-author pov-
“wah, kau sudah disini? Eh, ada disty atau lebih baik aku panggil daisy? Kau berlagak anak kecil yang polos untuk menghancurkannku. Kau sangat menakutkan.”kata kiko pernuh ancaman setelah melihat daisy keluar dari persembunyiannya.
“tak perlu semarah itu padaku karena kau hanya boneka ayahmu. Awalnya aku tak ingin melukaimu. Tapi, setelah tahu kau merebut jiyong oppa dari onnieku aku rasa kehilangan pekerjaan itu cukup setelah kau menikmati kerja diperusahaanku selama 3 tahun. Kini aku berniat melukaimu lebih dalam. Kenapa?”kata disty mengancam.
“karena kau berniat membunuh chaerin onnie, menabraknya hingga mata kirinya tak dapat melihat, dan mengancam jiyong oppa bila dia bertemu dengan chaerin onnie. Kau yeoja psyco spertiku, kiko. Kenapa kau tidak segera minta maaf padaku? Mungkin aku akan memaafkanmu dan aku akan menemanimu ke dokter jiwaku. Mungkin kita bisa sembuh.”kata disty santai.
“kau gila!!”teriak kiko.
“aku kan sudah bilang aku psyco, apa kau tidak dengar?!”kata disty keras.
“aku begini juga karena ayahmu si lintah itu.”kata disty.
“jangan bilang uri appa lintah!”kata kiko.
“wae kau masih membela appamu? Appamu bahkan tidak pernah mengagapmu berarti. Sadarlah! Kau hanya boneka appamu”kata disty tersenyum manis dan tatapan mata tajam.
“kau ingat kejadian saat kebakaran dirumahmu 9 tahun lalu?”kata disty. Tubuh kiko jadi kaku, dia mengingat kejadian 9 tahun lalu saat tubuhnya terbakar api.
“dia memilih menyelemati hartanya ketimbang kau kiko, anaknya.”kata disty dengan senyuman manis. Kiko diam, dia tidak sanggup menerima kenyataan itu.
“anni, kau salah! Itu karena appa marah aku telah bermain api dan menyebabkan kebakaran itu!”elak kiko, kini air matanya tumpah.
“jangan menyangkal! Bagaimana pun orang tua akan memilih anaknya ketimbang nyawanya sendiri. Kau pasti tau kematian uri appa? Dia mati karena menyelamatkan nyawaku. Kecelakaan itu dia memelukku dan mengatakan ‘mian daisy, appa tidak bisa menjagamu lebih lama dari ini’ . itu kalimat terakhir uri appa. Kau iri padaku? Kenapa kau masih membela si lintah itu?”kata disty masih penuh senyuman manis tapi, dia mengatur nafasnya. Alat penghitung detak jantungnya mulai berbunyi karena jantung disty tidak normal.
“diam!”perintah kiko sambil menodongkan pistol ke arah disty. Mungkin karena jarak mereka cukup jauh disty masih terlihat tenang.
“sudahlah, appamu memang monster! Sebaiknya kau menjauh darinya dan ikut denganku. Kita akan berobat bersama. Jika aku membawamu juga mungkin bisa diskon. Yeoja pintar, cantik dan kaya seperti kita tidak baik bila terkena gangguan jiwa.”kata disty.
“kau benar-benar iblis!”
“anni! Aku lebih suka di sebut angel of darkness”kata disty sambil mengatur nafasnya yang tersenggal-sengal.
Door!! Tembakan dari kiko menuju ke disty, chaerin langsung berlari melindungi disty. Disty memeluk chaein dari belakang dan segera memutar tubuhnya sehingga disty tetap didepan melindungi chaerin. disty terjatuh, tubuhnya melemas.
“onnie, tenanglah! Jangan menangis! Aku punya berita buruk dan berita baik. Berita buruk jantungku semakin melemah. Berita baiknya aku merestu kalian dan onnie akan bisa melihat dengan 2 mata karena mataku akan menjadi mata onnie.”kata disty tersenyum. Orang suruhan disty sudah berhasil menahan kiko agar tidak kabur. Kiko pun terlihat terkejut dengan apa yang telah dia perbuat.
“andwee! Andwe, daisy! Kau harus tetap hidup!”kata chaerin panik.
“aku sudah memanggil posisi dan ambulance. Keinginanku terakhir adalah mendonorkan mataku untuk onnie. Terimalah onnie!”katanya tersenyum. Tapi, dibalik senyumannya disty menahan rasa sakit.
“bilang dengan guugu, nindie dan princess bahwa aku pergi ketempat orang tuaku. Aku tidak mau mereka khawatir.”kata disty.
“diamlah! Tenangkan jantungmu!”kata chaerin menangis. Sirene polisi dan ambulance pun terdengar.
“awal dihidupku aku dipeluk dengan uri omma, awal hidupku menjadi daisy dipeluk dengan uri oppa. Saat akhir hidup daisy dan disty dipeluk olehmu onnie. Itu sangat membahagiakan. Kau selalu menjadi idolaku.”kata disty tersenyum manis.
“maaf, kami harus membawanya” kata perawat. Chaerin yang lemas hanya bisa diam. Para perawat membawa disty pergi dan polisi menangkap kiko karena kasus penculikan dan pembunuhan yang dia lakukan.
NEXT ONE POINT #19 >>>>>
please komentar. karena tanpa saran dika tidak bisa lebih baik dalam membuat FF. :)
“wah, kau sudah disini? Eh, ada disty atau lebih baik aku panggil daisy? Kau berlagak anak kecil yang polos untuk menghancurkannku. Kau sangat menakutkan.”kata kiko pernuh ancaman setelah melihat daisy keluar dari persembunyiannya.
“tak perlu semarah itu padaku karena kau hanya boneka ayahmu. Awalnya aku tak ingin melukaimu. Tapi, setelah tahu kau merebut jiyong oppa dari onnieku aku rasa kehilangan pekerjaan itu cukup setelah kau menikmati kerja diperusahaanku selama 3 tahun. Kini aku berniat melukaimu lebih dalam. Kenapa?”kata disty mengancam.
“karena kau berniat membunuh chaerin onnie, menabraknya hingga mata kirinya tak dapat melihat, dan mengancam jiyong oppa bila dia bertemu dengan chaerin onnie. Kau yeoja psyco spertiku, kiko. Kenapa kau tidak segera minta maaf padaku? Mungkin aku akan memaafkanmu dan aku akan menemanimu ke dokter jiwaku. Mungkin kita bisa sembuh.”kata disty santai.
“kau gila!!”teriak kiko.
“aku kan sudah bilang aku psyco, apa kau tidak dengar?!”kata disty keras.
“aku begini juga karena ayahmu si lintah itu.”kata disty.
“jangan bilang uri appa lintah!”kata kiko.
“wae kau masih membela appamu? Appamu bahkan tidak pernah mengagapmu berarti. Sadarlah! Kau hanya boneka appamu”kata disty tersenyum manis dan tatapan mata tajam.
“kau ingat kejadian saat kebakaran dirumahmu 9 tahun lalu?”kata disty. Tubuh kiko jadi kaku, dia mengingat kejadian 9 tahun lalu saat tubuhnya terbakar api.
“dia memilih menyelemati hartanya ketimbang kau kiko, anaknya.”kata disty dengan senyuman manis. Kiko diam, dia tidak sanggup menerima kenyataan itu.
“anni, kau salah! Itu karena appa marah aku telah bermain api dan menyebabkan kebakaran itu!”elak kiko, kini air matanya tumpah.
“jangan menyangkal! Bagaimana pun orang tua akan memilih anaknya ketimbang nyawanya sendiri. Kau pasti tau kematian uri appa? Dia mati karena menyelamatkan nyawaku. Kecelakaan itu dia memelukku dan mengatakan ‘mian daisy, appa tidak bisa menjagamu lebih lama dari ini’ . itu kalimat terakhir uri appa. Kau iri padaku? Kenapa kau masih membela si lintah itu?”kata disty masih penuh senyuman manis tapi, dia mengatur nafasnya. Alat penghitung detak jantungnya mulai berbunyi karena jantung disty tidak normal.
“diam!”perintah kiko sambil menodongkan pistol ke arah disty. Mungkin karena jarak mereka cukup jauh disty masih terlihat tenang.
“sudahlah, appamu memang monster! Sebaiknya kau menjauh darinya dan ikut denganku. Kita akan berobat bersama. Jika aku membawamu juga mungkin bisa diskon. Yeoja pintar, cantik dan kaya seperti kita tidak baik bila terkena gangguan jiwa.”kata disty.
“kau benar-benar iblis!”
“anni! Aku lebih suka di sebut angel of darkness”kata disty sambil mengatur nafasnya yang tersenggal-sengal.
Door!! Tembakan dari kiko menuju ke disty, chaerin langsung berlari melindungi disty. Disty memeluk chaein dari belakang dan segera memutar tubuhnya sehingga disty tetap didepan melindungi chaerin. disty terjatuh, tubuhnya melemas.
“onnie, tenanglah! Jangan menangis! Aku punya berita buruk dan berita baik. Berita buruk jantungku semakin melemah. Berita baiknya aku merestu kalian dan onnie akan bisa melihat dengan 2 mata karena mataku akan menjadi mata onnie.”kata disty tersenyum. Orang suruhan disty sudah berhasil menahan kiko agar tidak kabur. Kiko pun terlihat terkejut dengan apa yang telah dia perbuat.
“andwee! Andwe, daisy! Kau harus tetap hidup!”kata chaerin panik.
“aku sudah memanggil posisi dan ambulance. Keinginanku terakhir adalah mendonorkan mataku untuk onnie. Terimalah onnie!”katanya tersenyum. Tapi, dibalik senyumannya disty menahan rasa sakit.
“bilang dengan guugu, nindie dan princess bahwa aku pergi ketempat orang tuaku. Aku tidak mau mereka khawatir.”kata disty.
“diamlah! Tenangkan jantungmu!”kata chaerin menangis. Sirene polisi dan ambulance pun terdengar.
“awal dihidupku aku dipeluk dengan uri omma, awal hidupku menjadi daisy dipeluk dengan uri oppa. Saat akhir hidup daisy dan disty dipeluk olehmu onnie. Itu sangat membahagiakan. Kau selalu menjadi idolaku.”kata disty tersenyum manis.
“maaf, kami harus membawanya” kata perawat. Chaerin yang lemas hanya bisa diam. Para perawat membawa disty pergi dan polisi menangkap kiko karena kasus penculikan dan pembunuhan yang dia lakukan.
NEXT ONE POINT #19 >>>>>
please komentar. karena tanpa saran dika tidak bisa lebih baik dalam membuat FF. :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar