jangan lupa

JANGAN LUPA KOMENTAR YA..

Selasa, 16 April 2013

ONE POIN #20

ONE POIN #20

Flashback-author pov
Door..
suara tembakan terdengar. Orang bayaran disty telah menendang tangan kiko agar tembakanya salah sasaran. Namja itu segera menahan kiko yang akan kabur. Untung saja peluru itu tidak mengena pada siapapun. Tapi, jantung disty yang lemah tidak tahan setelah mendengar suara ledakan pistol yang cukup kuat itu. Disty jadi jatuh karena tubuhnya sudah melemah. Tak lama ambulance dan polisi pun datang. Disty segera di bawa kerumah sakit. Tapi, karena kondisi jantungnya cukup parah maka dia dirawat dirumah sakit.
flashback end-

Disty pov-
aku adalah Cha Daisy. Disty adalah nama lainku dalam semua karya tulisku. Bukan asli dari korea karena ommaku blasteran. Entah apa nama negeranya aku tidak terlalu tahu karena ommaku meninggal saat umurku 5 tahun. Dan sejak umur 4 tahun aku sudah sering tinggal di rumah sakit dari pada rumahku sendiri. Lagian aku tidak terlalu perlu tahu ommaku yang dulu yang perlu aku tahu hanya omma sangat mencintaiku. Uri appa adalah pengusaha sukses.walau dia sibuk tetapi selalu menyempati diri menjengukku dan mengajarkanku untuk menulis suatu karangan cerita. Umur 13 tahun uri appa meninggal karena menolongku saat kecelakaan. Jadi aku yang menjalankan perusahaan walau aku berada dirumah sakit untuk berobat. Setelah dewasa aku tetap menjalankan perusahaanku tapi, mengunakan bantuan chaerin onnie. Aku tidak lagi berulang tahun setiap tanggal 20 dan tidak meniup lilin ulang yahun yang berbentuk tanda tanya lagi. Karena ulang tahunku hanya satu tahun sekali, pada 20 september. Kalian tahu? Aku princess si gagak sudah mati tapi, aku juga tidak menanggis karena jiyong oppa membelikanku landak mini. Kata oppa hewan lucu lebih cocok denganku. Tapi, tetap saja nindie ularku masih bersamaku, dia semakin besar dan cantik.
“ajumma...”teriak namja kecil berumur 2 tahun dan berlari padaku.
“sudahku bilang jangan memanggilku ajumma. Panggil aku nuna!”pintaku.
“dia anakku. Tidak mungkin memanggilmu nuna”kata chaerin onnie di belakang anak kecil itu.
“aku terlalu muda untuk dipanggil ajumma”protesku.
“bukankah umurmu sudah 23 tahun, disty?”kata jiyong oppa yang berbicara dari belakangku.
“kenapa kalian satu keluarga menyerangku? Wajahku ini babyface! Orang mengira aku adalah anak sekolah. Onnie atau nuna adalah panggilan yang cocok untukku”kataku.
“jadi kau tidak mengakui uri baby menjadi keponakanmu?”tanya chaerin onnie dengan wajah sedih.
“anni, bukan itu maksudku! Hanya saja...”kalimatku berhenti aku tidak bisa menemukan kalimat yang tepat.
“lihatlah, guugu punya ABS lebih sexy dan keren dari pada jiyong oppa!”kataku sambil melihatkan guugu pada mereka untuk mengalihkan pembicaraan.
“ini cangkang! Bukan ABS!”protes jiyong oppa. Charin onnie tertawa sambil mengakat anaknya kepangkuanya.
“lihatlah oppa. Ini kotak-kotak seperti di perutmu. Bahkan ini lebih jelas”kataku mengangkat guugu keatas agar jiyong oppa dapat melihat guugu dengan jelas.
“tetap saja namanya cangkang”kata jiyong oppa.
“ajumma!”kata namja mungil ini sambil memegang pipiku.
“ajumma, andwee! Na! Disty nuna!”kataku pada namja kecil ini. Walau aku tak berubah banyak tapi, yang jelas aku menjadi lebih bahagia setelah 4 tahun lalu. Bahkan kini chaerin onnie bisa tersenyum dan tertawa. Jiyong oppa tetap menjadi oppa yang baik untukku. Dan bayi ini membuat aku cemburu karena selalu berhasil merebut perhatian onnie dan oppa dariku. Aku seperti anak sulung yang cemburu pada adik bungsunya. Tapi, jujur saja aku sangat menyayanginya.

THE END

kenapa judulnya one point?? one point artinya satu titik. sulit untuk dijelasin dengan kata-kata kenapa judulnya one point karena punya banyak arti menurut dika. hehehe...
lalu apakah mata kiri chaerin masih buta? ne, mata kiri chaerin masih buta. mungkin para pembaca akan mengamuk padaku tapi, tidakkah lebih baik komentar???
Terimakasih sudah membaca FF dika! Ini FF terpanjang yang pernah dika buat. Kata @arindiva “disty seperti anak vampir”. Hehehe.. Kalau ditanya dika paling suka dengan tokoh disty yang kejam tapi, tampil anak-anak itu karena dika berhasil mengambarkan karakternya lewat tulisan.
Sudah “END” saatnya bilang “KOMENTARNYA MANA????”

sudah pernah di posting disini

3 komentar: