Judul : BLEEDING LOVE
Author: Mahardika Putri
Genre: *Dika gak tahu apa genrenya.
Rating: PG 17
Cast:
Kwon Jiyong (G-Dragon BIG BANG)
Lee Chaerin (CL 2NE1)
Aku yang selalu ada untukmu tapi, kau hanya melihatnya.
------------------
Sepasang remaja sedang berjalan berdua sambil bercanda. Mereka terlihat bahagia.
“Jiyong dan Chaerin memang sangat serasi.”kata seorang yeoja teman pasangan itu. Yeoja itu melihat pasangan yang sedang berjalan menjauh dari mereka dengan senyuman, sepertinya yeoja itu ikut merasakan bahagia yang pasangan itu rasakan.
“ne, jika tidak berteman dengan mereka pasti aku mengira mereka pasangan serasi yang telah lama berhubungan.”timpal temannya yang lain.
“aku dengar Jiyong pernah menyatakan perasaannya pada Chaerin. tapi, di tolak.”
“aku rasa mereka benar-benar pacaran. Chemistry mereka bagitu kuat.”
“kau jangan bicara seperti itu! Jiyong sudah memiliki pacar.”jawab yang lain.
“benarkah? Aku tak percaya.”
“lihat! Ini kekasihnya dan ini foto mereka sedang berdua.”kata yeoja itu sambil memperlihatkan situs sosial lewat tabletnya pada teman-teman yang lain.
“ommo! Cantik tapi, Jiyong memang terlihat serasi dengan Chaerin.”
“ne, kau benar!”
“jika ini pacarnya kenapa tak pernah Jiyong kenalkan pada yang lain?”
“entahlah. Tapi, Chaerin juga terlihat sangat akrab dengan kekasih Jiyong”
@tempat lain
Di sebuah Cafe Jiyong dan Chaerin mengobrol santai. Sesekali mereka saling melemparkan senyuman manis.
“oppa.. gomawo telah menunggu!”kata seorang yeoja dari belakang Jiyong dan merangkul Jiyong dari belakang. Kalau orang umum melihat ini pasti berfikir yeoja itu adalah penggangu hubungan cinta pasangan serasi ini.
“gwinchana.”kata Jiyong tersenyum lembut.
“oppa, kita jadi nonton kan?”tanya yeoja itu manja. Jiyong mengaguk pelan.
“ok, sudah saatnya aku pulang. Selamat bersenang-senang.”kata Chaerin tersenyum ramah. Lalu Chaerin meninggalkan pasangan kekasih sesungguhnya.
Jiyong Pov
Aku mengantarkan kekasihku pulang ke rumahnya. Kulirik jam tanganku, sepertinya sekarang masih sempat. Aku pun berlari kencang untuk menuju ke rumahnya.
Dengan sedikit terengah-engah aku sampai di rumahnya. Ku tekan tombol angka-angka pada kunci keamanan rumahnya dan pintu pun terbuka.
“oh, kau!”katanya santai saat melihatku masuk. Rok selutut berwarna putih dan kemeja berwarna peach masih membalut di tubuhnya. Aku segera berjalan ke kulkas mengambil sebotol mineral lalu duduk di sofanya sambil menonton televisi.
“kau tak mandi?”tanyaku setelah meneguk air mineral.
“setelah dramaku selesai.”jawabnya santai dan duduk disebelahku.
“dramamu sudah mulai?”tanyaku pura-pura tidak tahu.
“belum. 15 menit lagi.”jawabnya dan meminum air mineralku. Minum di botol atau gelas yang sama sudah biasa bagi kami.
“apa yang kau lakukan?”tegurnya saat aku mengecup lehernya. Tapi, aku tau dia hanya sekedar bertanya dan tidak berniat menghentikanku.
“apakah kau ditolak dengannya hingga lari kepadaku?”katanya tenang. Aku duduk semakin dekat dengannya. Mengarahkan kepalanya dengan lembut kepadaku. Aku menciumnya dalam dan Chaerin membalas ciumanku. Aku mengelus-ngelus paha Chaerin dari dalam roknya. Chaerin hanya diam menikmati sentuhan-sentuhan lembut itu. Tidak! Kami tidak mabuk. Kami dalam kondisi sadar sekarang tapi, sentuhan lembut itu kini membuat kami ingin melakukan yang lebih dari itu.
Chaerin terlihat sedang berbicara dengan teman-temannya. Aku bersembunyi karena aku mendengar mereka sedang membicarakanku.
“benar Jiyong memiliki kekasih dan kekasihnya itu bukan kamu?”tanya temannya.
“tentu saja. Kami hanya berteman.”jawab Chaerin tersenyum seperti biasa. Sebenarnya aku kesal saat Chaerin mengatakan kami hanya teman.
Aku pun memilih untuk pergi dari mereka. Aku memang masih mencintai Chaerin dan perasaan itu belum pernah hilang. Pacarku hanya sebagai status saja. Chaerin meminta aku untuk memiliki pacar tapi, dia sendiri tidak memiliki pacar. Aku hanya mengandeng tangan kekasihku tapi, aku melakukan hal yang lebih dari itu pada Chaerin. Aku merasa aneh karena Chaerin tak pernah menolakku untuk melakukan itu. Apakah dia mencintaiku atau tidak, dia tak pernah mengatakannya. Tapi, selalu tidak pernah keberatan bila aku menyentuhnya.
@apartmen Chaerin
“eh, kau!”kata Chaerin santai saat melihatku duduk di sofanya. Dengan santainya Chaerin menanggalkan bajunya satu persatu saat melewatiku.
“kau ditinggal?”Tanya sambil mengambil bajunya di dalam lemari.
“tidak. Aku sengaja menemuimu, chagi..”bisikku tepat di telinga Chaerin sambil memeluknnya dari belakang.
“kau kenapa?”Tanya Chaerin.
“apa aku tak boleh memelukmu?”tanyaku sambil menatapnya. Wajahnya datar seperti biasa.
“tidak mungkin aku melarangnya. Bukankah kau tahu aku milikmu?”katanya sambil membalik sehingga kami berhadapan. Yah, memang dia milikku. Aku yang pertama untuknya tapi, hatinya sepertinya bukan milikku.
“ya, tau tahu dengan pasti hal itu tapi, sepertinya tidak untuk hatimu.”
“ya, sepertinya hanya itu memang tidak bisaku berikan. sorry”jawab Chaerin sambil mengecup bibirku.
“sampai kapan kita akan seperti ini? Aku ingin semua orang tahu kau mi..”
Sebelum kalimatku selesai Chaerin menciumku dalam.
“sorry, aku tidak bisa. Jika kau tidak bisa bertahan seperti ini kau boleh pergi.”kata Chaerin setelah melepaskan bibirnya dariku. Aku terdiam, binggung kenapa Chaerin seperti ini.
“kenapa? Aku tidak ingin pergi darimu. Aku sungguh mencintaimu”tanyaku binggung.
“aku tahu kau mencintaiku. Tapi, aku tak bisa bersamamu.”
KLEK…
“Chae..”kata seorang namja yang baru saja masuk ke kamar Chaerin. Dia melihat kami dan saat itu juga Chaerin menciumku. Dia menarik tanganku tepat di bokongnya dan membuat tanganku meremas daging kenyalnya itu. Semakin dan semakin panas rasanya membuatku mendorongnya ke lemari pakaiannya dan menempelkan tubuh kami.
Tiba-tiba Chaerin mendorongku hingga aku berhenti menciumnya. Aku ingin kembali menciumnya tapi, Chaerin mendorongku.
“sudah. Dia sudah pergi.”kata Chaerin dengan nafas terengah-engah. Aku lupa akan namja yang tiba-tiba masuk itu. Kulirik di pintu, namja itu sudah pergi. Apa Chaerin sengaja menciumku untuk mengusir namja itu.
“bukankah dia abang iparmu?”Tanyaku.
“dia kekasihku.”ucap Chaerin. Aku ingat betul namja itu kakak ipar Chaerin, Taeyang.
“dia memang telah menikah dengan uri unnie. Tapi, dia tetaplah menjadi kekasihku. Dia memiliki hatiku seutuhnya dan kau memiliki tubuhku seutuhnya. Bukankah aku sangat adil.”ucap Chaerin dengan tatapan kosong.
Aku yang dimanfaatkan atau aku yang memanfaatkannya sebenarnya? Hal ini benar-benar membuatku sangat terkejut.
“tidak bisakah kau meninggalkannya?”tanyaku sambil menggegam tangannya. Aku mohon, aku ingin dia seutuhnya menjadi milikku.
“bisa. Tapi, itu sama saja artinya aku akan sendirian hingga aku mati dan aku tidak akan bisa lagi berada terus disisimu.”
“kau tahu aku sangat mencintaimukan? Tidak bisakah kau mencoba melupakannya dan menjalin hubungan denganku?”
“aku akan terus sendiri. Aku tidak akan membiarkan hatiku sakit selain karena dia jadi jika kau tidak bisa menerima ini, silahkan kau pergi.”ucap Chaerin.
END
Tidak ada komentar:
Posting Komentar