jangan lupa

JANGAN LUPA KOMENTAR YA..

Sabtu, 30 Maret 2013

REMEMBER #4

aku membuka selimutnya. Daesung menangis walau suaranya pelan. Aku duduk dibibir kasurnya dan mengegam tangannya juga.
"Ada apa?"tanyaku lembut.
"ru~ah,wanita itu kemarin menelponku!wanita itu mau menhancurkan ayahku juga.dia akan membunuh ayahku"jelasnya sambil menangis.langsungku mengubungi ajussi.
"oh,ne ajussi.saya hanya mengabari bahwa dapat respon baik dari mereka"kataku sambil mengobrol lewat telepon dengan ajussi.
"ne,gomawo ajussi"kataku menutup telepon.daesung masih terisak-isak,dia pasti bermimpi buruk.aku memintanya bangun,menatapku.
"daesung,semua baik-baik saja!"kataku berusaha menenangkannya.
"aku miru,chinggumu.apa kau ingat?"kataku.dia masih menangis tapi,dia mengaguk pelan.
"daesung,bukankah kau dikenal dengan senyuman malaikat?tunjukan aku senyumanmu!"kataku tersenyum.perlahan-lahan daesung tersenyum tapi,tangisnya juga menjadi keras.daesung tiba-tiba memelukku.
"ru~ah,bagaimana aku bisa melanjutkan hidupku?aku sudah membunuh orang"katanya menagis.
"kau tak salah,semua telah lewat.kau telah menebus dosamu.kau sudah tidak bersalah daesung!"kataku mengusap punggungnya agar dia tenang.
"kau lupa minum obatmu?"tanyaku pelan.
"aku sudah memakannya"
"kalau kau sudah tenang.kita segera pulang ne?"kataku.
"ne"jawabnya masih berusaha memberhentikan air matanya.

dijalan daesung hanya melihat keluar jendela,tatapannya dingin mengartikan sedih juga benci yang mendalam.sekarang daesung memang mengingatku dan memanggilku "ru~ah" tapi,aku benci dia yang sedih seperti ini.
tepat 1minggu setelah kejadian itu dan daesung terlihat seperti orang normal lainnya.walau terkadang dia masih sering bersikap aneh.aku mengambil dokumen yang ditandatanganinya
"oh ya,miru!wajahmu sangat tidak asing bagiku.apa kita pernah kenal sebelum kau menjadi sekretaris ayahku?"tanyanya dengan polos.sudah ratusan kali dia tanya dan dia tetap gak mengingatnya.
"annio,presdir!"jawabku.sebenarnya berat untuk menjawab ini karena kalo dia ingat aku pasti dia mengingat bencana yang menimpanya dulu.

-TBC

Tidak ada komentar:

Posting Komentar