Sampai sekarang Jiyong oppa belum membuka matanya, padahal
sudah 2 jam dia tertidur. Tanganku sudah pegal.
“kenapa Jiyong begini?”tanya omma Jiyong sunbae yang baru saja masuk dengan tergesah-gesah dan wajah panik.
“Lee ajussi menelponku, bahwa Jiyong sunbae menemui orang yang mencurigakan dan mereka berkelahi. Aku segera datang ketempat kejadian dan menelpon polisi serta amulance.”jelasku.
“lalu kenapa tanganmu disana?”tanya ahjuma tersenyum penuh arti sambil menunjuk tanganku yang masih di dada Jiyong sunbae.
“ahk, aku tidak tahu juga ahjuma. Kau bisa menanyakan sendri pada anakmu nanti.”jelasku malu tapi, mencoba tetap biasa saja.
“semenjak kau pergi dia semakin kesepian dan menderita. Seperti yang kau tahu dia sekarang berkerja di kantor dengan serius. Makanya tubuhnya lemah karena kelelahan. Apa kau yakin tidak mengakhiri ini segara?”
“mianhae ahjuma, aku tak punya kuasa atas itu.”kataku.
“kenapa Jiyong begini?”tanya omma Jiyong sunbae yang baru saja masuk dengan tergesah-gesah dan wajah panik.
“Lee ajussi menelponku, bahwa Jiyong sunbae menemui orang yang mencurigakan dan mereka berkelahi. Aku segera datang ketempat kejadian dan menelpon polisi serta amulance.”jelasku.
“lalu kenapa tanganmu disana?”tanya ahjuma tersenyum penuh arti sambil menunjuk tanganku yang masih di dada Jiyong sunbae.
“ahk, aku tidak tahu juga ahjuma. Kau bisa menanyakan sendri pada anakmu nanti.”jelasku malu tapi, mencoba tetap biasa saja.
“semenjak kau pergi dia semakin kesepian dan menderita. Seperti yang kau tahu dia sekarang berkerja di kantor dengan serius. Makanya tubuhnya lemah karena kelelahan. Apa kau yakin tidak mengakhiri ini segara?”
“mianhae ahjuma, aku tak punya kuasa atas itu.”kataku.
Jiyong Pov
aku membuka mataku perlahan, terasa perih di bagian mataku. Syukurlah dia masih disini. Bahkan dia tertidur di sisi kasurku. Ku elus rambutnya lembut. Aku sungguh merindukanmu, yeoja assasinku.
“kau tidak apa-apa?”tanya omma tiba-tiba muncul mengagetkanku. Jujur saja kehadiranya sekarang merusak suasana.
“aku baik-baik saja, omma. Apakah dari tadi dia tertidur?”tanyaku pelan.
“ne”
“omma, jika dia pergi halangi dia ne? Jebal! Ini untuk anakmu satu-satunya”rayuku.
“kau kira aku pengwalmu? Anak durhaka!”jawab omma pura-pura marah dan duduk disofa. Aku tersenyum pada ommaku. Dan kembali melihat Chaerin yang tertidur. Chaerin apa masih ada kesempatan untukku? Jika ada akan aku perjuangkan. Tapi, jika tidak kenapa kau menolongku? Perasaanmu masih sama kan? Kau pasti merasakan hal yang sama denganku. Tapi, kenapa kau juga tak mau jujur padaku?
“ah, kau sudah bangun?”kata Chaerin dengan wajah bangun tidur. Tapi, dia juga terlihat kaget. Aku hanya diam dan tetap melihat wajahnya.
“bisakah kau lepaskan tanganku? Tanganku terasa sangat pegal dan aku harus pulang sekarang.”katanya.
“aku lapar, aku ingin makan.”kataku.
“perawat akan membwakan sarapanmu”kata Chaerin sambil merusaha menarik tanganya.
aku membuka mataku perlahan, terasa perih di bagian mataku. Syukurlah dia masih disini. Bahkan dia tertidur di sisi kasurku. Ku elus rambutnya lembut. Aku sungguh merindukanmu, yeoja assasinku.
“kau tidak apa-apa?”tanya omma tiba-tiba muncul mengagetkanku. Jujur saja kehadiranya sekarang merusak suasana.
“aku baik-baik saja, omma. Apakah dari tadi dia tertidur?”tanyaku pelan.
“ne”
“omma, jika dia pergi halangi dia ne? Jebal! Ini untuk anakmu satu-satunya”rayuku.
“kau kira aku pengwalmu? Anak durhaka!”jawab omma pura-pura marah dan duduk disofa. Aku tersenyum pada ommaku. Dan kembali melihat Chaerin yang tertidur. Chaerin apa masih ada kesempatan untukku? Jika ada akan aku perjuangkan. Tapi, jika tidak kenapa kau menolongku? Perasaanmu masih sama kan? Kau pasti merasakan hal yang sama denganku. Tapi, kenapa kau juga tak mau jujur padaku?
“ah, kau sudah bangun?”kata Chaerin dengan wajah bangun tidur. Tapi, dia juga terlihat kaget. Aku hanya diam dan tetap melihat wajahnya.
“bisakah kau lepaskan tanganku? Tanganku terasa sangat pegal dan aku harus pulang sekarang.”katanya.
“aku lapar, aku ingin makan.”kataku.
“perawat akan membwakan sarapanmu”kata Chaerin sambil merusaha menarik tanganya.
@beberapa saat kemudian.
“tidak bisakah kau makan sendiri tuan?”kata Chaerin dengan penekanan dikata tuan. Aku hanya diam sambil menunjukkan tangan kiriku yang masih diinfus.
“tuan manja, ommamu ada disini kenapa kau tidak meminta ommamu menyuapimu?”kata Chaerin berbisik.
“aku mendengarnya! Aku terlalu tua untuk menyuapi anakku. Seharusnya aku sudah menyuapi cucuku”kata omma.
“kalian bersengkongkol. Sekarang aku tahu kenapa kau punya sifat menyebalkan itu, tuan”kata Chaerin bergumam tanpa expresi walau aku tahu dia sangat kesal.
“Chaerin, aku tetap bisa mendengar katamu itu”jawab omma tenang masih fokus dengan majalahnya. Aku hanya bisa tersenyum melihat mereka.
Chaerin menyuapiku, walau dia terlihat tenang tanpa expresi seperti biasa. Chaerin tiba-tiba menyentuh ujung bibirku dengan jarinya, mengambil nasi yang menempel dan memasukkannya kemulutku. Wajahnya yang biasanya tanpa expresi itu berubah terkejut karena aku malah mengemut jarinya dan dia segera melepaskan jarinya dari mulutku. Siapa suruh dia mengagetkan aku dengan menyentuh bibirku dan memasukkan jarinya.
“apa kau kanibal, tuan Jiyong?!”tanya Chaerin dengan wajah shock yang lucu karena mata kucingnya itu membesar sambil memegang jarinya ketakutan. Aku hanya tertawa pelan melihat expresi lucunya.
“tidak bisakah kau makan sendiri tuan?”kata Chaerin dengan penekanan dikata tuan. Aku hanya diam sambil menunjukkan tangan kiriku yang masih diinfus.
“tuan manja, ommamu ada disini kenapa kau tidak meminta ommamu menyuapimu?”kata Chaerin berbisik.
“aku mendengarnya! Aku terlalu tua untuk menyuapi anakku. Seharusnya aku sudah menyuapi cucuku”kata omma.
“kalian bersengkongkol. Sekarang aku tahu kenapa kau punya sifat menyebalkan itu, tuan”kata Chaerin bergumam tanpa expresi walau aku tahu dia sangat kesal.
“Chaerin, aku tetap bisa mendengar katamu itu”jawab omma tenang masih fokus dengan majalahnya. Aku hanya bisa tersenyum melihat mereka.
Chaerin menyuapiku, walau dia terlihat tenang tanpa expresi seperti biasa. Chaerin tiba-tiba menyentuh ujung bibirku dengan jarinya, mengambil nasi yang menempel dan memasukkannya kemulutku. Wajahnya yang biasanya tanpa expresi itu berubah terkejut karena aku malah mengemut jarinya dan dia segera melepaskan jarinya dari mulutku. Siapa suruh dia mengagetkan aku dengan menyentuh bibirku dan memasukkan jarinya.
“apa kau kanibal, tuan Jiyong?!”tanya Chaerin dengan wajah shock yang lucu karena mata kucingnya itu membesar sambil memegang jarinya ketakutan. Aku hanya tertawa pelan melihat expresi lucunya.
Omma masih asik dengan menonton televisi. Tapi, kenapa
Chaerin tidak kelihatan lagi semenjak 30 menit lalu?
“omma, bisakah kau mencari Chaerin? sudah 30 menit tapi, dia belum kembali.”kataku memelas.
“tadi, Chaerin menelpon omma. Dia bilang dia sudah sampai rumah dengan selamat.”jawab omma cuek.
“mwo? Rumah? Kenapa tidak bilang padaku?”kataku kaget.
“percuma saja dia bilang padamu karena omma yakin kau pasti akan menghentikannya”kata omma santai.
“omma, bisakah aku meminta nomor teleponnya?”
“tidak bisa!”
“wae?”tanyaku bingung.
“karena aku sudah menghapus semua panggilan diponselku. Kau pasti tahu kan kalau ponselku terlalu penuh.”kata omma tanpa rasa bersalah.
“omma, tidak bisakah kau menolong percintaan anakmu?”kataku memelas. Tapi, omma hanya diam saja.
“omma, kenapa Chaerin bisa datang menolongku? Apa kau tahu? Apakah dia bercerita padamu, omma?”
“kau bisakah diam? Omma, sangat jarang menonton televisi dan santai begini.”jawab omma tak peduli. Sekarang aku merasa menyesal orang tuaku tidak sesibuk dulu. Omma sangat menyebalkan. Benar kata Chaerin, sekarang pun aku tahu penyebab aku punya sifat menyebalkan ini.
“omma, bisakah kau mencari Chaerin? sudah 30 menit tapi, dia belum kembali.”kataku memelas.
“tadi, Chaerin menelpon omma. Dia bilang dia sudah sampai rumah dengan selamat.”jawab omma cuek.
“mwo? Rumah? Kenapa tidak bilang padaku?”kataku kaget.
“percuma saja dia bilang padamu karena omma yakin kau pasti akan menghentikannya”kata omma santai.
“omma, bisakah aku meminta nomor teleponnya?”
“tidak bisa!”
“wae?”tanyaku bingung.
“karena aku sudah menghapus semua panggilan diponselku. Kau pasti tahu kan kalau ponselku terlalu penuh.”kata omma tanpa rasa bersalah.
“omma, tidak bisakah kau menolong percintaan anakmu?”kataku memelas. Tapi, omma hanya diam saja.
“omma, kenapa Chaerin bisa datang menolongku? Apa kau tahu? Apakah dia bercerita padamu, omma?”
“kau bisakah diam? Omma, sangat jarang menonton televisi dan santai begini.”jawab omma tak peduli. Sekarang aku merasa menyesal orang tuaku tidak sesibuk dulu. Omma sangat menyebalkan. Benar kata Chaerin, sekarang pun aku tahu penyebab aku punya sifat menyebalkan ini.
Ini sudah seminggu aku keluar dari rumah sakit ditambah
dengan aku yang 3 hari dirumah sakit
tanpa Chaerin artinya sudah 10 hari aku tak bertemu dengannya. Awas saja kau,
Lee Chaerin! jika bertemu lagi aku tak akan melepaskanmu.
“kau tak bersiap-siap?”tanya omma yang sudah didepan pintu kamarku.
“untuk apa?”tanyaku bingung.
“Dara sudah mengundangmu datang ke pestanya hari ini?”
“ne, aku malas omma. Lagian aku masih lemah”kataku beralasan.
“kau yakin? Padahal Chaerin pasti datang karena mereka berteman dekat.”kata omma melangkah pergi.
“benarkah omma? Kau yakin?”tanyaku girang.
“kau tak bersiap-siap?”tanya omma yang sudah didepan pintu kamarku.
“untuk apa?”tanyaku bingung.
“Dara sudah mengundangmu datang ke pestanya hari ini?”
“ne, aku malas omma. Lagian aku masih lemah”kataku beralasan.
“kau yakin? Padahal Chaerin pasti datang karena mereka berteman dekat.”kata omma melangkah pergi.
“benarkah omma? Kau yakin?”tanyaku girang.
TBC
komentarnya jangan lupa ya.. yang hanya jadi pembaca harus memberikan saran dan komentar juga. :)
Bagus ff nya
BalasHapusTp kalau yg korea agk bingung bhsanya
Kalau blh saran sih ada artinya kalau ada bhs yg pakai korea, jd gk bngung. Itu hanya saran hehe
Bagus ffnya,lain kali bikin ff yg pake latar belakang asli,misalnya percintaan yang terjadi di YG Entertainment saat cl training😀
BalasHapusBagus ffnya,lain kali bikin ff yg pake latar belakang asli,misalnya percintaan yang terjadi di YG Entertainment saat cl training😀
BalasHapus