CAST: SKY DRAGON (CL dan GD), Disty AKA Daisy (asli), lainya tidak ada tokoh penting dan hanya fiktif.
AUTHOR: Mahardika Putri.
Karena disty setiap minggu kami selalu jalan bertiga. Ya, disty ingin memuatku akrab dengan jiyong oppa. Jujur saja, aku masih menyukai jiyong oppa tapi, saat melihatnya terkadang aku kesal padanya. Kenapa dia meninggalkanku? Apakah masih ada kesempatanku untuk seperti dulu lagi denganmu oppa? Tapi, aku tak ingin berharap lagi.
“kita naik yang itu?!”tanya disty sambil menunjuk OutBond.
“kau yakin disty?”tanyaku.
“ne!”katanya.
“kalau begitu, aku hanya menonton saja”kataku.
“onnie....”kata disty memasang aeyo.
“OK. Baiklah disty”kataku. Dia langsung gembira, sangat gembira. Ternyata OutBond tidak mengerikan seperti yangku duga.
“ronde ke dua!”kata disty setelah kami berhasil menyelesaikan semua rintangannya.
“aku tidak kuat”kata jiyong oppa yang terlihat pucat.
“lain kali saja disty. Ingat jantungmu!”kataku.
“lihat onnie, jantungku normal”katanya sambil menunjukkan alat penghitung detak jantungnya yang berbentuk gelang itu.
“jangan terlalu capek! Gimana kalau kau mencoba game lain? Seperti menaiki kuda?”saranku.
“OK, onnie! Kau mau ikut?”kata disty dengan mata berbinar.
“anni, sepertinya jiyong ssi membutuhkanku”kataku sambil melihat jiyong oppa yang terlihat lemah.
“ok!”kata disty pergi.
“bagaimana mungkin tubuh lemah dan kecil itu tersembunyi mental yang tangguh? Tidak dapatku percaya”kata jiyong oppa.
“bagaimana mungkin namja tubuh atletis bertatto takut dengan ketinggian”ledekku.
“hahaha.. kau meledekku presdir”katanya. Aku memegang tanggannya karena tubuhnya masih gemeteran, mengajaknya duduk di sebuah gazebo.
“kenapa kau ingin menemaniku presdir?”tanya jiyong oppa.
“karena aku yakin disty akan baik-baik saja sedangkan kau jiyong ssi, sangat memperhatikan”kataku.
“kau tau presdir? Kata-katamu itu sangat menyakitkan”
“kalau begitu, kumpulkan keberanianmu jiyong ssi. Masa kau kalah dengan disty. Lagian kalau kau tidak berani kenapa kau memaksakan diri?”
“akan sangat lucu bila namja kalah dengan yeoja”
“terkadang kita harus mengalah pada ego”kataku.
“kau benar. Apa aku boleh memanggilmu daisy?” kata jiyong oppa. Aku diam sesaat, berfikir.
“ne, asal tidak di kantor”jawabku ragu.
“kalau kau mau kau boleh memanggilku oppa”
“o. Oppa?!”kataku kaku karena sudah lama sekali mulutku mengeluarkan kata ini.
“ne”
“baiklah”kataku.
Rekreasi alam, olahraga bersama, restoran, taman hiburan, bioskop, museum, pertunjukan seni bahkan tempat perbelanjaan kami datangi bertiga. Disty yang sangat benci keluar jadi rajin keluar hanya karena ingin kami bertiga semakin akrab. Itu tidak sia-sia karena aku merasakan jiyong oppa menjadi peduli padaku. Disty juga berubah jadi lebih normal.biasanya dia suka memakai kostum, sekarang tidak dan berhenti membawa boneka tengkoraknya kemana-mana. Walau di rumah dia masih suka mengobrol dengan gagak dan ularnya itu. Malam ini kami bertiga sauna bersama. Aku hanya tiduran menenangkan diri. Sedangkan disty dan jiyong oppa asik bermain game diponsel mereka.
“oppa, aku pemegang skor tertinggi”kata disty.
“anni, aku akan segera memegang skor tertingginya” balas jiyong oppa. Mereka kalau berdua begitu akrab dan seakan-akan tidak sadar dengan sekitarnya.
“oppa, mari kita pulang?! Aku ingin makan bubur”kata disty tiba-tiba.
“ok, baiklah”kata jiyong oppa. Aku pun berdiri dari tempatku. Aku memasang sepatuku.
“biarku bantu!”kata jiyong oppa sambil menepis tangganku pelan agar dia leluasa memasangkan tali sepatuku.
“aku tidak melihatnya. Kalian lama-lama saja saling pandang dan melemparkan cinta. Karena aku tidak melihatnya”kata disty. Aku melihat kearahnya. Disty menutup matanya sambil megoyang-goyangkan pelan tubuhnya ke kiri dan kanan.
“wae disty? Kau cemburu?”kata jiyong oppa sambil berdiri karena tali sepatuku telah terpasang sempurna.
“annio, kalian terlihat serasi. Dan aku anaknya!”katanya tertawa dan berlari pelan.
“dia selalu seperti itu?”tanya jiyong oppa bingung padaku.
“anni. Tapi, sepertinya dia begitu gembira.”kataku tersenyum melihat disty yang berlari-lari kecil sambil bernyanyi lagu 3 beruang. Dia sangat seperti anak-anak. begitu lucu.
NEXT ONE POINT #15 >>>>>
AUTHOR: Mahardika Putri.
Karena disty setiap minggu kami selalu jalan bertiga. Ya, disty ingin memuatku akrab dengan jiyong oppa. Jujur saja, aku masih menyukai jiyong oppa tapi, saat melihatnya terkadang aku kesal padanya. Kenapa dia meninggalkanku? Apakah masih ada kesempatanku untuk seperti dulu lagi denganmu oppa? Tapi, aku tak ingin berharap lagi.
“kita naik yang itu?!”tanya disty sambil menunjuk OutBond.
“kau yakin disty?”tanyaku.
“ne!”katanya.
“kalau begitu, aku hanya menonton saja”kataku.
“onnie....”kata disty memasang aeyo.
“OK. Baiklah disty”kataku. Dia langsung gembira, sangat gembira. Ternyata OutBond tidak mengerikan seperti yangku duga.
“ronde ke dua!”kata disty setelah kami berhasil menyelesaikan semua rintangannya.
“aku tidak kuat”kata jiyong oppa yang terlihat pucat.
“lain kali saja disty. Ingat jantungmu!”kataku.
“lihat onnie, jantungku normal”katanya sambil menunjukkan alat penghitung detak jantungnya yang berbentuk gelang itu.
“jangan terlalu capek! Gimana kalau kau mencoba game lain? Seperti menaiki kuda?”saranku.
“OK, onnie! Kau mau ikut?”kata disty dengan mata berbinar.
“anni, sepertinya jiyong ssi membutuhkanku”kataku sambil melihat jiyong oppa yang terlihat lemah.
“ok!”kata disty pergi.
“bagaimana mungkin tubuh lemah dan kecil itu tersembunyi mental yang tangguh? Tidak dapatku percaya”kata jiyong oppa.
“bagaimana mungkin namja tubuh atletis bertatto takut dengan ketinggian”ledekku.
“hahaha.. kau meledekku presdir”katanya. Aku memegang tanggannya karena tubuhnya masih gemeteran, mengajaknya duduk di sebuah gazebo.
“kenapa kau ingin menemaniku presdir?”tanya jiyong oppa.
“karena aku yakin disty akan baik-baik saja sedangkan kau jiyong ssi, sangat memperhatikan”kataku.
“kau tau presdir? Kata-katamu itu sangat menyakitkan”
“kalau begitu, kumpulkan keberanianmu jiyong ssi. Masa kau kalah dengan disty. Lagian kalau kau tidak berani kenapa kau memaksakan diri?”
“akan sangat lucu bila namja kalah dengan yeoja”
“terkadang kita harus mengalah pada ego”kataku.
“kau benar. Apa aku boleh memanggilmu daisy?” kata jiyong oppa. Aku diam sesaat, berfikir.
“ne, asal tidak di kantor”jawabku ragu.
“kalau kau mau kau boleh memanggilku oppa”
“o. Oppa?!”kataku kaku karena sudah lama sekali mulutku mengeluarkan kata ini.
“ne”
“baiklah”kataku.
Rekreasi alam, olahraga bersama, restoran, taman hiburan, bioskop, museum, pertunjukan seni bahkan tempat perbelanjaan kami datangi bertiga. Disty yang sangat benci keluar jadi rajin keluar hanya karena ingin kami bertiga semakin akrab. Itu tidak sia-sia karena aku merasakan jiyong oppa menjadi peduli padaku. Disty juga berubah jadi lebih normal.biasanya dia suka memakai kostum, sekarang tidak dan berhenti membawa boneka tengkoraknya kemana-mana. Walau di rumah dia masih suka mengobrol dengan gagak dan ularnya itu. Malam ini kami bertiga sauna bersama. Aku hanya tiduran menenangkan diri. Sedangkan disty dan jiyong oppa asik bermain game diponsel mereka.
“oppa, aku pemegang skor tertinggi”kata disty.
“anni, aku akan segera memegang skor tertingginya” balas jiyong oppa. Mereka kalau berdua begitu akrab dan seakan-akan tidak sadar dengan sekitarnya.
“oppa, mari kita pulang?! Aku ingin makan bubur”kata disty tiba-tiba.
“ok, baiklah”kata jiyong oppa. Aku pun berdiri dari tempatku. Aku memasang sepatuku.
“biarku bantu!”kata jiyong oppa sambil menepis tangganku pelan agar dia leluasa memasangkan tali sepatuku.
“aku tidak melihatnya. Kalian lama-lama saja saling pandang dan melemparkan cinta. Karena aku tidak melihatnya”kata disty. Aku melihat kearahnya. Disty menutup matanya sambil megoyang-goyangkan pelan tubuhnya ke kiri dan kanan.
“wae disty? Kau cemburu?”kata jiyong oppa sambil berdiri karena tali sepatuku telah terpasang sempurna.
“annio, kalian terlihat serasi. Dan aku anaknya!”katanya tertawa dan berlari pelan.
“dia selalu seperti itu?”tanya jiyong oppa bingung padaku.
“anni. Tapi, sepertinya dia begitu gembira.”kataku tersenyum melihat disty yang berlari-lari kecil sambil bernyanyi lagu 3 beruang. Dia sangat seperti anak-anak. begitu lucu.
NEXT ONE POINT #15 >>>>>
Tidak ada komentar:
Posting Komentar