jangan lupa
REMEMBER #2
aku duduk dicafe kantor bersama ayah presdir yang mengajakku minum koppi.
"miru,apakah anakku membuatmu repot?"tanya tuan kang.
"annio untuk saat ini"jawabku.
"bagus kalo gitu.aku akan mempercayakannya padamu.lagian kamu juga teman kecil daesung"
"ne,aku memang teman kecilnya ajushi tapi,seperti yang anda tau daesung telah berubah"jelasku.
"ini sudah 4thn dia dinyatakan sehat.tapi,sikapnya tetap aneh.aku sudah
tidak bisa lagi menolongnya.hanya kamu temannya jadiku rasa hanya kamu
yang bisa menolongnya"
"bukan aku tak mau ajushi.kan anda tau
sendiri setelah pindah daesung sudah tidak menghubungiku.bahkan dia
sempat melupakanku"jelasku.
"ajushi mohon padamu"
Aku sangat luluh saat orang tua memohon padaku.
"baiklah ajushi,aku akan menjaganya"kataku dan ajushi tersenyum.
namja bernama daesung ini asik bernyanyi tanpa mempedulikan aku dan
bodohnya aku terlalu terpesona dengan suaranya hingga tidak sadar kalau
ban bocor.
"mianhe presdir,ban belakang bocor"kata supir.mobil berhenti berjalan.
"mianhe presdir,bila menunggu maka bakal repot karena kita sudah
terlambat.bila kita menelepon taxi waktunya tidak cukup lagi.bagaimana
kalau kita naik motor?"kataku sambil menunjuk papan bertuliskan"sewa
motor disini".
"anni.anni.aku tidak mau naik motor nanti rambutku rusak"jawabnya.
"ini darurat presdir.meeting anda sangat penting"kataku mengingatkannya.
"darurat?"tanyanya serius.
"ne!"kataku mantap.
aku dan daesung turun dari mobil,mobil ambulance.
"kita tidak terlambat"katanya dengan senyum yang menghiasi wajahnya.
"annio,presdir!"kataku.
"OK,aku akan keruang rapat duluan.kau urus semuanya miru.jangan ada
yang tercecer.aku akan malu bila tertangkap naik ambulance untuk
rapat"katanya sambil melangkah pergi.bukankah dia yang memanggil
ambulance hanya karena rambut?kenapa harus aku yang membereskan semua
perbuatanya.sial,sepertinya hari2ku semakin berat karenanya.
TBC
Tidak ada komentar:
Posting Komentar