jangan lupa

JANGAN LUPA KOMENTAR YA..

Rabu, 10 Juli 2013

MISSION : TO LOVE YOU


Judul : MISSION : TO LOVE YOU
Author: Mahardika putri
Genre: romance
Rating: T
Cast: Hyun Hye Ji (OC)
Seungri BIG BANG
support cast: TOP BIGBANG
cuap-cuap: FF ini req dari Megha onnie. Ini buatnya sudah dimulai sejak lama sebelum Dika ganti PP ini. tapi, pengetikan di hentikan karena cedera pada tangan Dika. Mian bgt lama Dika hibernasinya. Mian, g da mauksud buat jelekin Jepang. di ingatkan sekali lagi bahwa ini hanya FIKSI. Mian, kalau ada typo bertaburan melebihi choco chip di biskuit good time.

---------
Aku berada di sebuah salah satu outlite terdiam kaku. Disamping seorang namja dengan senyuman bahagia dibibirnya. Namja ini bernama Lee Seungri, dia memelukku dan menarik pinggangku hingga lebih dekat padanya. Aku menatapnya kaget tapi, dia hanya terenyum sambil menatapku dalam.
“senyumlah, sayang”katanya sambil tersenyum mesra padaku. Aku menatapnya dan tersenyum, membiarkan kilatan kamera terus menyinari kami. Namja disampingku memegang tangan kananku dengan tangan kanannya. Lalu tangan kami di letakkan di depan untuk menghalangi wajahku.
Cup. Dia mengecup pipiku lembut. Namja panda ini benar-benar membuatku malu. Aku rasa wartawan itu mendapatkan foto kami yang saling mengaitkan tangan yang terdapat cincin pernikahan.

@rumah
Disampingku seorang namja bersender pada bahuku, kami sedang menonton televisi bersama. Namja ini suamiku sejak beberapa minggu lalu, Lee Seungri. Tapi, dari awal kami dekat aku sudah tahu dia memang suka bermanja-manja seperti ini.
“Sung Hyo memang terlihat seperti anak kecil tapi, ternyata dia begitu menakutkan.”kata namja panda ini berkomentar tentang drama yang kami tonton.
“tapi, dia itu sangat baik walau caranya sedikit tidak biasa.”kataku.
“lihat, aku setuju dengannya! Sung Hyo itu memang psicho!”kata namja panda sambil menunjuk yeoja blonde yang sedang bertengkar dengan yeoja bertubuh kacil yang ada di televisi.
“panda, kau bisa diam tidak?”kataku mulai kesal.
“tidak. Kecuali..”katanya terputus dan mencium bibirku dalam sekejap.
“kau menutup bibirku dengan bibirmu!”katanya tersenyum nakal.
“dasar panda otak porno!”kataku pura-pura kesal.
“sst!! Kau harus diam. Kau ingin aku melakukannya lagi agar kau diam?”katanya sambil meletakan jari telunjuknya di bibirnya dengan wajah serius.
“panda nakal! Aku ingin menonton”kataku dan dia hanya tertawa sambil kembali menonton.

Pagi ini kami berolahraga bersama berlari di taman. Wajah tampannya dengan keringat itu kenapa tidak terlihat menjijikkan malah terlihat sexy dimataku. Sial, panda ini memang begitu mempesona.
“wae? Kau lelah?”tanyanya padaku sedikit khawatir.
“annio”kataku mengalihkan mataku dari wajahnya.
“Seungri oppa!! Oppa!!”teriak beberapa yeoja yang berlari ke arah kami. Namja panda ini segera menatapku memberi intruksi untuk berlari lagi. Aku mengaguk pelan. Dia langsung menarik tanganku dan kami pun berlari bersama. Kami tertawa sambil berlari saat melihat fans-fansnya berlari mengejar dengan wajah yang sangat lucu, mereka saling menatap tajam ke fans yang lain untuk berlari lebih dulu. Aku dan Seungri oppa akhirnya berhasil masuk ke gedung apartemen kami. Seungri oppa menutup pintu, sedangkan aku sudah duduk dengan nafas tidak beraturan. Seungri oppa berjalan mendekatiku dengan nafas yang juga tidak beraturan.
“mereka semakin berbahaya!”kata Seungri oppa dengan senyuman manisnya.
“mereka seperti vampir haus darah.”kataku sambil berusaha mengatur nafasku.
“wae? Kau tak nyaman dengan mereka?”tanya Seungri oppa.
“asalkan mereka tidak menyerang, masuk kerumah, ke hotel tempat kau menginap dan tidak tiba-tiba bertindak yang aneh-aneh padamu. Melihat mereka mengejarmu begitu sangat lucu, berkerjar-kejaran seperti itu seperti bermain game yang ada di acara Runningman”
“gomawo, kau mengerti mereka. Mereka juga berarti untukku, kau mengertikan sayang?”kata Seungri oppa di depanku dan mengecup pucuk kepalaku.
“aku harus mandi. Tubuhku lengket semua!”kataku sambil beranjak dari sofa.
“kau ingin mandi bersamaku?”goda Seungri oppa.
“sireo! Panda mesum!”kataku sambil menjulurkan lidahku dan berjalan ke kamar. Seungri oppa hanya menatapku dengan tatapan memelas padaku. Dia itu terkadang memang seperti anak-anak, sangat cute.
Aku membuka pintu kamarku, tidak ada yang berubah dari kamar kami sejak kami tinggalkan tadi.
“sejak kapan anda disini, ketua?”tanyaku.
“baru saja.”kata seorang namja perpakaian santai menunjukan dirinya dari arah belakangku. Dia menatapku dengan tatapan lembut, bertanda dia kesini bukan karena posisinya dimarkas.
“pulanglah TOP oppa! Biar aku yang urus sendiri”kataku.
“kau? Kau mengurusnya sendiri? Aku tak yakin. Ini sudah hampir setahun. Kau sudah menikah dengannya dan memberikan tubuhmu untuk lelaki itu, aku rasa kau telah mencintainya hingga tidak bisa menyelesaikan misi ini, Hye Ji.”katanya sambil menatapku tajam seakan bisa mengoyak hatiku dan mengetahui rasahasia yangku tutupi rapat.
“aku berikan kau waktu satu minggu. Jika kau tidak bisa menyelesaikan misimu dalam satu minggu maka, bersiaplah melihat pria yang kau cintai itu terbaring kaku di peti mati.”katanya dengan nada pengancam dan tatapan tajam. Melihatku terdiam kaku dia pun loncat keluar dari jendela. Kami ada dilantai empat tapi, untuk orang terlatih seperti kami itu tidaklah sulit. Jadi aku tidak khawatir.

Sinar matahari pagi telah menyelimuti kami, berganti jaga dengan bulan. Aku membuka mataku perlahan. Tangan kekarnya melingkar tubuhku. Aku membalikkan tubuhku agar bisa melihatnya. Dia masih tertidur nyenyak. Aku mengecup bibirnya.
“ini salah! Seharusnya sang pangeran yang membangunkan sang putri.”katanya dengan mata terpejam dan semakin memelukku erat hingga semakin dekat dengan tubuhnya.
“yang aku tahu hanya ada cerita pangeran kodok. Belum pernah mendengarkan ada pangeran panda”ledekku dan dia terkekeh.
“mataku tidak seperti panda lagi. Kau tidak lihat, aku jadi semakin tampan? Ahk, aku lupa karena kau tidak bisa membedakan apa-apa tentangku. Karena dimatamu aku selalu tampan, Aku mengerti.”katanya santai hingga membuatku ingin tertawa. Tiba-tiba aku ingat kejadian kemarin, saat ketua memintaku menyelesaikan missiku.
“oppa, kau tahukan aku melakukan apapun tapi aku akan tetap mencintaimu.”kataku sedikit takut.
“ne”katanya memjamkan matanya kembali, menarik kepalaku hingga menempel pada dada bidangnya. Aku bisa mendengarkan detak jantungnya yang berdetak kencang.
“jika aku harus membunuhmu untuk mengelindungi bumi. Apakah kau memaafkanku dan tetap mencintaiku?”
“tadi kau bermimpi buruk?
“ne, oppa”kataku. Dia menurunkan posisi kepalanya hingga bibirnya dapat menyentuh bibirku.
“aku selalu percaya padamu. Aku tatap mencintaimu”katanya memelukku lebih erat lagi. Mianhae, oppa. Aku mencintaimu.

@meja makan
“oppa, makanlah sarapanmu! Bukankah nanti kau harus syuting?”kataku.
“kau memasak untukku lagi?”tanyanya dari kamar.
“aku tak suka kau terlalu lelah di dapur tapi, untuk dikamar itu tidak masalah”katanya keluar dari balik pintu dan memberikanku senyuman nakalnya.
“oppa!!”kataku sambil menatapnya tajam dan dia tertawa terkekeh.
“aku hanya bercanda sayang”katanya sambil mendekat kepadaku. Seungri oppa memelukku dari belakang dan mencium bahuku yang masih terlindugi baju.
“panda mesum, ini sudah waktunya makan. Kau ingin terlambat?”ancamku. Seungri oppa tersenyum manis.
“ngomong-ngomong kapan kita akan mempunyai anak? Bukankah kita sudah lima bulan menikah?”
“bersabarlah oppa.”kataku. Seungri oppa menyenderkan kepalanya di bahuku.
“kajja, kita makan oppa!”ajakku dengan senyuman manis untuknya. Maafkan aku oppa.

Flashback (Jepang, gedung National Intelligence)
Aku dengan percaya diri berjalan ditengah-tengah para pria mengunakan seragam kerjaku. Ne, aku memang berkerja di tengah-tengah namja. Aku masuk kesebuah ruangan. Dua atasanku sudah menunggu di ruangan itu. Saat aku menutup pintu mereka menatapku dengan gusar. Aku memberikan hormatku pada mereka. Aku segera duduk di kursi di hadapan mereka.
“kau tahu kan bila hallyu itu sudah berhasil mencuci otak remaja di Jepang. Remaja jepang sudah mulai meninggalkan budaya dan adat yang sudah sejak dulu diberikan pada mereka. Pihak kita sudah melaporkan ketidaknyamanan dengan hallyu yang semakin menguasai dunia penyiaran televisi karena membuat remaja fanatik pada mereka dan menurunkan pasaran produk Jepang. Pria ini namanya Lee Seungri. Awal debut dia di juluki panda karena lingkar matanya yang selalu tampak hitam. Dia adalah penyanyi, MC, dan pemain film. Sekarang dia menjadi MC disalah satu acara televisi di Jepang. Di Korea dia adalah sebuah icon dan daya tarik, seperti bunga sakura di Jepang. Walau ini terkesan sepele tapi, adanya hallyu sangat berdampak buruk bagi kita. Apa kau mengerti?”jelas ketua.
“haik!”jawabku.
“tugasmu adalah membuat dia percaya denganmu, mengorek semua informasi penting darinya dan kau membunuhnya. Kita harus menghilangkan penjajah yang membuat budaya kita hilang.”kata ketua.
Flashback end

@kebun binatang
“kenapa kau mengajakku ke sini?”tanya Seungri oppa sambil mendaki jalanan setapak menuju puncak gunung.
“bukankah kau lagi luang oppa. Tempat ini tidak begitu rame jadi kita bisa liburan bersama sekalian berkemah disini. Bukankah itu bagus?”kataku sambil tersenyum.
“Hye Ji, aku ingin punya keluarga seperti itu.”kata Seungri oppa terdiam. Arah matanya menatap satu titik. Sebuah keluarga yang kecil yang sedang istirahat untuk mendaki. Si anak kira-kira berumur lima tahun yang sedang rewel di gendong sang appa dan omma yang panik membuat susu dalam botol. Dia ingin anak dariku? Mianhae oppa, aku tidak bisa.
Baru saja kami membuat tenda dan duduk bersama karena berhasil membuat api unggun karena langit mulai gelap. Aku merasa kawananku berada disini. Sial! Aku lupa ini sudah satu minggu. Kenapa aku bisa lupa?
“kenapa hutan ini sepi sekali. Bahkan burung pun tak berbunyi.”kata Seungri oppa sambil melihat ke langit dan berdiri dari tempat duduknya, menjauh dariku.
“aku akan membuat burung-burung itu berterbangan agar kau dapat melihatnya oppa.”kataku sambil mengeluarkan pistolku. Ku arahkan pistolku ke arah Seungri oppa. Seungri oppa terlihat kaget saat tahu aku mengarahkan pistol padanya. Air mataku menetes.
Dorr!!
Aku rasa peluruku mengena di dadanya. Seungri oppa terjatuh di tanah.
“mianhae, oppa. Aku mencintaimu.”kataku burung-burung pun berterbangan menjauh berpindah tempat setelah mendengar suara ledakan dari pistolku.
“Akh!”teriakku kesakitan. Mereka menembak tepat diperutku. Aku tahu mereka akan menembakku hanya saja mereka mereka memakai pistol yang meredam bunyi jadi aku tidak tahu dari arah mana mereka akan menembakku. Aku terjatuh lemas, perutku seperti terbakar dan terus mengeluarkan darah. Dengan susah payah aku menyeret tubuhku hingga mendekati Seungri oppa. Sebelum aku bisa menyentuh tangan Seungri oppa mataku telah terpejam. Gwincana oppa, semua telah berakhir. Aku tak akan lagi muncul di hidupmu.

‪#‎tiga‬ tahun kemudian
(Serawak, kota Cina Malaysia.)
“disini panas. Kenapa betah sekali berada disini?”kata seorang namja sambil mengipasi dirinya dengan koran yang dia temukan dimeja tamu. Namja itu sedang berdiri di jendela dan mengipasi wajahnya.
“karena aku banyak bertemu dengan orang dan makanan disini enak.”jawabku dengan nada dingin.
“hanya makanan yang terpikirkan olahmu. Bagaimana dengan aku?”
“maafkan aku atas lukamu.”jawabku sambil memelihat jauh seakan-akan aku kembali ke tiga tahun lalu saat aku menembaknya.
“bukan itu maksudku. Kau hanya melakukan misimu dan kau hanya membuat goresan di dadaku tidak membuat peluru itu tertanam di tubuhku. Kau juga korban.”
“sebaiknya kau pulang Seungri oppa”kataku. Aku takut jika dia di dekatku. Takut kawananku kembali mengincarnya, melukainya lagi atau mungkin membunuhnya. Tapi, aku juga takut untuk menyadari diriku sendiri bahwa aku masih mencintainya seperti dulu dan aku pernah telah menembaknya dengan pistolku.
“kata perawat kau menghilang saat kau baru saja sadar dan kau masih butuh pengobatan. Sedangkan aku terkurung dirumah sakit walau aku sudah sembuh total.”katanya sambil duduk di sofa dan menatapku intens meminta penjelasan.
“lagian aku tak berharap kau menjengukku oppa. Kembalilah ke hotelmu.”kataku beranjak dari kursiku dan membukankan pintu.
“ini sudah tiga tahun. Apa kau sudah menemukan penggantiku?”tanyanya dengan tatapan lembut. Terlihat rasa sedih dimatanya. Walau dia sangat jago berakting aku sadar kalau itu bukanlah akting.
“lily, kenapa kau di luar? Eh, kenapa panda ini disini?”kata TOP oppa yang baru datang dan menatap Seungri oppa menyelidik.
“kau sudah pulang.”kataku sambil memberikan senyumku padanya. Namja di depan ku ini pun mencium pipiku lembut. Aku pun tertegun dan terdiam. TOP oppa pun memelukku.
“sebaiknya aku pergi sekarang”kata Seungri oppa. Beranjak dari kursinya dan melewati kami berjalan pergi.
“berhenti! Tetaplah disini!”kata TOP oppa.
“mereka melepasmu. Mereka sudah membebaskanmu. Mereka mengizinkanmu bersama panda ini asalkan kau tidak tinggal di Korea dan Jepang. Kau menetap saja disini sebagai Lily seperti ini.”kata TOP oppa.
“jinja?”tanyaku tak percaya.
“ne. Dan aku juga merelakanmu untuk kebebasanmu, Hye Ji. Aku jauh-jauh datang kesini hanya untuk mengatakannya padamu secara langsung. Aku pergi dulu, kalian pasti butuh waktu.”kata TOP oppa sambil memukul bahu Seungri oppa pelan. Aku tersenyum senang. Seungri oppa memelukku. Aku menangis bahagia karena akhirnya aku hidup bebas dan tenang.
“bisakah kita hidup dari awal? Aku ingin hidup dengamu lagi Hye Ji. Aku masih mencintaimu dan tetap mencintaimu.”kata Seungri oppa. Apakah aku masih bisa disisi namja baik-baik ini? Tuhan, izinkan aku untuk tetap berada disisinya.

END

Megha unnie mian, kalo hasil FF mengecewakan tapi, Dika sudah berusaha kok. beneran.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar