jangan lupa

JANGAN LUPA KOMENTAR YA..

Minggu, 14 April 2013

ONE POINT #15

CAST: SKY DRAGON (CL dan GD), Disty AKA Daisy (asli), lainya tidak ada tokoh penting dan hanya fiktif.
AUTHOR: Mahardika Putri.

Bel rumah berbunyi. Hari ini hari jum’at tidak ada jadwal dokter ke rumah untuk memeriksa disty. Lalu siapa yang datang? Aku pun segera membukakan pintu. Sedikit kaget dengan seseorang yang dihadapanku sekarang.
“wae?”tanyaku bingung.
“kata disty kau kecelakaan hingga mengeluarkan darah. Kau tidak apa-apa?”tanya jiyong oppa dengan expresi bingung dan khawatir. Dia khawatir padaku? Ah itu tidak mungkin.
“aku baik-baik saja”kataku bingung.
“jiyong oppa, kenapa kau begitu panik hingga segera datang kesini? Hanya perlu sepuluh menit kalau telah sampai disini. Hwua... love power!”tanya disty yang sekarang di belakangku dengan memeluk boneka jack yang melebihi besar tubuhnya sendiri. Jiyong oppa masih terlihat bingung.
“kau tidak menanyakan akibat uri onnie terluka dan langsung kesini?”kata disty dengan senyuman liciknya.
“oh ne. Kenapa daisy terluka?”tanya jiyong oppa.
“aku tidak kenapa-kenapa. Hanya tergores pisau”kataku sambil menunjukkan jari telunjuk kananku yang ditutupi plaster.
“sepertinya aku dikerjain disty”kata jiyong oppa tersenyum malu.
“kabooor...”kata disty masuk kedalam.
“mianhae, aku terlalu berlebihan. Aku pulang saja”kata jiyong oppa.
“tidak masuk dulu?”tawarku.
“ne. Oppa kau masuk saja. Bukankah sebentar lagi kalian ke kantor. Dan pasti kau belum sarapan kan oppa? Oppa setidaknya sekarang kau bisa mencicipi masakan uri onnie”teriak disty dari dalam.
“boleh aku masuk?”
“ne, silahkan. Mianhae, sikap disty”kataku sambil mepersilahkanya masuk. Aku melihat disty yang begitu gembira senyumanya kembali terlihat manis tapi, sungguh menakutkan. Lagi-lagi dia menyusun rencana sendiri dan berhasil. Tapi, aku rasa tidak hanya ini. Pasti ada sesuatu yang lain.

-disty pov-
dugaanku tepat. Mereka maih saling mencintai. Hahaha.. memang dari penampilan onnie tidak terlalu berubah dan hanya sikapnya saja sedikit berbeda dari yang ku kenal dulu. Tapi, bila chaerin onnie melakukan operasi wajah dan merubah semua identitasnya aku yakin jiyong oppa tetap akan hanya mencintai chaerin onnie. Mereka sangat serasi. Chaerin onnie sedang memasak didapur, aku dan jiyong oppa menonton di televisi.
“kau tidak sekolah, disty?”tanya jiyong oppa.
“anni.”jawabku. jiyong oppa benar-benar mengira aku masih anak sekolah.
“apa karena penyakitmu?”
“bisa dibilang begitu.”
“ Oppa, aku ingin mengobrolkan sesuatu. Apa boleh?”tanyaku. jiyong oppa menggukan kepalanya.
“oppa,kau ingat saat di rumah sakit kau mengira uri onnie orang lain. Jujur saja, aku tidak suka kau mendekati uri onnie jika kau melihatnya sebagai yeoja lain.”kataku dengan expresi sedih dan kecewa.
“annio, bukan begitu. Hanya saja mereka benar-benar mirip. Tapi, sekarang aku sadar mereka berbeda.”
“wae? Apakah uri onnie lebih cantik dari yeoja itu?”
“tentu saja onniemu lebih cantik.”kata jiyong oppa tersenyum sambil menyentuh lembut rambutku.
“mana yang lebih baik oppa?”
“yeoja itu. Onniemu sangat dingin, kau tau itu.tapi, onniemu begitu menarik”jelas jiyong oppa.
“kau jatuh cinta dengan uri onnie?”tanyaku. jiyong oppa terdiam.
“aku akan mengatakannya dengan uri onnie”godaku.
“ini rahasia!”
“apa untungnya bagiku?”kataku mengancam.
“aku akan membelikanmu es cream”
“ne, satu minggu”kataku.
“itu terlalu lama”
“yes or no?”
“baiklah, aku akan melakukannya”
“lalu, kenapa kau tidak bersama dengan yeoja itu oppa?”
“aku bukan namja yang baik untuknya. Aku sudah terlalu banyak menyakitinya.” Kata jiyong oppa dan terlihat sedih.
“kau belum bisa melupakanya kan?”tanyaku lagi.
“anak kecil belum boleh menceritakan cinta”kata jiyong oppa mengalihkan pembicaraan.
“ternyata oppa belum mengenalku. lalu, kenapa kau tidak berpisah dengan kiko?” selidikku dengan nada santai.
“butuh keberanian untuk pergi darinya”kata jiyong oppa serius. Tapi, dimatanya juga terlihat ketakutan.
“segeralah oppa. Aku akan mendukungmu”kataku. Sambil melemparkan batal sofa ke oppa. Jiyong oppa yang kaget pun membalasku.
“sarapannya sudah siap. Kalian selalu saja bermain”kata chaerin onnie.
“ne.. onnie.”kataku berlari ketempat chaerin onnie dimeja makan.

NEXT ONE POINT #16 >>>>>
jangan lupa komentar , jebal!!! jebal!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar