jangan lupa
ONE POINT #10 (FF SKY DRAGON)
CAST: SKY DRAGON (CL dan GD), Disty AKA Daisy (asli), lainya tidak ada tokoh penting dan hanya fiktif.
AUTHOR: Mahardika Putri.
“ulang tahunmu dua hari lagi kan? Kau mau aku temani kemana?”tanyaku.
“ne. Aku tidak minta apa-apa. Aku ingin nindie kembali padaku. Aku
sangat merindukannya”kata disty sambil menyandarkan kepalanya di bahuku.
“ah, aku lupa! Perusahan wings tidak bersedia kerja sama dengan kita.”
“akh, namja gila itu. Akanku buat dia yang memohon meminta kerja sama
dengan kita”katanya cemberut menegakan kembali kepalanya dari bahuku,
memeluk boneka tengkoraknya.
“onnie, besok maukah kau menemaniku lari pagi”
“seperti biasa?”
“anni, kali ini jam 6 pagi”
“kenapa jam segitu? Biasanya jam 4 pagi.”
“kali ini aku mau melihat matahari”kata disty. Aku hanya diam walau
sebenarnya aku tahu ada yang di rencanakan disty. Itu sudah pasti.
Kami berlari pelan melewati banyak orang. Dari orang sebanyak ini aku
dapat melihat jiyong berlari ke arah kami. Dia mengenakan jaket kuning,
berlari pelan sambil mendengarkan musik. Aku pura-pura tak melihatnya.
“pagi, presdir!”sapanya dengan tatapan tetap menyelidikiku. Dulu dia selalu tersenyum dengan lembut kepadaku.
“pagi.”jawabku sambil berjalan di tempat.
“rumah anda sekitar sini?”
“ne, tentu saja”jawabku.
“AKKKH!!!” erang disty kesakitan. Dia jongkok sambil memegang perutnya.
Aku berlari khawatir ketempat disty yang kebetulan tak jauh dariku.
“wae, disty?”tanyaku.
“perutku!” adunya sambil merintih sakit.
“maghmu kambuh? Bagaimana ini? Kita pulang saja”kataku panik.
“kita bawa kerumah sakit. Wajahnya begitu pucat” usul jiyong oppa.
“rumah sakit jauh dari sini.”kataku.
“tenang, aku membawa mobil”kata jiyong oppa. Tubuh kecil disty dengan
mudahnya digendong jiyong oppa. Disty dan aku duduk di kursi belakang.
Sebenarnya dia tiduran di pangkuanku. Keringat dinginnya selalu keluar
dan mengerang kesakitan.
“wae? Kau selalu menjaga makanmu. Kenapa
jadi begini. Sabar disty, kita akan sampai kerumah sakit sebentar
lagi”kataku cemas. Disty masing mengerang kesakitan, memegang perutnya
sesekali di tekannya dan menggigit bibirnya.
@rumah sakit
aku berdiri sambil menyenderkan bahuku di dinding. Disty sadang dipriksa dokter dikamar.
“tenang, dia akan baik-baik saja!”kata jiyong oppa.
“aku tidak bisa tenang begitu saja. Dia satu-satunya keluargaku
sekarang. Apa kau mendengar suara rintihanya menahan sakit? Aku tidak
tega mendengarnya”kataku emosi. Jiyong oppa memelukku.
“dia tidak akan apa-apa. Dokter akan menolongnya”kata jiyong oppa berusaha menenangkanku.
NEXT ONE POINT #11 >>>>>
Tidak ada komentar:
Posting Komentar