Judul: SKY HIGH!!
Cast: Kwon Su Jin , Kwon Jiyong, Dan Lee Chaerin.
Author pov
seperti biasa jiyong mengajak jae jin untuk datang kerumah sakit dengannya. Tapi, saat mereka mendekati kamar terdengar suara tangisan. Jadi mereka mengurungkan niat untuk masuk dan hanya mendengar tangisan itu dari luar kamar.
“omma, apakah cinta itu adalah kriminal? Kenapa aku tidak boleh mencintai jiyong oppa?”tanya sujin. Mendengar perkataan su jin itu membuat jiyong kaget. Dia tidak habis pikir kenapa adiknya menyukainya. Bukankah mereka bersaudara.
“pakai logikamu! Itu sudah keteraluan”
“apakah cinta memerlukan logika? Omma, jangan menangis! Seharusnya aku yang menangis. Aku ini akan mati tanpa cinta. kenapa omma yang menangis?”teriak su jin.
“Tenanglah omma, aku tidak akan memaksa oppa untuk mencintaiku juga”kata su jin pelan hingga kali ini yang terdengar jiyong dan jae jin hanyalah menangis. Jae jin terlihat emosi. jiyong menarik tangannya pergi.
“tenanglah hyung. Aku tidak apa-apa. Aku sudah tahu aku hanya bertepuk sebelah tangan.”kata jae jin kesal.
“aku harap kau tidak menyerah dengan su jin.”
“tapi, hyung apakah kalian kakak adik?”
“ne. Su jin uri dongsaeng”jawab jiyong mantap.
“jika kalian bukan saudara kandung. Apa kau akan mencintainya?”
“kenapa kau berfikir bagitu? Itu tidak akan terjadi. Kau pasti sudah cukup tahu tentang perasaanku dengan chaerin”kata jiyong. Ya, jiyong memang sangat mencintai chaerin yeoja yang dikenalnya lebih dari 5 tahun itu.
seperti biasa jiyong mengajak jae jin untuk datang kerumah sakit dengannya. Tapi, saat mereka mendekati kamar terdengar suara tangisan. Jadi mereka mengurungkan niat untuk masuk dan hanya mendengar tangisan itu dari luar kamar.
“omma, apakah cinta itu adalah kriminal? Kenapa aku tidak boleh mencintai jiyong oppa?”tanya sujin. Mendengar perkataan su jin itu membuat jiyong kaget. Dia tidak habis pikir kenapa adiknya menyukainya. Bukankah mereka bersaudara.
“pakai logikamu! Itu sudah keteraluan”
“apakah cinta memerlukan logika? Omma, jangan menangis! Seharusnya aku yang menangis. Aku ini akan mati tanpa cinta. kenapa omma yang menangis?”teriak su jin.
“Tenanglah omma, aku tidak akan memaksa oppa untuk mencintaiku juga”kata su jin pelan hingga kali ini yang terdengar jiyong dan jae jin hanyalah menangis. Jae jin terlihat emosi. jiyong menarik tangannya pergi.
“tenanglah hyung. Aku tidak apa-apa. Aku sudah tahu aku hanya bertepuk sebelah tangan.”kata jae jin kesal.
“aku harap kau tidak menyerah dengan su jin.”
“tapi, hyung apakah kalian kakak adik?”
“ne. Su jin uri dongsaeng”jawab jiyong mantap.
“jika kalian bukan saudara kandung. Apa kau akan mencintainya?”
“kenapa kau berfikir bagitu? Itu tidak akan terjadi. Kau pasti sudah cukup tahu tentang perasaanku dengan chaerin”kata jiyong. Ya, jiyong memang sangat mencintai chaerin yeoja yang dikenalnya lebih dari 5 tahun itu.
Jiyong masuk kerumahnya dengan lemas. Dia tidak percaya
dengan yang didengarkanya tadi dirumah sakit.
“jiyong, duduklah disini dulu.”kata appanya dari ruang keluarga. Jiyong pun duduk di hadapan appanya.
“kau tahu su jin butuh tulang sum-sum? Kau, aku dan ommamu juga sudah cek tulang sum-sum siapa yang cocok untuk su jin.”
“ne, appa”
“kami sudah tes tapi, tulang sum-sum kita tidak ada yang cocok”
“tidak bisa kah kita mencari pendonor lain?”
“untuk saat ini, tidak.”
“bukankah kita keluarga. Kenapa tidak ada yang cocok?”
“beberapa hari lalu aku pergi dengan ommamu untuk bertemu dengan keluarga orang tua kandung su jin. Tapi, keberadaan mereka tidak di ketahui karena orang tua su jin sudah lama meninggal”jelas appanya. Jiyong semakin kaget. Hari ini dia tidak percaya mendengarkan dua rahasia didalam keluarganya.
“maksud appa?”tanya jiyong tak percaya.
“ne, su jin anak teman appa. Kedua orang tua su jin meninggal saat kecelakaan. Karena ommamu ingin anak yeoja makanya mengangkat su jin.”
“su jin sudah tahu?”tanya jiyong berusah menerima keadaan ini.
“ne. Dengan berat su jin akhirnya mengerti. Lalu dia mengatakan dia melihatmu sebagai namja.”
“jiyong, duduklah disini dulu.”kata appanya dari ruang keluarga. Jiyong pun duduk di hadapan appanya.
“kau tahu su jin butuh tulang sum-sum? Kau, aku dan ommamu juga sudah cek tulang sum-sum siapa yang cocok untuk su jin.”
“ne, appa”
“kami sudah tes tapi, tulang sum-sum kita tidak ada yang cocok”
“tidak bisa kah kita mencari pendonor lain?”
“untuk saat ini, tidak.”
“bukankah kita keluarga. Kenapa tidak ada yang cocok?”
“beberapa hari lalu aku pergi dengan ommamu untuk bertemu dengan keluarga orang tua kandung su jin. Tapi, keberadaan mereka tidak di ketahui karena orang tua su jin sudah lama meninggal”jelas appanya. Jiyong semakin kaget. Hari ini dia tidak percaya mendengarkan dua rahasia didalam keluarganya.
“maksud appa?”tanya jiyong tak percaya.
“ne, su jin anak teman appa. Kedua orang tua su jin meninggal saat kecelakaan. Karena ommamu ingin anak yeoja makanya mengangkat su jin.”
“su jin sudah tahu?”tanya jiyong berusah menerima keadaan ini.
“ne. Dengan berat su jin akhirnya mengerti. Lalu dia mengatakan dia melihatmu sebagai namja.”
Seminggu kemudian jiyong datang dengan chaerin menjenguk su
jin.
“su jin,kami ingin menikah”kata jiyong.
“kenapa bilang padaku?”jawab su jin ketus.
“karena kau adikku. Aku juga perlu pendapatmu”kata jiyong sedikit takut su jin akan terluka. Su jin diam sejenak. Menarik nafas dalam.
“baiklah oppa. Aku merestui kalian”kata su jin sedikit berat. Ommanya terlihat sedikit lega. Ini memang sudah di rencanakan mereka tanpa sepengetahuan su jin. Bukan untuk menyakiti su jin. Hanya saja, kondisi su jin yang memburuk buat mereka takut Su Jin tidak menerima hubungan jiyong dan chaerin.
“su jin,kami ingin menikah”kata jiyong.
“kenapa bilang padaku?”jawab su jin ketus.
“karena kau adikku. Aku juga perlu pendapatmu”kata jiyong sedikit takut su jin akan terluka. Su jin diam sejenak. Menarik nafas dalam.
“baiklah oppa. Aku merestui kalian”kata su jin sedikit berat. Ommanya terlihat sedikit lega. Ini memang sudah di rencanakan mereka tanpa sepengetahuan su jin. Bukan untuk menyakiti su jin. Hanya saja, kondisi su jin yang memburuk buat mereka takut Su Jin tidak menerima hubungan jiyong dan chaerin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar