jangan lupa

JANGAN LUPA KOMENTAR YA..

Jumat, 29 Maret 2013

BUT LOVE#1 (FF SKYDRAGON)


BUT LOVE #1

AUTHOR: MAHARDIKA PUTRI
CAST: CHERIN (CL 2NE1), JIYONG (GD BIG BANG) dan Jo Jung Suk


Aku meneteskan air mataku saat melihat tayangan di TV tenang GD meresmikan hubungannya dengan kiko, model dan artis dari Jepang. Jujur saja aku tak rela. Tapi, dengan keadaanku yang sekarang aku juga tidak bisa bertindak karena secara tidak langsung aku yang membuang jiyong oppa.
"mian, aku mengganggumu. Tapi, sekarang aku harus memeriksamu"kata dokter yang baru saja masuk kekamarku.

"anni, kau tidak mengangguku."kataku sambil mengelap mataku. Dokter memeriksa mataku, menarik kelopak mataku pelan dan memintaku menjulurkan lidah.

"dokter Jo Jung Suk, kau mengerjaiku!"tegurku kesal.

"wah, bagaimana kau tau?"katanya dengan expresi wajah pura-pura terkejut.

"aku bukan anak kecil, dokter Jo"

"tapi, aku berhasil membuatmu berhenti menangis"katanya sambil memasukkan kedua tangannya disaku jas putihnya sambil tersenyum manis.

"Gomawo, dokter"kataku sambil berusaha tersenyum.

"pabo, kalau tak sanggup kenapa kau melepaskannya?"kata dokter Jo Jung Suk pelan dan berlalu pergi. Ne, aku memang pabo yeoja. Tak mampu menghadapi namja yangku cintai. Menyesal? Tidak juga. Karena bila jiyong oppa tau kondisiku sekarang itu akan semakin memburuk, antara menangis untukku atau akan membuangku. Aku rela bila jiyong oppa berfikir aku "bad women" karena memang aku bukan yeoja baik untuk jiyong oppa.

Aku duduk ditaman rumah sakit.disini banyak pasien yang berkumpul dengan keluarga atau dengan kekasihnya. Aku ingin juga punya keluarga.

-jiyong pov-
BRUuk..
"appo!"teriakku kesakitan saat sebuah tas kecil mendarat dikepalaku. Aku tidak tau apa isinya tapi, Tasnya cukup berat hingga membuatku sakit.

"kenapa kau melamun?"tanya namja bersuara berat itu.

"hyung, lagu ini. Lagu favoritnya."jelasku lirih.

"kenapa kau masih memikirkan nappuen yeoja itu?mungkin dia sudah bersenang-senang dengan namja lain dan membangun keluarga"celoteh TOP hyung.

"tidak mungkin!!"

"apa yang tidak mungkin? sudah 4 tahun kalian berpisah. Kau saja yang sangat setia saja bisa punya yeoja chinggu sekarang"jelasnya. Memang ada benarnya kata TOP hyung tapi, Chaerin tidak mungkin seperti itu.

"hey T.O.P, apa yg kau lakukan pada hyungku! kenapa kau memarahinya?"kata namja yang berteriak didepan pintu.

"panda, aku ini hyungmu!"protes T.O.P hyung.

"haha..aku lupa karena sikapmu tidak seperti itu, hyung"kata seungri sambil tersenyum tanpa rasa bersalah. T.O.P hyung hanya tertawa melihat prilaku seungri. Tampaknya kedua namja unik ini berusaha membuatku tersenyum kembali.



-Chaerin Pov-
Hari ini memang hari "bebas" tapi, aku yang tak ada keluarga tidak perlu pulang karena tidak ada yang menunggu kepulanganku. Kuputuskan keliling rumah sakit, melihat anak-anak disini. Seorang suster mengizinkanku mengendong bayi, asal aku tidak keluar dari ruangan. Disini membuatku tersadar karena ada anak yang lebih kecil dariku hidup sebatang kara. Bahkan dia belum dapat memijakkan kaki ditanah. Bayi namja yangku gendong ini belum ada namanya,walau umurnya 1 bulan tapi, tubuhnya sangat kecil. Dia ditinggal orang tuanya. Karena dia terlalu kecil jadi rumah sakit akan merawatnya, setelah itu baru mencari orang tua barunya. Aku melihat ke kaca tembus pandang. Seorang namja melihatku dengan tatapan tak kalah kaget sepertiku.

"apa kabarmu?"tanyanya namja itu setelah aku keluar dari ruang bayi.

"seperti yang kau lihat,oppa"jawabku.

"kau bahagia?"tanyanya tersenyum.

"kau bisa melihatnya sendiri oppa."jawabku.

"aku ikut bahagia, dengan kebahagiaanmu"katanya sambil tersenyum. Senyumannya terlihat sedih, apakah itu hanya perasaanku saja aku juga tidak tahu. Aku ingin tak menatap matanya tapi, bila aku tak menatap matanya itu akan membuatnya curiga.

"jiyong!"teriak seorang yeoja yang tak ku kenal membuat jiyong oppa menoleh pada yeoja itu. Aku langsung memanfaatkan saat ini untuk menghilang dari hadapanya. Aku tak sanggup didekatnya. Jiyong oppa pasti mengira bayi yangku gendong adalah bayiku, biarkan dia berfikir seperti itu.


"kenapa mengajakku kesini?"tanyaku saat tiba disebuah cafe yang sedang menyelenggarakan festival musik.

"aku memang tidak tau musik tapi,aku tau kau menyukainya"jelas dokter Jo tersenyum.
Waktu sudah cukup malam kami keluar dari cafe. Karena begitu gelap dan sempit aku menarik pelan kemeja dokter Jo agar aku tidak kehilangan.

"kau disini juga?"tanya sebuah suara yang sangatku kenali. Tapi, karena remang aku tidak melihat dengan jelas. Dokter jo menarikku kedekatnya, aku jadi melihat wajah Jiyong oppa dengan jelas.

"ne,aku yang mengajaknya. dr.Jo Jung Suk"kata dokter jo sambil berjabat tangan dengan Jiyong dan Taeyang oppa. Disebelah Jiyong oppa ada Taeyang oppa yang tersenyum padaku.

"mianhe, kami tidak bisa lama-lama. Kami permisi dulu"pamit dokter Jo.

"ne, lagian tidak mungkin bayi kalian ditinggal hingga malam begini"kata jiyong oppa.

"anak?"tanya dokter jo pelan sambil menarikku membelakangi Jiyong oppa dan pergi darinya.

"dia salah paham saat melihatku menggendong bayi di ruang bayi rumah sakit"jelasku. Jantungku terasa sedikit memacu.

"oh ternyata begitu. Kenapa kau tidak menjelasnya?"tanya dokter Jo sambil membukakan pintu mobil untukku.

"aku rasa ditidak ada yang perlu kujelaskan lagi"kataku.

"Kau yakin?"tanya dokter Jo kepadaku.

"ne"jawabku mantap.


@ruang dokter
"penyakitmu ini tidak bisa diduga kapan akan baik dan kapan akan kumat. Apa lagi akhir-akhir ini kau sering merasa sakitkan? waktumu mungkin tidak banyak, kenapa tidak pergi saja ketempat yang menyenangkan atau bersenang-senang sendiri dalam waktu yang lama?"

"karena aku memang tidak ingin pergi, dokter Jo"kataku sambil berdiri dari kursi dan keluar dari ruangannya.

"aish.. Yeoja ini!"keluh dokter Jo masih bisaku dengar. Aku atau dokter Jo mengkhawatirkanku. Tapi, ini sudah lebih dari cukup bagiku.


Tanpa sadar aku sudah duduk dibangku taman rumah sakit. Udara yang sejuk tiba-tiba membuatku mengingat kejadian tadi malam saat bertemu dengan jiyong oppa. Tebakkanku benar, jiyong mengira bayi itu bayiku. Kenapa aku malah menjadi senang saat dia salah paham? Aku ingat jiyong oppa terlihat marah saat itu. Itu artinya dia belum melupakanku. Hehe.. Apa yangku pikirkan? Chaerin sadarlah!

____
Malam kamis, hari favoritku karena dokter Jo selalu menemaniku. Malam ini kami menonton bioskop. Kami menonton film animasi yang menurutku lumayan seru.
"dokter Jo, kenapa wajahmu begitu menakutkan?"tanyaku iseng saat setelah keluar dari bioskop karena terang jadi aku bisa melihat wajah malas dokter Jo.

"Wajahku begini karena filmnya membosankan"jawabnya.

"oh, mianhe kau tak menikmati filmnya. Padahal kau yang meneraktirku."kataku pura-pura merasa bersalah.

"hey, jangan begitu! Aku tidak suka lihat wajah sedihmu. Gimana kalau kita makan es cream?"rayunya.

"ne!"jawabku gembira.


kami tiba ditoko es cream, duduk di sebuah meja yang kosong. Tempat ini begitu ramai jadi kami tidak dapat memilih tempat yang nyaman menurutku.
"wah,GD mengatakan ingin segera menikah?"kata yeoja yang duduk dimeja sebelah kami.

"ne,aku juga sudah mendengarkan beritanya. Apa GD oppa akan menikah dengan kiko?"kata yeoja dihadapannya.

"molla.Tapi,sepertinya begitu. Kan kiko adalah kekasihnya..."
jantungku terasa sesak, aku tidak bisa mendengarkan celoteh dua orang yeoja itu lagi.

"kau kenapa?"kira-kira itu yang dikatakan dokter jo karena aku tidak bisa mendengar dengan jelas.Yangku dengar hanya detak jantungku yang memacu dan nafas beratku.



-author-
"hasil pemeriksaannya jantung buatannya masih baik artinya kita berhasil mengembangkannya. Tapi, karena nona chaerin masih koma kita tidak dapat mengetahui apakah ini akan berakhir sampai disini saja atau akan ada cerita baru."jelas dokter Jo kepada dokter-dokter spesialis jantung lainnya.

"sudah berapa hari koma?"tanya kepala rumah sakit.

"besok hari ke lima"jawab dokter Jo.

"jika jantung buatannya normal kenapa bisa koma?"

"apakah karena jantungnya sudah harus diganti?"saut dokter lain.

"jantungnya baik-baik saja. Aku rasa itu karena dia tidak mau menerima keadaan di dunia nyata. Saya dengar nona Chaerin tidak punya keluarga dan sering bermain dengan anak-anak yang dirawat disini saat seharusnya dia pulang kerumah. Mungkin dia sudah menyerah untuk hidup"kata dokter lainnya.

"dia tidak mungkin seperti itu."kata dokter Jo.

"walau dia tidak punya keluarga tapi, dia pasti punya orang yang pernah dicintai atau orang yang disayanginya. Bagaimana kalau kita menggunakan orang yang disayanginya untuk membangunkannya? Saya tidak ingin penelitian berakhir disini saja."saran dokter Lee.

"tapi, kita tidak tau siapa orang itu"kata dokter Choi.

"kita memang tidak tau tapi, nona chaerin itu adalah pasien dokter Jo selama lima tahun ini. Jadi tidak mungkin dokter Jo tidak tau. Saya benarkan dokter Jo?"jelas dokter Lee.

"ne. Tapi, Chaerin memutuskan melupakan masa lalunya"jelas dokter Jo sedikit kesal karena kehidupan pribadi Chaerin ke depan umum.

"anda dokternya, dokter Jo! Tugasmu menyelamatkan hidupnya. Jika pasien memutuskan tidak makan obat, apa kau juga akan diam saja? kehidupan nona chaerin juga sangat menguntungkan kita"kata dokter Lee. Dokter Lee adalah dokter muda, yeoja yang cerdas dan keras.

"aku setuju dengan pendapat dokter Lee"kata kepala rumah sakit.

"mianhe, Chaerin aku tidak bisa berbuat banyak tapi, aku berjanji akan berbuat yang terbaik"kata dokter jo jung suk dalam hati.


Dokter Jo duduk disamping tempat tidur Chaerin,sedangkan chaerin terbaring lemas dikasurnya.
"ini hari kelima chaerin.jebal, sadarlah! Jebal!"kata dokter Jo lirih.

"kami memutuskan kau harus bertemu dengan kekasihmu, dulu. Aku tau kau pasti menolaknya. Tapi kau tau, sekarang dia ingin menikah dan aku juga ingin kau sadar kembali. Malam ini kami akan rapat kembali bagaimana cara agar kau bangun. Aku terpaksa mengatakan semuanya tentang masa lalumu dan pastinya kami akan memaksa jiyongMU ITU bekerja sama dengan kami. Kalau kau tidak setuju, sadarlah sore ini. Jebal, Chaerin~ah!"kata dokter Jo sambil menggenggam tangan chaerin.



-Jiyong pov-
disela-sela kegiatan panggungku yang padat tiba-tiba aku di telepon dari Rumah sakit dan diminta ke sana segera. Sekarang aku berbicara dengan seorang dokter di ruangannya.
"apa maksudmu?"tanyaku. Sedangkan namja didepanku ini hanya diam saja.

"kau pasti bercanda! aku sangat sibuk, tidak ada waktu untuk bercanda"kataku yang masih tak percaya dengan penjelasan seseorang dokter yang mengunakan jas putihnya.

"tenanglah! Ikuti aku!"kata namja itu sambil berjalan pergi dan aku mengikuinya.kami masuk kesebuah ruangan. Ada seseorang yang tertidur dikasur dengan tenang. Saat aku semakin dekat, wajah yeoja yang terbaring semakin jelas terlihat dan membuat tubuhku kaku membatu. Air mataku menetes, kakiku melemas hingga aku terduduk dilantai.

"seperti yang sudahku bilang tadi, dia, Chaerin koma. Ini sudah hari ke tujuh. Kami tidak tau penyebab dia koma. Sementara ini penyebabnya karena jiwanya terganggu karena bertemu denganmu lagi. Atau dia sudah mendengar berita pernikahanmu, kami tidak tahu pasti. Makanya kami meminta kamu membantu kami"jelas dokter Jo.

"sejak kapan dia terkena penyakit ini? Jebal, jelaskan padaku kenapa Chaerin jadi seperti ini?"tanyaku sambil menangis terisak-isak sedih.

"Lima tahun lalu chaerin dibawa kerumah sakit karena dia terserang jantung dijalan raya, seorang warga yang menolongnya dan membawanya ke rumah sakit. Saat itu jantungnya sudah memburuk, dia mengatakan dia masih ingin melihatmu tersenyum dan ingin melihat kesuksesanmu. Karena dia tidak punya biaya yang cukup, pengobatan terpaksa dihentikan"

"sekitar enam bulan kemudian dia datang kembali. Jantungnya semakin melemah dia minta disembuhkan tapi, dia tidak punya cukup biaya. Pada saat itu aku dan dokter Lee memang sedang mengembangkan jantung buatan. Karena dia tahu tentang penelitian ini, dia pun ingin hidup dan setuju mencoba jantung buatan ini."

"kenapa diizinkan? dia bahkan tidak punya wali! Bagaimana bila terjadi apa-apa dengannya?"kataku penuh amarah.

"walau saat itu kau masih kekasihnya. Kau bukan walinya. Bila terjadi sesuatu dengannya itu sudah takdirnya karena tidak ada keluarga tapi, kalau ada pasti kami memberikan sejumlah uang. Aku pergi dulu, ada kerjaan. Oh ya kami memang akrab tapi, Tidak memiliku hubungan seperti yang kamu kira dihari yang lalu dan bayi itu bukan anaknya atau anakku. Ingat kau berikan keputusannya besok, akan membantu atau tidak. Bukankah kau masih mencintainya?"kata dokter Jo sambil berlalu pergi.

"kau tau, Aku mencarimu selama ini. Tapi, aku tidak menemukan jejakmu"kataku sambil menggengam tangan Chaerin. ku kecup kening dan bibirnya lembut.

"bangunlah Chaerin, sesungguhnya aku masih milikmu"kataku pelan.



Keesokkan harinya aku segera kerumah sakit dan ke ruangan dokter Jo.
"aku akan menolong Chaerin. Apa yang harusku lakukan?"kataku mantap kepada dokter Jo. dokter Jo tersenyum dan menelpon seseorang. Tak lama masuk seorang dokter yeoja.

"dia dokter Lee, dia akan membimbingmu"kata dokter Jo memperkenalkan dokter yeoja itu padaku.

"ne, pegang tangannya. Bisikkan sesuatu seperti membangunkan yeojamu"perintah dokter Lee yang duduk santai di sofa.

"sepertinya ini tidak berhasil karena kita sudah 3 jam melakukannya berulang kali"kataku.

"ne,istirahatlah. Eh, Bukankah seharusnya kau harus pergi karena ada.."

"gwinchana. Aku mau melihatnya sebentar lagi"kataku sambil menatap Chaerin yang tidur dengan lemas.

"OK. Hari ini coba kau menceritakan pengalaman tak terlupakan atau sangat berarti. Jangan lupa untuk memegang tangannya!"jelas dokter Lee.

"Hunchae, aku kangen memanggilmu seperti itu. Kau ingat kau selalu memangilku Jingyo oppa tapi, aku tak marah padamu. Saat aku masih menjadi training tidak ada satu pun yang percaya aku akan sukses tapi, kau selalu tersenyum dan menyemangatiku. Hunchae, kau ingat saat kita merayakan ultahmu ke 18? saat itu kau marah padaku karena lupa ulang tahunmu. Tapi, kau tetap bersikap wajar karena mengerti kesibukanku menjadi training. Akhirnya aku mengambil lilin, membuat sandwich sebagai pengganti kue tart dan datang sebelum jam 12 malam karena setelah jam 12 bukan ultahmu lagi. Aku pengucap ultahmu yang paling terakhir"

"dulu, saat aku dapat libur apa kah kau ingat? aku sudah membeli tiket nonton, ketaman bermain dan membooking meja di restoran yang romantis. tapi, akhirnya aku hanya menontonmu yang tidur selama 20 jam. Aku sangat kesal tapi, karena kau begitu lucu saat tidur jadi aku pikir tidak ada salahnya bila kegiatanku adalah menontonmu saat tertidur"kataku sambil tersenyum malu sendiri entah karena kejadian di masa lalu atau kata-kataku yang berantakan. Menulis lagu lebih mudah di bandingkan merangakai kaliamat seperti ini.

"saat tak sengaja aku melihatmu bersama mantan kekasihmu mengobrol membuatku kesal. Aku tulis perasaan kesalku menjadi lagu. Saat kau mendengarkan lagu itu kau menangis,memelukku dan mengatakan "oppa mianhe, aku belum bisa mengobati lukamu karena kekasihmu dulu".saat itu aku berfikir kau sangat cute.."kataku berhenti setelah merasakan tangan Chaerin bergerak.

"tangannya bergerak"kataku.

"tenang, itu hanya reflek. Lanjutkan ceritanya saja!" kata dokter Lee santai. Dokter ini sangat menyebalkan.



-keesokan harinya
Hari ini seharian aku hanya bernyanyi untukmu, Chaerin. Aku harap nyanyian yang tulus dariku dapat membangunkanmu.

"Chaerin tidak bisakah kau bangun? sudah 3 minggu kamu tertidur disini. bukan aku tak mau menjaga dan merawatmu. tapi ini karena aku masih ingin melihat senyumanmu. aku tidak pernah bosan melihatmu tertidur cahrein. tidak pernah walau pun aku harus melihat kau tertidur lebih 20 jam sekalipun. 4 tahun, ya 4tahun kita berpisah. tapi, hatiku masih untukmu.jantungku berdetak untukmu chaerin~ah. jebal, bangunlah chaerin!!" kataku memelas air mataku sudah tak dapatku bendung lagi. untung saja dokter Lee dan Jo sedang tidak disini. kalau ada mungkin aku tidak seterbuka ini. aku menundukkan tubuhku dikasurnya.

"apa kau tak mau melihat wajahku lagi??"

"apa kau membenciku karena aku ingin menikah? ne, aku memang ingin menikah. aku juga saram yang ingin memiliki keluarga. tapi, aku dan kiko tidak sebahagia itu. sungguh aku tak mencintainya. aku hanya berharap bila bersamanya aku akan dapat melupakanmu. tapi, aku tak berhasil. karena aku terlalu menginginkanmu."kataku.

"aku bukan barang yang bisa kamu miliki" kata seorang yeoja. tapi, itu suara chaerin. apakah ini hanya khayalanku. aku mengakat kepalaku, melihat chaerin masih menutup matanya. benar ternyata hanya khayalanku.

"aku lelah. aku sudah bangun. panggilkan dokter jo"kata chaerin. aku melihat mulutnya bergerak dan matanya juga terbuka.

"chaerin, ini khayalanku saja!"kataku ragu.

"dokter Jo!"kata chaerin. aku melihat kebelakang, dokter jo berdiri kaku.

"ini nyata?"tanyaku.

"ia"kata dokter jo yang tersadar dan berlari ke tempat kami. aku segera memeluk chaerin berharap dia tidak akan pergi lagi.

"keluarkan dia!"kata chaerin.

"hey, jika kau seperti itu dia akan koma lagi"kata dokter jo.

"mwo?? koma?? na??"tanya chaerin kaget."

"ne. sudah jangan bertanya. Aku akan memeriksamu."kata dokter jo. Aku melepaskan pelukkanku agar  Chaerin  bisa segera  sedang diperiksa.



-Chaerin Pov-
Tidak cinta katanya?? hah, yang benar saja. Wanita cantik seperti kiko tidak di cintainya?? Itu tidak mungkin.
"kenapa kamu sendirian di rooftop? jiyong mencarimu dari tadi?"kata dokter Jo tiba- tiba yang ada dibelakangku.

"kenapa kau memanggil dia, dokter?"tanyaku.

"karena menurut dokter Lee, dia bisa membangunkanmu."

"dokter tahu aku sangat tidak mau bertemu dengannya."kataku mulai marah.

"aku tidak bisa berbuat banyak. tapi, karena dia kamu bisa bangun."

" itu hanya kebetulan"

"bukan. itu yang sebenarnya terjadi. seriap hari dia menemanimu. mengelap tangan, kaki, dan wajahmu. menceritakan kejadian dimasa lalu, benyanyi untukmu. kalian masih saling terikat..."

"itu tidak benar!!!"potongku sambil menutup telingaku. bila aku terus mendengarkanya mungkin aky tak akan sanggup lepas dari jiyong oppa. tubuh namja memelukku kuat. aroma tubuhnya sangat ku rindukan, jiyong oppa. aku berusaha melepaskan pelukanya, tapi, aku tidak bisa karena masih terlalu lemas.

"kita saling terikat chaerin. sekarang kau harus menerima kenyataan itu" kata jiyong oppa lembut. aku menangis dipelukanya. aku sangat merindukanya tapi, aku marah kaarena aku takut akan membuat dia semakin terluka.



Sudah tujuh hari setelah aku bangun dari koma. Tapi, jiyong oppa masih sabar merawatku. Mengajakku berjalan-jalan mengunakan kursi roda, membawakan sandwich untukku, atau mengelap sikut dan lututku setiap pagi. Disaat dia senggang pasti akan menelponku, walau aku sangat sering tidak mengangkat teleponnya. Komaku akibat jiyong oppa?? Anni, aku koma karena jantungku yang tidak mau menerima kenyataan jiyong oppa akan menikah. Benar, aku begitu membutuhkan jiyong oppa, aku terikat padanya tapi, bukankah bila aku selalu bersamanya itu akan menyakitinya. Hidupku tak akan lama lagi.

kini aku sudah kuat untuk berjalan, perlahan tapi pasti aku pergi ke ruang bayi. Mencari anak namja yang biasanyaku gendong, sudah lebih 1 bulan aku tak bertemu dengannya.
“dimana bayi gagah itu?”tanyaku pada perawat.

“hem..maksud nona? Bayi yang sering nona gendong?”jawab perawat itu.

“ne! Bayi tampan itu, dimana sekarang? Kenapa boxnya diisi bayi lain? Apakah dia sudah diadopsi?”tanyaku panik.

“ne. Baru 5 menit yang lalu administrasinya selesai dan sudah dibawa orang tua angkatnya”jawab perawat itu.

“sepertinya aku harus bermain dengan anak lain”kataku beranjak pergi perlahan. Kalau aku pasti bisa hidup aku ingin merawat bayi itu. Tapi, keadaanku yang seperti ini tidak mungkin untuk mengadopsinya. Apalagi bila dia terlanjur mengenal dan menyayangiku, lalu aku mati karena penyakitku itu akan sangat buruk untuknya. Dia dirawat dengan orang lain, bukankah itu sangat baik? Chaerin tersenyumlah!
aku berjalan menuju kekamarku perlahan.

“oh, chaerin benarkah ini kau?”kata namja itu sambil menghadangku untuk masuk kekamar.

“aigoo, siapa yang mengajakmu kesini. Pulanglah! Aku malas bertemu denganmu”kataku.

“kau tidak kangen denganku?? Aku kangen sekali, dengan masakanmu!”kata namja itu.

“hey, panda! Aku sedang sakit, aku ingin masuk ke kamarku untuk istirahat”kataku sambil membuka ganggang pintu kamarku. Ada box bayi disamping kasurku.

“bayi siapa ini?”tanyaku.

“bayiku!”jawab seungri. Bayinya sedang tertidur dibox dengan lucunya. Entah hanya perasaanku saja karena wajahnya seperti bayi yang biasaku gendong.

“namanya baby G”kata seungri. Aku menatapnya kesal.

“panda, kau minta di sarden?”kataku. seungri tertawa.

“bila jiyong hyung appanya, tentu saja aku adalah ommanya!”kata seungri.

“itu tidak akan mungkin!”kata Jiyong oppa sambil memukul kepala seungri.

“appo, hyung!”protes seungri. Tapi, jiyong tak peduli dia tetap berjalan kearahku sambil tersenyum manis.

“dia bayi yang selalu menemanimu. Aku tahu kau ingin sebuah keluarga. Hem.. aku baru saja mengadopsinya. Maukah kau menjadi omma untuknya?”kata jiyong oppa tersenyum manis sambil menggegam tanganku. Apakah aku bermimpi? Apakah ini khayalanku? Apakah aku masih koma??

“dia pasti mau. Karena sebelum kau mengadopsinya, Chaerin sudah menjadi ibu asuhnya.”kata dokter jo yang masuk begitu saja sambil membaca lembaran kertas ditangannya. Aku yang kaget dengan perkataan dokter jo, semakin kaget dengan kecupan Jiyong oppa di keningku.

“gomawo, hunchae!!”kata Jiyong oppa tersenyum manis.

“jangan seenaknya saja mengambil keputusan!!”kataku.

“dokter, bukankah bisanya kau dipihakku kenapa sekarang jadi begini??”kataku kesal.

“begini Chaerin, aku dipihakmu karena kau selalu menjaga anak-anak dirumah sakit dan mebuat perkerjaanku lebih mudah karena anak-anak menurut padamu. Tapi hanya sekedar lewat saja jiyong dapat membuat semua usia menjadi mudah di atur oleh para dokter, sehingga kerjaku jauh lebih mudah. Jadi aku berpihak pada jiyong”kata dokter jo.

“aku akan mengadu pada dokter lee!”kataku.

“percuma, karena ini juga termasuk rencana dokter lee”jelas dokter jo.

“mwo?? Jadi oppa, mengadopsinya hanya karena perintah?”kataku kesal pada jiyong oppa.

“anni chagi, karena kau menyayanginya aku jadi menyanyanginya juga”kata jiyong oppa tersenyum manis membuat jantungku berdetak keras.

“chaerin, kenapa kau tidak mati saja?? Aku selalu dilupakan hyung bila ada kau disini”kata seungri dengan wajah aegyo.

“aish.. kenapa kau begitu? Kau tak tahu, disini banyak wanita cantik. Mau aku kenalkan pada mereka?”tawar dokter jo.

“ghojimal!! Bila ada wanita cantik kenapa kau masih single?!”kata seungri.

“itu karena...”

“karena dokter jo mengincar dokter lee”jawabku tersenyum.

“chaerin, makan obatmu!”kata dokter jo yang langsung keluar dari kamarku.

“sepertinya dimalu”kataku terkekeh. Jiyong oppa menatapku lekat.

“aegy ada, appa ada, omma ada. Ah, sebaiknya aku keluar sebelum jadi pengganggu.”kata seungri yang keluar dari kamarku.

“sebaiknya aku tidur dulu”kataku sambil naik kekasurku menutupi tubuhku dengan selimut dengan gugup.

“tidurlah”kata jiyong oppa lembut.

"tapi, ingat jangan terlalu lama tidurnya! karena bayi kita juga sudah lama tidak bertemu ibunya"kata jiyong oppa.

"mwo? uri bayi??? kalau tidak ingin dilempar botol oksigen sebaiknya oppa jangan bicara yang aneh!"kataku sambil menunjuk botol oksigen. disisi kananku.

"lihat baby, ommamu begitu manis"kata jiyong oppa tersenyum manis. sambil melirik si baby. seakan-akan sedang berkomunikasi dengan baby itu. aku melemparkan sebuah guling dan berhasil mengenai ketubuhnya. jiyong oppa hanya tertawa. aku pun berusaha tidur kembali.

TBC

Tidak ada komentar:

Posting Komentar