Judul : love?? #5
Author: Kim Daisy
Genre: romance
Rating: T
Cast: Lee Chaerin (CL 2NE1)
Kwon Jiyong (G-Dragon BIG BANG)
Author Pov
Jiyong kini duduk di ruang televisi tapi, dia masih fokus pada leptopnya. Berlahan Chaerin berjalan mendekati Jiyong yang sedang fokus.
“Jiyong..”panggil Chaerin takut.
“hm..”jawabnya berdehem.
“apa yang kita lakukan tadi malam?”tanya Chaerin.
“menurutmu?”tanyanya sambil mengetik sesuatu di leptop.
“apa kita..”kata Chaerin terputus karena tak sanggup mengucapkanya.
“kau mendekatiku lalu menciumku. Kau menyerangku lalu...”
“tidaak!!!! Jangan diteruskan!!!”kata Chaerin histeris dan kembali berjalan menuju kamarnya. Wajah Chaerin memerah karena malu dan itu membuat Jiyong tertawa pelan. Jiyong sengaja menahan tawanya agar tidak di ketahui Chaerin karena Jiyong ingin kebohongannya terlihat meyakinkan.
Semenjak kejadian itu Chaerin semakin menjaga jarak dari Jiyong dan menatap Jiyong khawatir. Itu malah membuat Jiyong semakin suka mengerjainya.
“Chaerin~ah.. kenapa kau duduknya jauh sekali dariku?”tanya Jiyong manja, hanya untuk menggangu Chaerin saja yang sedang menonton dengan waswas.
“kau tak perlu malu padaku. Bukankah malam itu kau yang malah mendekat padaku. Apakah kau tidak ingat juga? Kau yang penuh keringat karena ulahku membuatmu terlihat sangat cantik dan sexy”kata Jiyong menggangu. Maksud Jiyong ulahnya adalah saat Jiyong mengikat Chaerin dengan selimut.
“Tidaak!!! Aku tidak mau mendengarnya.”kata Chaerin beranjak pergi dengan wajah memerah. Jiyong lagi-lagi menahan tawanya.
“dia polos sekali.”kata Jiyong terkekeh pelan.
Hari ini Jiyong dan Chaerin pindah ke rumah Jiyong. Rumah berbeda dari yang pertama kali Jiyong mengajak Chaerin dulu.
“kenapa? Kau tidak suka dengan rumahnya?”tanya Jiyong saat melihat Chaerin hanya diam saat keluar dari mobil.
“bukan begitu tapi, kenapa rumahmu lebih besar dari rumah orang tuamu?”tanya Chaerin.
“kerena aku akan mengisi rumah ini dengan anak-anak yang banyak dari rahimmu.”kata Jiyong tersenyum membuat Chaerin bergidik ngeri.
“kau kira aku akan tertipu lagi? Aku sudah mengingatnya! Kita tak melakukan apa-apa hanya..”kalimat itu tergantung karena Chaerin tak kuat mengatakannya.
“hanya ciuman lalu kau mengodaku dengan membuka bajumukan?”kata Jiyong dengan senyuman kemenangan.
“jangan mengungkit itu lagi!”pinta Chaerin dengan muka yang memerah menahan malu.
“sudahlah! Aku masuk! Udara sangat dingin.”kata Jiyong sambil berjalan menuju pintu masuk. Chaerin pun mengikutinya.
“tapi Chaerin~ah... kau tak perlu malu karena kau melakukannya di depan suamimu.”goda Jiyong.
“jangan menggaguku!!”kata Chaerin kesal dan Jiyong lagi-lagi tertawa.
“apa yang kau tempel itu, Chaerin?”tanya Jiyong saat dia menghampiri kamar Chaerin dan melihat Chaerin menempelkan poster namja di dinding kamarnya.
“bukan urusanmu!”jawab Chaerin kesal.
“seharusnya kau menempel foto pernikahan kita, bukan namja lain.”kata Jiyong sambil berusaha melepaskan satu persatu poster yang sudah Chaerin tempelkan.
“jangan dilepas!”kata Chaerin.
“aku tidak mau kau menodai dindingku dengan foto namja lain.”
“bukankah ini kamarku?”
“tetap saja kamarmu ini masih dalam rumahku, milikku.”kata Jiyong melepaskan lagi posternya, Chaerin menahan poster agar tak terlepas karena Jiyong. Karena sedikit menginjit dan terlalu banyak bergerak membuat Chaerin hampir terjatuh. Chaerin langsung memegang tangan Jiyong agar tidak terjatuh tapi, itu malah membuat keduanya jatuh bersama. Jiyong menatap Chaerin menikmati suasana saat ini. Tanpa sadar Chaerin pun juga merasakan hal yang sama dengan Jiyong hingga dia juga terdiam. Jiyong mengerakkan tubuhnya agar lebih dekat lagi dengan Chaerin. di peluknya Chaerin hingga mereka semakin dekat.
Cup!
Jiyong berhasil mencium bibir Chaerin dan menatap Chaerin kembali. Chaerin terdiam kaku. Tidak ada amarah seperti biasanya dia hanya menerima semua perlakuan Jiyong sekarang. Jiyong mendekatkan Chaerin ke tubuhnya, membuat kepala Chaerin kini berada didadanya.
“detak jantung ini bukan karena kaget. Tapi, akan selalu seperti ini jika aku di dekatmu. Tidakkah kau mengerti tentang perasaanku. Aku ingin kau merasakan hal yang sama denganku.”kata Jiyong. Chaerin tetap tenang didalam pelukan Jiyong. Satu pun dari mereka tidak ada yang ingin beranjak pergi untuk berpisah.
Chaerin pov
@Kantor Chaerin
Bisa-bisanya aku malah membiarkannya menciumku dan aku malah mendekat untuk dipeluknya. Ada yang salah dengan pikiranku.
“kau kenapa Chaerin? Akhir-akhir ini kau terlihat kurang sehat.”tanya Dara sambil menatapku.
“hanya lagi ada masalah. Aku baik-baik saja.”jawabku.
“aku kurang yakin.”kata Dara menyelidik.
“ne, gwinchana.”kataku berusaha tersenyum.
“baiklah. Tapi, jika ada apa-apa segera beri tahu aku!”kata Dara cemas. Dan aku hanya tersenyum menjawabnya.
Kepalaku terasa sakit. Makanya aku memesan Taxi untuk pulang. Sebenarnya banyak yang bisa mengantarku pulang dan Dara memaksaku untuk pulang bersamanya. Tapi, jika mereka mengantarku pulang maka rahasiaku bisa terbongkar.
“Aduh,.. rasanya kepalaku mau pecah kenapa lampu merahnya lama sekali.”gerutuku. ku senderkan kepalaku ke kaca.
Deg!!
Rasanya waktu berhenti sekarang. Aku melihat mobil Jiyong di sebelah taxi yangku naiki. Jiyong yang sedang mengendarai mobil dan yeoja cantik duduk disebelahnya sambil bersender dibahunya dan memeluk tangannya dengan manja. Ku palingkan wajahku. Aku tak ingin melihat pemandangan ini. Dadaku terasa sesak dan tubuhku menjadi lemas.
Tunggu, kenapa aku jadi marah? Ada yang salah dengan diriku.
@rumah
Ku putar kunci pintu, sedikit mendorong hingga aku bisa memasukinya. Dengan lemas aku memasuki rumah ini dan menuju ke kamarku. Aku rasa aku demam.
Bruuk.. ku jatuhkan tubuhku ke sasur king sizeku.
“sial! Kenapa aku ke ingat saat di taxi terus??”gerutuku pelan. Karena merasa tubuhku demam, ku cari kotak obat. Mengambil kompres penghilang demam dan memasangnya di keningku. Lalu, aku kembali tiduran di kasurku.
TBC
Author: Kim Daisy
Genre: romance
Rating: T
Cast: Lee Chaerin (CL 2NE1)
Kwon Jiyong (G-Dragon BIG BANG)
'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
@Jiyong Pov
Sudah cukup malam. Apa Chaerin belum pulang? Karena lampu tidak ada yang menyala hingga hanya rumah kami saja yang gelap gulita. Ku coba menghubungi ponselnya tapi, tak diangakat. Apa terjadi sesuatu denganya? Ku coba hubungi kantornya, ternyata sudah pulang. Dia selalu bisa membuatku mengkhawatirkannya.
“Chaerin kau dimana?”gumamku pelan.
Ku raih kunci mobilku mencoba mencarinya di apartemen lamanya tapi, nihil. Aku tak menemukannya. Karena sudah sangat malam aku pun kembali pulang. Dan dia juga belum pulang. Kemana dia?
“ehk..”erangan yeoja yang aku yakin itu suara Chaerin. Dia kenapa? Segera kuberlari ke kamarnya. Melihat Chaerin tertidur dengan baju lengkap, maka up dan kompres demam dikeningnya, sepertinya dia sakit. Ternyata dari tadi dia disini. Ku raih tanggannya, menggegam kuat. Dia mengeleng-gelengkan kepalanya, sepertinya dia mimpi buruk.
“kau kenapa Chaerin? Kenapa kau jatuh sakit lagi?”gumamku.
“omma! Dadaku sesak”suara rintihan Chaerin dengan tangisan di matanya. Chaerin memegang dadanya dan meremas bajunya tepat di uluh hati. Matanya masih terpejam. Apakah dia mengigau? Kenapa dia seperti ini? Chaerin terlihat menahan rasa sakit.
Author Pov
Chaerin terbagun dari tidurnya dengna rasa kaget. Di sampingnya terlihat yeoja baruh baya sedang menggegam tangannya.
“kau sudah bagun, sayang?”tanyanya lembut dan mengelus kepala Chaerin penuh kasih sayang.
“ommamu tidak bisa datang makanya aku yang menggantikannya.”jelas yeoja itu.
“Jiyong bilang aku harus menggegam tanganmu. Agar kau tenang. Dia menjagamu semalaman. Aku baru saja menggantikannya menjagamu karena dia harus ke kantor. Apakah kau sakit begini karena menikah dengan anakku?”tanya omma Jiyong lembut. Chaerin menjadi tidak nyaaman dengan pertanyaan ommanya Jiyong.
“bisakah kau bertahan dengan uri Jiyong? Aku mohon padamu cobalah mencintai uri Jiyong.”
“tenang omonim, tidak seperti yang kau kira kami sudah mulai dekat.”jawab Chaerin tersenyum tipis.
“gomawo Chaerin! uri Jiyong sangat mencintaimu.”kata omma Jiyong tersenyum senang.
Ting!
“sepertinya ada tamu. Aku akan membukakan pintu. Kau istirahat saja di sini.”perintah omma Jiyong. Omma Jiyong pergi dan membukakan pintu.
“kau.. bagaimana kau tau alamat ini?”tanya omma Jiyong kaget.
“tentu saja aku tahu ahjumma. Dimana Jiyong oppa?”kata yeoja itu sambil melihat ke dalam rumah, mencoba masuk.
“tentu saja anakku ke kantor. Kau kira dia pengaguran sepertimu?”
“ahjumma, kau masih seperti dulu. Selalu ketus padaku.”
“kau juga masih seperti dulu, selalu mengejar anakku. Walau jelas-jelas anakku menolakmu. Sekarang dia sudah memiliki istri yang baik dan cantik jadi kau menyerah saja dan cari namja lain saja.”kata omma Jiyong kesal.
“arra! Arraso! Tapi ahjumma, aku siap jadi istri muda atau simpanan Jiyong oppa.”kata yeoja itu tersenyum senang. Omma Jiyong yang kaget terdiam dan yeoja itu memanfaatkan kesempatan itu untuk masuk.
“jadi kau istri Jiyong oppa?”kata yeoja itu menatap menyelidik pada Chaerin yang bersender lemas di dinding.
“kau jangan menggangunya!”kata omma Jiyong sambil menutup pintu dengan kesal.
“unnie namaku Sohee. Kita akan menjadi saudara karena aku akan segera menjadi istri Jiyong oppa juga.” Kata Yeoja itu tersenyum sambil menjabat tangan Chaerin.
Deg! Seakan jantung Chaerin berhenti berdetak. Chaerin ingat yeoja di depannya ini lah yang kemarin dilihatnya.
“kenapa dia mengatakan kata perang saat perkenalan? Apakah dia serius dengan ucapannya?”pikir Chaerin.
“kau!! Kau jangan ganggu hubungan mereka!”perintah omma Jiyong pada Sohee.
“ahjuma, kau jangan begitu padaku. Aku hanya berkenalan dengan unnie.”kata Sohee tersenyum tanpa rasa bersalah.
“kau pulang saja!”usir omma Jiyong sedangkan Chaerin hanya bisa diam karena kepalanya masih pusing.
“jadi kau mau aku bertemu dengan Jiyong oppa sembunyi-sembunyi ahjumma?”kata yeoja itu tak mau kalah.
“yeoja ini..”
“kenapa kau disini Sohee?”tanya Jiyong yang sudah berdiri di depan pintu entah sejak kapan.
“oppa..”teriak Sohee manja dan berlari memeluk Jiyong.
“kau menggangu saja!”kata omma Jiyong sambil menarik Sohee hingga pelukan Sohee terlepas.
“kau sudah baikkan?”tanya Jiyong khawatir pada Chaerin.
“aku perlu istirahat.”kata Chaerin membalik badannya dan melangkahkan kakinya menuju ke kamarnya.
“aku akan menginap disini!”teriak yeoja itu. Chaerin berhenti melangkah.
“tidak bisa!”kata omma Jiyong dan Jiyong berbarengan.
Bruk!! Omma Jiyong berhasil mengusir Sohee keluar.
Duk..duk.. Sohee mengetuk pintu agar bisa masuk tapi, percuma omma Jiyong memilih menjaga pintu. Agar Jiyong pun tak mencoba membiarkan Sohee masuk.
“omma..”kata Jiyong.
“Chaerin sedang sakit. Seharusnya kau mengkhawatirkannya.”kata omma Jiyong. Jiyong melangkah ke kamar Chaerin. Saat dia membuka pintu kamar Chaerin Jiyong menyadari Chaerin mengunci kamarnya.
“Chaerin... ini aku buka pintunya..”pinta Jiyong. Setelah Jiyong menunggu beberapa lama pintu tak juga terbuka.
“ini jam istirahatku. Aku tak punya banyak waktu tapi aku sempatkan datang menemuimu karena aku khawatir padamu. Mana tahu kau membutuhkan sesuatu tapi kau malah mengurung dirimu sendri seperti ini.”jelas Jiyong.
“....”tak ada jawaban dari Chaerin walau Jiyong sudah menunggu cukup lama.
“sohee adalah tetanggaku dulu. Aku hanya mengagapnya sebagai adik, tidak lebih.”kata Jiyong sedikit ragu.
“Tidak mungkin Chaerin mengunci pintunya karena Sohee”. pikir Jiyong.
“bisakah kau berjanji? Tidak ada lagi yeoja lain yang memelukmu seperti itu lagi?”kata Chaerin. Tiba-tiba pintu terbuka, Jiyong kini melihat Chaerin dengan air mata yang membasahi pipinya.
“melihat tadi. Disini terasa sakit. Bisakah kau berjanji untukku?”tanya Chaerin sambil memegang dadanya dan air matanya kembali mengalir.
TBC
Author: Kim Daisy
Genre: romance
Rating: T
Cast: Lee Chaerin (CL 2NE1)
Kwon Jiyong (G-Dragon BIG BANG)
'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
“bisakah kau berjanji? Tidak ada lagi yeoja lain yang memelukmu seperti itu lagi?”kata Chaerin. Tiba-tiba pintu terbuka, Jiyong kini melihat Chaerin dengan air mata yang membasahi pipinya.
“melihat tadi. Disini terasa sakit. Bisakah kau berjanji untukku?”tanya Chaerin sambil memegang dadanya dan air matanya kembali mengalir.
“ne, aku janji hal itu tak akan terulang lagi.”kata Jiyong. Chaerin langsung memeluk Jiyong erat. Tak ingin menyianyiakan kesempatan Jiyong mencium bibir Chaerin lembut dan perlahan-lahan membawa tubuh mereka masuk ke kamar.
“omma, kau boleh pulang.”teriak Jiyong saat Jiyong berhasil masuk kamar Chaerin.
“bodoh!”maki Chaerin sambil mendorong Jiyong dan berhasil membuat Jiyong keluar dari kamarnya.
Blam! Pintu pun terkunci dengan keras. Jiyong mencoba membuka pintu tapi, tidak berhasil karena Chaerin telah menguncinya dari dalam.
“namja paboya!”gumam Chaerin pelan tapi, pipinya merah tersipu malu.
Chaerin Pov
Kini aku sangat merasa bodoh. Kenapa aku bisa mengatakan kata-kata itu?? Tapi, aku memang ingin hanya aku yang memiliknya. Akh aku sudah gila!!! Ini pasti karena demamku itu.
Alaramku berdering menunjukkan sekarang sudah pagi, saatnya aku ke kantor. Segera ku bangkit dari kasur dan bersiap-siap pergi ke kantor. Aku keluar dari kamarku dengan mengendap-endap. Berusaha agar Jiyong tidak mendengarku keluar dengan kamar. Ku lirik pintu kamar Jiyong yang tertutup, mungkin Jiyong belum pulang. Aku kembali mengendap-endap. Aku belum siap untuk bertemu namja yang membuat aku selalu dalam masalah itu.
“kau kenapa seperti itu? Apakah kau mau ke kamarku mengendap-endap seperti itu? Tidak perlu seperti itu. Aku selalu mengizinkanmu untuk masuk ke kamarku kapan saja. Kau juga bisa memelukku kapan pun kau mau.”kata Jiyong dengan senyuman manis tanpa malu. Dia memposisikan tanganya siap memelukku. Dengan cepat aku menghindar dan berhasil melewatinya.
“cih, percaya diri sekali.”celetukku sambil keluar dari rumah. Aku yakin dia mendengar celetuk kekesalanku tadi. Huft.. wajahku panas. Aku rasa aku perlu menelpon pemadam kebakaran karena wajahku sekarang sedang terbakar.
@kantor
Sial! Aku tidak konsentrasi. Si sumber masalah Kwon Jiyong yang genit itu apakah sekarang dia benar-benar berkerja atau dia bersama yeoja yang bernama Sohee itu?? Fokuslah Chaerin!!! Biasanya kau akan melupakan semuanya jika sedang berkerja. Bukankah aku workholic? Kenapa aku jadi tidak semangat berkerja seperti ini? Sial!!!
“Chaerin, laporanmu kenapa berantakan?”kata Dara yang kini menghampiri mejaku. Sepertinya dia kesal karena dia jadi banyak mengedit laporanku.
‘Telepon dari suamimu. Aku mencint..’suara aneh itu tiba-tiba terdengar dari ponselku. Segeraku ambil ponselku agar tidak berbunyi lagi.
“hahaha.. kau sedang berkencan ya? Pantas saja kerjamu bertantakan. Baiklah aku mengerti tapi, jangan seperti ini lagi.”kata Dara dan pergi dari mejaku dengan senyuman penuh arti. Aku benci senyumannya kali ini.
‘telepon dari suamimu. Ak..’ aku langsung mengangkat panggilan dari ponselku yang bersuara namja yang mendatangkan 50% sumber kesialan dalam hidupku, siapa lagi kalau bukan Kwon Jiyong itu.
“apakah kau merindukanku?”tanya suara namja menyebalkan itu.
“kau yang menelponku tentu kau yang merindukanmu karena aku tak merindukanmu jadi aku matikan saja ya?”kataku dengan nada ancaman.
“ya. Aku merindukanmu. Hanya ingin sedikit menyisihkan waktuku untuk mendengarkan suaramu.”jawabnya.
“...”aku terdiam.
“hai, Jiyong! Kenapa wajahmu terlihat gembira sekali? Apakah kau menelpon istrimu? Dasar pengantin baru. hehehe...”kata namja yang sepertinya ada disekitar Jiyong.
“mianhae, seseorang sedang menggangguku. Aku akan menelponmu nanti. Bye!”kata Jiyong terburu-buru.
“senyuman itu. Senyuman orang yang sedang JATUH CINTA!!!”teriak Dara heboh yang kini tanpaku sadari sudah di depan wajahku sambil menunjuk wajahku. Dara tertawa puas tanpa peduli karyawan lain memperhatikannya. Dia ini punya rasa malu tidak ya??
“sepertinya itu benar. Karena wajahnya memerah. Wah!!”kata Seungri mengodaku. Kututup wajahku dengan kedua telapak tanganku, terasa panas. Ah, Jiyong!! Kau benar-benar sumber kesialanku. Gara-gara kau menelponku, mereka menertawakanku.
“wah, yeoja sepertimu bisa jatuh cinta juga.”ledek Seungri.
“wajahku memerah karena demam.”elakku.
“tidak! Ini wajah orang yang sedang jatuh cinta. Aku yakin.”
kata Dara setelah berhasil melepaskan kedua telapak tanganku dari wajahku. Aku segera berlari ke toilet dan aku masih mendengar mereka tertawa. Kenapa semua orang pada mengetahuinya??? Aku benar-benar sedang sial.
Aku keluar dari toilet mengintip kemeja kerjaku hingga aku dapat memastikan “aman” dari Dara dan Seungri. Segeraku duduk di meja kerjaku saat melihat mereka tidak di tempatku. Kurogoh ponsel di saku blezzerku. Segera ku ubah ringtone nada panggilan ponselku. Sepertinya aku harus mengunci dan memberikan password agar namja pembawa kesialan padaku itu tak mengotak-atik ponselku sesuka hati lagi. Aku benci namja itu!!
Aku merobohkan tubuhku ke sofa saat tiba dirumah. Karena aku tak konsentrasi berkerja aku jadi kerja 4kali lebih keras karena banyak perkerjaanku yang berantakan.
“sepertinya aku harus segera mengambil leptop untuk membuat dokumen karyawan.”gumamku sambil berperang pada diriku sendiri yang ingin istirahat dan bermalas-malasan. Setelah menang dari jiwa malasku segeraku ambil leptopku di dalam kamar dan duduk di meja tamu dengan leptop di hadapanku.
Jari-jariku mulai lincah bergerak. Bagus! Sepertinya jiwa gila kerjaku bangkit kembali.
Pip!pip! pip! Pip! Pip! Cklek
Sepertinya Jiyong sudah pulang. Bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan? Apakah aku masuk ke kamar saja atau menghampirinya?
“kau membawa perkerjaanmu lagi ke rumah, Chaerin~ah”katanya. Aku yakin dia sedang tersenyum sekarang.
“kau seharusnya istirahat. Kau baru saja sembuh.”kata Jiyong lagi. Karena aku hanya diam tak menjawabnya.
“tidak masalah. Aku sudah sehat.”kataku yakin. Dia tiba-tiba duduk di sebelahku sambil menyentuh keningku dengan punggung telapak tanganya.
“kan aku benar. Kau masih demam.”katanya. dia tidak boleh tahu kalau wajahku bisa memanas saat dia didekatku, seperti sekarang. Aku harus merahasiakannya. Dia bisa terus mengetawaiku jika dia tahu aku gugup dan seperti ini jika bersamanya.
Plam! Leptop tertutup begitu saja.
“apa yang kau lakukan? Aku belum menyelesaikannya?”protesku.
“sekarang itu saatnya kau istirahat. Ini sudah sangat malam.”katanya dengan nada menasehati.
“tapi, ini dokumen penting yang harus aku selesaikan segera.”jelasku protes.
“tidak ada bantahan untuk kali ini.”katanya serius.
Grep! Dengan mudahnya dia mengendongku di bahunya, seolah-olah aku adalah sekarung beras.
“sakit! Kau harus turunkan aku!”bentakku sambil kakiku mendang-nendang punggungnya.
“nanti, setelah di kasurmu.”
“ini sakit!”teriakku.
“diam atau aku akan membawamu ke kamarku?”katanya mengancam.
TBC
mian, Kim baru bisa posting sekarang. thks udh mau nunggu selama ini. smile emotikon
PS: banyak komentar, makin cepat diposting.
Author: Kim Daisy
Genre: romance
Rating: T
Cast: Lee Chaerin (CL 2NE1)
Kwon Jiyong (G-Dragon BIG BANG)
part 1: https://www.facebook.com/photo.php?fbid=170737803108466&set=pb.163049320543981.-2207520000.1375672353.&type=3&src=https%3A%2F%2Ffbcdn-sphotos-e-a.akamaihd.net%2Fhphotos-ak-frc3%2F992904_170737803108466_983059759_n.jpg&size=620%2C410
part 2: https://www.facebook.com/photo.php?fbid=171946309654282&set=pb.163049320543981.-2207520000.1375672353.&type=3&src=https%3A%2F%2Ffbcdn-sphotos-d-a.akamaihd.net%2Fhphotos-ak-frc1%2F998697_171946309654282_721375056_n.jpg&size=420%2C395
part 3: https://www.facebook.com/photo.php?fbid=173739666141613&set=pb.163049320543981.-2207520000.1375672353.&type=3&src=https%3A%2F%2Ffbcdn-sphotos-a-a.akamaihd.net%2Fhphotos-ak-ash4%2F1044320_173739666141613_1457985762_n.jpg&size=759%2C744
part 4: https://www.facebook.com/photo.php?fbid=174716679377245&set=pb.163049320543981.-2207520000.1375672353.&type=3&src=https%3A%2F%2Ffbcdn-sphotos-c-a.akamaihd.net%2Fhphotos-ak-frc3%2F998222_174716679377245_578253220_n.jpg&size=759%2C744
part 5: https://www.facebook.com/photo.php?fbid=176300099218903&set=pb.163049320543981.-2207520000.1375672353.&type=3&src=https%3A%2F%2Ffbcdn-sphotos-f-a.akamaihd.net%2Fhphotos-ak-ash3%2F993358_176300099218903_67664396_n.jpg&size=759%2C744
part 6 : https://www.facebook.com/photo.php?fbid=178524748996438&set=a.170737799775133.1073741847.163049320543981&type=3&src=https%3A%2F%2Ffbcdn-sphotos-e-a.akamaihd.net%2Fhphotos-ak-ash3%2F561507_178524748996438_1434773421_n.jpg&size=759%2C744
Part 7 : https://www.facebook.com/photo.php?fbid=184679355047644&set=pb.163049320543981.-2207520000.1378706463.&type=3&theater
'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
Plam! Leptop tertutup begitu saja.
“apa yang kau lakukan? Aku belum menyelesaikannya?”protesku.
“sekarang itu saatnya kau istirahat. Ini sudah sangat malam.”katanya dengan nada menasehati.
“tapi, ini dokumen penting yang harus aku selesaikan segera.”jelasku protes.
“tidak ada bantahan untuk kali ini.”katanya serius.
Grep! Dengan mudahnya dia mengendongku di bahunya, seolah-olah aku adalah sekarung beras.
“sakit! Kau harus turunkan aku!”bentakku sambil kakiku mendang-nendang punggungnya.
“nanti, setelah di kasurmu.”
“ini sakit!”teriakku.
“diam atau aku akan membawamu ke kamarku?”katanya mengancam. Kami telah berada dikamarku. Aku menutup mataku kerena aku yakin dalam hitungan detik pasti dia akan menurunkanku ke kasur. Lalu.. lalu..
Bruk!!
Dia menjatuhkanku di kasur dengan kasarnya. Khayalan konyolku pun lenyap dengan cepat.
“tidak bisakah kau lembut sedikit?”protesku sedikit bernada tinggi.
“lembut?? Ku perlakukan yang lembut kau ini pun tak akan berterimakasih padaku.”jawabnya kesal. Kenapa dia yang marah? Namja ini sepertinya ada masalah dengan otaknya, mungkin karena terlalu genius.
Dia menatapku lekat, sepertinya ada api dimatanya hingga aku pun segera memalingkan wajahku membuat aku melihat arah lain karena terasa panas saat menatapnya. Jiyong menyelimutiku dengan selimut yang ada dibawah kakiku. Kali ini tatapannya kembali lembut.
“kau, istirahatlah Chaerin~ah”katanya sambil berbalik dan pergi menuju pintu kamarku. Namja ini aneh. Tunggu! Aku kan mau berkerja! Aku tidak demam!!!
Keesokan paginya aku segera ke kantor, aku tak ingin melihat wajah namja yang membawa 50% sumber kesialan yang menimpaku itu. Bisa-bisa seharian aku akan sial.
“khm.. orang yang sedang kasmaran memang sering melamun.”kata seorang namja di belakangku.
“tentu saja seperti itu.”balas seorang yeoja dengan terkekeh. Kulirik dua orang aneh yang ada dibelakangku. Mereka langsung menutupi wajah mereka dengan dokumen. Sungguh penyamaran yang buruk. aku hanya menggeleng-gelengkan kepalaku dan kembali fokus dengan perkerjaanku. Tunggu! Bukankah dia bilang kemarin dia akan menelponku lagi tapi, kenapa... Sial! Aku tak boleh memikirkan namja itu lagi.
Teeeeeeet.. akhirnya waktu makan siang tiba juga.
“kajja kita pergi!”kata Seungri yang sudah berdiri di hadapanku.
“makan siang dimana sekarang?”tanyaku lemah. Jujur saja, sekarang aku benar-benar tak semangat.
“tentu saja di tempat biasa. Memang dimana lagi?”balas Seungri.
“ayolah, aku bosan”jawabku.
“Ok, kita makan di restoran steak saja!”usul Dara.
“setuju!!”kataku semangat.
“kalau begitu kau yang traktir”kata Dara tersenyum gembira.
“kalau gitu kita di tempat biasa saja.”kataku sambil menarik mereka berdua menuju lift.
Sesampai aku di restoran kami duduk di sebuah meja yang dekat dengan kaca. Makan sambil melihat orang yang berlalu-lalang bisa membuat suasana berbeda.
“ini sandwich milikmu dan ini minummu.”kata Dara saat membagikan makanan yang telah kami pesan.
“oppa, tunggu aku!”kata seorang yeoja yang masuk dengan merengek.
“wah, yeppo!”gumam Seungri sambil melihat ke sumber suara. Aku yang fokus pada sandwichku pun beralih pada yeoja itu pun. Saat sadar yeoja itu adalah Sohee dan oppa yang dia maksud itu adalah oppaku eh, maksudku Jiyong aku pun segera menutup wajahku sedikit bersembunyi agar Jiyong tak menghampiriku.
“kau kenapa?”tanya Dara berbisik padaku.
“jangan sampai mereka melihatku, Jebal!”kataku memohon.
“hey, Chaerin disini!”kata Seungri sedikit berteriak, berdiri dari kursinya dan melambaikan tangan. Aku sedikit mengintip berharap Jiyong tak mendengar teriakkan namja panda menyebalkan ini. Jiyong berjalan ke arah kami. Jantungku mulai berdetak tak beraturan.
Chuu.. reflek aku berdiri dari kursiku karena Sohee mencium pipi Jiyong.
“kau yeoja tak tahu malu beraninya kau..”kataku terputus karena aku sadar semua mata kini menatapku. Sial, apa aku berteriak telalu keras?
“aish..”gumamku kesal pada diri sendiri dan berlari pergi dari resto. Aku harap tuhan menyabut nyawaku sekarang. Aku sungguh malu. Aku mengambil ponsel di sakuku. Jiyong menelponku tapi, aku tak mengangkatnya. Dia pasti menertawakanku.
“Chaerin.. Changkaman!” teriak Dara mengejarku sambil ngos-ngosan.
“Aku ingin mati saja!!!” teriakku sambil semakin kuat berlari.
@Rumah Chaerin
Aku mengurung diriku dikamarku yang berdebu karena sudah hampir sebulan aku tak mempatinya. Kejadian tadi sungguh-sungguh memalukan. Aku duduk sambil menutup wajahku dengan menutup wajahku dengan kedua tanganku. Rasanya aku ingin mati sekarang. Ini memalukan.
Crek.. pintu kamarku terbuka. Aku langsung melihat pintu kamarku yang terbuka.
“Chaerin..”kata Jiyong binggung melihatku yang duduk di sudut ruangan.
“kau bagaimana kau bisa masuk?”tanyaku.
“ommamu sudah memberiku passwordnya. Kau kenapa disini?”tanyanya lembut dan berjalan dengan hati-hati mendekatiku.
“ini kan rumahku.”kataku kesal sambil berdiri, bersiap-siap ingin “kabur” lagi.
“kenapa kau menangis?”tanyanya lembut dan berjalan mendekatiku perlahan-lahan dia semakin hati-hati.
“aku tak menagis!”elakku dan sedikit demi sedikit aku juga mencoba jauh darinya.
“kau menangis Chaerin”kata Jiyong lembut.
“aku tak menangis!”elakku sambil menghapis air yang ada di pipiku. Sejak kapan ada air dipipiku?
Greep!! Tubuhku seketika menjadi tenang dan hangat. Jiyong kini telah memelukku.
“lepaskan!”kataku meronta.
“tidak! Karena aku sudah mengerti perasaanmu jadi aku tak akan melepaskanmu.”katanya lembut.
“memang apa yang aku rasakan?!”kataku. Air kembali membasahi pipiku. Kenapa aku secengeng ini?
“kau menyukaiku”
“aku tak menyukaimu!”
“kalau begitu kau pasti telah mencintaiku.”
Aku terdiam. Bibirku kini kelu. Bertahun-tahun aku menyembunyikan perasaan itu dan membohongi diriku sendiri tapi, dia dengan mudahnya mengatakan kalimat itu. Air mataku mengalir kembali, semakin deras.
“kau pasti datang untuk menertawakanku kan? Jika aku bisa mengatur perasaanku aku juga tak ingin perasaan ini untukmu. Aku membencimu!”kataku menangis. Dia memegang pipiku yang memanas karena malu. Dia mengarahkan kepalaku ke atas agar dia bisa menatapku. Mata kami saling bertemu, saling menatap. Seketika itu juga aku jadi berhenti menangis.
“Lee Chaerin, berhentilah menangis karena sejak dulu aku sudah mencintaimu.”katanya.
“tidak! Kau berbohong. Kau hanya ingin mempermainkanku.”kataku.
Chuu.. bibir kami kini saling menempel. Dia memejamkan matanya. Aku tak tahu harus bagaimana hingga aku hanya membatu tak bergerak.
“aku sungguh mencintaimu. Bisakah kita memulainya dari awal?”tanya Jiyong sambil menatapku. Tatapan matanya sungguh berbeda, sekarang tatapan matanya itu menyejukkan. Tuhan, bolehkah aku jujur pada perasaanku? Aku sangat ingin tetap ada dipelukkannya.
Kini aku bersender dibahu Jiyong, kami bermalas-malasan di sofa sambil menonton televisi. Bibirku sedikit tertarik hingga membuat senyuman.
“kenapa kau tersenyum? Ini kan film action”tegur Jiyong sambil mengambil pop corn yang ada di tanganku lalu memasukkan ke mulutnya.
“annio.”kataku menetupinya.
“kau berbohong lagi!”katanya sambil menyipitkan matanya seakan mengancamku.
“aku tak percaya jantungmu bisa berdetak sekeras itu. Padahal aku hanya bersender dibahumu.”
“apakah itu lucu?”
“bukan lucu. Hanya aku tak percaya kau yang selalu membuat masalah untukku dan mengejekku malah menyembunyikan perasaanmu bertahun-tahun padaku.”kataku. dia merubah posisi duduknya hingga aku tak bersandar lagi pada bahunya.
“bukankah kau juga begitu?!”katanya tersenyum. Dia tahu aku tak bisa berbohong. Dia sungguh licik! Aku kembali menatap televisi dan mencoba melupakan hal tadi.
Chu.. Jiyong mencium pipiku. Aku langsung menatapnya. Dia kembali mendekatkan wajahnya padaku.
“stop! Aku ingin menonton, Kwon Jiyong”kataku dengan sedikit penekanan dan menahan tubuhnya agar tidak terlalu dekat denganku. Dia pun langsung memangsang wajah memelas.
“aku tak merubah keputusanku!”kataku memperingatkan.
“huft” dia menghela nafasnya menyerah.
“apakah Sohee masih mengejarmu?”tanyaku sambil tetap menonton.
“tentu saja”jawab Jiyong sambil mengunyah kembali pop corn.
“dan kau diam saja?”tanyaku.
“tidak mungkin. Karena jika aku diam saja aku tahu istriku akan marah dan bersikap kekanak-kanakan padaku, aku tak menyukai itu.”jawabnya. istrinya? Maksudnya aku?
“aku tak pernah bersikap kekanak-kanakkan!”protesku.
“aku tak pernah mengatakan kau kekanak-kanakkan.”katanya sok polos sambil mengeleng-gelengkan kepalanya.
“tadi kau bilang!”
“aku bilang tadi “Istriku”. Apakah kau istriku?”katanya mengerjaiku. Aku beranjak dari sofa.
“ah, ya kau istriku! Maafkan aku! Duduklah sini, akanku peluk.”katanya tersenyum. Aku langsung menurutinya. Aku duduk dipangkuannya dan bersender di dadanya manja seperti anak kecil. Dia mengelus rambutku lembut dan mengecup kepalaku. Entahlah, aku sungguh suka sekali bermanja-manja dengannya. Namja yang membuat 50% kesialan pada hidupku kini telah kucintai, menjadi tempatku bersandar, berlindung dan tentu saja bermanja-manja dengannya.
“aku mencintaimu, Chaerin.”bisiknya lembut aku pun memeluknya erat membuat aku bisa mendengar degup jantungnya dan menikmati aroma tubuhnya. Jika orang melihat ini aku tak peduli. Walau umurku akan 30 tahun tetap saja tidak ada salahnya bermanja dengan suamiku sendiri. Wae? Kalian iri?
Author Pov
Chaerin, Dara dan Seungri berjalan berdua memasuki kantor sambil bercanda.
“kau ini!”kata Seungri sambil mengangkat tanganya akan mengelus kepala Chaerin tapi, tangan Seungri tertahan.
“tidak baik, menyentuh istri orang.”kata Jiyong yang menahan tangan Seungri sambil tersenyum. Dara dan Seungri saling pandang, mereka binggung.
“oppa! Kau disini?”tanya Chaerin dengan manja.
“kau melupakan sesuatu.”kata Jiyong melepaskan tangan Seungri.
“apa? Aku rasa tidak ada.”kata Chaerin binggung. Jiyong tersenyum lalu menyentuh bibirnya dengan jari telunjuknya.
Chu.. Chaerin seketika mencium bibir Jiyong.
“kajja! Nanti kau terlambat”kata Chaerin sambil memperbaiki dasi Jiyong.
“OK, bye Chagia~! Aku pergi!”kata Jiyong tersenyum gembira pergi sambil melambai. Chaerin pun melambai pada Jiyong dengan senyuman manis.
“aku tak melihat itu!”kata Dara dengan wajah yang kebingungan.
“aku tahu mereka telah menikah bulan lalu tapi, ini terlihat menjijikan.”kata Seungri bergidik ngeri.
“rasanya seperti menonton film horor membuat bulu kudukku berdiri semua.”kata Dara.
“bahkan ini lebih dari itu”balas Seungri.
“gaji kalian ingin di potong karena terlambat!”tegur Chaerin galak.
“aku lebih suka melihatnya marah-marah dan galak seperti ini dari pada manja-manja dengan suaminya itu.”kata Dara.
“kau benar!”
“kalian tak mendengarkanku!”teriak Chaerin lebih keras.
“ne... kami segera ke sana!”kata Dara dan Seungri berbarengan dan berlari kecil mengejar Chaerin yang sudah di depan pintu kantor mereka.
END
Tidak ada komentar:
Posting Komentar