Chemistry in ChemistryCast: SKY DRAGON
-Chaerin Pov-
Tatapan mata apa ini? Kalau aku berjalan sendiri tidak akan begini jadinya.
"Jiyong!"sapa sesorang namja yang tidakku kenal. Langkah kakinya berhenti tapi,aku berusaha berjalan sewajarnya.
"annio!"kata jiyong. Pasti mereka bertanya pertanyaan yang sama seperti yang lainnya "jiyong, siapa gadis itu?","apa dia pacarmu?" atau "pacar barumu?". Ada apa dengan mereka sebenarnya??
Tok!! Tiba2 buku Vogel mendarat di kepalaku dengan sukses.
"Minzy appo! Wae??"kataku saat melihat Minzy si "pelaku" yang tiba-tiba disampingku.
"apakah matamu rusak?Wajar saja mereka begitu. Jiyong begitu populer. Dia tampan, cerdas, berkepribadian baik dan dari keluarga terpandang wajar saja seluruh mata menatapnya dan ingin mengetahui semua tentangnya."kata Minzy seakan-akan dapat membaca pikiranku yang kini berjalan disampingku menuju ke laboratorium.
"Arraso! Tapi mereka tidak perlu melemparkan bola api melalui mata mereka kepadaku?"celotehku kesal.
"Chaerin, kalian selalu terlihat berdua sedangkan mereka tau jiyong tidak pernah jalan berdua saja dengan gadis lain selain kamu."
"jadi, mereka mengira hubungan kami seperti itu?"tanyaku polos.
"ne!"jawab Minzy singkat sambil membuka pintu Lab. yang terkunci.
"tidak mungkin. Aku hanya melihatnya tidak sebagai namja, hanya chingu. Dia juga punya kekasih."jawabku sambil duduk duduk dikursi bersama Minzy.
"tapi, setiap orangkan melihat dari sisi berbeda. Apakah jiyong memang punya kekasih? Kau sudah bertemu dengan yeoja beruntung itu?"kata Minzy semangat.
"tentu saja aku sudah bertemu yeoja itu. Hubungan mereka sudah 4tahun."kataku.
"wah, kalian sedang membicarakan apa? Kita harus segera selesaikan percobannya. Sepertinya kita harus mencoba menggunakan Etanol."kata Jiyong yang duduk d sampingku. Aku meraih buku di meja hadapanku.
"tidak bisa!"kataku.
"menggunakan metanol residunya akan lebih banyak sedangkan Produknya tidak seimbang."jelas Jiyong.
"ok, kita coba! Tapi kita perlu berapa banyak??"tanyaku. Jiyong yang duduk disampingku mulai memainkan rambutku, digulung-gulung atau dililitkan rambutku dijarinya. Sebenarnya mau saja aku menepis tangannya tapi, ini tidak bisa dilarang karena sudah jadi kebiasaannya 3tahun ini bila ada didekatku.
Aku di lab. Kimia menimbang viskositas larutan.
"Eh, chaerin lagi tidak bisa diganggu"kata jiyong yang masuk bersama kiko, kekasihnya.
"hey, chaerin!"sapa kiko.
"hey!"balasku sambil sekilas melihatnya.
"ayo, keluar! Chaerin lagi sibuk."ajak jiyong. Dan mereka pun keluar perlahan.
"tadi siapa?"tanya Minzy yang tiba-tiba muncul entah dari mana.
"kekasih jiyong" jawabku sambil mengelap piknometer yang terkena larutan.
"cantik. Tapi, kenapa jiyong seseakan-akan tidak punya pacar ya? Biasanya kan namja merasa bangga punya kekasih cantik."jelas Minzy.
"entahlah. Aku juga tak mau ikut campur."kataku sambil membereskan peralatan. Aku keluar lab. Ravi sudah menungguku.
"nuna!"sapanya dengan senyuman mautnya.
"mian, kau sudah lama menungguku?"kataku, Dia menghampiriku.
"anni,kajja!"katanya sambil menggandeng tanganku.
Perlahanku buka mata dari tidurku, kuraih HP di meja sebelah kananku, no call no message. Menyedihkan.
setibanya aku di kampus melihat jiyong di krubungi junior cewek seperti biasanya. Jiyong terlihat meminta pertolongan tapi melihat yeoja-yeoja itu aku mengurungkan niatku. Aku melihat ke depan melihat pemandangan indah. Ravi, melihatmu saja dapat merubah moodku.
"hey!"sapa minzy yang selalu datang tiba-tiba. Aku melihat ke depan, mencari sosok namja cool di sekeliling. Ternyata ravi sudah menghilang karena minzy.
"wae?"tanyaku sedikit emosi.
"ehm?" tanyanya bingung.
"anni!"jawabku.
--
Aku, minzy, jiyong dan 8 orang temenku makan siang di sebuah cafe. Aku ingin duduk di samping minzy tapi tangan keras jiyong menarikku agar aku duduk di sampingnya.
"wae?"tanya jiyong tiba-tiba karena melihatku berhenti makan.
"sudah kenyang." jawabku.
"ah, kamu dari tadi belum makan. Makanlah 2 suap lagi."pintanya.
"anni.Aku mual karena terlambat makan."jelasku.
"jangan dibiasakan!"sambil mendekatkan piringku ke arahnya. Dimakannya makananku mengunakan sendokku.
"Chaerin, bukankah itu biasa? Kalian juga sering minum dibotol yang sama bahkan dulu pernah 1 permen berdua karena ospek jadi tenanglah chaerin."kataku dalam hati. Dia sudah menghabiskan makananku dan meminum sedikit jus jeruknya.
"mungkin ini makan malam terakhir kita di masa kuliah"kata Jiyong pelan.
"ne."jawabku sambil melihat teman-temanku bercanda penuh tawa. Ya kami memang akan berpisah dan mungkin tak bertemu lagi karena kami sudah lulus sidang hanya menunggu wisuda, lagian kerja sampingan membimbing junior praktik juga hampir selesai. Tidak ada alasan untuk bertemu sosok dingin ini lagi tapi, ini itu akan terasa aneh.
---beberapa bulan kemudian---
hari ini hari wisudaku. Aku sangat deg-degan diatas podium tapi, setelah aku turun jiyong langsung memelukku.
"Selamat ya!"katanya dengan senyuman manis.
"pabo, bukankah kau juga lulus menjadi sarjana"kataku. Minzy turun dari podium, jiyong melepaskan pelukannya dan menjabat tangan Minzy memberi selamat. Aku keluar karena benci keramayan, seorang gadis menggegam tanganku.
"min.. Hey, kiko!"kataku kaget.
"chukhahae Chaerin!"kata kiko sambil memegang tanganku. Aku hanya mengangguk sambil tersenyum kaku. Aku takut dia salah paham karena tadi jiyong memelukku.
"chaerin, tenang saja! Kau tidak perlu menjelaskan apa-apa, aku percaya padamu. Teman baik jiyong, teman baikku juga"kata kiko yang seolah-olah mengetahui ini karena membaca pikiranku.
"Eh,ne!"kataku. Terlihat ravi mendekatiku membawa buket bunga kepadaku.
"sudah selesai nuna?"tanya ravi.
"ne. Antarkan aku pulang, ravi"pintaku.
"Ok!"jawabnya tersenyum.
"chearin, tidak berfoto bersama dulu"kata kiko.
"anni, aku pulang saja"kataku.
"kami duluan, nuna!"pamit ravi.
Ravi menyetir dengan santai.
"nuna, kita tidak mampir dulu?"tanyanya sambil menggegam tanganku.
"kau mau mengajakku kemana?"tanyaku.
kami duduk dipinggir sungai Han.
"jadi, kau tau aku akan pergi ke france?"tanyaku.
"ne. Wae? Kau ingin meninggalkanku?"protesnya
"ravi~ah mian, aku hanya mengagapmu sebagai dongsaeng"
"gojimal!"selanya.
"kau bukan namjachingguku"kataku.
"walaupun aku mengatakan 'saranghae' nuna akan tetap pergi?"katanya dengan tatapan sedih.
"ne!ravi~ah, aku tau kau mencintaiku sebagai nuna buka yeoja."kataku.
"nuna, 2 tahun aku bersamamu bahkan aku tak ingin bersama gadis selain nuna. Nuna, tunggu aku!"katanya menggegam tanganku.
"andwe! Kau sayang padaku, lepaskan aku ne? Usia kita jauh."kataku.
"nuna, aku akan merubah sikapku seperti yang nuna mau tapi, jangan pergi!"pintanya.
"hey, aku malah suka dengan sikap dinginmu itu jadi jangan merubahnya! Carilah yeoja baik, setelah itu kenalkan dia padaku."kataku sambil menatapnya, seperti kakak menasehati adiknya.
"nuna, bila aku tidak menemukan yoeja itu aku akan mengejar&meraihmu lagi."
"ne, asal kau mau berusaha melupakanku."kataku.
"ok! Nuna, aku boleh memelukmu?"tanyanya.
"ne!"jawabku tersenyum dan ravi segera memelukku erat.
"apa jiyong hyung dan lainnya tau?"tanya ravi.
"anni.Setelah aku kesana aku akan mengabari mereka"
"apakah itu tidak terlalu kejam?"tanyanya lembut.
"cukup melihatmu memelas, aku tak ingin melihat mereka sepertimu saat ini. Bagaimana mungkin ravi si ice memelas padaku"ledekku.
"nunaa!"katanya dan aku terkekeh pelan. Dia melepaskan pelukan kami.
"kapan pergi?"katanya.
"2hari lagi" jawabku.
"nuna mauku antar?"tawarnya dengan senyuman mautnya.
"andwe! Aku tak mau melihatmu menangis di bandara"jawabku.
"aku tak secengeng itu. Na, iceman nuna!"katanya percaya diri dan aku tertawa. Maaf, ravi aku akan pergi malam ini. Aku mepaskanmu karena aku tau aku tidak baik untukmu dan aku ingin kau mendapatkan cinta sejatimu.
2Tahun kemudian.
Aku membuka mataku perlahan, berusaha bangun dari tidurku. Aku meraih HP di meja kananku, ada 2 pesan belum dibaca.
from: ravi
nuna, apakah nuna baik2 saja? Sebenarnya aku tak ingin pamer tapi,lihatlah hubungan kami menjadi membaik setelah aku mendengarkan saran nuna. Nuna, segeralah punya kekasih!Akhir2 ini kau terlalu sibuk jadi, jaga kesehatanmu. Jangan lupa makan!
ravi menyisipkan foto dipesannya. Foto ravi dengan kekasihnya, 6bulan ini. Aku bahagia melihat mereka. Aku buka pesan kedua. Sedikit kaget setelah mengetahui jiyong tetap berusaha menghubungi walau tidak pernah aku tanggapin.
from: jiyong
kapan pulang?
Dia pasti mengirimkan ini karena ulang tahunnya 2 hari lagi.hehe.. Tenang Mr. Kwon aku akan menghadiri pestamu.
-
Aku memasuki gedung mewah yang telah diisi ratusan tamu. Gaun indah&elegan, sepatu higheels, perhiasan mewah dan sebuah topeng membuatku menjadi anggun saat ini. Pasti tidak akan ada yang menyangka aku adalah chaerin yang terlihat "garang" di kampus. Aku melihat minzy dengan topeng yang hanya menutupi setengah wajahnya, dia menggunakan gaun kuning&minzy terlihat cantik. Minzy sedang mengobrol dengan orang yang tak kukenal. Sedangkan jiyong dikursi dengan topeng putih menutupi wajahnya dan memperhatikan HP nya seperti menunggu telepon. Seperti biasa para gadis mengurubunginya tapi, jiyong masih fokus dengan kegiatannya sendiri. Aku melangkah pergi menjauh dan melangkahkan kakiku disebuah meja penuh kado. Aku meletakan kado berwarna kuning disana. Lalu aku akan menyapa mereka.
"kau datang juga?"kata seseorang sambil menyentuh bahuku, suara jiyong.
"Kau mengenalku?"tanyaku iseng sambil merubah suara. Menggandeng tangan dan menarikku ke lantai dua yang lebih sepi.
"jangan brbohong!"kata jiyong sambil melepaskan tanganku.
"maaf jiyong, kau salah mengenal orang."kataku berbohong ingin membuatnya terkejut.
"chearin~ah, jangan berbohong! Aku sangat ingat dengan rambutmu ini, aku selalu menyentuh rambut ini selama 3 tahun."katanya dengan menatapku lekat sambil memegang rambutku yang tergurai.
"kau sal.."kataku terputus karena tiba-tiba jiyong memelukku.
"aku tidak mungkin salah chaerin~ah karena hanya rambutmu saja yangku sentuh. aku suka rambutmu. kau ingat?karena aku duduk disebelahmu &memainkan rambutmu kau mau berbicara&berkenalan denganku."kata jiyong lembut.
"ne,jiyong!aku hanya ingin memberikanmu kejutan."jawabku.
"Andwe!tidak perlu karena hanya memikirkanmu saja jantungku selalu tidak normal."kata jiyong.Aku terdiam karena tidak tau apa yang harusku lakukan. Ada apa dengan jiyong?aku melepaskan pelukannya&topengku.
"jiyong,aku pulang!"kataku tersenyum.
"kenapa tidak ada rasa bersalah diwajahmu?"selidiknya.
"kau mau aku.."
"andwe,aku suka senyummu!"katanya malu.
"Aku akan menyapa minzy"
"sebentar!"
"wae?"
"tidak bisakah kau lebih lama bersamaku?aku yang sedang ulangtahun."pintanya
"jiyong,ada yang salah dengan otakmu."
"ne,otakku kacau semenjak kau pergi."kata jiyong. aku mengangap itu hanya candaan& melangkah pergi tapi,tangannya yang kokoh menahanku.
"sebentar saja!"kata jiyong sambil memelukku dari belakang. Lagi-lagi aku binggung harus berbuat apa,aku hanya mematung.
-Dirumah minzy
"1 bulan kau pergi mereka putus,aku kira kau tau"kata minzy sambil memeluk gulingnya.
"anni.lalu apa jiyong punya kekasih lagi?"tanyaku penasaran.
"anni,dia menyendiri. Dia memutuskan kiko tapi,dia yang kesepian.kiko minta balikkan tapi,ditolak.anehkan?aku rasa kiko berselingkuh."jelas minzy bersemangat.
"sudahlah.Kita tidur saja"kataku yang mulai mengantuk.
"aiih,kau tidak mau menceritakn 2 tahun kehilanganmu?"kata minzy
"na..hanya ke perpus, pasar, kantor, rumah & sedi kit jalan-jalan."kataku malas.
"tidak ada yang khusus?"
"anni"
"aku dengar kau melepaskan ravi, apa kau punya kekasih? Dapat france namja?"tanya minzy.
"anni, 2thn ini aku sendiri."jawabku.
"jinjja?"
"ne"
"aiih,apa karena terlalu menyukaiku?"tanya minzy sambil memasang mimik wajah ketakutan.
"ne!! Aku sangat menyukaimu."kataku.
Aku membuka mataku perlahan, berusaha bangun dari tidurku. Aku meraih HP di meja kananku, ada 2 pesan belum dibaca.
from: ravi
nuna, apakah nuna baik2 saja? Sebenarnya aku tak ingin pamer tapi,lihatlah hubungan kami menjadi membaik setelah aku mendengarkan saran nuna. Nuna, segeralah punya kekasih!Akhir2 ini kau terlalu sibuk jadi, jaga kesehatanmu. Jangan lupa makan!
ravi menyisipkan foto dipesannya. Foto ravi dengan kekasihnya, 6bulan ini. Aku bahagia melihat mereka. Aku buka pesan kedua. Sedikit kaget setelah mengetahui jiyong tetap berusaha menghubungi walau tidak pernah aku tanggapin.
from: jiyong
kapan pulang?
Dia pasti mengirimkan ini karena ulang tahunnya 2 hari lagi.hehe.. Tenang Mr. Kwon aku akan menghadiri pestamu.
-
Aku memasuki gedung mewah yang telah diisi ratusan tamu. Gaun indah&elegan, sepatu higheels, perhiasan mewah dan sebuah topeng membuatku menjadi anggun saat ini. Pasti tidak akan ada yang menyangka aku adalah chaerin yang terlihat "garang" di kampus. Aku melihat minzy dengan topeng yang hanya menutupi setengah wajahnya, dia menggunakan gaun kuning&minzy terlihat cantik. Minzy sedang mengobrol dengan orang yang tak kukenal. Sedangkan jiyong dikursi dengan topeng putih menutupi wajahnya dan memperhatikan HP nya seperti menunggu telepon. Seperti biasa para gadis mengurubunginya tapi, jiyong masih fokus dengan kegiatannya sendiri. Aku melangkah pergi menjauh dan melangkahkan kakiku disebuah meja penuh kado. Aku meletakan kado berwarna kuning disana. Lalu aku akan menyapa mereka.
"kau datang juga?"kata seseorang sambil menyentuh bahuku, suara jiyong.
"Kau mengenalku?"tanyaku iseng sambil merubah suara. Menggandeng tangan dan menarikku ke lantai dua yang lebih sepi.
"jangan brbohong!"kata jiyong sambil melepaskan tanganku.
"maaf jiyong, kau salah mengenal orang."kataku berbohong ingin membuatnya terkejut.
"chearin~ah, jangan berbohong! Aku sangat ingat dengan rambutmu ini, aku selalu menyentuh rambut ini selama 3 tahun."katanya dengan menatapku lekat sambil memegang rambutku yang tergurai.
"kau sal.."kataku terputus karena tiba-tiba jiyong memelukku.
"aku tidak mungkin salah chaerin~ah karena hanya rambutmu saja yangku sentuh. aku suka rambutmu. kau ingat?karena aku duduk disebelahmu &memainkan rambutmu kau mau berbicara&berkenalan denganku."kata jiyong lembut.
"ne,jiyong!aku hanya ingin memberikanmu kejutan."jawabku.
"Andwe!tidak perlu karena hanya memikirkanmu saja jantungku selalu tidak normal."kata jiyong.Aku terdiam karena tidak tau apa yang harusku lakukan. Ada apa dengan jiyong?aku melepaskan pelukannya&topengku.
"jiyong,aku pulang!"kataku tersenyum.
"kenapa tidak ada rasa bersalah diwajahmu?"selidiknya.
"kau mau aku.."
"andwe,aku suka senyummu!"katanya malu.
"Aku akan menyapa minzy"
"sebentar!"
"wae?"
"tidak bisakah kau lebih lama bersamaku?aku yang sedang ulangtahun."pintanya
"jiyong,ada yang salah dengan otakmu."
"ne,otakku kacau semenjak kau pergi."kata jiyong. aku mengangap itu hanya candaan& melangkah pergi tapi,tangannya yang kokoh menahanku.
"sebentar saja!"kata jiyong sambil memelukku dari belakang. Lagi-lagi aku binggung harus berbuat apa,aku hanya mematung.
-Dirumah minzy
"1 bulan kau pergi mereka putus,aku kira kau tau"kata minzy sambil memeluk gulingnya.
"anni.lalu apa jiyong punya kekasih lagi?"tanyaku penasaran.
"anni,dia menyendiri. Dia memutuskan kiko tapi,dia yang kesepian.kiko minta balikkan tapi,ditolak.anehkan?aku rasa kiko berselingkuh."jelas minzy bersemangat.
"sudahlah.Kita tidur saja"kataku yang mulai mengantuk.
"aiih,kau tidak mau menceritakn 2 tahun kehilanganmu?"kata minzy
"na..hanya ke perpus, pasar, kantor, rumah & sedi
"tidak ada yang khusus?"
"anni"
"aku dengar kau melepaskan ravi, apa kau punya kekasih? Dapat france namja?"tanya minzy.
"anni, 2thn ini aku sendiri."jawabku.
"jinjja?"
"ne"
"aiih,apa karena terlalu menyukaiku?"tanya minzy sambil memasang mimik wajah ketakutan.
"ne!! Aku sangat menyukaimu."kataku.
aku
keluar dari gedung kantorku. Aku baru pindah kesini 2 hari lalu,kenapa
sudah ada tamu untukku. Aku berjalan menunju lobby aku menghentikan
langkahkan langkahku setelah tau jiyong mencariku. Kenapa dia mencariku?
"wae?"tanyaku lembut.
"bisa, kita bicara sebentar?"tanyanya.
"anni, aku banyak kerja gimana kalau lewat pesan atau telepon saja"jawabku.
"sebentar saja."pintanya. Aku tidak suka sikap memaksanya jadi dengan malas aku pun mengangguk kalah. dia mengajakku ke taman dekat kantor.
"wae? wae tidak pernah menjawab telepon dariku? Kenapa tidak memberitahu kepulanganmu? kamu juga tidak membalas semua pesanmu. kenapa kau membiarkan aku begitu saja?"tanyanya sedikit emosi.
"2 tahun ini aku hanya ingin tenang."jawabku.
"jadi aku adalah keributan?"
"jiyong,cukup! Kenapa kau tiba-tiba begini? kita teman."kataku berusaha menenangkannya.
"dipikiranmu aku temanmu?"
"yap!"kataku mantap.
"aku tak tahan lagi! Aku akan merubah pikiranmu!"katanya lalu berjalan pergi.
"hey, jiyong apa maksudmu? Tidak bisakah kau membelikanku makan dulu? Ini jam makan siang!"teriakku. Ada yang salah dengan otaknya.
@beberapa hari kemudian
Dengan semangat aku ke kantor. Tapi,aku kaget bertemu jiyong di lift kantor.
"Mau apa kau disini?"tanyaku.
"ada urusan"jawabnya dingin. Aku tau jiyong memang dingin tapi, ini pertama kalinya dia menjawab pertanyaanku dengan 2 kata. apakah dia semarah itu denganku?
Aku masuk ke ruang rapat. Ada jiyong bersama manager di meja rapat.
"ini adalah Kwon Jiyong, direktur perencanaan."jelas HRD. Daesung.
"ommo, jiyong jadi atasanku?"kataku pelan. syukurlah aku tidak berurusan dengannya.
"derektur, ini chearin. Dia ketua formula. Chearin akan berkerja sama dengan anda."jelas HRD. Jiyong mengangguk pelan.
"jiyong!"kata jiyong sambil menjulurkan tangannya kearahku.Aku membalasnya tapi, aku terdiam,aku bingung.
"wae?"tanyaku lembut.
"bisa, kita bicara sebentar?"tanyanya.
"anni, aku banyak kerja gimana kalau lewat pesan atau telepon saja"jawabku.
"sebentar saja."pintanya. Aku tidak suka sikap memaksanya jadi dengan malas aku pun mengangguk kalah. dia mengajakku ke taman dekat kantor.
"wae? wae tidak pernah menjawab telepon dariku? Kenapa tidak memberitahu kepulanganmu? kamu juga tidak membalas semua pesanmu. kenapa kau membiarkan aku begitu saja?"tanyanya sedikit emosi.
"2 tahun ini aku hanya ingin tenang."jawabku.
"jadi aku adalah keributan?"
"jiyong,cukup! Kenapa kau tiba-tiba begini? kita teman."kataku berusaha menenangkannya.
"dipikiranmu aku temanmu?"
"yap!"kataku mantap.
"aku tak tahan lagi! Aku akan merubah pikiranmu!"katanya lalu berjalan pergi.
"hey, jiyong apa maksudmu? Tidak bisakah kau membelikanku makan dulu? Ini jam makan siang!"teriakku. Ada yang salah dengan otaknya.
@beberapa hari kemudian
Dengan semangat aku ke kantor. Tapi,aku kaget bertemu jiyong di lift kantor.
"Mau apa kau disini?"tanyaku.
"ada urusan"jawabnya dingin. Aku tau jiyong memang dingin tapi, ini pertama kalinya dia menjawab pertanyaanku dengan 2 kata. apakah dia semarah itu denganku?
Aku masuk ke ruang rapat. Ada jiyong bersama manager di meja rapat.
"ini adalah Kwon Jiyong, direktur perencanaan."jelas HRD. Daesung.
"ommo, jiyong jadi atasanku?"kataku pelan. syukurlah aku tidak berurusan dengannya.
"derektur, ini chearin. Dia ketua formula. Chearin akan berkerja sama dengan anda."jelas HRD. Jiyong mengangguk pelan.
"jiyong!"kata jiyong sambil menjulurkan tangannya kearahku.Aku membalasnya tapi, aku terdiam,aku bingung.
Semalaman
aku berfikir,tak mendapatkan jawaban aku pun kembali berfikir kenapa
jiyong mendapatkan nomor teleponku saat di paris,padahal minzy saja tak
tau. Kenapa jiyong seorang yang berkerja di perminyakan & gas beralih
dibidang kesehatan? pabo,keluarga jiyong punya banyak perusahaan mungkin
perusahaan tempatku berkerja adalah miliknya. Kenapa dia ingin merubah
pikiranku? pikiranku tentang apa? kenapa seolah-olah kemarin dia baru kenal
denganku. pikiranku buyar seketika karena aku mendengar pintu Lab
dibuka. walau wajah ditutupi masker, kacamata &jas Lab aku tau bahwa
namja dihadapanku adalah jiyong. Jiyong juga bertugas mengikuti setiap
analisaku. Makanya dia akan berkerja di Lab denganku.
"mulai dari mana?"tanyanya.
"Aku akan membuat formulasi yang tepat, anda duduk saja"jawabku.
"kau memintaku pergi?"
"anni. Aku hanya memintamu menunggu sebentar lagi."kataku.jiyong duduk dikursi memperhatikan yangku lakukan.
"ok.Kita coba skarang."kataku semangat.
"apa yang harusku lakukan?"
"kita membutuhkan alat distilasi. Bisakah anda merancangnya,direktur?Aku akan menimbang bahan."kataku.
aku memperhatikan tabung reaksi yang sedang diaduk sentrifugal,beralih ke tasku mengambil kotak makanan.
"Ini,ambillah! kau sangat suka donatkan. Aku baru memasaknya pagi ini"tawarku kepada jiyong. Dia menatapku tajam.
"aku tak suka donat.aku atasanmu bukan temanmu jadi jangan seolah-olah kau mengerti aku"katanya.aku diam membeku. aku tau dia tak pernah bersikap manis selama 3tahun aku didekatnya tapi ,sikapnya kali ini begitu menyakitkan. Aku pura-pura tidak peduli, aku makan donatku sendiri. tangan kokohnya segera menarik tanganku.
"aku mau makan,temani aku."katanya. Apa-apaan ini? kau memaksaku ya? aku gak bisa melepaskan diri darinya karena berkali-kali jiyong mengatakn "aku atasanmu?"dengan pelan saat dia menarikku.
Kami duduk di sebuah cafe,cafe yang sangatku ingat tidak pernah menghidangkan sandwich kini telah menghidangkan dua sandwich diatas meja kami.
"aku suka sandwich"kata jiyong.
"anni.Aku suka sandwich, kau suka donat kwon jiyong" jelasku.
"apakah kau fansku? kenapa kau lebih tau aku dari pada aku sendri?"
"apakah kau lupa? Aku,chearin temanmu selama 3tahun dikuliah."kataku.
"kau yang lupa kalau aku atasanmu bukan temanmu."katanya tenang.
"hey kwon,kau mempermainkanku?"aku mulai emosi.
"anni,aku memang bukan temanmu. Makan sandwichmu sebelum Lab meledak karena oven masih menyala."jelasnya sambil mengunyah sandwich. astaga,aku lupa mematikan oven tadi.
"anni.Aku yang akan meledak sebentar lagi."kataku. jiyong tertawa dengan indahnya seperti dulu. Akhirnya kau kembali,jiyong.
"hahaha..aku rasa perusahaan salah merekrut orang sepertimu .kau tidak sopan kepada atasaanmu.Walau kita seumuran tapi,aku tetap atasaanmu."katanya santai. Sial,dia tidak kembali! ok kwon jiyong,aku akan mengikuti permainanmu.Aku baru mengenalmu kemarin!
"it's time!Yippie!!"kataku dalam hati. dengan semangat aku membersikan Lab.
"oh,ya kalo aku telepon kau harus menjawab. Kalau aku mengirim pesan segera balas"katanya di ambang pintu.
"yaak, kwon jiyong setidaknya aku duluan yang berkerja disini!."terakku. tapi,teriakka nku tidak terdengar siapapun karena hanya didalam pikiranku saja.
-keesokan paginya.
aku masuk ke Lab dengan wajah kusut. Jiyong menelponku tengah malam hingga pagi karena memintaku menjelaskan secara detail produk baru yang aku buat. menjelaskan itu semua tidak sebentar. Kwon, kenapa kau tidak membunuhku saja??
"kenapa kamu berwajah menakutkan begitu?"tanya jiyong yang tiba-tiba ada dihadapanku.
"sejak kapan kau disini?"tanyaku balik.
"aku atasanmu!"
"sejak kapan anda disini,direktur?"tanyaku lembut.
"baru saja. Cepat rapikan Lab!"perintahnya.
"ne!!"kataku.
aku masuk kerumah minzy.Minzy lagi makan mie kecap sambil menonton Tv.
"chaerin,ada apa dengan wajahmu?"tanyanya kaget. saking kagetnya melihatku mie yang dimulutnya jatuh ke piring kembali.
"jiyong si direktur baru menganiayaku!"jawabku.
"apa yang dia lakukan kepadamu?"tanya minzy penasaran.
"dia..dia..memintaku mengikutinya makan siang. ini bukan rapat&makan siang biasa. tapi,makan siang diresto jepang lengkap dengan orang jepang dan adatnya. aku disiksa duduk dengan melipat kakiku selama 2 jam setelah aku berdiri 5 jam karena praktik. aku kira penderitaanku akan berakhir ternyata sesampai dikantor dia malah memaksaku menyelesaikan laporan praktik uji coba secara lengkap&detail sebelum jam pulang. Dia mengatakannya 30mnit sebelum pulang.Dia membunuhku!"jelasku sambil tiduran didepan pintu masuknya.
"kau tak mati,chaerin. Hanya menjadi mayat hidup."kata minzy melanjutkan makan malamnya. Mwo?Kenapa dia tidak marah dengan sikap jiyong kepadaku?kenapa dia masih bisa makan melihat temannya seperti ini?
aku melemparkan NaCL(garam) dibeberapa sudut lab.
"chaerin, apa yang kau lakukan?"tanya jiyong yang mengagetkanku.
"buang sial!"kataku dengan wajah tanpa expresi.
"ada apa dengan wajahmu? kenapa begitu menakutkan?"tanya lagi.walau dia terlihat binggung tapi, dimatanya dia terlihat menertawakanku.
"kau yang buat aku begini."kataku.
"hehe..tenang,chearin ssi! aku tidak akan membawa kesialan lagi jadi kau tidak perlu melempar garam karena kemarin kau membuat laporan dengan baik."jelasnya.
"jinjja?"
"ne!"katanya dengan senyuman. Senyuman yang sangatku mengerti, yang mengartikan nasip buruk akan menimpaku, LAGI.
"Maaf direktur,aku merasa anda lebih menakutkn hari ini."kataku.tapi,dia hanya menahan tawa.
"oh,selamat pagi!"kata HRD Daesung yang membuka pintu Lab.
"untunglah belum mulai praktik! Direktur ini undangan pernikahan dari anak pemilik perusahaan S."Kata HRD Daesung sambil memberikan undangan.
"ia.Aku tau.ada pesan?"tanya jiyong.
"ne.kata presdir anda harus membawa chaerinssi juga.saya permisi dulu."pamit HRD Daesung.
"gomawo!"kata jiyong tersenyum penuh kemenangan.Betul dugaanku kan?Ommo tuhan,apa dosaku??
Jiyong menungguku diluar,aku memintanya mengantarku pulang dan menungguku untuk mengganti bajuku.aku berjalan kearahnya,dia melihatku lekat.
"Wah sejak kapan kau bisa make up&berpenampilan anggun seperti ini?"ledek jiyong.Aku membuka pintu mobilnya.
"bagaimana kamu tau tentangku kwon-ssi?kau baru mengenalku beberapa hari lalu."kataku cuek & jiyong tertawa pelan.
kami telah sampai ditempat pesta.Acranya outdoor, simpel tapi, tetap indah. beberapa pejabat terlihat diantara para tamu. jiyong membukakan pintuku&memintaku menggandengnya.tak lama kami duduk dikursi tamu sang pengantin wanita datang, gaunnya sungguh indah. Cantik sekali.
"tenang saja, jika kau menikah denganku kau akan lebih cantik dari dia."ledek jiyong. Aku diam,pura-pura tak mendengarkannya. anni, aku memang tidak mendengarnya.
"hey,jiyong!"sapa seseorang.
"hey,apa kabar?"balas jiyong.
"fine. kenalin aku dengan pasangmu."pinta namja itu.
"chaerin ini taeyang, taeyang ini chaerin"jelas jiyong.aku hanya tersenyum tapi,taeyang tersenyum manis.
"waw,akhirnya!"kata Taeyang.
"ne."jawab jiyong malu.aku tak mengerti apa yang mereka bicarakan.
"aku permisi dulu"pamitku pada jiyong.
"ne,chagi!"jawabnya dengan senyuman mengoda&segeraku balas dengan tatapan tajam. aku berjalan cukup jauh dari jiyong. Aku melihat jiyong asik mengobrol dengan pengusaha-pengusaha lainnya. tiba para gadis mengikuti sang pengantin. ya,ini waktunya pelemparan bunga pengantin.sepasang mata mentapku sedari tadi,ternyata jiyong sudah didekatku.
"tidak ikut?"tanyanya.
"tidak"jawabku malas. Jiyong mengaguk-anguk mengerti tapi,aku tak mengerti.pelemparan bunga selesai sang pengantin jalan menuju mobilnya.
DOoUR!DOoAR!DOoAR!!
aku membuka mataku perlahan.
"jangan tiba-tiba kau bisa memelukku! di Lab jasa karena disana kita hanya berdua."katanya pelan. Aku melihat tanganku memeluk namja,&namja itu KWON JIYONG.
"aku takut ledakan"kataku.
"arra! tapi,aku gak menyangka reaksimu sehebat ini.apa aku harus membalas agar kau tak malu?"ledeknya.aku sadar,aku masih memeluk jiyong &segera melepaskanya.
"kajja,aku antar kau pulang"ajaknya sambil menggandeng tanganku.
"mulai dari mana?"tanyanya.
"Aku akan membuat formulasi yang tepat, anda duduk saja"jawabku.
"kau memintaku pergi?"
"anni. Aku hanya memintamu menunggu sebentar lagi."kataku.jiyong duduk dikursi memperhatikan yangku lakukan.
"ok.Kita coba skarang."kataku semangat.
"apa yang harusku lakukan?"
"kita membutuhkan alat distilasi. Bisakah anda merancangnya,direktur?Aku akan menimbang bahan."kataku.
aku memperhatikan tabung reaksi yang sedang diaduk sentrifugal,beralih ke tasku mengambil kotak makanan.
"Ini,ambillah! kau sangat suka donatkan. Aku baru memasaknya pagi ini"tawarku kepada jiyong. Dia menatapku tajam.
"aku tak suka donat.aku atasanmu bukan temanmu jadi jangan seolah-olah kau mengerti aku"katanya.aku diam membeku. aku tau dia tak pernah bersikap manis selama 3tahun aku didekatnya tapi ,sikapnya kali ini begitu menyakitkan. Aku pura-pura tidak peduli, aku makan donatku sendiri. tangan kokohnya segera menarik tanganku.
"aku mau makan,temani aku."katanya. Apa-apaan ini? kau memaksaku ya? aku gak bisa melepaskan diri darinya karena berkali-kali jiyong mengatakn "aku atasanmu?"dengan pelan saat dia menarikku.
Kami duduk di sebuah cafe,cafe yang sangatku ingat tidak pernah menghidangkan sandwich kini telah menghidangkan dua sandwich diatas meja kami.
"aku suka sandwich"kata jiyong.
"anni.Aku suka sandwich, kau suka donat kwon jiyong" jelasku.
"apakah kau fansku? kenapa kau lebih tau aku dari pada aku sendri?"
"apakah kau lupa? Aku,chearin temanmu selama 3tahun dikuliah."kataku.
"kau yang lupa kalau aku atasanmu bukan temanmu."katanya tenang.
"hey kwon,kau mempermainkanku?"aku mulai emosi.
"anni,aku memang bukan temanmu. Makan sandwichmu sebelum Lab meledak karena oven masih menyala."jelasnya sambil mengunyah sandwich. astaga,aku lupa mematikan oven tadi.
"anni.Aku yang akan meledak sebentar lagi."kataku. jiyong tertawa dengan indahnya seperti dulu. Akhirnya kau kembali,jiyong.
"hahaha..aku rasa perusahaan salah merekrut orang sepertimu .kau tidak sopan kepada atasaanmu.Walau kita seumuran tapi,aku tetap atasaanmu."katanya santai. Sial,dia tidak kembali! ok kwon jiyong,aku akan mengikuti permainanmu.Aku baru mengenalmu kemarin!
"it's time!Yippie!!"kataku dalam hati. dengan semangat aku membersikan Lab.
"oh,ya kalo aku telepon kau harus menjawab. Kalau aku mengirim pesan segera balas"katanya di ambang pintu.
"yaak, kwon jiyong setidaknya aku duluan yang berkerja disini!."terakku. tapi,teriakka
-keesokan paginya.
aku masuk ke Lab dengan wajah kusut. Jiyong menelponku tengah malam hingga pagi karena memintaku menjelaskan secara detail produk baru yang aku buat. menjelaskan itu semua tidak sebentar. Kwon, kenapa kau tidak membunuhku saja??
"kenapa kamu berwajah menakutkan begitu?"tanya jiyong yang tiba-tiba ada dihadapanku.
"sejak kapan kau disini?"tanyaku balik.
"aku atasanmu!"
"sejak kapan anda disini,direktur?"tanyaku lembut.
"baru saja. Cepat rapikan Lab!"perintahnya.
"ne!!"kataku.
aku masuk kerumah minzy.Minzy lagi makan mie kecap sambil menonton Tv.
"chaerin,ada apa dengan wajahmu?"tanyanya kaget. saking kagetnya melihatku mie yang dimulutnya jatuh ke piring kembali.
"jiyong si direktur baru menganiayaku!"jawabku.
"apa yang dia lakukan kepadamu?"tanya minzy penasaran.
"dia..dia..memintaku mengikutinya makan siang. ini bukan rapat&makan siang biasa. tapi,makan siang diresto jepang lengkap dengan orang jepang dan adatnya. aku disiksa duduk dengan melipat kakiku selama 2 jam setelah aku berdiri 5 jam karena praktik. aku kira penderitaanku akan berakhir ternyata sesampai dikantor dia malah memaksaku menyelesaikan laporan praktik uji coba secara lengkap&detail sebelum jam pulang. Dia mengatakannya 30mnit sebelum pulang.Dia membunuhku!"jelasku sambil tiduran didepan pintu masuknya.
"kau tak mati,chaerin. Hanya menjadi mayat hidup."kata minzy melanjutkan makan malamnya. Mwo?Kenapa dia tidak marah dengan sikap jiyong kepadaku?kenapa dia masih bisa makan melihat temannya seperti ini?
aku melemparkan NaCL(garam) dibeberapa sudut lab.
"chaerin, apa yang kau lakukan?"tanya jiyong yang mengagetkanku.
"buang sial!"kataku dengan wajah tanpa expresi.
"ada apa dengan wajahmu? kenapa begitu menakutkan?"tanya lagi.walau dia terlihat binggung tapi, dimatanya dia terlihat menertawakanku.
"kau yang buat aku begini."kataku.
"hehe..tenang,chearin ssi! aku tidak akan membawa kesialan lagi jadi kau tidak perlu melempar garam karena kemarin kau membuat laporan dengan baik."jelasnya.
"jinjja?"
"ne!"katanya dengan senyuman. Senyuman yang sangatku mengerti, yang mengartikan nasip buruk akan menimpaku, LAGI.
"Maaf direktur,aku merasa anda lebih menakutkn hari ini."kataku.tapi,dia hanya menahan tawa.
"oh,selamat pagi!"kata HRD Daesung yang membuka pintu Lab.
"untunglah belum mulai praktik! Direktur ini undangan pernikahan dari anak pemilik perusahaan S."Kata HRD Daesung sambil memberikan undangan.
"ia.Aku tau.ada pesan?"tanya jiyong.
"ne.kata presdir anda harus membawa chaerinssi juga.saya permisi dulu."pamit HRD Daesung.
"gomawo!"kata jiyong tersenyum penuh kemenangan.Betul dugaanku kan?Ommo tuhan,apa dosaku??
Jiyong menungguku diluar,aku memintanya mengantarku pulang dan menungguku untuk mengganti bajuku.aku berjalan kearahnya,dia melihatku lekat.
"Wah sejak kapan kau bisa make up&berpenampilan anggun seperti ini?"ledek jiyong.Aku membuka pintu mobilnya.
"bagaimana kamu tau tentangku kwon-ssi?kau baru mengenalku beberapa hari lalu."kataku cuek & jiyong tertawa pelan.
kami telah sampai ditempat pesta.Acranya outdoor, simpel tapi, tetap indah. beberapa pejabat terlihat diantara para tamu. jiyong membukakan pintuku&memintaku menggandengnya.tak lama kami duduk dikursi tamu sang pengantin wanita datang, gaunnya sungguh indah. Cantik sekali.
"tenang saja, jika kau menikah denganku kau akan lebih cantik dari dia."ledek jiyong. Aku diam,pura-pura tak mendengarkannya. anni, aku memang tidak mendengarnya.
"hey,jiyong!"sapa seseorang.
"hey,apa kabar?"balas jiyong.
"fine. kenalin aku dengan pasangmu."pinta namja itu.
"chaerin ini taeyang, taeyang ini chaerin"jelas jiyong.aku hanya tersenyum tapi,taeyang tersenyum manis.
"waw,akhirnya!"kata Taeyang.
"ne."jawab jiyong malu.aku tak mengerti apa yang mereka bicarakan.
"aku permisi dulu"pamitku pada jiyong.
"ne,chagi!"jawabnya dengan senyuman mengoda&segeraku balas dengan tatapan tajam. aku berjalan cukup jauh dari jiyong. Aku melihat jiyong asik mengobrol dengan pengusaha-pengusaha lainnya. tiba para gadis mengikuti sang pengantin. ya,ini waktunya pelemparan bunga pengantin.sepasang mata mentapku sedari tadi,ternyata jiyong sudah didekatku.
"tidak ikut?"tanyanya.
"tidak"jawabku malas. Jiyong mengaguk-anguk mengerti tapi,aku tak mengerti.pelemparan bunga selesai sang pengantin jalan menuju mobilnya.
DOoUR!DOoAR!DOoAR!!
aku membuka mataku perlahan.
"jangan tiba-tiba kau bisa memelukku! di Lab jasa karena disana kita hanya berdua."katanya pelan. Aku melihat tanganku memeluk namja,&namja itu KWON JIYONG.
"aku takut ledakan"kataku.
"arra! tapi,aku gak menyangka reaksimu sehebat ini.apa aku harus membalas agar kau tak malu?"ledeknya.aku sadar,aku masih memeluk jiyong &segera melepaskanya.
"kajja,aku antar kau pulang"ajaknya sambil menggandeng tanganku.
Aku berjalan gontai kekamarku dan menjatuhkan tubuhku kekasur. awalnya aku begadang karena menjelaskan produk,kemarin rapat,sekarang wedding, apakah besok ada pemakaman atau aku akan menemaninya belanja?? Omma,aku tak sanggup disiksa dengan namja aneh itu. Kwon,bunuh aku saja!!
Dengan malas aku melangkah ke Lab.terlihat jiyong yang menganalisa trail.
"chaerin,lihatlah!sepertinya kita berhasil."kata jiyong.
"Jinja?"kataku sambil berjalan kerahnya dan melihat ketabung reaksi yang dipegangnya.dengan reflek aku memeluknya.
"kita berhasil"kataku girang.
"chearin,sepertinya kau ketagihan memelukku"goda jiyong.aku segera melepaskan pelukanku,aku tak mau menjawabnya.
Praktik selesai, analisa& laporan selesai. tidak ada lagi alasan untuk mengobrol dengan direktur kwon.hariku menjadi tenang&sedikit membosankan.hanya sesekali aku melihatnya tapi,saat kami bertemu lagi-lagi seolah-olah dia tak mengenalku.dia seperti menghilangkanku dari ingatannya. aku mencoret-coret buku di meja kerjaku dengan malas, menganalisa. bukan,aku bukan menganalisa obat. Tapi,menganalisa jiyong.
Jiyong 1 adalah temanku 3 tahun walau dingin tapi,dia baik&perhatian.
Jiyong 2 adalah rekan kerja dalam membuat obat.kejam&suka mengganggu.
Jiyong ke 3 adalah direktur tak pernah berbicara denganku &selalu menatapku dengan tatapak menakutkan. ada apa dengan jiyong?Apa dia minum obat menghilangkan ingatan? akh,aku hanya terlalu banyak membaca cerita fiksi.aku membuka emailku dengan malas.
"HOOree!!"teriaku & segeraku kututup mulutku. Untung saja aku diruangan kerja sendirian. ada tugas agar aku membuat obat baru lagi artinya aku berkerja sama lagi dengan jiyong. sial,apa yangku pikirkan. Lee chearin, kembalilah ke alam sadarmu!!
Author pov
chaerin tetap fokus dengan pekerjaannya,begitu juga dengan jiyong.tapi,seperti biasa jiyong selalu berusaha membuat chaerin jengkel & menahan emosinya.
"setelah kerja seharusnya bereskan Lab!!"perintah jiyong.
"aku kan selalu begitu.kau bisa melihatnya sendiri.selama 5 bulan ini apakah aku pernah meninggalkan Lab dalam keadaan berantakan?"kata chaerin ketus. 5 bulan ini berkerja sama dalam 1 ruangan. walau terlihat tidak akur tapi, hubungan mereka baik. chaerin lebih suka jiyong menggangunya dari pada jiyong yang tidak mempedulikannnya sedangkan jiyong entah kenapa dia begitu suka mengganggu chaerin. sengaja membuat chaerin kesal agar gadis itu memikirkannya.
hari ini chaerin sangat serius dengan pekerjaannya tapi, dia khawatir karena dia baru dapat kabar jiyong demam sehingga tidak masuk kerja. chaerin yang tau jiyong tinggal sendiri membuat dia semakin khawatir.
"chaerin, kenapa begini? Mungkin onnienya akan datang merawatnya. dia orang aneh pasti bisa sembuh senderi"celoteh chaerin mencoba menenangkan dirinya sendiri.
Hari ke 3 jiyong sakit. Chaerin sudah tidak sabar lagi,dia berniat menjenguk jiyong.
Chaerin sudah didepan rumah jiyong dengan takut-takut dia memencet bell. Pintu terbuka.
"masuklah"kata namja dengan perban ditangannya.
"tanganmu kenapa?"tanya chaerin kaget.
"tenanglah aku bukan atlet, kau tak perlu cemas karena masa depanku tidak akan kandas karena ini."jelas jiyong. Gadis itu sedikit tenang & memasuki rumah jiyong. tapi, dia kaget & baru sadar atas kesalahanny telah memasuki rumah namja seorang diri & rumahnya sangat gelap. hanya sebuah jendela kaca yang terlihat bintang & terangnya kota menyinari ruangan ini.
"kenapa kau tidak menghidupkan lampu? Tempat ini begitu gelap"celoteh gadis itu menyembunyikan ketakutannya.
"tempat ini diterangi bintang & lampu kota bukankah romantis?"goda jiyong sambil duduk disofanya. Chaerin semakin takut.
"tenang,duduk saja! aku akan berusaha tak memakanmu"kata jiyong. Awalnya chaerin mau duduk tapi, lagi-agi dia takut setelah mendengarkan namja itu mengatakan "berusaha tidak memakanmu".
"aku pulang saja!"kata chaerin.
"chaerin, kaupikir aku namja seperti apa? bukankah kau yang selalu mencari kesempatan untuk memelukku?"kata jiyong. Kali ini chearin merasa beruntung karena gelap membuat jiyong tidak melihat wajahnya yang memerah.
"chaerin, kau ingin menjengukkukan? baik tapi,tepuk tanganmu 3x"terang jiyong.
"untuk apa?"tanya chaerin.
"lakukan saja!"peritah jiyong.
CLAP!CLAP!CLAP! lampu pun hidup dan jendela kaca besar itu tertutup gorden.
"dengan tangan begini aku mana bisa menghidupkan lampu"jelas jiyong. Chaerin kaget tapi, dia juga menyesal karena dia salah paham. chaerin duduk disofa.
"katanya demam.kenapa tanganmu jadi begini?"tanya chaerin.
"aku jatuh dari pohon karena mengambil buah dikantor."jawab jiyong ngasal.
"setauku pohon dikantor tidak ada pohon buah."kata chaerin polos.
"ah, kau saja yang tidak tau."balas chaerin.chaerin berusaha mengingat tapi, lagi-lagi dia kaget dengan yang dilihatnya.
"ke.ckenapa kau tidak pake baju?"tanya chaerin.
"menurutmu dengan tangan begini aku bisa memakai baju? chaerin, buatkan aku makanan. aku lapar, dapurnya dikananmu"
"aku tamu.kenapa aku yang melayanimu?"kata chearin kesal.tapi, gadis itu berjalan pergi.
"masuklah"kata namja dengan perban ditangannya.
"tanganmu kenapa?"tanya chaerin kaget.
"tenanglah aku bukan atlet, kau tak perlu cemas karena masa depanku tidak akan kandas karena ini."jelas jiyong. Gadis itu sedikit tenang & memasuki rumah jiyong. tapi, dia kaget & baru sadar atas kesalahanny telah memasuki rumah namja seorang diri & rumahnya sangat gelap. hanya sebuah jendela kaca yang terlihat bintang & terangnya kota menyinari ruangan ini.
"kenapa kau tidak menghidupkan lampu? Tempat ini begitu gelap"celoteh gadis itu menyembunyikan ketakutannya.
"tempat ini diterangi bintang & lampu kota bukankah romantis?"goda jiyong sambil duduk disofanya. Chaerin semakin takut.
"tenang,duduk saja! aku akan berusaha tak memakanmu"kata jiyong. Awalnya chaerin mau duduk tapi, lagi-agi dia takut setelah mendengarkan namja itu mengatakan "berusaha tidak memakanmu".
"aku pulang saja!"kata chaerin.
"chaerin, kaupikir aku namja seperti apa? bukankah kau yang selalu mencari kesempatan untuk memelukku?"kata jiyong. Kali ini chearin merasa beruntung karena gelap membuat jiyong tidak melihat wajahnya yang memerah.
"chaerin, kau ingin menjengukkukan? baik tapi,tepuk tanganmu 3x"terang jiyong.
"untuk apa?"tanya chaerin.
"lakukan saja!"peritah jiyong.
CLAP!CLAP!CLAP! lampu pun hidup dan jendela kaca besar itu tertutup gorden.
"dengan tangan begini aku mana bisa menghidupkan lampu"jelas jiyong. Chaerin kaget tapi, dia juga menyesal karena dia salah paham. chaerin duduk disofa.
"katanya demam.kenapa tanganmu jadi begini?"tanya chaerin.
"aku jatuh dari pohon karena mengambil buah dikantor."jawab jiyong ngasal.
"setauku pohon dikantor tidak ada pohon buah."kata chaerin polos.
"ah, kau saja yang tidak tau."balas chaerin.chaerin berusaha mengingat tapi, lagi-lagi dia kaget dengan yang dilihatnya.
"ke.ckenapa kau tidak pake baju?"tanya chaerin.
"menurutmu dengan tangan begini aku bisa memakai baju? chaerin, buatkan aku makanan. aku lapar, dapurnya dikananmu"
"aku tamu.kenapa aku yang melayanimu?"kata chearin kesal.tapi, gadis itu berjalan pergi.
Chaerin
memasakkan jiyong bubur. jiyong makan dengan tangan kirinya, dia sedikit
kerepotan.chaerin segera menghabiskan makanannya,menaruh piringnya
kedapur &duduk kembali.
"sini,kusuapi!"kata chaerin yang terlihat malu.
"mwo?"kata jiyong kaget.tapi,chaerin meraih sendok ditangan jiyong.
"dengan begini kau makan dengan cepat, tak perlu takut mengotori rumah&aku tak perlu membersihkan lantai yang terkena bubur"kata chaerin sambil menyuapi jiyong.terlihat jelas chaerin berusaha menutupi rasa malunya.
"kau sudah makan, aku sudah mencuci piringmu.aku akan pulang"kata chaerin ketus berjalan menuju pintu. jiyong memegang bahu chaerin menahan gadis itu pergi.
"besok kau kesini lagi?"tanya jiyong, dimatanya terlihat dia berharap chaerin akan datang lagi.
"aku tak tau. sekarang sudah malam. Aku pergi."kata chaerin&menutup pintu.
@rumah jiyong.
jiyong membuka pintu dengan senyuman.chaerin datang dengan membawa sebuah plastik & ada beberapa obat-obatan disana.
"untuk apa?"tanya jiyong.
"untukmu! duduklah, aku akan mengobati lukamu."
mereka duduk disofa, jiyong membelakangi chearin.
"aku kira kemarin kau tak menyadarinya."kata jiyong.
"pabo,luka gores sebanyak, besar ini&kau tak mengenakan bajumu bagaimana mungkin aku tidak tau?"kata chaerin mengoleskan obat dipungung jiyong.
"jadi,kau terus melihat punggung&dadaku yangg sexy?"goda jiyong.
"kenapa kau tak mengatakan yang sebenarnya? kenapa tubuhmu jadi seperti ini?"tanya chaerin sedih. jiyong terdiam sesaat.
"aku tak ingin mereka menjengukku. Kau khawatir padaku?"tanya jiyong lembut. kali ini chaerin yang diam, berusaha mengontrol perasaannya.
"sudah siap.aku sudah membelikanmu makanan, makanlah. aku pergi dulu."kata chaerin yang bangun dari tempat duduknya. jiyong pun berdiri mengecup bibir chaerin sekilas, chaerin mematung.
"Terimakasih."kata jiyong terlihat malu. Chaerin segera pergi tanpa kata-kata.
"kenapa kau tak bersabar? kau melakukan kesalahan kwon jiyong. karena kau chaerin tak akan menjengukmu lagi. Akh!!"omel jiyong pada dirinya sendiri.
"sini,kusuapi!"kata chaerin yang terlihat malu.
"mwo?"kata jiyong kaget.tapi,chaerin meraih sendok ditangan jiyong.
"dengan begini kau makan dengan cepat, tak perlu takut mengotori rumah&aku tak perlu membersihkan lantai yang terkena bubur"kata chaerin sambil menyuapi jiyong.terlihat jelas chaerin berusaha menutupi rasa malunya.
"kau sudah makan, aku sudah mencuci piringmu.aku akan pulang"kata chaerin ketus berjalan menuju pintu. jiyong memegang bahu chaerin menahan gadis itu pergi.
"besok kau kesini lagi?"tanya jiyong, dimatanya terlihat dia berharap chaerin akan datang lagi.
"aku tak tau. sekarang sudah malam. Aku pergi."kata chaerin&menutup pintu.
@rumah jiyong.
jiyong membuka pintu dengan senyuman.chaerin datang dengan membawa sebuah plastik & ada beberapa obat-obatan disana.
"untuk apa?"tanya jiyong.
"untukmu! duduklah, aku akan mengobati lukamu."
mereka duduk disofa, jiyong membelakangi chearin.
"aku kira kemarin kau tak menyadarinya."kata jiyong.
"pabo,luka gores sebanyak, besar ini&kau tak mengenakan bajumu bagaimana mungkin aku tidak tau?"kata chaerin mengoleskan obat dipungung jiyong.
"jadi,kau terus melihat punggung&dadaku yangg sexy?"goda jiyong.
"kenapa kau tak mengatakan yang sebenarnya? kenapa tubuhmu jadi seperti ini?"tanya chaerin sedih. jiyong terdiam sesaat.
"aku tak ingin mereka menjengukku. Kau khawatir padaku?"tanya jiyong lembut. kali ini chaerin yang diam, berusaha mengontrol perasaannya.
"sudah siap.aku sudah membelikanmu makanan, makanlah. aku pergi dulu."kata chaerin yang bangun dari tempat duduknya. jiyong pun berdiri mengecup bibir chaerin sekilas, chaerin mematung.
"Terimakasih."kata jiyong terlihat malu. Chaerin segera pergi tanpa kata-kata.
"kenapa kau tak bersabar? kau melakukan kesalahan kwon jiyong. karena kau chaerin tak akan menjengukmu lagi. Akh!!"omel jiyong pada dirinya sendiri.
-Flash back-
jiyong berada dirooftop kantor gedung sambil membawa sebuah foto. Foto yang baru saja diterimanya. jiyong melihat photo itu dengan bahagia.
"chaerin,difoto ini bukankah kita yang terlihat seperti pengantinnya,hem?"kata jiyong dengan wajah merah. tapi angin berhembus sangat kencang hingga menerbangkan selembar foto yang dipegang jiyong. dengan spontan jiyong pun loncat untuk mendapatkan foto itu. jiyong menyangkut diatas pohon besar & rindang berumur puluhan tahun atau bahkan ratusan. dia loncat dari gedung tingkat 3. Walau dia merasa perih disekujur tubuhnya dia tak peduli karena mendapatkan foto itu. foto yang tak sengaja memotret chaerin yang memeluk jiyong dipernikahan temannya beberapa hari lalu.jiyong berhasil turun dari pohon sendiri & segera kerumah sakit.
-flashback end-
seminggu setelah kejadian itu jiyong sudah sibuk di Lab.Chaerin yang baru datang keget melihat tangan jiyong tanpa perban.
"tanganmu?"tanya chaerin kaget.
"oh,udah 3 hari perban dibuka. tanganku hanya terkilir"jawab jiyong sambil mengaduk larutan.
"baguslah"kata chaerin cuek tapi sebenarnya chaerin merasa senang.
-chaerin pov
"sudah jam makan siang. Aku pergi dulu!"kata jiyong langsung pergi begitu saja.karena lelahku duduk dilantai meluruskan kakiku. aku merasa tenang melihatnya sudah sehat tapi,aku kesal dengan sikapnya. Dia mempermainkanku. kenapa dia kembali bersikap kaku padaku? apa arti kecupan itu? tapi,kenapa aku tak marah padanya? akh..Sudahlah chaerin! kenapa kau selalu memikirkan namja aneh ini?!
"kenapa kau duduk disini?"tanya jiyong yang tiba-tiba datang.
"anni"jawabku.
"kau sudah makan?"tanyanya.
"belum."kataku.dia duduk disampingku memberikan sebungkus sandwich. aku masih terpesona dengan sandwich yang dibawanya & dia memanfaatkan itu untuk menaru kepalanya dipangkuanku.
"apa yang kau lakukan?"tanyaku sebal.
"sebentar saja!kau makan saja!"katanya sambil menutup matanya.
30 menit sudah berlalu, jiyong belum membuka matanya. Apakah dia benar-benar tidur?
Bruuk..(seseorang membuka pintu dengan kasar)
"eh, masih makan siang ya?"kata seseorang namja&menutup pintu kembali. Untung saja tertutup meja batu. Jadi orang itu tidak melihat kami seperti ini.
"kenapa?kau merasa beruntung?"tanya jiyong tiba-tiba tapi,matanya masih tertutup.
"anni, hanya saja aku tidak mau membangunkanmu"kataku bergerak untuk bangun. tapi,jiyong menahanku.
"hanya sebentar. sebentar saja tidak bisakah kau jujur padaku?"tanyanya dengan mata yang membuatku merasa bersalah. air mataku ingin keluar &aku berlari pergi. oh tuhan, apa artinya airmata ini?
sudah 2 hari aku tak bekerja, aku bingung harus bersikap bagaimana kepadanya. karena bosan aku pergi berjalan-jalan. aku menuju taman. banyak pasangan kekasih disini. tapi,mataku tertuju pada sepasang kekasih duduk dikursi. yak,namja itu jiyong!
"saranghae!"kata jiyong kepada gadis yang tidakku kenal.aku mendekati jiyong.
"kau jahat! Kau bilang kau cinta pada gadis ini.lalu aku?"kataku marah. Jiyong terlihat bingung.
"oppa dia siapa?"tanya gadis itu bingung.aku melangkah pergi,hatiku terlalu sakit.
"hey, seungri!jawab aku!"teriak gadis itu.aku melihat gadis itu&kembali lagi ketempat mereka.
"hah,siapa? namanya bukan kwon jiyong?"tanyaku kaget.aku melihat kenamja itu.ommo,bukan jiyong!mereka begitu berbeda.
"maaf,aku salah orang!"kataku menunduk 90derajat.
"aiish,gadis gila!"kata namja itu.
"jongmal,mianhe!"kataku lagi&berlari pergi karena malu.
aku masuk kesebuah tempat hiburan malam. Tidak,aku tidak akan minum malam ini. Walau pun itu soju aku tidak akan minum karena besok aku akan kerja. aku kesini hanya untuk menghibur diriku sendiri. Musik sangat kencang, lampu berkelap-kelip aku putuskan untuk turun ke lantai dansa. Tapi,langkahku berhenti melihat jiyong menari dengan yeoja cantik. ah,jangan-jangan aku salah orang seperti tadi. aku cubit diriku sendiri. aku sadar & walau lampu remang aku sangat jelas melihat wajah jiyong. anni!gadis itu mencium pipi jiyong.
jiyong berada dirooftop kantor gedung sambil membawa sebuah foto. Foto yang baru saja diterimanya. jiyong melihat photo itu dengan bahagia.
"chaerin,difoto ini bukankah kita yang terlihat seperti pengantinnya,hem?"kata jiyong dengan wajah merah. tapi angin berhembus sangat kencang hingga menerbangkan selembar foto yang dipegang jiyong. dengan spontan jiyong pun loncat untuk mendapatkan foto itu. jiyong menyangkut diatas pohon besar & rindang berumur puluhan tahun atau bahkan ratusan. dia loncat dari gedung tingkat 3. Walau dia merasa perih disekujur tubuhnya dia tak peduli karena mendapatkan foto itu. foto yang tak sengaja memotret chaerin yang memeluk jiyong dipernikahan temannya beberapa hari lalu.jiyong berhasil turun dari pohon sendiri & segera kerumah sakit.
-flashback end-
seminggu setelah kejadian itu jiyong sudah sibuk di Lab.Chaerin yang baru datang keget melihat tangan jiyong tanpa perban.
"tanganmu?"tanya chaerin kaget.
"oh,udah 3 hari perban dibuka. tanganku hanya terkilir"jawab jiyong sambil mengaduk larutan.
"baguslah"kata chaerin cuek tapi sebenarnya chaerin merasa senang.
-chaerin pov
"sudah jam makan siang. Aku pergi dulu!"kata jiyong langsung pergi begitu saja.karena lelahku duduk dilantai meluruskan kakiku. aku merasa tenang melihatnya sudah sehat tapi,aku kesal dengan sikapnya. Dia mempermainkanku. kenapa dia kembali bersikap kaku padaku? apa arti kecupan itu? tapi,kenapa aku tak marah padanya? akh..Sudahlah chaerin! kenapa kau selalu memikirkan namja aneh ini?!
"kenapa kau duduk disini?"tanya jiyong yang tiba-tiba datang.
"anni"jawabku.
"kau sudah makan?"tanyanya.
"belum."kataku.dia duduk disampingku memberikan sebungkus sandwich. aku masih terpesona dengan sandwich yang dibawanya & dia memanfaatkan itu untuk menaru kepalanya dipangkuanku.
"apa yang kau lakukan?"tanyaku sebal.
"sebentar saja!kau makan saja!"katanya sambil menutup matanya.
30 menit sudah berlalu, jiyong belum membuka matanya. Apakah dia benar-benar tidur?
Bruuk..(seseorang membuka pintu dengan kasar)
"eh, masih makan siang ya?"kata seseorang namja&menutup pintu kembali. Untung saja tertutup meja batu. Jadi orang itu tidak melihat kami seperti ini.
"kenapa?kau merasa beruntung?"tanya jiyong tiba-tiba tapi,matanya masih tertutup.
"anni, hanya saja aku tidak mau membangunkanmu"kataku bergerak untuk bangun. tapi,jiyong menahanku.
"hanya sebentar. sebentar saja tidak bisakah kau jujur padaku?"tanyanya dengan mata yang membuatku merasa bersalah. air mataku ingin keluar &aku berlari pergi. oh tuhan, apa artinya airmata ini?
sudah 2 hari aku tak bekerja, aku bingung harus bersikap bagaimana kepadanya. karena bosan aku pergi berjalan-jalan. aku menuju taman. banyak pasangan kekasih disini. tapi,mataku tertuju pada sepasang kekasih duduk dikursi. yak,namja itu jiyong!
"saranghae!"kata jiyong kepada gadis yang tidakku kenal.aku mendekati jiyong.
"kau jahat! Kau bilang kau cinta pada gadis ini.lalu aku?"kataku marah. Jiyong terlihat bingung.
"oppa dia siapa?"tanya gadis itu bingung.aku melangkah pergi,hatiku terlalu sakit.
"hey, seungri!jawab aku!"teriak gadis itu.aku melihat gadis itu&kembali lagi ketempat mereka.
"hah,siapa? namanya bukan kwon jiyong?"tanyaku kaget.aku melihat kenamja itu.ommo,bukan jiyong!mereka begitu berbeda.
"maaf,aku salah orang!"kataku menunduk 90derajat.
"aiish,gadis gila!"kata namja itu.
"jongmal,mianhe!"kataku lagi&berlari pergi karena malu.
aku masuk kesebuah tempat hiburan malam. Tidak,aku tidak akan minum malam ini. Walau pun itu soju aku tidak akan minum karena besok aku akan kerja. aku kesini hanya untuk menghibur diriku sendiri. Musik sangat kencang, lampu berkelap-kelip aku putuskan untuk turun ke lantai dansa. Tapi,langkahku berhenti melihat jiyong menari dengan yeoja cantik. ah,jangan-jangan aku salah orang seperti tadi. aku cubit diriku sendiri. aku sadar & walau lampu remang aku sangat jelas melihat wajah jiyong. anni!gadis itu mencium pipi jiyong.
AUTHOR POV
chaerin melihat jiyong dicium yeoja lain. chaerin menutup mulut, kaget dengan yang dilihatnya. jiyong diam karena kaget mengetahui apa yang menempel dipipi kanannya tapi, dia semakin kaget melihat chaerin mematung melihat kearahnya. Jiyong melihat chaerin berlari pergi dengan segera jiyong mengajarnya. setelah kejar-kejaran jiyong melihat chaerin yang kebingungan.
"dimana mobilku?mobilku!"jata chaerin panik. tangan chaerin gemetar & menjatuhkan kunci mobilnya. chaerin terduduk lemas, chaerin menangis sedih. Jiyong duduk dihadapan yeoja yang dicintainya, digemgamnya tangan chaerin yang gemetar. "
"chaerin, jebal dengarlah!"
tapi, gadis itu tetap menangis. chaerin menangis sedih & chaerin juga menyesal telah membiarkan hatinya mencintainya jiyong. Chaerin tengelam dalam kesedihan & penyesalannya tapi, tangisnya berhenti setelah jiyong mengecup kening chaerin.
"chaerin~ah,dengarkan!aku tak kenal gadis itu,sungguh! Aku mencintaimu!"jelas jiyong. Chearin matung.
"kau pernah bilang tidak bisa menyukai pria bila telah mengagapnya sebagai temanmu, makannya aku melakukan ini semua.aku berpura-pura baru kenal denganmu. aku menggangumu agar kau melihat & memikirkanmu. bukankah dulu aku juga melakukan hal aneh agar kau berkenalan denganku?"jelas jiyong.chaerin tersenyum tipis setelah mengingat kejadian dimasa lalu.
"bagaimana dengan perasaanmu padaku?"tanya jiyong.
"nado saranghae"jawab chaerin. Jiyong memeluk chaerin.
"chaerin,kita bukan teman sekarang kita kekasih"kata jiyong bahagia, chaerin melepaskan diri dari jiyong.
"tapi,bagaimana dengan kiko? kenapa kau putus dengannya?"tanya chaerin.
"saat aku mengenalnya aku tidak mengenal cinta. kami pun berpacaran. kau ingat,kau mengatakan aku terlalu cuek & tidak peduli dengan kiko. seolah-olah kiko hanya sebagai status bahwa aku punya kekasih. Disaat itu aku sadar aku tak punya perasaan khusus pada kiko. awalnya, aku hanya merasa tertarik padamu, aku tidak tau bagaimana cara agar aku bisa berkenalan denganku. saat dikampus aku duduk disampingmu tapi,kau terlalu tidak peduli. bahkan tidak sadar aku sesalu duduk disampingmu. aku iseng memainkan rambutmu & berbohong bahwa memainkan rambut adalah kebiasaan burukku. padahal awalnya aku tidak punya kebiasaan aneh itu. aku bingung kenpa aku menjadi suka menyentuh rambutmu. hanya kamu yangku sentuh rambutnya,bahkan rambut kiko tidak pernahku sentuh."jelas jiyong.
"aku kira hanya karena aku nyaman padamu. setelah kau pergi,aku sadar aku begitu kehilangan kamu. kamu mengerti?"kata jiyong.chaerin menganguk pelan.
"sekarang aku sudah jadi kekasihmu?"tanya jiyong lembut.
"anni"jawab chaerin.
"anni! kau direktur yang jahat padaku"kata chaerin sambil berdiri, menjulurkan lidahnya pada jiyong & berlari. jiyong tak mengejar chaerin kali ini.
"kau mau kemana chagi? kunci mobilmu disini."kata jiyong. chaerin kembali kearah jiyong. dia berusaha mengambil kunci mobil dari jiyong. tapi, jiyong dengan cepat jiyong memeluk chaerin. chaerin berusaha melepaskan dirinya.
"lepaskan aku!"pinta chaerin. Tapi, jiyong memeluknya makin kuat.
"apakah kau mencintaiku, chaerin?"tanya jiyong lembut sambil mencium rambut chaerin.
"ne"kata chaerin, masih berusaha melepaskan diri.
"siapa kekasihmu?"tany jiyong. chaerin berhenti meronta. Chaerin menundukkan wajahnya.
"Kwon jiyong"jawab chaerin pelan. jiyong merenggangkan pelukannya & mencium kening chaerin.
"chearin~ah, kau begitu manis.rasanya aku ingin membawamu pulang."goda jiyong.
"berhenti mengganguku! aku akan pulang"kata chaerin.
"lalu?"tanya jiyong pura-pura tak mengerti.
"lepaskan aku dari pelukanmu & kembalikan kunci mobilku."pinta chaerin.
"3 menit lagi!"kata jiyong manja.
"ayolah!"pinta chaerin.
"5 menit lagi!"
"Mr.kwon, palli!"Rintih chaerin dengan aego.
"10menit"kata jiyong.
"ok!"kata chaerin.chearin menjinjit & mengecup bibir jiyong sekilas dengan tiba-tiba.jiyong kaget mematung sehingga chaerin meraih kunci mobilnya & berlari pergi.
"chaerin,kau curang!"teriak jiyong yang baru tersadar.
END
ini buatanku dan temanku pemilik asli blog ini. FF ini pernah diposting di: sini
chaerin melihat jiyong dicium yeoja lain. chaerin menutup mulut, kaget dengan yang dilihatnya. jiyong diam karena kaget mengetahui apa yang menempel dipipi kanannya tapi, dia semakin kaget melihat chaerin mematung melihat kearahnya. Jiyong melihat chaerin berlari pergi dengan segera jiyong mengajarnya. setelah kejar-kejaran jiyong melihat chaerin yang kebingungan.
"dimana mobilku?mobilku!"jata chaerin panik. tangan chaerin gemetar & menjatuhkan kunci mobilnya. chaerin terduduk lemas, chaerin menangis sedih. Jiyong duduk dihadapan yeoja yang dicintainya, digemgamnya tangan chaerin yang gemetar. "
"chaerin, jebal dengarlah!"
tapi, gadis itu tetap menangis. chaerin menangis sedih & chaerin juga menyesal telah membiarkan hatinya mencintainya jiyong. Chaerin tengelam dalam kesedihan & penyesalannya tapi, tangisnya berhenti setelah jiyong mengecup kening chaerin.
"chaerin~ah,dengarkan!aku tak kenal gadis itu,sungguh! Aku mencintaimu!"jelas jiyong. Chearin matung.
"kau pernah bilang tidak bisa menyukai pria bila telah mengagapnya sebagai temanmu, makannya aku melakukan ini semua.aku berpura-pura baru kenal denganmu. aku menggangumu agar kau melihat & memikirkanmu. bukankah dulu aku juga melakukan hal aneh agar kau berkenalan denganku?"jelas jiyong.chaerin tersenyum tipis setelah mengingat kejadian dimasa lalu.
"bagaimana dengan perasaanmu padaku?"tanya jiyong.
"nado saranghae"jawab chaerin. Jiyong memeluk chaerin.
"chaerin,kita bukan teman sekarang kita kekasih"kata jiyong bahagia, chaerin melepaskan diri dari jiyong.
"tapi,bagaimana dengan kiko? kenapa kau putus dengannya?"tanya chaerin.
"saat aku mengenalnya aku tidak mengenal cinta. kami pun berpacaran. kau ingat,kau mengatakan aku terlalu cuek & tidak peduli dengan kiko. seolah-olah kiko hanya sebagai status bahwa aku punya kekasih. Disaat itu aku sadar aku tak punya perasaan khusus pada kiko. awalnya, aku hanya merasa tertarik padamu, aku tidak tau bagaimana cara agar aku bisa berkenalan denganku. saat dikampus aku duduk disampingmu tapi,kau terlalu tidak peduli. bahkan tidak sadar aku sesalu duduk disampingmu. aku iseng memainkan rambutmu & berbohong bahwa memainkan rambut adalah kebiasaan burukku. padahal awalnya aku tidak punya kebiasaan aneh itu. aku bingung kenpa aku menjadi suka menyentuh rambutmu. hanya kamu yangku sentuh rambutnya,bahkan rambut kiko tidak pernahku sentuh."jelas jiyong.
"aku kira hanya karena aku nyaman padamu. setelah kau pergi,aku sadar aku begitu kehilangan kamu. kamu mengerti?"kata jiyong.chaerin menganguk pelan.
"sekarang aku sudah jadi kekasihmu?"tanya jiyong lembut.
"anni"jawab chaerin.
"anni! kau direktur yang jahat padaku"kata chaerin sambil berdiri, menjulurkan lidahnya pada jiyong & berlari. jiyong tak mengejar chaerin kali ini.
"kau mau kemana chagi? kunci mobilmu disini."kata jiyong. chaerin kembali kearah jiyong. dia berusaha mengambil kunci mobil dari jiyong. tapi, jiyong dengan cepat jiyong memeluk chaerin. chaerin berusaha melepaskan dirinya.
"lepaskan aku!"pinta chaerin. Tapi, jiyong memeluknya makin kuat.
"apakah kau mencintaiku, chaerin?"tanya jiyong lembut sambil mencium rambut chaerin.
"ne"kata chaerin, masih berusaha melepaskan diri.
"siapa kekasihmu?"tany jiyong. chaerin berhenti meronta. Chaerin menundukkan wajahnya.
"Kwon jiyong"jawab chaerin pelan. jiyong merenggangkan pelukannya & mencium kening chaerin.
"chearin~ah, kau begitu manis.rasanya aku ingin membawamu pulang."goda jiyong.
"berhenti mengganguku! aku akan pulang"kata chaerin.
"lalu?"tanya jiyong pura-pura tak mengerti.
"lepaskan aku dari pelukanmu & kembalikan kunci mobilku."pinta chaerin.
"3 menit lagi!"kata jiyong manja.
"ayolah!"pinta chaerin.
"5 menit lagi!"
"Mr.kwon, palli!"Rintih chaerin dengan aego.
"10menit"kata jiyong.
"ok!"kata chaerin.chearin menjinjit & mengecup bibir jiyong sekilas dengan tiba-tiba.jiyong kaget mematung sehingga chaerin meraih kunci mobilnya & berlari pergi.
"chaerin,kau curang!"teriak jiyong yang baru tersadar.
END
ini buatanku dan temanku pemilik asli blog ini. FF ini pernah diposting di: sini
Kereeeeeen... bagus banget... :D
BalasHapusTHKS :)
Hapus