jangan lupa
ONE POINT #9 (FF SKY DRAGON)
CAST: SKY DRAGON (CL dan GD), Disty AKA Daisy (asli), lainya tidak ada tokoh penting dan hanya fiktif.
AUTHOR: Mahardika Putri.
“namamu chaerin?”tanya jiyong tak percaya.
“ne, cha chaerin”kata disty mantap tersenyum manis tapi, sebenarnya ini senyuman licik.
“mian, dia mengira kamu kekasihnya. dia seperti karena dia belum
menerima kepergian kekasihnya. ayo kita pergi chaerin!”kata gil young
sambil menarik tangan disty. disty pun meninggalkan jiyong oppa dengan
si rubah. Gil young memegang bahu disty.
“dia masih melihat kearahku?”tanya disty.
“ne, daisy! Wajahnya terlihat pucat dan bingung. Kau menampakan diri
tapi, kenapa tidak meperlihatkan wajahmu dengan jelas?”kata gil young.
“seorang peri yang menolong gadis berhati suci tidak akan menunjukkan
wajahnya selain gadis berhati suci itu yang meminta.”kata disty.
---- ONE POINT #9-----
-chaerin pov-
disty duduk disofa dengan anggun. Tehnya diminum perlahan. Sesekali
mengibaskan kipas berendanya berwarna hitam dan merah. Sepertinya hari
ini tema pakaiannya adalah bangsawan spanyol. Karena gaun renda, kipas,
dan tataan rambutnya mencerminkan bangsawan spanyol.
“jiyong oppa masih memikirkan onnie?”kata disty sambil mengembalikan teh ke piring kecil dimeja.
“tidak mungkin”jawabku.
“saat aku bilang namaku chaerin tubuhnya menjadi kaku. Dari tatapan matanya terlihat dia merindukanmu”kata disty serius.
“jadi aku harus mengaku padanya sekarang?”tanyaku.
“kita belum tahu kenapa dia dengan mudahnya dengan si rubah itu, kenapa
dia langsung meninggalkan onnie saat kecelakaan itu bahkan tidak
menjengukmu dirumah sakit. Selama alasan itu belum kita ketahui secara
pasti, jangan sampai memberi tahu rahasia kita. Karena aku merasa jiyong
oppa sangat berubah walau aku juga yakin perasaanya pada onnie tak
berubah. Bagaimanapun aku tak mau onnie bersama namja yang salah.”kata
disty sambil tersenyum walau yang dia ucapkan begitu serius. Gadis ini
berkali-kali membuatku merinding. Gadis muda, bertubuh kecil dengan
kekuasaan yang begitu besar tapi dia juga terlihat imut dan lucu. Walau
terkadangan tindakan dan kata-katanya mengerikan tapi, dia tetap baik
terhadapku.
“selaunjutnya apa yang kau lakukan, disty?”
“mengetahui rahasia dibalik ini semua dan membuat kalian dekat kembali.
Aku akan memutuskan apakah onnie akan bersamanya atau tidak. Tahan semua
perasaan onnie sebelum aku memutuskannya. Ingat, hanya aku yang onnie
punya. Oh ne satu lagi, onnie menangapi jiyong oppa harus baik, kita
akan merubah alur ceritanya”katanya tersenyum manis.
sebulan
aku berkerja disini semakin hari karyawan semakin ketakutan melihatku.
Bahkan kiko yang dulu menamparku tak berani meperlihatkan wajahnya ke
diriku. Tapi, ada satu yang tak berubah. Jiyong oppa masih menatapku
curiga walau terkadang dia juga mengagapku daisy.
“tak ada
kemajuan?”tanya disty setelah aku memasuki rumah. Tissu berserakkan
dilantai, meja dan sekitar. Anni, dia tidak mungkin menangis.
“anni. Kenapa tissu- tissu ini?” tanyaku.
“aku sedang flu. Onnie...”kata disty manja.
“wae? Kau mau ke dokter? Sudah panggil dokter Lee? (dokter pribadi di part 2)”
“akh.. ajumma cerewet itu tak perlu ditelepon dia sudah datang sendiri. ”
“lalu wae disty? kau terlihat sedih”
“nindie, guguu dan princess ada dipenitipan hewan agar mereka tidak
tertular olehku. Onnie, apakah mereka akan baik-baik saja? Aku kangen
mereka”adunya padaku dengan wajah sedih karena ular, kura-kura dan
gagaknya jauh darinya.
“kenapa tidak kau telepon tempat penitipannya?”tanyaku.
“percuma. aku sudah 10 kali menelepon mereka tapi, penjaganya malah memarahiku.”
“kalau begitu kau percayakan pada mereka saja.”kataku sambil diduduk di sebelah disty.
“ ne..”kata disty menurut. Terkadang terlihat begitu kuat tapi, disisi
lain dia tidak pernah seperti orang dewasa walau umurnya sudah dewasa.
“ulang tahunmu bulan ini 2 hari lagi kan? Kau mau aku temani kemana?”tanyaku.
NEXT ONE POINT #10 >>>>>
Tidak ada komentar:
Posting Komentar