ASSASIN OR...?? #1
CAST: GD, CL, Taeyang dan cast fiktif.
genre: romance
cuap2: bang GD disini puny karakter "badboy" semoga suka. :)
~~JIYONG POV~~
Aku duduk dimeja makan dan pelayan sudah menyiapkan makanku.
"appa mana?"tanyaku pada pelayan.
"jam 4 pagi tuan besar sudah pergi kekantor,tuan"jawab pelayan sambil menuangkan jus digelasku.
"omma?"
"nyonya masih di Paris untuk pameran yang diadakan disana, tuan"jawabnya. Aku mengunyah daging ini sedikit kesal.
Aku dan kekasihku menonton film bioskop. Dirumahku memang ada fasilitas ini. Sayang sekali kalau tidak dimanfaatkan.
"mianhae tuan, pengawal baru anda sudah datang"kata pelayan yang menghampiriku.
"suruh saja dia menungguku diruang kerja"kataku.
"ne,tuan"kata pelayan permisih pergi.
"HEY, Sudahku bilang jangan menyentuhku! Ingat, hanya tangan yang boleh kau sentuh, tidak yang lain.Kembalilah menonton!"kataku kesal pada kekasihku yang mencoba mengelus dadaku. Dia mendengus kesal dan menjarak dariku. Yeoja itu sangat berbahaya.
CAST: GD, CL, Taeyang dan cast fiktif.
genre: romance
cuap2: bang GD disini puny karakter "badboy" semoga suka. :)
~~JIYONG POV~~
Aku duduk dimeja makan dan pelayan sudah menyiapkan makanku.
"appa mana?"tanyaku pada pelayan.
"jam 4 pagi tuan besar sudah pergi kekantor,tuan"jawab pelayan sambil menuangkan jus digelasku.
"omma?"
"nyonya masih di Paris untuk pameran yang diadakan disana, tuan"jawabnya. Aku mengunyah daging ini sedikit kesal.
Aku dan kekasihku menonton film bioskop. Dirumahku memang ada fasilitas ini. Sayang sekali kalau tidak dimanfaatkan.
"mianhae tuan, pengawal baru anda sudah datang"kata pelayan yang menghampiriku.
"suruh saja dia menungguku diruang kerja"kataku.
"ne,tuan"kata pelayan permisih pergi.
"HEY, Sudahku bilang jangan menyentuhku! Ingat, hanya tangan yang boleh kau sentuh, tidak yang lain.Kembalilah menonton!"kataku kesal pada kekasihku yang mencoba mengelus dadaku. Dia mendengus kesal dan menjarak dariku. Yeoja itu sangat berbahaya.
Kami
masuk ke ruang kerjaku. Melihat yeoja bertubuh indah berdiri
membelakangi kami. Aku segera melepaskan pelukan kekasihku ditanganku.
"kau pulanglah! Aku ada urusan"kataku dan dia pergi meningalkan kami berdua. Sepertinya aku akan menjalankan kisah cinta baru dengan yeoja didepanku ini.
"mian,anda siapa?"tanyaku lembut. Dia berbalik. Waw, dia sungguh cantik.
"saya Lee Chaerin. Saya adalah pengawal baru anda menggantikn Mr. Jhon yang masih dirawat di rumah sakit akibat patah tulang,tuan."katanya dengan expresi datar.
"apa kau sudah berpengalaman?"tanyaku.
"tentu saja saya sudah terlatih dan berpengalaman. Saya juga sudah mendapatkan sertifikat internasional."
"anni! Maksudku apakah berpengalaman dalam berkencan?"
"apa maksud anda tuan?"tanyanya tanpa expresi.
"jika kau bisa berkencan denganku, aku tak perlu lagi berpacaran dengan yeoja-yeoja membosankan itu. Cukup kau, sudah bisa berkencan dan menjagaku. Bukankah itu menjadi nilai plus"
"mianhae tuan, saya berkerja hanya untuk mengawal anda. Silahkan anda lihat data saya."katanya tegas tapi tetap dingin. Dia menyerahkan sebuah map dan aku melihat map itu sekilas lalu menutupnya kembali.
"kau pulanglah! Aku ada urusan"kataku dan dia pergi meningalkan kami berdua. Sepertinya aku akan menjalankan kisah cinta baru dengan yeoja didepanku ini.
"mian,anda siapa?"tanyaku lembut. Dia berbalik. Waw, dia sungguh cantik.
"saya Lee Chaerin. Saya adalah pengawal baru anda menggantikn Mr. Jhon yang masih dirawat di rumah sakit akibat patah tulang,tuan."katanya dengan expresi datar.
"apa kau sudah berpengalaman?"tanyaku.
"tentu saja saya sudah terlatih dan berpengalaman. Saya juga sudah mendapatkan sertifikat internasional."
"anni! Maksudku apakah berpengalaman dalam berkencan?"
"apa maksud anda tuan?"tanyanya tanpa expresi.
"jika kau bisa berkencan denganku, aku tak perlu lagi berpacaran dengan yeoja-yeoja membosankan itu. Cukup kau, sudah bisa berkencan dan menjagaku. Bukankah itu menjadi nilai plus"
"mianhae tuan, saya berkerja hanya untuk mengawal anda. Silahkan anda lihat data saya."katanya tegas tapi tetap dingin. Dia menyerahkan sebuah map dan aku melihat map itu sekilas lalu menutupnya kembali.
"OK, aku akan menerimamu. Apakah kalian bisa berkerja 24jam sehari?"tanyaku dengan tersenyum nakal.
"ne,tuan. Tapi,saya hanya berkerja 12 jam."jawabnya tenang tanpa expresi.
"bagaimana kalo gajimu aku naikan 3x lipat?"
"mianhae,tuan saya tidak bisa"jawabnya tetap tenang.
"bisa beritahu nomor atasan langsungmu?"
"mianhae tuan, saya akan berkerja 12 jam itu sudah ada dikontrak yang telah disepakati bersama"
"tapi, kontrak bisa digantikan?"
"ne, kontrak bisa diganti dengan kepakatan bersama. Tapi mianhae, saya tidak bisa"katanya tenang tapi, seperti ancaman bagiku. Aku segera memencet tombol ponselku.
"omma.."
"..."
"bisakah pengawal ini menginap disini? Aku tak ingin dia kelelahan seperti pengawal-pengawal sebelumnya. Jadi,aku berniat memperkerjakannya 24 jam. Dengan begitu dia jadi selalu bersiaga melindungiku"
"..."
"arra. Gomawo omonim"kataku sambil menutup ponselku. Walau belum pasti. Tapi, aku yakin omma tidak akan mengecewakanku.
"duduklah!"tawarku dengan senyuman manis. Yeoja itu duduk dengan elegant dan angkuh. Tapi, begitu menarik bagiku.
"mian tuan, saya angkat telepon dulu!"katanya tenang. Aku mengangguk dan dia keluar ruangan. Tak lama dia masuk dengan wajah gelisah.
"mianhae tuan saya permisih dulu. Saya dapat panggilan"katanya.
"oh,ne. Silahkan!"kataku santai sambil sedikit meminum teh yang disediakan sejak tadi. Dan dia pun pergi begitu terburu-buru, sepertinya aku bakal berhasil. Dia yeoja yang unik, sangat menarik.
"ne,tuan. Tapi,saya hanya berkerja 12 jam."jawabnya tenang tanpa expresi.
"bagaimana kalo gajimu aku naikan 3x lipat?"
"mianhae,tuan saya tidak bisa"jawabnya tetap tenang.
"bisa beritahu nomor atasan langsungmu?"
"mianhae tuan, saya akan berkerja 12 jam itu sudah ada dikontrak yang telah disepakati bersama"
"tapi, kontrak bisa digantikan?"
"ne, kontrak bisa diganti dengan kepakatan bersama. Tapi mianhae, saya tidak bisa"katanya tenang tapi, seperti ancaman bagiku. Aku segera memencet tombol ponselku.
"omma.."
"..."
"bisakah pengawal ini menginap disini? Aku tak ingin dia kelelahan seperti pengawal-pengawal sebelumnya. Jadi,aku berniat memperkerjakannya 24 jam. Dengan begitu dia jadi selalu bersiaga melindungiku"
"..."
"arra. Gomawo omonim"kataku sambil menutup ponselku. Walau belum pasti. Tapi, aku yakin omma tidak akan mengecewakanku.
"duduklah!"tawarku dengan senyuman manis. Yeoja itu duduk dengan elegant dan angkuh. Tapi, begitu menarik bagiku.
"mian tuan, saya angkat telepon dulu!"katanya tenang. Aku mengangguk dan dia keluar ruangan. Tak lama dia masuk dengan wajah gelisah.
"mianhae tuan saya permisih dulu. Saya dapat panggilan"katanya.
"oh,ne. Silahkan!"kataku santai sambil sedikit meminum teh yang disediakan sejak tadi. Dan dia pun pergi begitu terburu-buru, sepertinya aku bakal berhasil. Dia yeoja yang unik, sangat menarik.
aku duduk dimeja kerjaku, menunggu seseorang membuka mulutnya.
"hari ini apa kegiatan anda tuan?"katanya tanpa expresi. ne, aku berhasil membuat chaerin pengawal probadiku itu berkerja 24 jam untukku.
"aku ada jadwal ke kantor"jawabku.
"kapan tuan ingin berangkat?"
"sekarang"kataku.
"baiklah"katanya. aku berdiri dari sofa, keluar dari ruangan kerjaku. lalu berdiri diam.
"kenapa tuan?"
"sekarang jam 7. lantai baru saja dipel. bisakah kau mengecek lantainya untukku?"tanyaku sambil tersenyum jail. dia segera membuka sepatu bootnya.
"kenapa kau membuka sepatumu. bukankah seharunya kau mengeceknya dengan tanganmu?"tanyaku kaget.
"saya tidak punya waktu mencuci tangan jika menjaga anda. lagian mengunakan kak lebih cepat"jawabnya lagi-lagi tanda expresi. dia mengosok-gosokkan telapak kakinya dilantai untuk memeriksa lantai.
"dimana yang sudah kering?"tanyaku.
"disini"
"sini dimana?"
"ini."katanya sambil menunjuk lantai. aku langsung meraih tangannya dan memegangnya erat. dia mencoba melepaskan diri.
"tolong tuntun aku! aku tak ingin terpeleset"kataku tersenyum manis. lalu dia diam menyerah dengan wajah tanpa expresi. aku tidak bisa mengerjainya tapi, setidaknya aku bisa memegang tangannya ini. pagi-pagi begini bergandengan dengan yeoja seperti dia itu sudah beruntung. kekekeke...
"hari ini apa kegiatan anda tuan?"katanya tanpa expresi. ne, aku berhasil membuat chaerin pengawal probadiku itu berkerja 24 jam untukku.
"aku ada jadwal ke kantor"jawabku.
"kapan tuan ingin berangkat?"
"sekarang"kataku.
"baiklah"katanya. aku berdiri dari sofa, keluar dari ruangan kerjaku. lalu berdiri diam.
"kenapa tuan?"
"sekarang jam 7. lantai baru saja dipel. bisakah kau mengecek lantainya untukku?"tanyaku sambil tersenyum jail. dia segera membuka sepatu bootnya.
"kenapa kau membuka sepatumu. bukankah seharunya kau mengeceknya dengan tanganmu?"tanyaku kaget.
"saya tidak punya waktu mencuci tangan jika menjaga anda. lagian mengunakan kak lebih cepat"jawabnya lagi-lagi tanda expresi. dia mengosok-gosokkan telapak kakinya dilantai untuk memeriksa lantai.
"dimana yang sudah kering?"tanyaku.
"disini"
"sini dimana?"
"ini."katanya sambil menunjuk lantai. aku langsung meraih tangannya dan memegangnya erat. dia mencoba melepaskan diri.
"tolong tuntun aku! aku tak ingin terpeleset"kataku tersenyum manis. lalu dia diam menyerah dengan wajah tanpa expresi. aku tidak bisa mengerjainya tapi, setidaknya aku bisa memegang tangannya ini. pagi-pagi begini bergandengan dengan yeoja seperti dia itu sudah beruntung. kekekeke...
CHAERIN POV
Namja ini memang seperti yang diberitakan. Begitu manja, aneh dan semena-mena. Tapi, aku pasti aku bisa mengatasinya.
"mianhae, anda siapa?"kata seorang yeoja saat aku akan masuk keruangan.
"tidak masalah. Dia kekasihku"kata tuan jiyong dengan senyuman manis. Sedangkan yeoja itu menatapku sinis.
"kajja,masuk!"kata tuan jiyong tersenyum manis.
JIYONG POV
"dia kekasihku"kataku tersenyum. Lagi-lagi hanya diam tanpa expresi.
"kajja,masuk!"kataku. Dia pun masuk dengan tenang. Aku binggung kemana expresi wajahnya. Apakah dia melelang expresinya?
"tunggu sebentar ya?"
"ne tuan"jawabnya diam tanpa expresi. Aku sengaja membiarkan dia berdiri. Kita lihat berapa lama dia bersabar. Aku penasaran dengan wajah emosionalnya, pasti lucu dan mengemaskan.kekeke..
Namja ini memang seperti yang diberitakan. Begitu manja, aneh dan semena-mena. Tapi, aku pasti aku bisa mengatasinya.
"mianhae, anda siapa?"kata seorang yeoja saat aku akan masuk keruangan.
"tidak masalah. Dia kekasihku"kata tuan jiyong dengan senyuman manis. Sedangkan yeoja itu menatapku sinis.
"kajja,masuk!"kata tuan jiyong tersenyum manis.
JIYONG POV
"dia kekasihku"kataku tersenyum. Lagi-lagi hanya diam tanpa expresi.
"kajja,masuk!"kataku. Dia pun masuk dengan tenang. Aku binggung kemana expresi wajahnya. Apakah dia melelang expresinya?
"tunggu sebentar ya?"
"ne tuan"jawabnya diam tanpa expresi. Aku sengaja membiarkan dia berdiri. Kita lihat berapa lama dia bersabar. Aku penasaran dengan wajah emosionalnya, pasti lucu dan mengemaskan.kekeke..
sudag hampir 2 jam dia berdiri disitu tanpa bergerak. OK, kau hebat. Kau menang Lee Chaerin.
"Sudah saatnya makan." kataku sambil membereskan beberapa dokumen yang tadi kupriksa dan berjalan melewatinya. Tanpa expresi dan tanpa bergerak selama hampir 2 jam. Apakah dia robot? Aku dengar jepang sudah berhasil membuat robot yang sama persis dengan manusia. Tapi, tidak akan mungkin karena aku masih ingat tangannya yang indah itu terasa hangat. Pengawal sebelumnya pasti memperlihatkan rasa lelahnya padaku atau sengaja permisi untuk istirahat tanpaku tahu. Aku 80% yakin dia adalah robot. Aku mengajaknya makan bersamaku. Dia memakan makanan yang sudah disiapkan aku jadi tidak yakin dia adalah robot. Sebenarnya dia siapa? Kenapa wajah tanpa expresinya itu jadi terlihat menakutkan untukku saat ini. apakah dia assasin untuk membunuhku? Tiba-tiba chaerin menatapku dingin. Ada apa ni? Apakah dia benar-benar assasin? Pelayan, tolonglah aku! Lindungilah aku!
"Sudah saatnya makan." kataku sambil membereskan beberapa dokumen yang tadi kupriksa dan berjalan melewatinya. Tanpa expresi dan tanpa bergerak selama hampir 2 jam. Apakah dia robot? Aku dengar jepang sudah berhasil membuat robot yang sama persis dengan manusia. Tapi, tidak akan mungkin karena aku masih ingat tangannya yang indah itu terasa hangat. Pengawal sebelumnya pasti memperlihatkan rasa lelahnya padaku atau sengaja permisi untuk istirahat tanpaku tahu. Aku 80% yakin dia adalah robot. Aku mengajaknya makan bersamaku. Dia memakan makanan yang sudah disiapkan aku jadi tidak yakin dia adalah robot. Sebenarnya dia siapa? Kenapa wajah tanpa expresinya itu jadi terlihat menakutkan untukku saat ini. apakah dia assasin untuk membunuhku? Tiba-tiba chaerin menatapku dingin. Ada apa ni? Apakah dia benar-benar assasin? Pelayan, tolonglah aku! Lindungilah aku!
Matanya
semakin tajam menatapku. Aku jadi tidak berani melihatnya makanya aku
menutup mataku. aroma harum wanita terasa didekatku. kenapa wajahku jadi
memanas.
Byuur... Aku segera membuka mataku. Chaerin mendekapku dipelukannya(bayangin tu si GD duduk sambil dipeluk CL).
"apa yang kau lakukan?!"teriakku. Sebenarnya aku suka dipeluknya. Tapikan, tidak didepan pelayan begini. Lalu, dia segera melepaskanku.
"ommo! mianhae, aku tidak memegangnya dengan kuat hingga supnya tumpah. Supnya masih panas sebaiknya aku melihat punggungmu untuk memeriksa luka bakarnya."kata pelayan itu cemas sambil melap punggung chaerin yang basah terkena tumpahan sup.
"kenapa bengong? Cepat panggilkan dokter!"teriakku lagi. Aku jadi panik melihat kondisi Chaerin tapi, Kenapa expresinya tetap biasa saja seolah-olah tidak merasa sakit.
SKIP
Sekarang Chaerin sedang diperiksa dokter di kamar. Selain aku khawatir dengan kondisinya mungkin ini waktu yang tepat untuk memeriksa dia robot atau bukan.
"tunggu tuan, anda tidak boleh masuk!"hadang palayanku. Aku tetap menerobos masuk. Aku melihat punggung Chaerin yang mulus itu berwarna merah karena terkena sup panas. Chaerin melihatku. Tapi, aku jadi aku malu sendiri, segera keluar dan menutup pintu kembali.
"sudah saya katakan kalau tian tidak boleh masuk"kata pelayan itu lagi. aku ingin memarahinya tapi, punggung Chaerin itu terlintas dikepalaku ini. ada yang salah dengan pikiranku.
Byuur... Aku segera membuka mataku. Chaerin mendekapku dipelukannya(bayangin tu si GD duduk sambil dipeluk CL).
"apa yang kau lakukan?!"teriakku. Sebenarnya aku suka dipeluknya. Tapikan, tidak didepan pelayan begini. Lalu, dia segera melepaskanku.
"ommo! mianhae, aku tidak memegangnya dengan kuat hingga supnya tumpah. Supnya masih panas sebaiknya aku melihat punggungmu untuk memeriksa luka bakarnya."kata pelayan itu cemas sambil melap punggung chaerin yang basah terkena tumpahan sup.
"kenapa bengong? Cepat panggilkan dokter!"teriakku lagi. Aku jadi panik melihat kondisi Chaerin tapi, Kenapa expresinya tetap biasa saja seolah-olah tidak merasa sakit.
SKIP
Sekarang Chaerin sedang diperiksa dokter di kamar. Selain aku khawatir dengan kondisinya mungkin ini waktu yang tepat untuk memeriksa dia robot atau bukan.
"tunggu tuan, anda tidak boleh masuk!"hadang palayanku. Aku tetap menerobos masuk. Aku melihat punggung Chaerin yang mulus itu berwarna merah karena terkena sup panas. Chaerin melihatku. Tapi, aku jadi aku malu sendiri, segera keluar dan menutup pintu kembali.
"sudah saya katakan kalau tian tidak boleh masuk"kata pelayan itu lagi. aku ingin memarahinya tapi, punggung Chaerin itu terlintas dikepalaku ini. ada yang salah dengan pikiranku.
TBC
keren! lanjutannya cepet rilis yaa, kkkk
BalasHapusgomawo! :)
Hapusne, di usahaakan cepat posting.