jangan lupa

JANGAN LUPA KOMENTAR YA..

Minggu, 14 April 2013

ONE POINT #12

CAST: SKY DRAGON (CL dan GD), Disty AKA Daisy (asli), lainya tidak ada tokoh penting dan hanya fiktif.
AUTHOR: Mahardika Putri.

-chaerin pov-
aku masuk kerumah bersama disty, kami baru saja pulang dari rumah sakit. Dia begitu terlihat semangat walau wajahnya pucat. Dia masih memegang perutnya dan berjalan pelan, pasti dia menahan rasa sakitnya. Aku duduk di sofa sambil meletakkan beberapa obat di meja.
“obatmu semakin banyak, seperti sengaja dikoleksi. Jangan lupa makan obatmu!”kataku.
“ne. Onnie”jawab disty sambil duduk disebelahku.
“onnie, bagaimana kalau ulang tahunku bulan ini dirayakan dengan jiyong oppa? Selama ini aku merayakanya bersamamu dan para tim dokter. Tim dokter sudah tidak mau memberikanku ucapan lagi padaku”kata disty lagi.
“bukan mereka tidak mau memberikan selamat padamu. Tapi, sangat aneh bila mereka merayakan ulang tahunmu setiap bulan.”jelasku. disty tersenyum sambil memperlihatkan deretan giginya yang rapi.
“tapi, tidak apa-apakan onnie?”
“apa rencanamu?”
“hanya ingin makan malam, biasanyakan hanya tiup lilin dan kue tart.”
“dimana?”
“ra-ha-sia. Hanya aku saja yang tahu”katanya sambil tertawa.

@ruangan kerja
“jadi dia mengajakku?”tanya jiyong oppa.
“ne”
“dimana acaranya, presdir?”
“aku juga tidak tahu. Dia juga merahasiakannya untukku. Tunggu, dia menelepon”kataku sambil melihatkan vidio call disty lewat leptopku.
“wah, kebetulan oppa disini!”kata disty dengan gembira. Padahal disty pasti melihat kami lewat CCTV.
“ne”jawab jiyong oppa tersenyum pada disty.
“hari ini hari ulang tahunku. Tapi, aku tidak punya kenalan. Aku ingin merayakanya dengan oppa juga sebagai ucapan terimakasihku tempo hari. Apa oppa mau?”tanya disty memelas dengan aegyo.
“tentu saja. Tapi, acaranya dimana?”
“nanti malam jam 7. Temapatnya akanku katakan nanti. Bye!”kata disty dengan wajah gembira dan segera mematikan kontak.
“jika begini artinya dia kelewat senang dan berharap. Sejak kecil dia merayakan ulang tahunnya di rumah sakit. Bahkan tidak merayakannya.”jelasku.
“biarkan saja, namanya juga anak-anak”kata jiyong penuh senyuman.
“Dia bukan anak-anak, oppa”kataku dalam hati.
“ne. Kau begitu pengertian padanya.”kataku.
“jadi bagaimana kita pergi?”
“dia pasti menghubungiku lagi. Kalau tidak keberatan kita pergi bersama”jelasku.
“tidak masalah”jawab jiyong oppa yang masih melukiskan senyumaan di bibirnya.
“jiyong ssi, acaranya hanya makan malam biasa. Karena selain para tim dokter tidak ada lagi yang disty kenal. Bukan acara formal jadi tidak perlu membawa kado.”terangku.
“tapi, aku merasa tidak enak bila begitu. Aku permisih dulu, presdir”kata jiyong oppa. Setelah bertemu dangan disty kenapa dia selalu tersenyum? Aneh.
Jiyong oppa membukakan pintu mobilnya untukku.
“disty sudah meneleponmu? Kita kemana?” tanya jiyong oppa.
“belum. Dia akan menelepon kita sebentar lagi.”jawabku.
“lalu, kita akan menunggu di mobil?”tanya jiyong oppa ragu.
“tidak akan baik jika kita menunggu berdua dikantor saat kantor sudah sepi”
“kau benar”kata jiyong oppa. Lalu ponselku pun berdering.
“ne, disty. Dimana?”tanyaku.
“.....”
“ne, kami akan kesana”jawabku sambil mematikan ponselku.
“ini petanya.”kataku sambil memberikan ponselku.
“yakin?”
“disty. Tidak akan bermain-main.”kataku.
Pantas saja jiyong oppa terlihat ragu disini memang tidak ada apa-apa .
“dimana?”tanyaku pada disty diseberang telepon.
“sebentar lagi”katanya dan langsung mematikanya.
“bagaimana, presdir?”tanya jiyong oppa.
“disty hanya mengatakan sebentar lagi.”kataku. Tidak lama kami menunggu, terlihat sebuah kapal dengan kelap-kelip lampu yang indah berhenti dipinggir sungai Han. Disty meneleponku lagi.
“onnie, i see you!”kata disty.
“kau dimana?”tanyaku.
“dia di kapal itu.”kata jiyong oppa sambil menunjukkan yeoja kecil melambai-lambai diatas kapal. Seorang namja berbaju pelayan menghampiri kami.
“tuan, nona, mari ikuti saya!” kata pelayan itu. Kami pun mengikutinya menaiki kapal itu.
kapal yang megah dan sangat indah. Kami makan malam disana dan berfoto bersama.
“sebaiknya aku pulang dulu, sudah malam.”kata jiyong oppa.
“wae? Tidur disini saja oppa. Aku sudah menyewa kapal ini untuk dua hari.”kata disty dengan aegyo.
“tidak perlu. Terimakasih untuk makan malamnya, disty. Ini kadonya”kata jiyong oppa sambil memberikan bebungkus kado kepada disty yang diambilnya dari jasnya.
“aseekk...!!!”teriak disty.
“aku pulang dulu”kata jiyong oppa tersenyum lembut.
“ne”kataku.
“bye! Bye, oppa! Gomawo!”teriak disty saat jiyong oppa mulai keluar dari kapal.
“jadi kita tidur disini?”tanyaku ragu.
“tentu saja!”kata disty gembira sambil membuka kado jiyong oppa.
“hah???”teriak disty.
“wae disty?”tanyaku penasaran.
“jiyong oppa, memberikan aku buku”kata disty.
“kau tidak suka bukunya?”
“tentu saja aku suka tapi onni, ini buku dongeng. Tandanya jiyong oppa mengira aku masih anak-anak. Ke..ke..ke..ke”kata disty tertawa sambil masuk kedalam kapal.
“bahkan jiyong oppa pun tertipu dengan expresi dan penampilan disty yang anak-anak itu”kataku pelan.
“kau senang dikira anak-anak?”teriakku pada disty smabil mengikuti disty.
“tentu saja onnie. Aku memang anak-anak”kata disty.

NEXT ONE POINT #13 >>>>>
kpanjangan?? mianhae, dika balas dendam. tp, dika dpt hikmahnya karena yg ngelikein jd makin banyak. kayanya mmang.... kekekeke.. *ktawa setan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar