Tittle : It's OK to say the true?
Author : Mahardika Putri
Facebook : http://www.facebook.com/ mahardika.putri.54
Cast : daesung dan lee hye jae (you)
Genre : fantasy
Kubuka mataku perlahan. Sedikit melakukan peregangan dan bangkit dari kasurku.
“pagi semua!”kataku pada seluru koleksi Doraemonku dengan senyuman.
tok.tok. tok..
“sudah waktunya ke kantor,tuan!”kata salah satu pelayanku. Kalian pasti bingung, kenapa aku tidak diminta sarapan pagi. Karena makananku berbeda. Aku adalah keturunan vampir. Aku vampir baik, kalian pasti tidak percaya. Makananku juga darah, memang darah manusia tapi aku membelinya bukan merampok dari manusia-manusia itu. Walau aku vampir tapi, aku juga punya harga diri.
Aku duduk dimeja kerjaku yang ada papan bertuliskan “direktur Kang Dae sung”. Sebenarnya aku bisa membuat perusahaan sendiri tapi, bukankah aneh jika seorang pemilik perusahaan tak tergantikan. Maksudku jika anakku menggantikanku tidak mungkin kami wajah seumuran. Aku vampir tidak ada istilah menua dalam hidupku.
Aku memberhentikan mobilku di depan rumahku.
“akh, dia lagi!”kataku setelah melihat mobil sedan kuning yang juga parkir di istanaku ini. Dengan segera aku menjalankan mobilku lagi tapi namja itu menghalangiku. Dia juga vampir tidak akan takut mati. Namja berwajah galak itu menatapku marah. Aku membuka kaca mobilku.
“wae ?”tanyaku malas pada ajussiku itu. Tidak seperti ajussi lainnya. Ajussiku ini sangat berjiwa muda tampil sangat stylelist.
“aku mencarimu”katanya penuh senyuman. Tapi, aku tahu maksudnya itu. Aku pun masuk kerumahku dan dia mengikutiku.
“aku dengar kau menolak perjodohan itu.”katanya.
“memang”kataku malas sambil duduk disebuah sofa.
“kau yakin atas keputusanmu. Yeoja itu dari vampir bangsawan. Sangat menguntungkan bila kau menikah dengannya. Ingat, umurmu sudah 138 tahun.”
“jiyong ajussi, kenapa kau tidak menjodohkannya dengan anakmu saja? Bukankan umur anakmu 30 tahun lebih tua dariku”tanyaku sedikit kesal.
“hem.. anakku sibuk berkerja”jawab jiyong ajussi.
“bilang saja kalau namja setampan anakmu itu tidak ada yang mau karena sifat anehnya itu.”Kataku sambil menaikan kakiku kesofa seluruhnya.
“setidaknya anakku itu vampir sejati yang mengambil darah manusia tidak membelinya”kata jiyong ajussi.
“santai ajussi. Matamu itu berubah menjadi merah. Kepala lui, ambilkan jiyong ajussi minum”kataku.
“Kau bisa mencuri darah. Kenapa harus membelinya? Sungguh pemborosan”
“anggap saja aku vampir dermawan”kataku sambil menyodorkan segelas darah yang baru diambilkan kepala lui. Jiyong ajussi meminumnya. Dari expersinya dia terlihat menikmati minuman itu.
“kau menikmatinya kan?”tanyaku. dia hanya diam.
“darahnya sudah disaring. Makanya terasa lebih nikmat. Ada sesansi tersendiri setiap teguknya. Ini minuman berkualitas. Oh ya, darah golongan AB lebih mahal karena langka. Tapi, rasanya begitu tak tertandingi. Kenapa wajahmu begitu ajussi? Umurmu yang 358 tahun itu tidak pernah mengecek setiap golongan darah korbanmu kan. Makanya kau tidak bisa menikmati sesansinya.”Ejekku.
“Diam kau bocah!”kata jiyong ajussi. Aku hanya terkekeh melihat ajussiku satu ini. Dia sayang padaku tapi, dia terlalu peduli padaku seakan-akan aku vampir berumur 10 tahun. Padahal dia hanya kerabat appaku.
“temukan jodohmu segera. Kau tau? Chaerin ingin sekali melihat kau bahagia memiliki keluarga.”jelas ajussi.
“kenapa tidak kau nikahkan saja segera seung hyun hyung segera?”tanyaku usil.
“kau kan tau dia jauh lebih memperhatinkan dari pada kondisimu. Aku muak dengan kamar pinknya itu. Aku kesal dengan tingkah konyolnya itu...”
“ajussi..”ingatku pada ajussi yang sudah naik darah.
“hekm.. bagaimanapun juga dia anakku. Chaerin terlalu memanjakanya. Anni, aku juga. Aku pulang dulu. Chaerin sudah menyiapkan sesuatu untukku hari ini”kata jiyong ajussi yang pergi begitu saja.
“kenapa pasangan suami istri sekeren itu bisa memiliki anak seperti seung hyun hyung? Sungguh kasihan”celotehku.
“kepala lui, aku ingin nonton DVD Doraemonku yang baru. Tolong siapkan!”perintahku.
“baik tuan!”jawab kepala lui.
Sebenarnya malam hari sangat membuatku malas keluar tapi, pasokkan darahku sudah menipis. Mau saja aku menyuruh pelayanku untuk membelikanya. Tapi, sangat aneh bila manusia pergi untuk membeli darah di tempat penuh vampir bisa-bisa keluarga lui tidak bisa melayaniku lagi. Tanpa keluarga lui aku tidak bisa apa-apa. Keluarga mereka memang setia jadi aku memang bergantung sekali pada mereka. Seperti biasa club ini begitu rame. Tidak banyak yang ku kenal disini. Aku benci dengan hidup malam.
“tunggu, TOP ssi. Izinkan aku mewawancaraimu!”kata seorang yeoja. Walau dia bertubuh kecil tapi, dia terlihat manis. Bukan hanya wajahnya, dia punya golongan darah O darah favoritku.
“aku tidak mau!”kata namja bertubuh besar yang dia kejar. Namja itu seung hyun hyung, anak jiyong ajussi yang berkerja sebagai pemain film dan model. Memang terlihat cool dam swag tapi, kepribadiannya jauh dari itu. Seung hyun hyung masuk ke sebuah pintu. Aku tahu itu pintu apa itu. Dasar anak kecil sembarangan memasukkan manusia disini. Aku segera mengejar mereka.
“waaaa...”teriak yeoja itu ketakutan. Saat aku sudah membuka pintu yeoja itu sudah di kerubungi dangan vampir yang lagi “gila” darah.
“apa yang kalian lakukan”bentakku. Mereka terdiam setelah melihatku. Aku menarik tangan yeoja itu menuju mobilku dan pergi jauh dari club itu. Dia mesih menagis ketakutan.
“tenanglah!”kataku.
“mereka ingin membunuhku. Mereka vampir”kata yeoja itu menangis ketakutan.
“anni, kau saja yang tidak sadar kalau club tadi memang bertemakan vampir.”kataku berbohong. Wanita itu diam.
“benar!”kataku sambil tersenyum.
“syukurlah. Aku takut TOP kenapa-kenapa seperti nasipku barusan?”kata yeoja itu tersenyum. Yeoja ini begitu polos. Bodohnya lagi dia malah khawatir dengan anak kecil yang terkurung di tubuh besar namja bapo bernama seung hyun itu.
“dia pasti baik-baik saja”hiburku sambil tersenyum.
“gomawo!”katanya tersenyum.
“kau mau ku antar pulang? Dimana rumahmu? Ini sudah larut malam”kataku.
“tapi, ini dimana? Aku tidak tahu. Bisa kah kita ke jalan besar. Aku tidak tahu jalan”kata yeoja itu.
“umurmu berapa?”
“23 tahun”
“kau pindahan?”
“annie, aku besar di seoul”jelas yeoja itu. Mwo??? Yeoja ini bahkan seperti masih dibawah umur dan tidak tahu jalan walau sudah lama di seoul.
“ok, kita kejalan besar”kataku.
Hari ini aku datang di pesta ulang tahun yeoja yang dijodohkan denganku. Umurnya baru 80 tahun. Dia mengenakan gaun hitam dengan perihiasan mewah. Sangat cantik. Tapi, kenapa aku tidak tertarik dengannya?
“cukhae, minzy!”kataku padanya.
“ne.”jawabnya tersenyum. Aku pun berjalan jauh dari minzy mencoba mencari suasana baru. Mana tahu aku menemukan yeoja gadis yang cantik. Ada yeoja imut tak jauh dariku. Dia juga menatapku.
“kenapa kau disini?”tanyaku pada yeoja itu.
“aku minzy chinggu”kata yeoja itu bingung.
“tapi, umur kalian jauh berbeda”kataku.
“kami teman grub dance”jelasnya.
“kau pandai menari?”tanyaku ragu tabuhnya yang imut pasti sangat lucu bila menari.
“aku tidak sehebat minzy”katanya. Tentu saja, dalam hal menari minzy sangat jago. Aku rasa dalam kandungan mungkin dia sudah belajar menari.
“siapa namamu?”
“lee hye jae”
“Daesung”
“omo, kau tunangan minzy itu? Kalian mirip. Aku kira kalian ada ikatan saudara.”
“ani. Aku dan minzy sudah menolak pertunangan itu.”
“kau, jangan menganggu uri chinggu!”tegur minzy dengan telepati. Aku melihat ke minzy. Dia sedang mengobrol dan tersenyum padaku.
“aku hanya ingin mengenalnya”kataku sambil membalas senyumnya.
“jangan memangsanya!”kata minzy lagi.
“memang sejak kapan aku ini perampok darah?”balasku.
“ada apa daesung ssi?”tanya hye jae.
“annio”kataku tersenyum dengan hye jae.
kami pun mengobrol. Ternyata hye jae sangat nyambung mengobrol denganku. Dia cerdas walau dia juga yeoja polos. Dia berkerja sebagai penulis majalah. Pantas saja dia ingin meliput seung hyun hyung.
“mianhae, ini sudah malam. Sudah saatnya kau pulang.”Pamit hye jae.
“mauku antar?” tanyaku.
“tidak perlu”katanya tersenyum dan pergi begitu saja.
“kau tertarik dengannya?”tanya minzy yang tiba-tiba di sampingku.
“ne”jawabku jujur.
“aku akan membantumu. Asal kau berjanji tidak menyakitinya oppa. Kalau kau langgar aku akan membunuhmu”kata minzy sambil memperlihatkan taringnya padaku dan tatapan matanya serius.
“kau tenang saja”kataku.
Hye jae, kenapa aku selalu ingat dengan senyumannya. Sesuai janji minzy. Dia memang membuat aku dekat dengan hye jae. Bahkan sekarang hye jae tidak masalah bila kami jalan berdua.
aku mengamati hye jae pulang dari kantornya dari rooftop gedung. Hye jae tidak tahu aku menunggunya karena aku mengikutinya diam-diam.
“anni, jangan lewat situ!”kataku pelan saat melihat hye jae jalan di gank yang biasanya tempat vampir mengumpul. Aku pun langsung mengejarnya. Saat aku disana lagi-lagi aku melihat hye jae hampir digigit.
“hentikan!”kataku. Hye jae berlari kearahku, memegang tanganku dengan tangan gemeteran.
“wah, ada prince! Kenapa kau mengambil mangsa kami?”kata salah satu dari mereka.
“bukankah ini bukan jam beraksi? Lagian kalian tidak boleh membunuh”kataku.
“tadi kami hanya kebetulan lewat. Ternyata yeoja ini datang.”katanya.
“kami tau batasnya. Maka dari itu kami berniat menjadikan yeoja ini seperti kita”kata namja yang lainnya.
“seperti kita?”kata hye jae.
“maksudnya kau juga vampir?”tanya hye jae kesal. Aku tidak bisa berkata apa-apa.
“ne. Dia ini salah satu prince kami”kata namja itu. Hye jae berlari pergi.
“ changkaman, aku akan menjelaskanya!”teriakku pada hye jae.
“kalian ingat wajah yeoja tadi? Jangan sampai kalian menggangunya! Bila itu terjadi, aku yang akan menghisap seluluh darah kalian hingga kering.” Ancamku pada kelompok vampir itu dan segera mengejar hye jae. Hye jae menangis di salah satu taman.
“mianhae, aku salah” kataku.
“andwe! Jangan mendekat!”teriaknya.
“ne, aku memang vampir. Tapi, aku bukan vampir yang akan membunuh manusia atau menjadikan manusia vampir.”jelasku.
“aku tak percaya! Pergi kau sekarang!”kata hye jae.
“andwe! Kalau kau tidak pulang sekarang itu akan berbahaya. Jumlah vampir lebih besar dari yang kau kira”kataku. Tapi, yeoja itu tak peduli, dia tak mau mendengarkanku. Aku duduk di sebelahnya membiarkan dia menangis. Dan akhirnya tertidur di bahuku.
tak lama aku segera membawanya kerumahnya dan menidurkannya di kasurnya. Tidak sulit bagiku untuk menyelinap masuk dan membawanya.
Hye jae tidak mau menemuiku. Aku mengerti akan hal itu dan aku menerima perlakuannya itu. Jadi aku hanya memantaunya dari jauh, aku menjadi pemuja rahasianya.
“tuan semua tamu sudah menunggu anda dibawah”
“ne, aku segera turun”kataku sambil mengenakan toxedo biru mudaku dan aku segera turun kebawah. Tamu undanganku sudah memenuhi undangan.
“pesta prince vampir memang berbeda. Banyak darah segar dan para tamu hanya vampir”kata seung hyun hyung.
“seharusnya kau mengucapkan selamat kepadaku, hyung” kataku.
“ne, selamat atas betambahnya umurmu”katanya dengan tatapan dan senyumannya yang khas itu.
“gomawo hyung!”kataku.
“dimana jiyong ajussi dan chaerin ajumma?”tanyaku.
“mereka? Kau tak perlu mencari mereka karena mereka selalu tampil mencolok. Walau aku ada disini mereka seperti pasangan remaja yang baru saja menjalin cinta. Bahkan tidak ada yang menyangka bahwa mereka punya aku, anak mereka”curhat seung hyung yang kalah pamor dari orang tuanya.
“ne, arra hyung! Kau nikmati pesatanya ne? Disini banyak yeoja”kataku dengan senyuman ramahku.
“chukae oppa!”kata minzy menghampiriku.
“ne, minzy~ah”kataku.
“kadoku dimana?”tanyaku.
“hm.. kadomu sudah aku minta ketua lui untuk dibawa keruang kerjamu”katanya dengan senyumannya. Benar kata mereka aku dan minzy mirip, apalagi jika tersenyum.
“gomawo”kataku sambil membalas senyumanya.
Pesta selesai, aku begitu lelah. Aku segera kamarku merebahkan tubuhku. Tunggu, kalian kira vampir tidak perlu beristirahat?
tok..tok..
“wae?”kataku.
“....”tidak ada jawaban.
tok... tok.. tok..
“siapa?”kataku. Dan lagi-lagi tidak ada jawaban. Jangan bilang itu adalah hantu. Aku pun sembunyi dibalik selimutku.
“Pabo, aku vampir! aku tidak perlu takut”kataku sambil keluar dari selimutku.
tok.. tok... suara itu lagi. Aku turun dari kasurku dan membuka pintuku perlahan dan sedikit kaget dengan yang aku lihat.
“kenapa kau disini?”tanyaku.
“minzy yang membawaku kesini”katanya sedikit takut. Jadi dia kado ulang tahunku?
“aku ingin minta maaf kepadamu. Aku telah salah paham mengagapmu vampir jahat.”katanya.
“aku menangis tidak hanya karena tertipu. Tapi, aku merasa aku salah karena sudah mencintai seorang vampir.”jelasnya. Aku benar- benar kaget hingga tidak bisa ,mengucapkan apa-apa.
“Daesung, saranghae!”katanya malu.
“Kau tidak takut padaku?”tanyaku.
“anni. Jika kau ingin membunuhku kau bisa saja melakukannya saat pertama kali kita bertemu.”
“aku ini vampir”kataku.
“tidak masalah. Karena bukan maumu untuk menjadi vampir”jawabnya enteng. Aku tersenyum senang dan memeluknya.
“saranghae”kataku.
“apakah ini artinya kita adalah kekasih?”tanyanya. Aku tertawa karena kepolosannya.
“ne”kataku. Dia melepasakan pelukkanku. Aku menatapnya binggung.
“aku belum memberikanmu hadiah.”katanya. Diambilnya sebuah jarum dan di tusuknya di jari telunjuknya. Sebuah darah keluar dari jarinya.
“cicipilah. Ini hadiah dariku dan minzy”katanya dengan polos.
“ini darahmu, kenapa ..”
“kata minzy kau sangat menyukai darah O. Minzy yang menjelaskan semuanya tentangmu hingga aku berani mengatakanya padamu. Jadi aku rasa..”kalimatnya terputus karena aku mengisap darah di jarinya. Dia menusuknya tidak dama sehingga darahnya sangat sedikit tapi, aku menyukainya.
“lain kali jangan lakukan ini. Mungkin aku tak akan tahan rasa hausku.”kataku sambil memeluknya.
“ne”jawabnya kaku.
END.
Author : Mahardika Putri
Facebook : http://www.facebook.com/
Cast : daesung dan lee hye jae (you)
Genre : fantasy
Kubuka mataku perlahan. Sedikit melakukan peregangan dan bangkit dari kasurku.
“pagi semua!”kataku pada seluru koleksi Doraemonku dengan senyuman.
tok.tok. tok..
“sudah waktunya ke kantor,tuan!”kata salah satu pelayanku. Kalian pasti bingung, kenapa aku tidak diminta sarapan pagi. Karena makananku berbeda. Aku adalah keturunan vampir. Aku vampir baik, kalian pasti tidak percaya. Makananku juga darah, memang darah manusia tapi aku membelinya bukan merampok dari manusia-manusia itu. Walau aku vampir tapi, aku juga punya harga diri.
Aku duduk dimeja kerjaku yang ada papan bertuliskan “direktur Kang Dae sung”. Sebenarnya aku bisa membuat perusahaan sendiri tapi, bukankah aneh jika seorang pemilik perusahaan tak tergantikan. Maksudku jika anakku menggantikanku tidak mungkin kami wajah seumuran. Aku vampir tidak ada istilah menua dalam hidupku.
Aku memberhentikan mobilku di depan rumahku.
“akh, dia lagi!”kataku setelah melihat mobil sedan kuning yang juga parkir di istanaku ini. Dengan segera aku menjalankan mobilku lagi tapi namja itu menghalangiku. Dia juga vampir tidak akan takut mati. Namja berwajah galak itu menatapku marah. Aku membuka kaca mobilku.
“wae ?”tanyaku malas pada ajussiku itu. Tidak seperti ajussi lainnya. Ajussiku ini sangat berjiwa muda tampil sangat stylelist.
“aku mencarimu”katanya penuh senyuman. Tapi, aku tahu maksudnya itu. Aku pun masuk kerumahku dan dia mengikutiku.
“aku dengar kau menolak perjodohan itu.”katanya.
“memang”kataku malas sambil duduk disebuah sofa.
“kau yakin atas keputusanmu. Yeoja itu dari vampir bangsawan. Sangat menguntungkan bila kau menikah dengannya. Ingat, umurmu sudah 138 tahun.”
“jiyong ajussi, kenapa kau tidak menjodohkannya dengan anakmu saja? Bukankan umur anakmu 30 tahun lebih tua dariku”tanyaku sedikit kesal.
“hem.. anakku sibuk berkerja”jawab jiyong ajussi.
“bilang saja kalau namja setampan anakmu itu tidak ada yang mau karena sifat anehnya itu.”Kataku sambil menaikan kakiku kesofa seluruhnya.
“setidaknya anakku itu vampir sejati yang mengambil darah manusia tidak membelinya”kata jiyong ajussi.
“santai ajussi. Matamu itu berubah menjadi merah. Kepala lui, ambilkan jiyong ajussi minum”kataku.
“Kau bisa mencuri darah. Kenapa harus membelinya? Sungguh pemborosan”
“anggap saja aku vampir dermawan”kataku sambil menyodorkan segelas darah yang baru diambilkan kepala lui. Jiyong ajussi meminumnya. Dari expersinya dia terlihat menikmati minuman itu.
“kau menikmatinya kan?”tanyaku. dia hanya diam.
“darahnya sudah disaring. Makanya terasa lebih nikmat. Ada sesansi tersendiri setiap teguknya. Ini minuman berkualitas. Oh ya, darah golongan AB lebih mahal karena langka. Tapi, rasanya begitu tak tertandingi. Kenapa wajahmu begitu ajussi? Umurmu yang 358 tahun itu tidak pernah mengecek setiap golongan darah korbanmu kan. Makanya kau tidak bisa menikmati sesansinya.”Ejekku.
“Diam kau bocah!”kata jiyong ajussi. Aku hanya terkekeh melihat ajussiku satu ini. Dia sayang padaku tapi, dia terlalu peduli padaku seakan-akan aku vampir berumur 10 tahun. Padahal dia hanya kerabat appaku.
“temukan jodohmu segera. Kau tau? Chaerin ingin sekali melihat kau bahagia memiliki keluarga.”jelas ajussi.
“kenapa tidak kau nikahkan saja segera seung hyun hyung segera?”tanyaku usil.
“kau kan tau dia jauh lebih memperhatinkan dari pada kondisimu. Aku muak dengan kamar pinknya itu. Aku kesal dengan tingkah konyolnya itu...”
“ajussi..”ingatku pada ajussi yang sudah naik darah.
“hekm.. bagaimanapun juga dia anakku. Chaerin terlalu memanjakanya. Anni, aku juga. Aku pulang dulu. Chaerin sudah menyiapkan sesuatu untukku hari ini”kata jiyong ajussi yang pergi begitu saja.
“kenapa pasangan suami istri sekeren itu bisa memiliki anak seperti seung hyun hyung? Sungguh kasihan”celotehku.
“kepala lui, aku ingin nonton DVD Doraemonku yang baru. Tolong siapkan!”perintahku.
“baik tuan!”jawab kepala lui.
Sebenarnya malam hari sangat membuatku malas keluar tapi, pasokkan darahku sudah menipis. Mau saja aku menyuruh pelayanku untuk membelikanya. Tapi, sangat aneh bila manusia pergi untuk membeli darah di tempat penuh vampir bisa-bisa keluarga lui tidak bisa melayaniku lagi. Tanpa keluarga lui aku tidak bisa apa-apa. Keluarga mereka memang setia jadi aku memang bergantung sekali pada mereka. Seperti biasa club ini begitu rame. Tidak banyak yang ku kenal disini. Aku benci dengan hidup malam.
“tunggu, TOP ssi. Izinkan aku mewawancaraimu!”kata seorang yeoja. Walau dia bertubuh kecil tapi, dia terlihat manis. Bukan hanya wajahnya, dia punya golongan darah O darah favoritku.
“aku tidak mau!”kata namja bertubuh besar yang dia kejar. Namja itu seung hyun hyung, anak jiyong ajussi yang berkerja sebagai pemain film dan model. Memang terlihat cool dam swag tapi, kepribadiannya jauh dari itu. Seung hyun hyung masuk ke sebuah pintu. Aku tahu itu pintu apa itu. Dasar anak kecil sembarangan memasukkan manusia disini. Aku segera mengejar mereka.
“waaaa...”teriak yeoja itu ketakutan. Saat aku sudah membuka pintu yeoja itu sudah di kerubungi dangan vampir yang lagi “gila” darah.
“apa yang kalian lakukan”bentakku. Mereka terdiam setelah melihatku. Aku menarik tangan yeoja itu menuju mobilku dan pergi jauh dari club itu. Dia mesih menagis ketakutan.
“tenanglah!”kataku.
“mereka ingin membunuhku. Mereka vampir”kata yeoja itu menangis ketakutan.
“anni, kau saja yang tidak sadar kalau club tadi memang bertemakan vampir.”kataku berbohong. Wanita itu diam.
“benar!”kataku sambil tersenyum.
“syukurlah. Aku takut TOP kenapa-kenapa seperti nasipku barusan?”kata yeoja itu tersenyum. Yeoja ini begitu polos. Bodohnya lagi dia malah khawatir dengan anak kecil yang terkurung di tubuh besar namja bapo bernama seung hyun itu.
“dia pasti baik-baik saja”hiburku sambil tersenyum.
“gomawo!”katanya tersenyum.
“kau mau ku antar pulang? Dimana rumahmu? Ini sudah larut malam”kataku.
“tapi, ini dimana? Aku tidak tahu. Bisa kah kita ke jalan besar. Aku tidak tahu jalan”kata yeoja itu.
“umurmu berapa?”
“23 tahun”
“kau pindahan?”
“annie, aku besar di seoul”jelas yeoja itu. Mwo??? Yeoja ini bahkan seperti masih dibawah umur dan tidak tahu jalan walau sudah lama di seoul.
“ok, kita kejalan besar”kataku.
Hari ini aku datang di pesta ulang tahun yeoja yang dijodohkan denganku. Umurnya baru 80 tahun. Dia mengenakan gaun hitam dengan perihiasan mewah. Sangat cantik. Tapi, kenapa aku tidak tertarik dengannya?
“cukhae, minzy!”kataku padanya.
“ne.”jawabnya tersenyum. Aku pun berjalan jauh dari minzy mencoba mencari suasana baru. Mana tahu aku menemukan yeoja gadis yang cantik. Ada yeoja imut tak jauh dariku. Dia juga menatapku.
“kenapa kau disini?”tanyaku pada yeoja itu.
“aku minzy chinggu”kata yeoja itu bingung.
“tapi, umur kalian jauh berbeda”kataku.
“kami teman grub dance”jelasnya.
“kau pandai menari?”tanyaku ragu tabuhnya yang imut pasti sangat lucu bila menari.
“aku tidak sehebat minzy”katanya. Tentu saja, dalam hal menari minzy sangat jago. Aku rasa dalam kandungan mungkin dia sudah belajar menari.
“siapa namamu?”
“lee hye jae”
“Daesung”
“omo, kau tunangan minzy itu? Kalian mirip. Aku kira kalian ada ikatan saudara.”
“ani. Aku dan minzy sudah menolak pertunangan itu.”
“kau, jangan menganggu uri chinggu!”tegur minzy dengan telepati. Aku melihat ke minzy. Dia sedang mengobrol dan tersenyum padaku.
“aku hanya ingin mengenalnya”kataku sambil membalas senyumnya.
“jangan memangsanya!”kata minzy lagi.
“memang sejak kapan aku ini perampok darah?”balasku.
“ada apa daesung ssi?”tanya hye jae.
“annio”kataku tersenyum dengan hye jae.
kami pun mengobrol. Ternyata hye jae sangat nyambung mengobrol denganku. Dia cerdas walau dia juga yeoja polos. Dia berkerja sebagai penulis majalah. Pantas saja dia ingin meliput seung hyun hyung.
“mianhae, ini sudah malam. Sudah saatnya kau pulang.”Pamit hye jae.
“mauku antar?” tanyaku.
“tidak perlu”katanya tersenyum dan pergi begitu saja.
“kau tertarik dengannya?”tanya minzy yang tiba-tiba di sampingku.
“ne”jawabku jujur.
“aku akan membantumu. Asal kau berjanji tidak menyakitinya oppa. Kalau kau langgar aku akan membunuhmu”kata minzy sambil memperlihatkan taringnya padaku dan tatapan matanya serius.
“kau tenang saja”kataku.
Hye jae, kenapa aku selalu ingat dengan senyumannya. Sesuai janji minzy. Dia memang membuat aku dekat dengan hye jae. Bahkan sekarang hye jae tidak masalah bila kami jalan berdua.
aku mengamati hye jae pulang dari kantornya dari rooftop gedung. Hye jae tidak tahu aku menunggunya karena aku mengikutinya diam-diam.
“anni, jangan lewat situ!”kataku pelan saat melihat hye jae jalan di gank yang biasanya tempat vampir mengumpul. Aku pun langsung mengejarnya. Saat aku disana lagi-lagi aku melihat hye jae hampir digigit.
“hentikan!”kataku. Hye jae berlari kearahku, memegang tanganku dengan tangan gemeteran.
“wah, ada prince! Kenapa kau mengambil mangsa kami?”kata salah satu dari mereka.
“bukankah ini bukan jam beraksi? Lagian kalian tidak boleh membunuh”kataku.
“tadi kami hanya kebetulan lewat. Ternyata yeoja ini datang.”katanya.
“kami tau batasnya. Maka dari itu kami berniat menjadikan yeoja ini seperti kita”kata namja yang lainnya.
“seperti kita?”kata hye jae.
“maksudnya kau juga vampir?”tanya hye jae kesal. Aku tidak bisa berkata apa-apa.
“ne. Dia ini salah satu prince kami”kata namja itu. Hye jae berlari pergi.
“ changkaman, aku akan menjelaskanya!”teriakku pada hye jae.
“kalian ingat wajah yeoja tadi? Jangan sampai kalian menggangunya! Bila itu terjadi, aku yang akan menghisap seluluh darah kalian hingga kering.” Ancamku pada kelompok vampir itu dan segera mengejar hye jae. Hye jae menangis di salah satu taman.
“mianhae, aku salah” kataku.
“andwe! Jangan mendekat!”teriaknya.
“ne, aku memang vampir. Tapi, aku bukan vampir yang akan membunuh manusia atau menjadikan manusia vampir.”jelasku.
“aku tak percaya! Pergi kau sekarang!”kata hye jae.
“andwe! Kalau kau tidak pulang sekarang itu akan berbahaya. Jumlah vampir lebih besar dari yang kau kira”kataku. Tapi, yeoja itu tak peduli, dia tak mau mendengarkanku. Aku duduk di sebelahnya membiarkan dia menangis. Dan akhirnya tertidur di bahuku.
tak lama aku segera membawanya kerumahnya dan menidurkannya di kasurnya. Tidak sulit bagiku untuk menyelinap masuk dan membawanya.
Hye jae tidak mau menemuiku. Aku mengerti akan hal itu dan aku menerima perlakuannya itu. Jadi aku hanya memantaunya dari jauh, aku menjadi pemuja rahasianya.
“tuan semua tamu sudah menunggu anda dibawah”
“ne, aku segera turun”kataku sambil mengenakan toxedo biru mudaku dan aku segera turun kebawah. Tamu undanganku sudah memenuhi undangan.
“pesta prince vampir memang berbeda. Banyak darah segar dan para tamu hanya vampir”kata seung hyun hyung.
“seharusnya kau mengucapkan selamat kepadaku, hyung” kataku.
“ne, selamat atas betambahnya umurmu”katanya dengan tatapan dan senyumannya yang khas itu.
“gomawo hyung!”kataku.
“dimana jiyong ajussi dan chaerin ajumma?”tanyaku.
“mereka? Kau tak perlu mencari mereka karena mereka selalu tampil mencolok. Walau aku ada disini mereka seperti pasangan remaja yang baru saja menjalin cinta. Bahkan tidak ada yang menyangka bahwa mereka punya aku, anak mereka”curhat seung hyung yang kalah pamor dari orang tuanya.
“ne, arra hyung! Kau nikmati pesatanya ne? Disini banyak yeoja”kataku dengan senyuman ramahku.
“chukae oppa!”kata minzy menghampiriku.
“ne, minzy~ah”kataku.
“kadoku dimana?”tanyaku.
“hm.. kadomu sudah aku minta ketua lui untuk dibawa keruang kerjamu”katanya dengan senyumannya. Benar kata mereka aku dan minzy mirip, apalagi jika tersenyum.
“gomawo”kataku sambil membalas senyumanya.
Pesta selesai, aku begitu lelah. Aku segera kamarku merebahkan tubuhku. Tunggu, kalian kira vampir tidak perlu beristirahat?
tok..tok..
“wae?”kataku.
“....”tidak ada jawaban.
tok... tok.. tok..
“siapa?”kataku. Dan lagi-lagi tidak ada jawaban. Jangan bilang itu adalah hantu. Aku pun sembunyi dibalik selimutku.
“Pabo, aku vampir! aku tidak perlu takut”kataku sambil keluar dari selimutku.
tok.. tok... suara itu lagi. Aku turun dari kasurku dan membuka pintuku perlahan dan sedikit kaget dengan yang aku lihat.
“kenapa kau disini?”tanyaku.
“minzy yang membawaku kesini”katanya sedikit takut. Jadi dia kado ulang tahunku?
“aku ingin minta maaf kepadamu. Aku telah salah paham mengagapmu vampir jahat.”katanya.
“aku menangis tidak hanya karena tertipu. Tapi, aku merasa aku salah karena sudah mencintai seorang vampir.”jelasnya. Aku benar- benar kaget hingga tidak bisa ,mengucapkan apa-apa.
“Daesung, saranghae!”katanya malu.
“Kau tidak takut padaku?”tanyaku.
“anni. Jika kau ingin membunuhku kau bisa saja melakukannya saat pertama kali kita bertemu.”
“aku ini vampir”kataku.
“tidak masalah. Karena bukan maumu untuk menjadi vampir”jawabnya enteng. Aku tersenyum senang dan memeluknya.
“saranghae”kataku.
“apakah ini artinya kita adalah kekasih?”tanyanya. Aku tertawa karena kepolosannya.
“ne”kataku. Dia melepasakan pelukkanku. Aku menatapnya binggung.
“aku belum memberikanmu hadiah.”katanya. Diambilnya sebuah jarum dan di tusuknya di jari telunjuknya. Sebuah darah keluar dari jarinya.
“cicipilah. Ini hadiah dariku dan minzy”katanya dengan polos.
“ini darahmu, kenapa ..”
“kata minzy kau sangat menyukai darah O. Minzy yang menjelaskan semuanya tentangmu hingga aku berani mengatakanya padamu. Jadi aku rasa..”kalimatnya terputus karena aku mengisap darah di jarinya. Dia menusuknya tidak dama sehingga darahnya sangat sedikit tapi, aku menyukainya.
“lain kali jangan lakukan ini. Mungkin aku tak akan tahan rasa hausku.”kataku sambil memeluknya.
“ne”jawabnya kaku.
END.
menang juara satu merayakan ulang tahun Daesung. sudah pernah di posting DISINI.
PLEASE KOMENTARNYA!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar