cast: SKY DRAGON, Seungri n Seung hyung a.k.a TOP
Author: Mahardika putri
cuap-cuap: disini GD dan CL pnya umur yg perbedaannya cukup jauh. semoga chinggudeul suka.
Aku sarapan dengan Seung Hyun hyung dan Chaerin baru saja turun dari tangga dengan senyuman.
“aku tak salah lihat?”tanya hyung binggung padaku.
“aku rasa tidak. Aku juga melihat penampakan eneh itu, hyung.”jawabku.
“Chaerin, adikku tersenyum?”
“ne, Hyung.”
“dia adikku? Bukan hantu?”
“tidak mungkin itu hantu hyung, ini masih pagi.”
“apa-apaan kalian ini.”tegur Chaerin sambil berjalan ke arah kami.
“aku hanya merasa ini tidak nyata. Jiyong, coba cubit aku.”kata Hyung. Aku segera mencubit tanggannya.
“Baka! Kau benar-benar mencubitku.(baka=bodoh,bah
“hyung firasatku tidak enak. Apakah besok akan kiamat?”kataku.
“kau benar”balas hyung.
“kalian ini memintaku bangun dari tidur panjangku. Dan memintaku menerima semua kenyataan ini tapi, sekarang kalian meledekku.”kata Chaerin sambil mengunyah sandwich dengan cute.
“hanya saja kami belum terbiasa.”jawabku sambil melihatnya dengan tatapan masih binggung.
“ya, Jiyong benar. Aku suka kau ceria kembali.”kata hyung.
“oppa, aku berangkat dulu. Aku tak mau terlambat mengajar. Ahjussi, kau tak mengajar?”tanya Chaerin.
“ne!”kataku sambil mengambil tas kerjaku dan mengejarnya yang sudah di ambang pintu.
Aku dan Chaerin berjalan berdua menuju halte.
“kenapa kau melihatku terus ahjussi?”tanya Chaerin.
“aku hanya tidak terbiasa.”jawabku yang masih memperhatikannya.
“kalau begitu biasakan ahjussi.”jawab Chaerin tersenyum. Astaga, senyumannya.
“apa. Apakah kau akan berbicara dengan normal lagi?”tanyaku. kenapa aku jadi gugup?
“tidak mungkin secepat itu, ahjussi. Aku perlu waktu untuk mengembalikan seperti semula.”kata Chaerin. Aku jadi membenci senyumannya ini karena selalu membuat jantungku tak terkendali. Jika Seung Hyun hyung tahu maka dia akan membuangku.
“ahjussi, kemana mobilmu?”
“sudahku kembalikan pada temanku.”jawabku.
“itu bisnya sudah datang. Kajja!”katanya. Benar kata Ahjuma penjual bubur, Chaerin anak yang ceria.
Ini sudah seminggu Chaerin memang lebih ceria tapi, dia belum juga mau berbicara langsung kecuali dengan kami yang sudah tahu tentang kebenarannya. Setidaknya sekarang Chaerin lebih ceria.
“kau melihatnya dari tadi kau memperhatikan Chaerin trus hyung.”
“eh, kau Dae. Aku hanya penasaran dengan yeoja ini.”kataku sambil melihat Daesung yang tiba-tiba di sampingku.
“aneh. Bukankah kau hanya namja yang tertarik pada pena dan kertas?”ledek Deasung.
“walau aku penulis. Aku ini namja normal.”
“kau datang ke sini juga karena Chaerin kan?”
“bagaimana kau tahu?”
“matamu itu hyung, seakan-akan menempel pada Chaerin”kata Daesung tertawa pelan.
“dia bisa bicara kenapa malah memilih membisu”gumamku sambil memperhatikan Chaerin serius.
“kau.. kau tahu?”tanya Daesung kaget dan bola matanya membesar.
“kau. Kau juga tahu?”tanyaku tak percaya.
@ruangan Daesung.
“Taeyang, kekasih Chaerin sudah berkerja disini duluan saat orang tuaku yang mengelola yayasan ini. Dan Chaerin sering datang kesini hanya untuk bertemu dengan Taeyang ataupun bermain dengan malaikat-malaikat disini. Aku dan Taeyang sangat akrab jadi aku hampir tahu semua kisah mereka.”jelas Daesung.
“kau tahu dia bisa berbicara kenapa kau mau membantu dia berbohong pada semua orang?”selidikku.
“entah kenapa aku juga sangat kesal padanya saat itu. Aku membiarkan dia menyiksa dirinya sendiri. Aku yang membiarkan dia menghukum dirinya sendiri. Aku sadar, aku salah aku sudah beberapa kali melarangnya. Menyadarkannya bila kebisuannya tidak membuat Taeyang hidup kembali. Tapi, dia mengatakan, ‘hanya dengan cara ini aku merasa tidak membunuhnya’.”jelas Daesung dengan tatapan mata penuh sesal.
“Tapi, Seungri kini sudah kembali. Aku rasa dia sedikit lagi berhasil mengobati luka Chaerin.”kata Daesung yang kini tersenyum.
“maksudmu. Taeyang meninggal karena Chaerin dan kini Seungri yang membuat Chaerin bisa tersenyum kembali.”
“ne, secara tidak langsung Chaerin membunuh Taeyang. Apakah kau tak sadar, hyung? Semenjak Seungri kembali ke Korea dan selalu menemani Chaerin terlihat lebih bahagia. Mianhae, hyung. Aku rasa kau menyerah saja tentang Chaerin. kau pasti mengerti maksudku.”kata Daesung sambil menyentuh bahuku seakan-akan dia menyalurkan kekuatannya padaku.
“ini pertama kalinya aku begitu tertarik pada seorang yeoja. Aku tak akan menyerah sebelum Chaerin benar-benar menolakku.”kataku.
“Hyung, kenapa kau tak mencari saja yeoja yang pantas untukmu. Aku bukan bermaksud kasar. Umurmu 10 tahun lebih tua darinya hyung. Kau yakin dia akan menerimamu? Lagian Chaerin sekarang punya Seungri yang sudah di takdirkan untuknya”
“selama Chaerin tidak berfikir sepertimu, aku yakin dengan keputusanku. Oh ya, ketua gomawo informasinya!”kataku berjalan pergi dari ruangan Daesung.
Hukuman? Apa yang dibuat Chaerin hingga Daesung mengatakan secara tidak langsung Chaerin pembunuh Taeyang? Apakah Chaerin berselingkuh dengan Seungri lalu ketahuan dengan Taeyang dan dia bunuh diri? Itu tidak mungkin. Karena jika memang Chaerin menyukai Seungri dia tidak akan merasa bersalah dan tetap memikirkan namja yang bernama Taeyang. Kenapa yeoja kecil ini begitu rumit?
“lagi-lagi kau melamun Jiyong!”sapa Seung Hyun hyung sambil menyentuh bahuku.
“adikmu begitu rumit, hyung. Dia seperti labirin besar dan memiliki lebih 5000 liku”
“sudahku bilang, ‘jangan pikirkan adikku.’ Apa kau tak ada kenalan yeoja lain?”kata hyung sambil bersandar di pegangan balkon dan menghidupkan rokoknya.
“apakah salah aku menyukai adikmu hyung?”
“bukan salah, hanya saja sia-sia.”katanya sambil menghisap rokoknya dan menghembusakan asapnya.
“wae?”
“bagaimana kau bisa mendekatinya bila dia saja tidak mau mendengarkanku. Dia menyimpan rahasianya seorang diri. Aku rasa Seungri juga terlibat tapi, Chaerin mengubur rahasia itu seorang diri seakan-akan dia adalah tersangka dan hanya dia tersangkanya. Jadi, akan sia-sia saja jika kau mengejarnya”
“maksudanya apa? Kematian Taeyang lagi?”
“ne, karena itu penyebab keadaan seperti ini. Tapi, seperti yang aku katakan sebelumnya, ‘aku tak akan membantumu’”kata Seung Hyun hyung melangkah pergi meninggalkanku.
“apa sekarang kita ada di novel dektektif?”tanyaku. Hyung menghentikan langkahnya.
“mungkin saja.”katanya santai.
Ternyata mendekati Chaerin saat ada Seungri sangat sulit. Namja yang bernama Seungri itu selalu menatapku dengan tatapan mengancam. Apa dia lupa untuk menghormati yang lebih tua? Aku kan tidak melakukan apa-apa selain mencoba mendekati Chaerin. (author: hah? Sok polos lu bang! *dibuang bang GD)
Aku pulang bersama dengan Chaerin menggunakan bis. Ya, ini memang biasa tapi, yang membuat ini sedikit berbeda adalah setelah turun dari bis kami akan jalan-jalan ke pasar untuk membeli titipan Seung Hyun hyung. Kata hyung kulkas sudah kosong jadi dia meminta kami berbelanja di pasar. Aku tentu saja tidak menyia-nyiakan kesempatan ini.
“boleh aku mengandengmu?”tanyaku pada Chaerin sedikit ragu.
“ini sangat rame aku tak mau kita saling mencari nantinya.”tambahku. Aku rasa ini alibi yang jitu karena Chaerin segara mengagukkan kepalanya.
“jangan yang itu! Aku tak suka brokoli!”kataku saat Chaerin memilih beberapa brokoli. Di taruhnya kembali brokoli itu di ambilnya buku dan pena lalu menuliskan sesuatu.
‘Kau kira aku membeli untukmu, AHJUSSI??’
Aku mengagukkan kepalaku setelah membaca tulisannya.
“tentu saja karena aku yang akan membayarnya”kataku. Chaerin kembali menuliskan sesuatu di kertasnya. tak lama Chaerin memberikan kerta itu padaku.
‘Sesukamu saja, ahjusssi. Tapi, aku akan membeli brokoli ini dan membayarnya sendiri. :P’
Aku melihat ke arahnya, dia sudah menerima sekantung brokoli dari penjual itu.
“kau keras kepala sekali!”kataku dan dia hanya menjulurkan lidahnya padaku. Dia terlihat sangat cute. Ini berbahaya! Jika bersama Chaerin aku lupa bahwa aku bukan remaja yang sedang jatuh cinta. Aku ini namja yang sudah dewasa, kenapa aku tak bisa menahan diriku untuk menyentuhnya?
“kau coba ini. Ini enak!”kataku sambil memasukkan kimci begitu saja ke mulutnya. Dia terlihat terkejut dan membesarkan bola matanya.
“wae? Kau tak suka?”tanyaku binggung. Tiba-tiba saja dia menyuapiku dengan kimchi juga.
“kau terlalu kasar menyuapiku, ahjussi.”kata Chaerin berbisik tapi, masih terdengar jelas olehku. Wajahnya terlihat kesal karena tinggkahku.
“kalau begitu lain kali aku akan menyuapimu dengan lembut. Apa kau mau?”godaku. Tangan Chaerin menyentuh bahuku lembut. Lalu dia berjalan begitu saja meninggalkanku.
“hai, Lee Chaerin. Kenapa kau mengelap tanganmu di bajuku? Bagaimana dengan saus kimchi yang menempel di bajuku?”kataku. Dia tetap berjalan duluan dan melambaikan tangan padaku.
“ini kimchinya!”kata ahjuma penjual kimchi itu padaku. Aku segera mengambil kimchi itu dan segera mengejar Chaerin.
“kau meninggalkanku. Bagaimana kalau di antara kita hilang?”tanyaku padanya.
Brukk.. seseorang menyenggol Chaerin dengan kasar hingga Chaerin terjatuh dan barang yang di bawanya sedikit berserakkan. Aku segera membantu Chaerin memunguti barang-barang itu.
“mianhae, Chaerin.”kata yeoja yang menabrak Chaerin tadi saat kami kembali berdiri.
“aku tak menyangka semudah itu kau mendapatkan pengganti Taeyang oppa. Setelah menyakiti Taeyang oppa, kau mendekati Seungri oppa, dan ternyata kini kau bersama dengan namja lain. Kau lupa dosamu yah? Atau kau merasa tak berdosa? Kau benar-benar yeoja menakutkan, Chaerin.”kata Yeoja itu penuh amarah dan jalan melewati kami. Barang-barang yang Chaerin bawa kembali terjatuh lagi di tanah. Beberapa orang yang berjalan di dekat kami melihat kami.
“Chaerin, ada apa? Ayo, pulang! Bukankah oppamu sudah menunggu kita?”kataku sambil sediit mengoncangkan tubuhnya. Aku melihat yeoja itu, dia tersenyum sinis ke arah kami. Kenapa misteri ini belum terpecahkan? Ini terlalu rumit untukku yang bukan seorang dektektif.
Sesampai dirumah Chaerin begitu saja masuk dalan langsung menuju kamarnya. Semenjak kejadian tadi dia tak berbicara lagi padaku. Dia juga tak menangis. Yeoja kecil itu lagi-lagi menahan emosinya.
“kenapa sayurannya kotor!”kata hyung dari dapur.
“tadi Chaerin terjatuh.”jawabku.
“ ah, ne. Dia aneh. Apa yang terjadi?”tanya hyung. Dan aku segera menceritakan kejadian tadi pada hyung. Bagaimana pun juga hyung juga harus tahu.
“ah, yeoja ular itu masih juga menggagu Chaerin ternyata.”geram hyung.
Setelah aku tahu Chaerin tidak datang mengejar, aku segera mencarinya sepulang mengajar. Dugaanku tepat, dia di tempat latihan tinju dan sedang “bermain” dengan sansak. Aku melihat ngeri kearahnya. Aku rasa jika seseorang tertinju oleh Chaerin sekarang dia pasti akan masuk ke ruang operasi.
"istirahatlah!"kataku sambil menempelkan botol minuman ke pipinya. Chaerin berhenti memukul sansak dan mengambil botol minuman dari tangganku. Tatapan matanya kali ini benar-benar tajam. Apa salahku??
TBC
mian, typo d sana-sini dan feelnya kurang terasa. tiba-tiba ilham membuat FF ini hilang. jika ada yg menemukan ilham tolong hubungin Dika
Tidak ada komentar:
Posting Komentar