jangan lupa

JANGAN LUPA KOMENTAR YA..

Rabu, 24 Februari 2016

IF YOU [PART 6 END]



IF YOU [PART 6 END]

Author: Kim Daisy
Cast: SkyDragon, Geun Young (Li Kwon)
Genre: hurt, Family

WARNING! FF INI TANPA PROSES EDIT TERLEBH DAHULU. Maaf, yang Cuma komen SEKEDAR untuk minta tag gak bakal di tag. Dan pembaca yang baru membaca FF ini tolong tetap komen walau FF ini sudah lama di posting.

JIYONG POV
Dokter Kang membawaku ke sebuah masion milik keluargaku. Masion ini jauh dari keributan kota walau masih terletak di Seoul. Halmoni menyukai pepohonan sehingga membuat masion ini seperti hutan yang memiliki sebuah rumah di tengahnya. Bahkan masion ini memiliki danau di tengah-tengah hutannya.

“kenapa kesini?”tanyaku saat mobil berhenti.

“hanya liburan.”jawab Seungri cuek sambil mematikan mesin mobilnya.

“dimana dokter kang?”tanyaku.

“sudah di dalam. Kau jangan mempertanyakan istriku terus. Kau membuatku cemburu.”

“jika kau ingin istrimu berada di sisimu terus, sebaiknya kau harus gila dulu seungri.”Candaku.

“aku tidak selemah kau, hyung.”dengan wajah kesalnya.

“wow.”ledekku.

Kakiku melangkah keluar dari mobil. Ku hirup udara bersih ini. Dengan perlahan aku melepaskan udara yang berada di paru-paruku. Suara kicauan burung samar-samar bisaku dengar. Beberapa pelayan keluar untuk membawa barang yang masih di dalam mobil. Ku langkahkan kaki ke dalam rumah tapi, langkahku berhenti karena melihatnya di sini.

“kenapa kau disini Chaerin?”tanyaku sedikit tidak percaya. Ada Geun, omma, nunna dan dokter Kang di belakang Chaerin dengan jarak yang tidak jauh darinya.

“aku datang kesini untuk memulai kemabali dari awal....”

“aku masih mencintaimu, Chae. Tapi, kau tidak. Aku yakin kau ada disini karena sudah mengetahui keadaanku. Aku sangat ingin memulai semua dari awal. Aku mencintaimu tapi, kau melakukan ini karena kasihan padaku, Chae. Kau membuatku benar-benar terlihat seperti pecundang. Tidak. Aku tidak mau.”tolakku dengan menahan sesak di dadaku.

“aku masih mencintaimu, aku tidak berbohong.”kata Chaerin menatapku dengan tatapan.. sedih.

“jangan siksa dirimu dengan kebohongan lagi. Aku tidak ingin menahanmu karena kondisiku. Aku tidak butuh kau disisiku karena rasa kasihan. Aku ingin kau bahagia dengan pria yang kau cintai.”jawabku dengan mencoba tersenyum.

“sungguh? Walau pun kau terluka?”katanya dengan penuh penekanan.

“ya!”kataku mantap.

“Jiyong kau sadar dengan kata-katamu?!”protes omma dengan ekpresi sedihnya. Aku tahu dia sedih melihat kondisi kejiwaanku.

“bodoh.”celetuk Seungri dibelakangku
.
“baik. Aku akan pergi ke pria yang aku cintai.”kata Chaerin dengan penuh keyakinan. Aku yang lemah ini selalu berpura-pura tegar. Aku bohong jika aku bilang aku ingin dia pergi dariku. Aku tidak bisa hidup tanpanya. Tapi, aku tidak mampu menahannya dengan kondisi seperti ini dimana aku masih lemah dan aku tahu dia memiliki seseorang di hatinya.

“Seungri, kau antarkan Chaerin.”pintaku.

“kau gila!”kata Seungri.

“aku akan pergi ke sisi pria yang sangat aku cintai dan aku tidak akan melepaskannya.”kata Chaerin yang kini berada di hadapanku dengan menatapku tajam.

“silahkan.”ucapku sambil memalingkan wajahku darinya. Tapi, sebuah tangan lembut menyentuh wajahku dan membuat bibirnya menempel di bibirku. Aku membatu. Sedangkan Chaerin menciumku penuh kerinduan, amarah dan kesedihan. Aku merasa tetesan air membasahi pipiku.

“Kwon Jiyong bodoh, aku mencintaimu. Jangan lepaskan aku lagi! ”katanya sambil memelukku erat. Aku membalas pelukannya. Lalu, dia menatapku dan aku menciumnya. Kerinduanku dan rasa cintaku kubiarkan mengalir untuknya. Aku bahagia? Sangat. Bahkan aku rela mati saat ini juga. Kini semuanya telah terjawab. Tanpa perlu penjelasan yang panjang. Chaerin mencintaiku dan aku sangat mencintainya hingga tidak mampu di tinggalkan olehnya.

Sore itu aku dan Chaerin berjalan di tepian danau berdua. Berniat menjelaskan yang masih abu-abu untuk kami berdua.
“tidak ada hubungan romantis antara aku dan Seung Hyun oppa. Jika itu yang membuatmu penasaran.”kata Chaerin dengan senyumannya.

“lalu?”tanyaku.

“dia hanya ayah angkat untuk Geun. Mereka secara tidak sengaja bertemu dan cocok. Hanya itu.”

“menurutmu apakah Geun bisa memaafkanku dan menerimaku?”

“tentu saja. Kau ayahnya. Kau tidak sepenuhnya salah, Jiyong. Berhentilah menyalahkan dirimu sendiri.”katanya dan mengangkat wajahku yang menunduk dan mengecup bibirku. Oh, tolong hentikan waktu. Aku terlalu bahagia.

“aku. Aku tidak pernah mengizinkan satu wanita pun menyentuhku. Karena aku berfikir aku menghianati cintaku jika aku melakukannya. Padahal saat itu kita telah berpisah. Kau mengikat hati dan jiwaku, Chaerin. Aku terikat denganmu hingga sekarat.”

“oh, terimakasih Jiyong. Aku pun tidak jauh berbeda denganmu. Kau mengikat hati dan jiwaku, Kwon Jiyong.”

“kau bohong! Aku melihatmu bergandengan dengan si Choi.”kataku mengingatkan.

“lalu, kau ingin meninggalkanku karena aku bergandengan dengannya?”tanya Chaerin.

“tidak! Aku tidak akan mampu lepas darimu. Bahkan aku terlalu takut jika kau pergi dariku.”ucapku jujur dan memeluknya erat. Aku sulit untuk bersamanya dan aku tidak mungkin melepaskannya hanya karena dia mengandeng pria.

“percayalah. Hanya Geun yang menyentuhku selain dirimu. Seung Hyun oppa hanya gandengan tidak ada skinskip lebih dari itu. Seperti saat dokter Kang mengandengmu untuk masuk mobil saat itu.”jelasnya dengan nada yang lucu.

“saat itu aku benar-benar lemah, sayang.”

“dan kau juga tahu, aku selalu lemah jika jauh darimu.”ucapku lagi. Aku melepaskan pelukanku dan Chaerin menatapku binggung. Aku merogoh sesuatu di saku celanaku. Aku menekuk lutut kiriku hingga menyentuh tanah.

“Lee Chaerin, maafkan aku yang terlalu bodoh saat itu. Maafkan aku, karena aku tidak sempurna. Terlalu banyak kekurangananku untuk bersanding denganmu. Hanya saja aku yakin aku bisa membahagiakanmu. Lee Chaerin.. menikahlah denganku.”kataku sedikit gugup dan penuh keseriusan.

----------------------------------
Masion terlihat kosong. Chaerin meminta waktu untuk menjawab lamaranku tapi, kini dia pergi. Teleponnya tidak di angkat. Di hari ulang tahunku dia pergi. Mungkinkah Chaerin menyerah? Wajar saja, aku terlalu menyakitinya. Dia tidak berbohong saat bilang dia mencintaiku tapi, mungkin aku yang terlalu percaya diri beranggapan Chaerin ingin hidup bersama denganku lagi.

Aku baru saja selesai makan siang setelah aku memakan obatku rasa kantuk terasa sangat menyiksaku. Padahal aku berniat menghabiskan waktuku untuk mengecek laporan mingguan. Tapi, sepertinya aku harus istirahat. Aku perlu istirahat.

Kepalaku terasa berat. Mataku sangat malas untuk dibuka.
“seharusnya dia sudah bangun 10 menit lalu. Bagaimana ini?”terdengar suara Seungri yang mengusikku. Saat aku membuka mataku yang kulihat adalah wajah anakku, Geun yang terlihat cemas.

“aku kenapa?”tanyaku dengan suara parau.

“oh, akhirnya. Segera bangun. Acara akan segera dimulai.”kata Seungri heboh.

“acara apa?”tanyaku sambil bangun dari kasurku.

“kita tidak punya banyak waktu lagi. Ayo! Tarik dia, Geun.”kata Seungri memerintahku sambil melihat jam tangannya dan Geun segera menarikku. Ada yang aneh disini. Geun dan Seungri mengenakan setelan formal dengan kemeja putih dan jas hitam. Acara apa sebenarnya? Saat aku melihat kesebuah kaca terlihat bayangan seseorang dengan mengenakan gaun putih yang mewah. Orang itu mirip denganku. Tunggu! Aku pun mengehentikan langkah kakiku. Geun terlihat gugup dan tersenyum dan dia mengandengku. Bukankah kemarin dia masih penuh amarah saat bertemu denganku? Dan...

“cepatlah!”teriak Seungri sambil menarikku. Dan aku dasar ada yang aneh dengan sepatu yang aku kenakan.

“apa yang kalian lakukan?”tanyaku. Seungri menatap Geun dengan memberikan isyarat dan mereka segera memegangku dengan kuat.

“diam saja! Kau akan berterimakasih dengan kami nanti.”kata Seungri sambil menahanku sambil membawaku kesebuah tempat yang aku rasa adalah suatu ruangan. Pintu ruangan itu sangat besar dan tinggi. Seketika pintu terbuka. Terilihat dekorasi indah di ruangan cukup luas ini. Hanya saja ruangan ini hanya terdapat orang-orang kepercayaanku dan di hadapanku terlihat Chaerin dengan stelan jasnya berwarna putih. Rambut panjangnya di ikat satu di belakang. Aku tidak gilakan? Aku pasti bermimpi.

“ayo, aku antar kau menuju ke suamimu.”kata Seungri dengan penuh godaan tapi, aku tidak bisa merespon. Aku pasti benar-benar sudah gila. Saat aku melangkah yang kulihat adalah gaun putih melekat ditubuhku dan sepatu tinggi berwarna silver dengan hiasan bling-bling kini ada di kakiku. Ini bukan mimpi karena kakiku sudah terasa pegal. Aku pasti sudah gila. Tidak salah lagi. Positif gila.
Semua berjalan bagaikan hanya khayalanku hingga aku tersentak saat bibir Chaerin mengecup bibirku. Aku gila!

“walau kau mengenakan pakaian mempelai wanita tapi, kau tetap saja seorang suami. Sebenarnya dari pada kau mengenakan ini semua aku lebih setuju jika nanti kau saja yang mengandung dan melahirkan.”ucap Chaerin dengan tawanya.

“dimana dokter Kang? Aku perlu obatku!”pintaku dengan cemas. Aku tidak ingin kegilaanku semakin parah. Tidak lagi.

“dokter Kang ada disana. Kau kenapa Jiyong?”kata Cherin sambil memegang tanganku.

“sepertinya aku berhalusinasi. Ini tidak nyatakan!”kataku dan Chaerin dengan lembut membawaku hingga akhirnya kami berada disebuah kamar. Kamar dengan nuansa romantic. Dan aku sadar ternyata kami berada di hotelku.

“ada apa ini? Jangan membuatku gila!”pntaku sambil mengacak rambutku dengan frustasi. Merusak hiasan cantik di rambutku hingga wig panjang yang kukenakan copot.

“Jiyong tatap aku!”kata Chaerin tapi, aku tidak menatap wajahnya hingga akhirnya Chaerin memegang wajahku dengan kedua tangannya agar aku melihat wajahnya.

“ini nyata. Kita menikah hari ini. Hari tepat di usiamu yang ke 34 tahun seperti impianmu. Masalah kostum ini aku minta maaf, ini adalah impianku walaupun sebenarnya aku ingin nantinya kau saja yang mengandung dan melahirkan. Ini kejutan untukmu. Di hari ulang tahunmu. Happy birthday, Yeobo!”kata Chaerin dan dia menciumku.

EPILOG
Pernikahan dadakan dan gila itu. Sungguh aku masih sulit mempercayainya. Seungri, Chaerin dan lainnya sudah merencanakan itu semua, bahkan Geun ikut berperan dalam menganti kostumku. Ternyata mereka memberiku obat tidur hingga semua persiapan mereka siap. Dan di lewat tengah malam acara pernikahanku dilangsungkan. Tanpa banyak tamu, hanya keluarga dan rekan bisnis yang sudah seperti keluarga. Untung saja tidak ada temanku, karena aku akan sangat malu jika mereka melihatku dengan gaun pengantin wanita.

“appa, ada berita tentang aku memiliki anak karena mengendong Mi Young.”lapor anak sulungku, Geun. Kini dia terlihat semakin dewasa. Sikap dinginnya yang sering dilihatkan padaku dulu kini sudah menjadi jauh lebih baik.

“appa akan mengurusnya, Geun. Sudah saatnya dunia mengetahui yang terjadi.”ucapku sambil menutup leptopku.

“kau membeli helly untuk geun dan rumah untuk MiYoung?! Aku tidak izinkan Geun membawa kendaraan sendiri dan untuk apa rumah bagi Mi Young? Mereka masih kecil, Geun appa ”kata Chaerin dengan kesal. Chaerin mengendong seorang bayi cantik berusia 10 bulan bernama Mi Young, anak perempuan kami. Mi Young hanya melihat ommanya mengomel dengan binggung.

“kau membuat anak kita takut, sayang.”kataku lembut sambil meraih Mi Young untuk ku gendong.

“appa benar. Kau menakutkan omma.”kata Geun dengan bercanda.

“kau Geun! Aku mengurangi uang bulananmu.”kata Chaerin kesal dan akan memukul tapi, Geun bersembunyi di belakang tubuhku. Padahal tubuhku tidak jauh lebih besar darinya.

“kau bersembunyi dibelakang appamu sekarang? Kau terlalu memanjakan anakmu, Kwon Jiyong!”kata Chaerin dengan marah.

“Geun dan Mi Young anakku, sayang. Aku tidak ingin mereka bermanja dengan appanya orang lain.”kataku.

“ap-pa.”kata Mi Young dengan mengemaskan dan aku langsung mencium pipinya yang tembam.

“tapi, tidak begini caranya. Mereka masih terlalu kecil. Bahkan Mi Young belum bisa berjalan.”protes Chaerin.

“aku belum selesai menjelaskan, sayang. Seharusnya ini menjadi kejutan. Rumah untuk Mi Young memang hadiah kelahirannya. Hanya saja rumah itu terletak di Jepang..”

“mwo?!”kata Geun dengan nada tidak suka.

“appamu belum selesai bicara, boy!”tergurku dan Geun pun diam.

“dan ada asetku juga akan aku serahkan pada Geun jika nanti dia sudah bisa bertanggung jawab. Aku tidak melarangnya untuk menjalankan dunia seninya. Geun masih boleh melakukan syuting atau menjadi model. Aku membelikan helly untuknya agar tidak kesulitan saat pergi ke lokasi syuting setelah sekolah.”

“love you, appa! Kau yang terbaik, appa!”kata Geun girang.

“hanya saja. Setiap nilaimu menurun maka jadwal keartisanmu juga akan di turunkan diganti dengan pekerjaan lain, membantu appa menjalankan perusahaan.”kataku dengan tegas.

“appa...”kini Geun yang protes.

“kau harus bisa sayang. Kau fokuslah membantu perusahaan appamu. Aku pasti bisa.”kata Chaerin pada Geun.

“aku mencintaimu, sayang.”kata Chaerin sambil mengecup pipiku.

“iuh... bukannya aku membenci adekku. Hanya saja ingatlah usiaku, aku tidak cocok lagi mempunyai adik bayi di usiaku yang 18 tahun. Bukankah sudah cukup ada aku dan Miyoung?!”kata Geun, membuatku dan Chaerin tertawa.

“wah, padahal appa ingin mengajak kalian liburan ke Jepang melihat rumah disana dan berniat memberikan Mi Young adik laki-laki.”ucapku.

“Mi Young sudah cukup appa. Aku tidak ingin adik lagi.”kata Geun protes.

“kau cemburu pada adikmu, oppa?”kata Chaerin dengan mengubah suaranya menjadi anak-anak dan menggerakkan tangan Mi Young agar menyentuh wajah Geun.

“tentu saja tidak.”tolak Geun.

“bagus. Karena omma akan mengumumkan bahwa kau akan memiliki adik lagi Geun!”kata Chaeerin dengan ceria dan aku langsung memeluknya tanpa melepaskan Mi Young yang sedangku gendong.

“berapa bulan sayang?”tanyaku sambil mengecup kening Chaerin.

“sudah masuh dua bulan sayang.”jawab Chaerin lembut.

“gomawo.”ucapku tulus.

“ya. lupakan saja aku, Anak pertama kalian. Kalian bukan pengantin baru lagi. Ada aku disini.”protes Geun dan membuatku gemas ingin mencubit pipinya. Tapi, dia bukan anak-anak lagi sehingga kami hanya bisa tertawa melihatnya. Mungkin ini karena dulu dia di paksa keadaan untuk menjadi lebih dewasa dari pada seharusnya. Sehingga saat kami kembali utuh dan Geun bisa menerimaku Geun kerap kali menunjukan sisi anak-anaknya dan manja padaku. Walau di depan orang lain dia akan kembali normal. Maafkan appa, Geun. Appa janji keluarga kita akan tetap bersama dan bahagia.

IF YOU END

-------------------------------------------------------------------
PART BONUS
Di pagi yang cerah ini, saat ku membuka mata yang kulihat adalah malaikatku.
“morning, angel!”kataku dan mengecup bibirnya. Matanya masih tertutup walau dia hanya membalasku dengan gumaman. Saat aku akan bangun dari kasurku Chaerin langsung menahanku dengan memegang tanganku.
“Wae?”tanyaku binggung.
“mau kemana?”tanyanya dengan mata tertutup membuatku tidak tahan untuk tidak tersenyum.
“tentu saja berkerja, dear.”jawabku.
“hari ini libur saja.”pintanya.
“tidak bisa. Kan sudah ku katakan kemarin bahwa aku ada rapat penting mengenai hotel di Bali.”jelasku lembut.
“oppa, batalkan saja ya? Hm..”katanya dengan aegyo membuatku tidak bisa menolak. Dia kelemahanku dan kekuatanku.
“baiklah. Sekarang aku ingin mandi dulu.”kataku sambil melepaskan tangannya di pergelangan tanganku dengan halus.
“10 menit. Temani aku tidur. Aku masih mengantuk.” Katanya dengan senyuman polos dan menepuk-nepuk bantal di sampingnya. Memberikan isyarat bahwa aku harus tidur di sana. Ok. Baiklah.

Siang ini aku mengunjungi studio tempat dimana Geun melakukan syuting. Baru saja aku melangkahkan kakiku Geun langsung menghampiriku dengan seyuman lebarnya. Dia mengingatkanku saat aku masih seusianya. Geun memiliki kemiripan denganku hanya bentuk matanya yang mirip dengan Chaerin.
“hay, boy!”kataku.

“ada apa appa datang kesini? Mencariku?”tanyanya dengan semangat.

“tentu saja mencarimu. Omma menginginkan syutingmu hari ini segera berakhir.”

“tapi, aku baru saja datang dan belum melakukan pengambilan gambar. Sutradara pasti tidak mengizinkanku karena ini mendadak.”jelasnya.

“yeobo..”Chaerin dengan manja tiba-tiba datang dan memeluk lengan tanganku.

“omma, tidak bisa. Filmku sebentar lagi sudah mulai tayang. Lagian ada apa?”kata Geun pada ommanya.

“aku tidak mau tahu, Kwon Jiyong. Kau harus melakukan sesuatu!”kata Chaerin dengan geram dan kembali ke mobil. Aku dan Geun hanya mengeleng-gelengkan kepala.

“appa, ada apa?”tanya Geun binggung.

“aku juga tidak tahu, boy. Sepertinya aku harus bicara sama petanggung jawab film ini.”jawabku.

Chaerin berhasil menahanku agar tidak berkerja dan aku dengan permintaan Chaerin berhasil membuat Geun tidak melakukan syuting. Dan kami kini berada di suatu ruangan yang terdapat beberapa kru.
“bisa kita lakukan pemotretannya sekarang?”kata sang photographer.

“tentu saja!”kata Chaerin penuh semangat. Ya, Chaerin ternyata menginginkan kami melakukan foto keluarga. Dengan tema classic Eropa, tradisional Korea, kerjaan dan berbagai kostum dengan berbagai gaya seakan kami melakukan pemotretan untuk majalah eklusif. Tidak hanya aku, Geun dan Chaerin yang melakukan aktifitas merepotkan tapi, menyenangkan ini tapi, juga omma, nuna dan putrid kecilku Mi Young. Mi Young terlihat lucu dengan baju Korea Princess yang kini di kenakannya.

“jika tidak seperti ini akan sulit untuk meluangkan waktu untuk bersama.”alasan Chaerin dengan senyuman cerah membuatku reflek tersenyum bersamanya. Dialah kebahagianku.

END

1 komentar: