jangan lupa
REMEMBER #4
aku membuka selimutnya. Daesung menangis walau suaranya pelan. Aku duduk dibibir kasurnya dan mengegam tangannya juga.
"Ada apa?"tanyaku lembut.
"ru~ah,wanita itu kemarin menelponku!wanita itu mau menhancurkan ayahku
juga.dia akan membunuh ayahku"jelasnya sambil menangis.langsungku
mengubungi ajussi.
"oh,ne ajussi.saya hanya mengabari bahwa dapat respon baik dari mereka"kataku sambil mengobrol lewat telepon dengan ajussi.
"ne,gomawo ajussi"kataku menutup telepon.daesung masih terisak-isak,dia pasti bermimpi buruk.aku memintanya bangun,menatapku.
"daesung,semua baik-baik saja!"kataku berusaha menenangkannya.
"aku miru,chinggumu.apa kau ingat?"kataku.dia masih menangis tapi,dia mengaguk pelan.
"daesung,bukankah kau dikenal dengan senyuman malaikat?tunjukan aku
senyumanmu!"kataku tersenyum.perlahan-lahan daesung tersenyum
tapi,tangisnya juga menjadi keras.daesung tiba-tiba memelukku.
"ru~ah,bagaimana aku bisa melanjutkan hidupku?aku sudah membunuh orang"katanya menagis.
"kau tak salah,semua telah lewat.kau telah menebus dosamu.kau sudah
tidak bersalah daesung!"kataku mengusap punggungnya agar dia tenang.
"kau lupa minum obatmu?"tanyaku pelan.
"aku sudah memakannya"
"kalau kau sudah tenang.kita segera pulang ne?"kataku.
"ne"jawabnya masih berusaha memberhentikan air matanya.
dijalan daesung hanya melihat keluar jendela,tatapannya dingin
mengartikan sedih juga benci yang mendalam.sekarang daesung memang
mengingatku dan memanggilku "ru~ah" tapi,aku benci dia yang sedih
seperti ini.
tepat
1minggu setelah kejadian itu dan daesung terlihat seperti orang normal
lainnya.walau terkadang dia masih sering bersikap aneh.aku mengambil
dokumen yang ditandatanganinya
"oh ya,miru!wajahmu sangat tidak
asing bagiku.apa kita pernah kenal sebelum kau menjadi sekretaris
ayahku?"tanyanya dengan polos.sudah ratusan kali dia tanya dan dia tetap
gak mengingatnya.
"annio,presdir!"jawabku.sebenarnya berat untuk menjawab ini karena kalo dia ingat aku pasti dia mengingat bencana yang menimpanya dulu.
-TBC
Tidak ada komentar:
Posting Komentar