jangan lupa

JANGAN LUPA KOMENTAR YA..

Kamis, 25 April 2013

SKY HIGH #3

Author: Mahardika Putri (Dika)
Judul: SKY HIGH!!
Cast: Kwon Su Jin , Kwon Jiyong, Dan Lee Chaerin. 
Genre: Sad




“su jin, jae jin menjengukmu. Kau keluarlah!”kata omma.
“aku tidak mau bertemu siapa pun!”teriakku.
“wae?”itu suara jae jin.
“aku tidak mau keluar!” teriakku.
@10 menit kemudian
“su jin, sudah waktunya makan. Kau keluar atau aku akan meminta perawat membawakan kunci duplikat?”ancam jiyong oppa.
“aku akan keluar jika kalian memberikanku topi.”kataku. sebenarnya aku malu dan tidak ingin untuk keluar tapi, perutku sudah lapar.
“ini pakai topiku”kata jae jin. Aku membukakan pintu, tanpa keluar aku mengambil topinya dan segera memakainya.
“kau kenapa?”tanya oppa saat aku keluar.
“kau malu dengan rambutmu?”tanya omma. Aku hanya diam. Jae jin menatapku, lalu pergi begitu saja.
“kenapa anak itu?”tanya jiyong oppa heran.

Tidak lama jae jin datang dengan sebuah kado di tangannya.
“ini untukmu.”katanya padaku.
“apa itu?”tanyaku.
“buka saja.”katanya dan aku membuka kadonya. Sebuah wig dengan rambut yang panjang.
“berbaliklah!”pintaku. dia pun berbalik. aku tidak mau orang melihatku dengan rambutku yang sangat tipis ini.
“omma dan oppa juga!”pintaku lagi.
“kau ini!”kata omma sambil berbalik. Aku melepaskan topi jae jin dan mengenakan wig yang diberikannya.
“sudah.”kataku dan mereka pun kembali berbalik.
“wah, rambut panjang ternyata cocok untukmu su jin”kata jiyong oppa.
“indah. Gomawo jae jin, rambutnya seperti asli”kata omma.
“ne.”jawab jae jin malu-malu.
“annyeonghaseo! Omo, su jin kenapa rambutmu jadi panjang dan sangat indah??”kata appa yang baru pulang dari kantor. Kami pun tertawa melihat expresi appa yang kaget.

Author pov
seperti biasa jiyong  mengajak jae jin untuk datang kerumah sakit dengannya. Tapi, saat mereka mendekati kamar terdengar suara tangisan. Jadi mereka mengurungkan niat untuk masuk dan hanya mendengar tangisan itu dari luar kamar.
“omma, apakah cinta itu adalah kriminal? Kenapa aku tidak boleh mencintai jiyong oppa?”tanya sujin. Mendengar perkataan su jin itu membuat jiyong kaget. Dia tidak habis pikir kenapa adiknya menyukainya. Bukankah mereka bersaudara.
“pakai logikamu! Itu sudah keteraluan”
“apakah cinta memerlukan logika? Omma, jangan menangis! Seharusnya aku yang menangis. Aku ini akan mati tanpa cinta. kenapa omma yang menangis?”teriak su jin.
“Tenanglah omma, aku tidak akan memaksa oppa untuk mencintaiku juga”kata su jin pelan hingga kali ini yang terdengar jiyong dan jae jin hanyalah menangis. Jae jin terlihat emosi. jiyong menarik tangannya pergi.
“tenanglah hyung. Aku tidak apa-apa. Aku sudah tahu aku hanya bertepuk sebelah tangan.”kata jae jin kesal.
“aku harap kau tidak menyerah dengan su jin.”
“tapi, hyung apakah kalian kakak adik?”
“ne. Su jin uri dongsaeng”jawab jiyong mantap.
“jika kalian bukan saudara kandung. Apa kau akan mencintainya?”
“kenapa kau berfikir bagitu? Itu tidak akan terjadi. Kau pasti sudah cukup tahu tentang perasaanku dengan chaerin”kata jiyong. Ya, jiyong memang sangat mencintai chaerin yeoja yang dikenalnya lebih dari 5 tahun itu.

Jiyong masuk kerumahnya dengan lemas. Dia tidak percaya dengan yang didengarkanya tadi dirumah sakit.
“jiyong, duduklah disini dulu.”kata appanya dari ruang keluarga. Jiyong pun duduk di hadapan appanya.
“kau tahu su jin butuh tulang sum-sum? Kau, aku dan ommamu juga sudah cek tulang sum-sum siapa yang cocok untuk su jin.”
“ne, appa”
“kami sudah tes tapi, tulang sum-sum kita tidak ada yang cocok”
“tidak bisa kah kita mencari pendonor lain?”
“untuk saat ini, tidak.”
“bukankah kita keluarga. Kenapa tidak ada yang cocok?”
“beberapa hari lalu aku pergi dengan ommamu untuk bertemu dengan keluarga orang tua kandung su jin. Tapi, keberadaan mereka tidak di ketahui karena orang tua su jin sudah lama meninggal”jelas appanya. Jiyong semakin kaget. Hari ini dia tidak percaya mendengarkan dua rahasia didalam keluarganya.
“maksud appa?”tanya jiyong tak percaya.
“ne, su jin anak teman appa. Kedua orang tua su jin meninggal saat kecelakaan. Karena ommamu ingin anak yeoja makanya mengangkat su jin.”
“su jin sudah tahu?”tanya jiyong berusah menerima keadaan ini.
“ne. Dengan berat su jin akhirnya mengerti. Lalu dia mengatakan dia melihatmu sebagai namja.”

Seminggu kemudian jiyong datang dengan chaerin menjenguk su jin.
“su jin,kami ingin menikah”kata jiyong.
“kenapa bilang padaku?”jawab su jin ketus.
“karena kau adikku. Aku juga perlu pendapatmu”kata jiyong sedikit takut su jin akan terluka. Su jin diam sejenak. Menarik nafas dalam.
“baiklah oppa. Aku merestui kalian”kata su jin sedikit berat. Ommanya terlihat sedikit lega. Ini memang sudah di rencanakan mereka tanpa sepengetahuan su jin. Bukan untuk menyakiti su jin. Hanya saja, kondisi su jin yang memburuk buat mereka takut Su Jin tidak menerima hubungan jiyong dan chaerin.

Su jin pov--
lagi-lagi aku berusaha menerima kenyataan yang menurutku sangat berat. Aku sadar aku tidak boleh mencintai jiyong oppa. Apalagi jiyong oppa dan chaerin onnie saling mencintai. Mungkin umurku tak panjang seharusnya aku bersikap egois. Tapi, aku tidak bisa. Jika aku mengalah maka semuanya akan bahagia. Aku sudah terlalu merepotkan mereka padahal aku bukan keluarga mereka. Lagian sekarang aku sudah mulai menyukai chaerin onnie. Aku harus kuat! Harus iklas.
“karena kau adikku. Aku juga perlu pendapatmu”kata jiyong oppa dengan wajah sedikit takut-takut. Aku diam sejenak untuk mengambil keputusan dan menguatkan diriku sendiri sambil menarik nafas dalam.
“baiklah oppa. Aku merestui kalian”kataku sedikit berat.
“benarkah?”kata jiyong oppa tak percaya.
“ne!”jawabku berusaha tersenyum semanis mungkin. Omma memelukku.
“gomawo!”
“gomawo, su jin~ah”
“kenapa kalian menatapku begitu?”tanyaku mencoba mencairkan suasana. Mereka tersenyum bahagia. Aku rasa keputusanku tepat dan aku akan jadi adik yang baik untuk jiyong oppa juga chaerin onnie.

TBC

Tidak ada komentar:

Posting Komentar