-Jiyong pov-
aku bukan namja bodoh yang tidak curiga dengan kemiripan daisy dengan chaerin. Selama ini aku melihat chaerin yang sebagai daisy dengan tajam dan menyelidik karena aku curiga, sangat curiga. Bila itu memang chaerin aku harus jauh darinya karena perjanjianku dengan kiko. Tapi, juga banyak membuat aku berfikir bahwa daisy bukan chaerin. setelah dapat penjelasan dari disty aku kaget. Tapi itu bukan saatnya aku mengungkapkan perasaanku. Sekarang adalah waktu yang tepat untuk meminta maaf padanya.
“mianhae, aku telah melukai dihatimu. Terluka seperti ini walau ini pun bukan inginku. Aku yang membuatmu tertatih seperti ini. Aku tidak ingin kau selalu bersedih seperti ini. Kau boleh memakiku. Atau hancurkan aku jika itu bisa membuatmu berdiri tegak lagi. Sebenarnya aku juga terluka karena tidak mampu melupakanmu.”kataku pada chaerin yang duduk terdiam diruang kerja disty.
“arra oppa! Aku mengerti penyebab kau meninggalkanku. Aku sudah lama mengiklaskanmu dengan yeoja itu. Jujur, sudah lama aku tak berambisi merebutmu dari yeoja itu. Ini tidak salahmu, aku yang memilih jalan ini. Aku yang bodoh hingga menyebabkan disty begini. Kenapa aku tidak bisa melindunginya?”kata chaerin menangis sedih. Aku memeluknya berharap dia bisa sedikit tenang.
Dua minggu ini chaerin tidak masuk kerja. Dia selalu menangis karena disty. Walau aku baru mengenal disty. Tapi, aku mengerti kenapa chaerin begitu sedih. Disty yang tampil kekanak-kanakkan, ceria dan imut. Ternyata begitu kuat untuk melindungi chaerin. bahkan aku kalah telak darinya. Dia sudah memperhitungkan segalanya.
Aku menyempatkan diri untuk menemui chaerin di apartmennya. Seperti biasa chaerin tidak membukakan pintu. Untung saja disty pernah memberi tahuku kodenya. Aku sudah mencarinya hampir di seluruh ruanganya dan aku menemukan chaerin di kamar disty. Ada gagak, ular dan boneka-boneka tengkorak di kamar ini. Kamarnya begitu gelap tapi, aku bisa melihat chaerin sedang mengelus ular itu sambil menangis.
“disty, paling sayang dengan kura-kura, ular, gagak dan tengkoraknya ini. Dia pasti sangat kangen dengan hewan kesayangannya ini.”kata chaerin. aku tidak bisa berbuat banyak. Bagi chaerin disty pasti sangat berarti.
“pagi”kata namja yang baru saja memencet bel rumahku.
“pagi!”kataku.
“saya park jhon hoon pengacara, cha daisy. daisy meminta saya untuk menyerahkan ini kepada anda. Saya permisih dulu.”katanya setelah aku menerima paketnya. Setelah aku memeriksanya sepertinya chaerin perlu melihat ini.
-skip-
“annyeong onnie! Oppa! Come on! Tersenyumlah! Jangan begini! Aku sudah menduga akan seperti ini karena aku sangat cerdas. Sejak umur 10 tahun aku tidak dapat menanggis. Bahkan aku tak mengeluarkan sedikit pun air mata saat uri appa meninggalkanku. Tersenyumlah seperti dulu!”kata disty gembira di vidio itu sambil memainkan ular berekor pinknya itu. Lalu vidio itu menampilkan chaerin yang sedang menari, tersenyum dan tertawa di saat kami masih high school. Vidio itu pun berganti lagi menampilkan gambar. Sebuah kertas yang bertuliskan tulisan tangan.
“tujuan awalku adalah mempersatukan onnie agar dapat tertawa lagi. Aku sangat kangen onnie yang ceria. Aku takut onnie menjadi yeoja yang sepertiku, yang tidak punya perasaan. Bahkan aku tidak bisa menanggis. Bahagialah onnie! Aku ingin kau bahagia. Kembalilah tersenyum! Buatlah cerita indah kalian.
Daisy.”
Chaerin kembali menangis di bahuku.
“disty, minta kau tersenyum. Kenapa kau malah menangis? Ok,mengislah sekarang tapi, setelah itu jangan menangis lagi”kataku.
Aku menemani chaerin ke rumah sakit.
“kau tidak apa-apa?”tanyaku.
“ne!”jawab chaerin onnie.
“sudahku bilang bawa Jack juga! Kenapa kalian meninggalkan jackku sendirian?”kata seorang yeoja di sebuah kursi roda dan dibelakangnya ada beberapa perawat yang menjaganya. Chaerin langsung memeluk yeoja itu, yeoja yang tidak dapat dia temui lebih dari dua minggu ini.
NEXT ONE POINT #20 >>>>>
please komentarnya. karena tanpa saran dika tidak bisa lebih baik dalam membuat FF. :)
siapa yeoja yang duduk di kursi roda itu? apakah benar-benar disty atau anak lain yg chaerin kira adalah disty??
nantikan sesaat lagi.. hahahaha.. *ketawa setan.
aku bukan namja bodoh yang tidak curiga dengan kemiripan daisy dengan chaerin. Selama ini aku melihat chaerin yang sebagai daisy dengan tajam dan menyelidik karena aku curiga, sangat curiga. Bila itu memang chaerin aku harus jauh darinya karena perjanjianku dengan kiko. Tapi, juga banyak membuat aku berfikir bahwa daisy bukan chaerin. setelah dapat penjelasan dari disty aku kaget. Tapi itu bukan saatnya aku mengungkapkan perasaanku. Sekarang adalah waktu yang tepat untuk meminta maaf padanya.
“mianhae, aku telah melukai dihatimu. Terluka seperti ini walau ini pun bukan inginku. Aku yang membuatmu tertatih seperti ini. Aku tidak ingin kau selalu bersedih seperti ini. Kau boleh memakiku. Atau hancurkan aku jika itu bisa membuatmu berdiri tegak lagi. Sebenarnya aku juga terluka karena tidak mampu melupakanmu.”kataku pada chaerin yang duduk terdiam diruang kerja disty.
“arra oppa! Aku mengerti penyebab kau meninggalkanku. Aku sudah lama mengiklaskanmu dengan yeoja itu. Jujur, sudah lama aku tak berambisi merebutmu dari yeoja itu. Ini tidak salahmu, aku yang memilih jalan ini. Aku yang bodoh hingga menyebabkan disty begini. Kenapa aku tidak bisa melindunginya?”kata chaerin menangis sedih. Aku memeluknya berharap dia bisa sedikit tenang.
Dua minggu ini chaerin tidak masuk kerja. Dia selalu menangis karena disty. Walau aku baru mengenal disty. Tapi, aku mengerti kenapa chaerin begitu sedih. Disty yang tampil kekanak-kanakkan, ceria dan imut. Ternyata begitu kuat untuk melindungi chaerin. bahkan aku kalah telak darinya. Dia sudah memperhitungkan segalanya.
Aku menyempatkan diri untuk menemui chaerin di apartmennya. Seperti biasa chaerin tidak membukakan pintu. Untung saja disty pernah memberi tahuku kodenya. Aku sudah mencarinya hampir di seluruh ruanganya dan aku menemukan chaerin di kamar disty. Ada gagak, ular dan boneka-boneka tengkorak di kamar ini. Kamarnya begitu gelap tapi, aku bisa melihat chaerin sedang mengelus ular itu sambil menangis.
“disty, paling sayang dengan kura-kura, ular, gagak dan tengkoraknya ini. Dia pasti sangat kangen dengan hewan kesayangannya ini.”kata chaerin. aku tidak bisa berbuat banyak. Bagi chaerin disty pasti sangat berarti.
“pagi”kata namja yang baru saja memencet bel rumahku.
“pagi!”kataku.
“saya park jhon hoon pengacara, cha daisy. daisy meminta saya untuk menyerahkan ini kepada anda. Saya permisih dulu.”katanya setelah aku menerima paketnya. Setelah aku memeriksanya sepertinya chaerin perlu melihat ini.
-skip-
“annyeong onnie! Oppa! Come on! Tersenyumlah! Jangan begini! Aku sudah menduga akan seperti ini karena aku sangat cerdas. Sejak umur 10 tahun aku tidak dapat menanggis. Bahkan aku tak mengeluarkan sedikit pun air mata saat uri appa meninggalkanku. Tersenyumlah seperti dulu!”kata disty gembira di vidio itu sambil memainkan ular berekor pinknya itu. Lalu vidio itu menampilkan chaerin yang sedang menari, tersenyum dan tertawa di saat kami masih high school. Vidio itu pun berganti lagi menampilkan gambar. Sebuah kertas yang bertuliskan tulisan tangan.
“tujuan awalku adalah mempersatukan onnie agar dapat tertawa lagi. Aku sangat kangen onnie yang ceria. Aku takut onnie menjadi yeoja yang sepertiku, yang tidak punya perasaan. Bahkan aku tidak bisa menanggis. Bahagialah onnie! Aku ingin kau bahagia. Kembalilah tersenyum! Buatlah cerita indah kalian.
Daisy.”
Chaerin kembali menangis di bahuku.
“disty, minta kau tersenyum. Kenapa kau malah menangis? Ok,mengislah sekarang tapi, setelah itu jangan menangis lagi”kataku.
Aku menemani chaerin ke rumah sakit.
“kau tidak apa-apa?”tanyaku.
“ne!”jawab chaerin onnie.
“sudahku bilang bawa Jack juga! Kenapa kalian meninggalkan jackku sendirian?”kata seorang yeoja di sebuah kursi roda dan dibelakangnya ada beberapa perawat yang menjaganya. Chaerin langsung memeluk yeoja itu, yeoja yang tidak dapat dia temui lebih dari dua minggu ini.
NEXT ONE POINT #20 >>>>>
please komentarnya. karena tanpa saran dika tidak bisa lebih baik dalam membuat FF. :)
siapa yeoja yang duduk di kursi roda itu? apakah benar-benar disty atau anak lain yg chaerin kira adalah disty??
nantikan sesaat lagi.. hahahaha.. *ketawa setan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar