balasku.
"Ya, tetapi kau tetap saja akan menyakitinya."
"Karena itu. Aku tidak ingin sakit. Aku harus sehat walau setiap waktu aku harus menelan obat-obat itu. "jawabku pernuh percaya diri.
"Kau benar mencintainya."
"Lebih dari yang kau duga. Dia laki-laki yang mengerti kondisiku, apalagi yang aku harapkan? Tidak ada. Karena semua telah terpenuhi."
"Kau sehat? Apa sudah bisa berdiri?"tanyanya cemas.
"Na gwinchana, ahjussi. Aku harus pergi. Dong Won oppa pasti sudah diperjalanan untuk menjemputku." Ucapku sambil berjalan ke arahnya. Aku langsung mengambil dan mengunyah sandwich yang di tangannya.
"Kau yakin?"
"Ya oppa. Aku sudah sehat. Bye."kataku sambil mengecup pipinya dan akhirnya menghilang di balik pintu.
"Dia menerimamu?"kata Dong Won oppa saat aku memasuki mobilnya?
"Sudahku bilang ahjussi tidak pengecut sepertimu."balasku.
"Ya, tetapi kau tetap saja akan menyakitinya."
"Karena itu. Aku tidak ingin sakit. Aku harus sehat walau setiap waktu aku harus menelan obat-obat itu. "jawabku pernuh percaya diri.
"Kau benar mencintainya."
"Lebih dari yang kau duga. Dia laki-laki yang mengerti kondisiku, apalagi yang aku harapkan? Tidak ada. Karena semua telah terpenuhi."
“well, setelah ini kita punya konser. Kau
yakin bisa?”
“tentu. Hanya tinggal 3 kota lagi. Apa
sulitnya? Aku CL!”ucapku penuh percaya diri. Dong Won oppa pun tersenyum. Aku
harap dia nanti akan menemukan pasangannya.
Aku sudah menyelesaikan konserku di Korea,
dan hari ini terakhir di seoul. Beberapa bulan kedepan aku akan ke jepang.
Syukurnya aku baik-baik saja. Walau vitamin harusku telan bersama obat-obatku
yang setiap hari.
“kau sudah
siap?”tanya PD yang menyiapkan acara ini. Aku mengagguk yakin. Aku mulai
berjalan memasuki panggung. Konser ini memang di lapangan dan penonton masih
bersemangat sejak tadi. Lagu yang aku nyanyikan adalah lagu terakhirku. Ada
yang menarik perhatianku awalnya hanya beberapa orang dari posisi yang berbeda
menari gerakan yang sederhana tetapi gerakan mereka begitu kompak. Mungkin
hanya kebetulan. Aku kembali fokus dengan laguku namun, orang yang menari
semakin menyebar dan banyak. Gerakan sederhana mereka begitu kompak seakan
memang di rencanakan. Ini flashmob, aku yakin. Aku terkejut saat aku berhenti
bernyanyi dan mereka juga berhenti bergerak. Namun tidak dengan yanng dibagian
tengah lapangan. Mereka tetap bergerak dan akhirnya membentuk hati. Aku sungguh
tersentuh sehingga menangis bahagia. Dan saat aku menghapus air mataku, ahjussi
telah di depanku. Dia mengenakan toxsedo formal biasa namun dia terlihat luar
biasa tampan dimataku. Dia menggigit bibir bawahnya sambil tersenyum malu.
Apalagi ini? Dia membawa sebuket bunga Adelweis yang sangat langka, ini baru
kali ini aku melihat bunga ini secara langsung. Apa ini hari ulang tahunku?
“mungkin ini tidak
seindah bunga favoritmu tapi, aku ingin cinta kita abadi seperti bunga ini.
Terimalah.”ucap ahjussi sambil memberikan buket bunga indah itu padaku. Aku
mengambil buket itu darinya. Aku kaget, malu, terharu dan bahagia. Sungguh ini
penampilan CL yang paling memalukan. Seorang CL tampil malu-malu di atas
panggung. Bunuh saja aku! Aku sungguh terlalu bahagia dengan ini semua. Ahjussi
pasti sudah lama merencanakannya.
“semua punya
kekurangan tetapi, jika kita akan saling melengkapi. Aku yang seorang fans
fanatikmu selama bertahun-tahun hingga aku tidak menyangka hubungan kita dapat
seindah ini. Di depan fansmu yang banyak ini aku ingin melamarmu. Lee Chaerin,
aku Kwon Jiyong yang begitu memujamu berjanji akan memujamu sepanjang hidupku,
akan melindungimu, menjagamu, merawatmu, menggandeng tanganmu dan setiap
harinya aku akan mengendongmu. Maukah kau menikah denganku?” kata ahjussi
sambil berlutut dengan kotak cincin indah ditangannya. Tangisku pecah. Aku
sungguh tersentuh.
“ne,
ahjussi.”jawabku. Ahjussi menyisipkan cincin di tanganku lalu memelukku.
“Kau merusak
suasana dengan memanggilku ahjussi, Chaerin.”bisiknya pelan membuatku tertawa
dan kami semakin mengeratkan pelukan kami.
Epilog
“ayo!”kata Jiyong
oppa di depanku. Aku langsung jatuh di punggungnya lalu keluar dari mobil.
Jiyong oppa melarangku memanggilku ahjussi atau aku harus memanggilnya yeobo.
Kami telah menikah, Lima bulan lalu setelah aku melakukan tour dunia ku. Dia
menepati janjinya. Setiap hari dia menggendongku, biasanya saat aku turun dari
mobil hingga kami sampai di kasur atau sofa. Jiyong oppa bilang untuk menjaga
kondisi fisikku. Walau dia begitu protektif tapi, aku menyukai sikapnya satu
ini walau kadang aku risih.
“kau sudah minum
obatmu?”tanya Jiyong oppa sambil menurunkanku ke kasur. Lalu, oppa membuka
sepatuku. Aku sudah tidak kambuh lagi setelah aku pengakuanku pada Jiyong oppa
tapi, Jiyong oppa selalu melakukan terbaik dan merawatku.
“apa kau ingin
menyuapiku, oppa?”tanyaku. Jiyong oppa tersenyum. Aku tahu dia lelah dengan
urusan kantornya tapi, saat bersamaku dia merawatku seakan aku adalah guci langka
yang mudah pecah.
“tentu.”katanya
sambil menngecup bibirku. Aku menutup mataku menikmati kecupan singkatnya. Dan
saat aku membuka mata Jiyong oppa sudah dengan baskom kecil dan handuk kecil.
Dia akan mencuci kakiku. Dia tersenyum lebar. Setelah dia meletakkan baskom
berisi air itu ke lantai aku segera memeluknya. Selalu seperti ini. Aku ingin
menghentikan sikap berlebihannya ini. Tapi, aku terlalu bahagia sehingga tidak
ingin momen ini hilang.
Jiyong oppa
merendam kakiku di baskom berisi air. Dia membersihkan kakiku sambil tersenyum.
Hanya senyuman yang bisa aku berikan padanya saat ini.
“ aku selalu ingin
merawatmu, menyuapimu, menggendongmu, mengelap kakimu setiap malam dan tentu
saja aku ingin selalu memelukmu dan mendapatkan ciumanmu setiap hari nya. Kau
pasti merasakan cintaku yang luar biasa?”
“ne, oppa. Kau
sungguh luar biasa hingga membuatku minder. Aku selalu bertanya apakah aku
pantas menerima perlakuan lembutmu ini?”ucapku lalu mencium pipinya.
“ya. Tentu saja.
Kau telah mencintaiku dan aku begitu mencintaimu sehingga kau pantas
diperlakukan seperti ini, bahkan ini kurang karena aku ingin selalu memelukmu
tapi, karena kesibukkan aku tidak bisa selalu di sampingmu. Aku ini fansmu,
bukan fans biasa. Aku VVIP.”jelasnya dan akhir kalimatnya membuat kami
terkekeh. Jiyong oppa mengelap kakiku dengan handuk.
“kau mencintaiku
tulus. Sedangkan wanita lain akan menertawaiku bahkan mengaggapku homo. Aku
melihatmu sebagai wanita sempurna karena hanya kau yang begitu sempurna, kau
memenuhi segala harapanku Chaerin. Kau
tau? Aku CLHolic. Suatu penyakit jiwa yang terlalu mencintaimu hingga
ketergantungan parah. Aku yakin kau bisa menerimaku apa adanya, aku yang punya
penyakit CLHolic. Aku Chaerin Holic.”kata Jiyong oppa menatapku lekat.
“Aku Jiyong
Holic”kataku sambil menatap matanya. Kupegang ke dua pipi Jiyong oppa dengan ke
dua tanganku dan aku mencium bibirnya. Terimakasih tuhan! Kau membuatku berada
di sisi namja yang sangat sempurna untukku. Aku akan sekuat tenagaku
mencintainya dan tetap sehat agar kami bisa selalu bahagia seperti ini. Aku
Jiyong holic.
Chaerin mendapatkan
kebahagiannya dengan Jiyong dan Jiyong mendapatkan kebahagiannya dengan
Chaerin. Dong Won sudah memiliki kekasih sedangkan Sohee memiliki hubungan
‘sesuatu’ dengan TOP yang merupakan oppa Chaerin. Walau ibu Chaerin sudah
mengetahui penyakit Chaerin sebenarnya tapi, tidak ada yang berubah karena
Jiyong terlalu menjaga Chaerin. Hingga omma Chaerin hanya menemani Chaerin di
saat Jiyong sibuk dengan tugas kantornya. Jiyong sudah menjadi pemegang
perusahaan ayahnya sekarang.
Holic. Ya,
seharusnya cintai itu adalah suatu kebutuhan yang ketergantungan hingga kita
selalu berusaha sebaik mungkin. Masalah itu hadapi bersama tanpa perlu
menangungnya seorang diri dan di rahasiakan. Karena cinta sempurna itu milik
dua hati, dua jiwa yang saling membutuhkan satu sama lain. Tidak ada yang
sempurna tapi, apa salahnya untuk mencoba untuk berusaha melengkapi pasanganmu.
END
Hua.... ENDING!!
Aku harap kalian menyukai dan memberikan komentarnya. Jangan komentar FF ini
pendek karena aku juga gak menyangka jadi sependek ini. *BOW
Ff ini aku suka bgt thor cuma aku bngung yg part 4 ke 5 nya kayal bgnung CL beneran cinta sm Ji gak? Trus agak greet cinta segitiganya sama Dongwoon
BalasHapus