CAST: SKY DRAGON (CL dan GD), Disty AKA Daisy (asli), lainya tidak ada tokoh penting dan hanya fiktif.
AUTHOR: Mahardika Putri.
-DISTY POV-
“berarti siang ini?”kataku.
“ne. Sebentar lagi kiko ssi akan beraksi”kata namja disebrang sana.
“kau jaga onnieku dulu. Rekam semua yang terjadi, termasuk suaranya jangan sampai tidak terdengar! Aku akan menyelesaikan urusanku sebentar.”kataku.
“ne, presdir!”katanya. aku langsung memutuskan telepon. Dan menghubungi nicky.
“nicky, aku daisy. kau antarkan susu sekarang ne?”kataku.
“ne, pesdir!”jawabnya. aku langsung mematikan kontak telepon. Kekeke.. nicky, ternyata kau berguna sebagai penjaga tuanmu. Yah walau itu tidak akan berarti penting tapi, pasti cukup membantu. Aku pun langsung pergi ke kantor dengan mobilku. Aku mengawasi rekaman CCTV. Dugaanku benar. Mereka segera datang, 2 orang bayaran kiko untuk menculik onnie. Dan nicky menghalangi mereka. Hoho.. kerja bagus. Setidaknya waktuku bertambah.
sesampai di kantor, karyawan lenatapku aneh. Aku tak peduli aku segera keruangan jiyong oppa.
“oppa, bagaimana bila wanita yang oppa duga sama itu benar-benar sama?”kataku saat membuka pintu ruangan jiyong oppa.
“kenapa kau disini?”tanya jiyong oppa kaget.
“jawab oppa! Apakah kau masih mau menerima penjelasanya?”kataku.
“apa maksudmu disty?”tanya jiyong oppa binggung.
“OK, dengarkan aku baik-baik oppa. Karena aku tidak bisa mengulanginya. Aku adalah daisy. disty adalah nama samaranku. Sedangakan daisy yang oppa kenal itu adalah chaerin onnie. Aku bertemu dengan chaerin onnie sekitar 3 tahun lalu. Setelah dia kecelakan, tepatnya setelah oppa tinggal.”
“apa alasan..”
“DENGARKAN AKU DULU! Karena kecelakaan itu chaerin onnie luka-luka dan mata kirinya menjadi buta. Aku dalangnya. Aku melakukan ini agar kau dapat kembali pada chaerin onnie. Tapi, tentang kiko dan appanya itu kesalahan dia sendiri tidak ada hubungannya dengan chaerin onnie. Kau jangan membencinya! Karena aku yang salah! Chaerin onnie masih mencintaimu oppa. Kau pasti kaget. Kau memaafkanya oppa?”
“ne, aku kaget. Tapi, untung saja aku sudah menyiapkan mentalku. Aku tidak memaafkanya karena dia tidak salah”
“bagus kalau begitu. Sekarang ikut aku! Kita akan menonton pertunjukkan bagus.”
“apa maksudmu disty?”
“chaerin onnie di culik kiko si rubah sekarang. Mereka baru saja membawa uri onnie kabur menggunakan helikopter.”kata disty.
Kami tiba disebuah gudang. Gudang tempat penyekapan chaerin onnie. Chaerin onnie didudukan di kursi dan kakinya terikat.
“jangan buru-buru! Itu dapat membahayakan chaerin onnie. Lagian aku sudah meminta orang untuk tetap menjaga onnie. Onnie pasti baik-baik saja”kataku pada jiyong oppa.
“memang aku yang menabrakmu 4 tahun lalu. Aku mengancam jiyong oppa. Anni, bukan ancaman tapi, perjanjian bila dia menemuimu lagi aku akan membunuhmu. Tapi, walau kalian berpisah dia selalu mengingatmu. Bahkan saat berciuman pun dia menyebut namamu. Kenapa dia tidak bisa melupakanmu? Aku yang selalu disisinya tapi, dia tidak mau menyentuhku. Perlakuan dia itu seakan-akan aku yeoja hina. Sekarang aku tak perlu takut. Karena sebentar lagi kau benar-benar tidak ada. Jika dia tidak bisa aku miliki maka dia tidak boleh memiliki apapun” kata kiko sambil mengeluarkan pistol dari bajunya. ternyata benar dugaanku, dia sudah menyelidiki siapa daisy. Jiyong yang tak sanggup lagi melihat chaerin ketakutan segera berlari ke tempat chaerin dan membukakan ikatannya. Aku pun segera keluar dari tempat persembunyianku tadi sebelum terjadi sesuatu pada mereka.
“wah, kau sudah disini? Eh, ada disty atau lebih baik aku panggil daisy? Kau berlagak anak kecil yang polos untuk menghancurkannku. Kau sangat menakutkan.”kata kiko penuh ancaman setelah melihatku keluar dari persembunyianku.
NEXT ONE POINT #18 >>>>>
ups.. ternyata sudah mau "END" ceritanya.
AUTHOR: Mahardika Putri.
-DISTY POV-
“berarti siang ini?”kataku.
“ne. Sebentar lagi kiko ssi akan beraksi”kata namja disebrang sana.
“kau jaga onnieku dulu. Rekam semua yang terjadi, termasuk suaranya jangan sampai tidak terdengar! Aku akan menyelesaikan urusanku sebentar.”kataku.
“ne, presdir!”katanya. aku langsung memutuskan telepon. Dan menghubungi nicky.
“nicky, aku daisy. kau antarkan susu sekarang ne?”kataku.
“ne, pesdir!”jawabnya. aku langsung mematikan kontak telepon. Kekeke.. nicky, ternyata kau berguna sebagai penjaga tuanmu. Yah walau itu tidak akan berarti penting tapi, pasti cukup membantu. Aku pun langsung pergi ke kantor dengan mobilku. Aku mengawasi rekaman CCTV. Dugaanku benar. Mereka segera datang, 2 orang bayaran kiko untuk menculik onnie. Dan nicky menghalangi mereka. Hoho.. kerja bagus. Setidaknya waktuku bertambah.
sesampai di kantor, karyawan lenatapku aneh. Aku tak peduli aku segera keruangan jiyong oppa.
“oppa, bagaimana bila wanita yang oppa duga sama itu benar-benar sama?”kataku saat membuka pintu ruangan jiyong oppa.
“kenapa kau disini?”tanya jiyong oppa kaget.
“jawab oppa! Apakah kau masih mau menerima penjelasanya?”kataku.
“apa maksudmu disty?”tanya jiyong oppa binggung.
“OK, dengarkan aku baik-baik oppa. Karena aku tidak bisa mengulanginya. Aku adalah daisy. disty adalah nama samaranku. Sedangakan daisy yang oppa kenal itu adalah chaerin onnie. Aku bertemu dengan chaerin onnie sekitar 3 tahun lalu. Setelah dia kecelakan, tepatnya setelah oppa tinggal.”
“apa alasan..”
“DENGARKAN AKU DULU! Karena kecelakaan itu chaerin onnie luka-luka dan mata kirinya menjadi buta. Aku dalangnya. Aku melakukan ini agar kau dapat kembali pada chaerin onnie. Tapi, tentang kiko dan appanya itu kesalahan dia sendiri tidak ada hubungannya dengan chaerin onnie. Kau jangan membencinya! Karena aku yang salah! Chaerin onnie masih mencintaimu oppa. Kau pasti kaget. Kau memaafkanya oppa?”
“ne, aku kaget. Tapi, untung saja aku sudah menyiapkan mentalku. Aku tidak memaafkanya karena dia tidak salah”
“bagus kalau begitu. Sekarang ikut aku! Kita akan menonton pertunjukkan bagus.”
“apa maksudmu disty?”
“chaerin onnie di culik kiko si rubah sekarang. Mereka baru saja membawa uri onnie kabur menggunakan helikopter.”kata disty.
Kami tiba disebuah gudang. Gudang tempat penyekapan chaerin onnie. Chaerin onnie didudukan di kursi dan kakinya terikat.
“jangan buru-buru! Itu dapat membahayakan chaerin onnie. Lagian aku sudah meminta orang untuk tetap menjaga onnie. Onnie pasti baik-baik saja”kataku pada jiyong oppa.
“memang aku yang menabrakmu 4 tahun lalu. Aku mengancam jiyong oppa. Anni, bukan ancaman tapi, perjanjian bila dia menemuimu lagi aku akan membunuhmu. Tapi, walau kalian berpisah dia selalu mengingatmu. Bahkan saat berciuman pun dia menyebut namamu. Kenapa dia tidak bisa melupakanmu? Aku yang selalu disisinya tapi, dia tidak mau menyentuhku. Perlakuan dia itu seakan-akan aku yeoja hina. Sekarang aku tak perlu takut. Karena sebentar lagi kau benar-benar tidak ada. Jika dia tidak bisa aku miliki maka dia tidak boleh memiliki apapun” kata kiko sambil mengeluarkan pistol dari bajunya. ternyata benar dugaanku, dia sudah menyelidiki siapa daisy. Jiyong yang tak sanggup lagi melihat chaerin ketakutan segera berlari ke tempat chaerin dan membukakan ikatannya. Aku pun segera keluar dari tempat persembunyianku tadi sebelum terjadi sesuatu pada mereka.
“wah, kau sudah disini? Eh, ada disty atau lebih baik aku panggil daisy? Kau berlagak anak kecil yang polos untuk menghancurkannku. Kau sangat menakutkan.”kata kiko penuh ancaman setelah melihatku keluar dari persembunyianku.
NEXT ONE POINT #18 >>>>>
ups.. ternyata sudah mau "END" ceritanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar