give me a tittle try #6
cast: SKY DRAGON, Seungri n Seung hyung a.k.a TOP
Author: Mahardika putri
cuap-cuap: disini GD dan CL pnya umur yg perbdaannya cukup jauh. disini seperti biasa Dika membuat CL bgt misterius. tapi, kali ini rahasia CL akan terbuka sedikt demi sedikit. mian, typo d sana-sini! semoga chinggudeul suka.
Sudah tiga hari Chaerin tidak pualng kerumah sebenarnya ada apa?
“hay!”tegur Seung Hyun hyung.
“hyung”kataku.
“wae? Kau menunggu Chaerin? tenanglah, dia akan pulang sore ini.”kata hyung.
“aku dengar kau mengejarnya hingga ke yayasan dan kau juga jadi pengajar disana. Baru kali ini aku melihat kau tertarik dengan yeoja hingga sejauh ini. Setauku kau lebih mencintai buku, leptop dan alat penyimpan datamu ketimbang yeoja.”kata hyung lagi.
“ya, aku juga binggung kenapa aku seperti ini”kataku.
“tenanglah, dia akan baik-baik saja”
“kau tau dia pergi dengan siapa hyung? Namja!”
“ne. Arra! Dia pergi dengan Seungri ke pemakaman Taeyang, mantan kekasih Chaerin.”
“sudah berapa tahun kematiannya?”
“empat tahun”
“apakah itu penyebab..?”
“ne, entah kenapa sejak saat itu dia memilih bisu. Bahkan dia pura-pura bisu dengan uri omma.”
“apakah dia namja yang sempurna hingga orang disekitarnya pun masih begitu mengingatnya hingga sekarang.”
“hampir. Dia memang namja yang bisa di andalkan, ramah dan baik hati.”
“kenapa dia meninggal hyung?”
“kecelakaan.”kata hyung.
“dan selanjutnya aku tak boleh tahu?”kataku setelah beberapa lama mengunggu kelanjutan ucapan hyung.
“ne. Untuk saat ini tidak. Aku tak akan membantumu mendekati uri Chaerin. walau kau memaksaku, aku tak akan membantumu. Tapi, aku akan menyatakan satu hal penting?”
“apa?”
“dengarkan aku baik-baik”
“ne”
“Taeyang punya namdongsaeng bernama Seungri dan Taeyang meminta Seungri untuk menjaga Chaerin. Setahuku sebelum Taeyang dan Chaerin berpacaran Seungri sudah menyukai uri Chaerin walau dia sangat suka mengganggu uri Chaerin.”jelas Seung Hyun hyung dengan mata menerawang.
Author Pov
Chaerin berdiri di depan makam Taeyang, Seungri berada dibelakang Chaerin mengawasi. Chaerin sedang mengenang saat dia bersama dengan Taeyang. Empat tahun, itu bukan waktu yang singkat. Tapi, selama empat tahun Chaerin belum bisa melupakan Taeyang. Bukan tak bisa tapi, Chaerin benar-benar tak ingin melupakan Taeyang.
“tidak bisakah aku yang menggantikan posisimu? Kenapa kau tak mengajakku juga ketempatmu? Aku sangat merindukanmu.”kata Chaerin pelan.
“kau baik-baik saja Chaerin?”tanya Seungri khawatir.
“ne, gwinchana oppa! Kau jangan khawatir.”kata Chaerin.
“bagaimana aku tak khawatir jika hampir setiap tahun kau jatuh pingsan.”
“tidak untuk tahun ini oppa.”
“aku akan segera pindah ke Korea. Aku ingin melihat kau tersenyum gembira seperti dulu. Aku sangat merindukan keceriaanmu.”kata Seungri tersenyum yang kini sudah di depan Chaerin dan mengusap air mata dipipi Chaerin dengan ibu jarinya lembut. Seungri mendekap Chaerin kedalam pelukkannya. Dulu memang mereka selalu bertengkar tapi, itu karena Seungri sengaja menggau Chaerin agar Chaerin melihatnya. Dari dulu Seungri sudah mencintai Chaerin bahkan dia duluan yang mencintai Chaerin sebelum Taeyang tapi, tak sekali pun dia berniat untuk merebut Chaerin dari Taeyang. Chaerin juga tahu Seungri mencintainya. Tapi, jangankan untuk mencintai namja lain. Untuk melupakan Taeyang saja dia tidak mau.
Chaerin masuk ke rumahnya. Didepan rumah Seung Hyun dan Jiyong sudah menunggunya dari tadi. Tanpa bicara Chaerin langsung saja masuk ke dalam rumah dan Jiyong menatap Chaerin heran. Seung Hyun menyikut Jiyong pelan.
“biarkan saja. Pikirannya pasti lagi kacau.”kata Seung Hyun pelan pada Jiyong.
“waw, Seungri. Lama tak bertemu. Apa kabarmu?”sapa Seung Hyun saat melihat Seungri memasuki pagar rumahnya.
“bukankah aku makin tampan hyung.”canda Seungri.
“kenalkan ini, Jiyong hoobaeku saat kuliah. Sekarang dia tinggal disini.”kata Seung Hyun.
“oh, ne. Aku Seungri”kata Seungri memperkanalkan diri.
“sepertinya aku pernah melihatmu”kata Seungri sambil mengingat.
“ne, di sekolah.”jawab Jiyong.
“ah, ne. Benar!”kata Seungri.”
“dia ini lebih muda dariku dua tahun. Tapi, dia tetap hyungmu.”jelas Seung Hyun.
“mwo? Benarkah? Sama sekali tidak seperti itu.”kata Seungri sedikit terkejut.
Ke tiga namja itu asik mengobrol di luar. Sedangkan Chaerin di dalam kamar mendengarkan rekaman nyanyian Taeyang sedirian.
“kau membunuhku perlahan dengan nyanyianmu, oppa. Aku seperti mayat hidup tanpamu.”kata Chaerin lirih.
Jiyong Pov
Aku segera keluar dari kelas setelah mendengar bel pulang berbunyi.
“Chaerin, aku mohon. Ikut aku!”kataku saat aku melihat Chaerin sedang membereskan barang-barangnya. Chaerin terlihat binggung dan sedikit memberontak karena aku memegang tangannya kuat.
“tak akan lama. Aku janji!”kataku.
“tempat apa ini?”tanya Chaerin saat kami sampai di sebuah tempat latihan tinju.
“tempat latihan tinju.”kataku sambil keluar dan menutup pintu mobil.
“kajja.”kataku sambil menarik Chaerin masuk.
“sepi sekali.”kata Chaerin bingung.
“mungkin karena tak laku.”kataku berbohong karena aku sengaja memesan satu hari tempat ini.
“untuk apa kita kesini?”tanya Chaerin.
“mengeluarankan emosional. Jika emosi terus tertahan maka banyak efek negatifnya. Seperti kesehatan yang menurun.”jelasku sambil memukul-pukul samsak yang tergantung.
“lalu kenapa kau mengajakku?”
“aku tak punya teman disini. Kalau kau mau silahkan coba pukul saja.”kataku. Setelah melihatku beberapa menit Chaerin segera ikut memukul samsak didekatnya.
“ini sakit. Bahkan tidak bergerak sedikit pun.”katanya.
“coba yang ini. Ini tidak berat. Pukulnya seperti ini.”kataku sambil memberikan contoh memukul. Dia mengikutiku memukul samsak.
“kau terlalu lemah atau kau masih menahan emosimu?”kataku.
“bayangkan saja samsak yang di gantung itu orang yang membuat kau kesal.”kataku. Chaerin mulai memukul sedikit keras. Terdengar teriakkan emosi saat dia memukul samsak.
“akh! Akh!”teriaknya saat dia memukul samsak. Aku memperhatikannya, air matanya mulai jatuh di pipinya. Tapi, dia terus memukul tanpa berhenti. Sebenarnya apa yang menyebabkan dia hingga seperti ini?
“Akh!!”teriakknya makin keras. Setelah membuat samsak bergerak karena pukulannya yang kuat dia jatuh terduduk. Isakkan tanggisnya mulai pecah.
“menangislah. Keluarkan emosi dan suaramu. Jika kau mau, kau boleh berteriak. Tidak akan baik jika kau simpan semua rasa sakit itu sendirian.”kataku sambil memeluknya. Dan dia menangis semakin kuat.
“kau menangislah sepuasmu sekarang. Tapi, besok kau harus tersenyum. Hari ini berbeda dengan kemarin dan akan berbeda dengan besok. Kau pasti bisa berdiri tegar, Lee Chaerin.”kataku. tanggis Chaerin semakin pecah. Aku sengaja membawanya kesini, aku ingin dia melampiaskan emosinya.
@taman
“siapa yang kau bayangkan saat memukul samsak tadi? Apakah aku?”tanyaku memecahkan keheningan karena dia selalu melamun.
“apa kau sering melakukannya? Ternyata tinju tak terlalu buruk. Aku sedikit merasa lega.”katanya. sambil tiduran di rerumputan.
“baguslah kalau kau suka. Tapi, Lee Chaerin tidak bisakah kau bicara dengan sopan padaku. Kita ini berbeda 10 tahun.”kataku.
“ah, ne. Arraseo, ahjussi!”kata Chaerin.
“ahjussi? Ah, tidak masalah jika kau senang.”kataku tersenyum dan tiduran di remrumputan disamping Chaerin.
“ahjussi, kau sengaja melakukan ini untuk menghiburku?”kata Chaerin sambil menatapku.
“ne, apa terlalu jelas?”tanyaku.
“biasanya namja membawa yeoja ke taman hiburan, pusat perbelanjaan, toko es Cream, ladang bungga yang indah atau tempat yang romantis untuk menghibur yeojanya. Tapi, kenapa kau membawaku ke tempat tinju?”
“wae? Kau kecewa? Apakah kau melihatku sebagai namja? Mianhae Chaerin, aku tidak tertarik dengan yeoja kecil sepertimu”godaku.
“hah, benarkah?”kata Chaerin.
“ne”
“baguslah. Karena aku tak ingin kau berharap padaku ahjussi”kata Chaerin.
“percaya diri sekali kau. Tapi, aku suka itu.”kataku.
“ahjussi, mobil itu mobil siapa?”
“ah, aku meminjamnya dari temanku”kataku berbohong.
“oh, pantas saja.”
“wae?”
“aku heran saja, kau yang menumpang dirumah kami gratisan dan baru saja dapat kerja kenapa bisa punya mobil sekeren itu, ahjussi.”jawabnya. Huft.. untung saja dia tidak ingat saat aku menggagunya di jalan.
“mobilnya keren? Akan sangat cocok jika yang membawanya namja sekeren aku.”kataku.
“mwo? Kau bercanda ahjussi?”
“wae?”
“kau tak setuju?”
“ne!”
“kau sudah memeriksa matamu?”
“wae? Aku tak punya masalah dengan mataku, ahjussi”
“kenapa kita jadi bertengkar? Nikmati saja pemandangan rumpur yang berguguran sekarang.”kataku.
“ne. Musim gugur punya ke indahanya sendri.”kata Chaerin ternsenyum sambil melihat langit. Kenapa jantungku tiba-tiba berdetak kencang sekali? Ada apa sebenarnya pada diriku?
TBC
Cuap-cuap:
kenapa samsak?
akan terasa aneh jika Jiyong tiba-tiba membawa ketaman hiburan atau ladang bunga yang indah karena Chaerin pasti tidak bisa melampiaskan emosi yang tertahan. sedangkan bila memukul samsak bisa mukul pakai tenaga tapi, jiga bisa mengunakan emosi hingga emosi meluap keluar dan menjadi lebih tenang. Dika saranin sekali-kali coba. karena pangeran Shin (komik Goong) sengaja mengikuti olah raga ini untuk menyalurkan emosi ke tempat yang tepat.
SAMSAK itu apa? yang suka bela diri pasti tahu samsak itu apa. samsak berisi pasir padat yang beratnya bisa puluhan KG. biasanya Dika suka make samsak untuk ngilangin emosi. kan g etis banget cewek seCUTE, Dika marah2 gaje. jadi samsaklah teman berkelahi.
tapi, kebiasan itu udah 3 tahun gak Dika lakuin karena udah berhenti dari club. ah, Dika malah curcol. *jedotin kepala ke tembok.
Chinggudeul, minta komentarnya dong..
cast: SKY DRAGON, Seungri n Seung hyung a.k.a TOP
Author: Mahardika putri
cuap-cuap: disini GD dan CL pnya umur yg perbdaannya cukup jauh. disini seperti biasa Dika membuat CL bgt misterius. tapi, kali ini rahasia CL akan terbuka sedikt demi sedikit. mian, typo d sana-sini! semoga chinggudeul suka.
Sudah tiga hari Chaerin tidak pualng kerumah sebenarnya ada apa?
“hay!”tegur Seung Hyun hyung.
“hyung”kataku.
“wae? Kau menunggu Chaerin? tenanglah, dia akan pulang sore ini.”kata hyung.
“aku dengar kau mengejarnya hingga ke yayasan dan kau juga jadi pengajar disana. Baru kali ini aku melihat kau tertarik dengan yeoja hingga sejauh ini. Setauku kau lebih mencintai buku, leptop dan alat penyimpan datamu ketimbang yeoja.”kata hyung lagi.
“ya, aku juga binggung kenapa aku seperti ini”kataku.
“tenanglah, dia akan baik-baik saja”
“kau tau dia pergi dengan siapa hyung? Namja!”
“ne. Arra! Dia pergi dengan Seungri ke pemakaman Taeyang, mantan kekasih Chaerin.”
“sudah berapa tahun kematiannya?”
“empat tahun”
“apakah itu penyebab..?”
“ne, entah kenapa sejak saat itu dia memilih bisu. Bahkan dia pura-pura bisu dengan uri omma.”
“apakah dia namja yang sempurna hingga orang disekitarnya pun masih begitu mengingatnya hingga sekarang.”
“hampir. Dia memang namja yang bisa di andalkan, ramah dan baik hati.”
“kenapa dia meninggal hyung?”
“kecelakaan.”kata hyung.
“dan selanjutnya aku tak boleh tahu?”kataku setelah beberapa lama mengunggu kelanjutan ucapan hyung.
“ne. Untuk saat ini tidak. Aku tak akan membantumu mendekati uri Chaerin. walau kau memaksaku, aku tak akan membantumu. Tapi, aku akan menyatakan satu hal penting?”
“apa?”
“dengarkan aku baik-baik”
“ne”
“Taeyang punya namdongsaeng bernama Seungri dan Taeyang meminta Seungri untuk menjaga Chaerin. Setahuku sebelum Taeyang dan Chaerin berpacaran Seungri sudah menyukai uri Chaerin walau dia sangat suka mengganggu uri Chaerin.”jelas Seung Hyun hyung dengan mata menerawang.
Author Pov
Chaerin berdiri di depan makam Taeyang, Seungri berada dibelakang Chaerin mengawasi. Chaerin sedang mengenang saat dia bersama dengan Taeyang. Empat tahun, itu bukan waktu yang singkat. Tapi, selama empat tahun Chaerin belum bisa melupakan Taeyang. Bukan tak bisa tapi, Chaerin benar-benar tak ingin melupakan Taeyang.
“tidak bisakah aku yang menggantikan posisimu? Kenapa kau tak mengajakku juga ketempatmu? Aku sangat merindukanmu.”kata Chaerin pelan.
“kau baik-baik saja Chaerin?”tanya Seungri khawatir.
“ne, gwinchana oppa! Kau jangan khawatir.”kata Chaerin.
“bagaimana aku tak khawatir jika hampir setiap tahun kau jatuh pingsan.”
“tidak untuk tahun ini oppa.”
“aku akan segera pindah ke Korea. Aku ingin melihat kau tersenyum gembira seperti dulu. Aku sangat merindukan keceriaanmu.”kata Seungri tersenyum yang kini sudah di depan Chaerin dan mengusap air mata dipipi Chaerin dengan ibu jarinya lembut. Seungri mendekap Chaerin kedalam pelukkannya. Dulu memang mereka selalu bertengkar tapi, itu karena Seungri sengaja menggau Chaerin agar Chaerin melihatnya. Dari dulu Seungri sudah mencintai Chaerin bahkan dia duluan yang mencintai Chaerin sebelum Taeyang tapi, tak sekali pun dia berniat untuk merebut Chaerin dari Taeyang. Chaerin juga tahu Seungri mencintainya. Tapi, jangankan untuk mencintai namja lain. Untuk melupakan Taeyang saja dia tidak mau.
Chaerin masuk ke rumahnya. Didepan rumah Seung Hyun dan Jiyong sudah menunggunya dari tadi. Tanpa bicara Chaerin langsung saja masuk ke dalam rumah dan Jiyong menatap Chaerin heran. Seung Hyun menyikut Jiyong pelan.
“biarkan saja. Pikirannya pasti lagi kacau.”kata Seung Hyun pelan pada Jiyong.
“waw, Seungri. Lama tak bertemu. Apa kabarmu?”sapa Seung Hyun saat melihat Seungri memasuki pagar rumahnya.
“bukankah aku makin tampan hyung.”canda Seungri.
“kenalkan ini, Jiyong hoobaeku saat kuliah. Sekarang dia tinggal disini.”kata Seung Hyun.
“oh, ne. Aku Seungri”kata Seungri memperkanalkan diri.
“sepertinya aku pernah melihatmu”kata Seungri sambil mengingat.
“ne, di sekolah.”jawab Jiyong.
“ah, ne. Benar!”kata Seungri.”
“dia ini lebih muda dariku dua tahun. Tapi, dia tetap hyungmu.”jelas Seung Hyun.
“mwo? Benarkah? Sama sekali tidak seperti itu.”kata Seungri sedikit terkejut.
Ke tiga namja itu asik mengobrol di luar. Sedangkan Chaerin di dalam kamar mendengarkan rekaman nyanyian Taeyang sedirian.
“kau membunuhku perlahan dengan nyanyianmu, oppa. Aku seperti mayat hidup tanpamu.”kata Chaerin lirih.
Jiyong Pov
Aku segera keluar dari kelas setelah mendengar bel pulang berbunyi.
“Chaerin, aku mohon. Ikut aku!”kataku saat aku melihat Chaerin sedang membereskan barang-barangnya. Chaerin terlihat binggung dan sedikit memberontak karena aku memegang tangannya kuat.
“tak akan lama. Aku janji!”kataku.
“tempat apa ini?”tanya Chaerin saat kami sampai di sebuah tempat latihan tinju.
“tempat latihan tinju.”kataku sambil keluar dan menutup pintu mobil.
“kajja.”kataku sambil menarik Chaerin masuk.
“sepi sekali.”kata Chaerin bingung.
“mungkin karena tak laku.”kataku berbohong karena aku sengaja memesan satu hari tempat ini.
“untuk apa kita kesini?”tanya Chaerin.
“mengeluarankan emosional. Jika emosi terus tertahan maka banyak efek negatifnya. Seperti kesehatan yang menurun.”jelasku sambil memukul-pukul samsak yang tergantung.
“lalu kenapa kau mengajakku?”
“aku tak punya teman disini. Kalau kau mau silahkan coba pukul saja.”kataku. Setelah melihatku beberapa menit Chaerin segera ikut memukul samsak didekatnya.
“ini sakit. Bahkan tidak bergerak sedikit pun.”katanya.
“coba yang ini. Ini tidak berat. Pukulnya seperti ini.”kataku sambil memberikan contoh memukul. Dia mengikutiku memukul samsak.
“kau terlalu lemah atau kau masih menahan emosimu?”kataku.
“bayangkan saja samsak yang di gantung itu orang yang membuat kau kesal.”kataku. Chaerin mulai memukul sedikit keras. Terdengar teriakkan emosi saat dia memukul samsak.
“akh! Akh!”teriaknya saat dia memukul samsak. Aku memperhatikannya, air matanya mulai jatuh di pipinya. Tapi, dia terus memukul tanpa berhenti. Sebenarnya apa yang menyebabkan dia hingga seperti ini?
“Akh!!”teriakknya makin keras. Setelah membuat samsak bergerak karena pukulannya yang kuat dia jatuh terduduk. Isakkan tanggisnya mulai pecah.
“menangislah. Keluarkan emosi dan suaramu. Jika kau mau, kau boleh berteriak. Tidak akan baik jika kau simpan semua rasa sakit itu sendirian.”kataku sambil memeluknya. Dan dia menangis semakin kuat.
“kau menangislah sepuasmu sekarang. Tapi, besok kau harus tersenyum. Hari ini berbeda dengan kemarin dan akan berbeda dengan besok. Kau pasti bisa berdiri tegar, Lee Chaerin.”kataku. tanggis Chaerin semakin pecah. Aku sengaja membawanya kesini, aku ingin dia melampiaskan emosinya.
@taman
“siapa yang kau bayangkan saat memukul samsak tadi? Apakah aku?”tanyaku memecahkan keheningan karena dia selalu melamun.
“apa kau sering melakukannya? Ternyata tinju tak terlalu buruk. Aku sedikit merasa lega.”katanya. sambil tiduran di rerumputan.
“baguslah kalau kau suka. Tapi, Lee Chaerin tidak bisakah kau bicara dengan sopan padaku. Kita ini berbeda 10 tahun.”kataku.
“ah, ne. Arraseo, ahjussi!”kata Chaerin.
“ahjussi? Ah, tidak masalah jika kau senang.”kataku tersenyum dan tiduran di remrumputan disamping Chaerin.
“ahjussi, kau sengaja melakukan ini untuk menghiburku?”kata Chaerin sambil menatapku.
“ne, apa terlalu jelas?”tanyaku.
“biasanya namja membawa yeoja ke taman hiburan, pusat perbelanjaan, toko es Cream, ladang bungga yang indah atau tempat yang romantis untuk menghibur yeojanya. Tapi, kenapa kau membawaku ke tempat tinju?”
“wae? Kau kecewa? Apakah kau melihatku sebagai namja? Mianhae Chaerin, aku tidak tertarik dengan yeoja kecil sepertimu”godaku.
“hah, benarkah?”kata Chaerin.
“ne”
“baguslah. Karena aku tak ingin kau berharap padaku ahjussi”kata Chaerin.
“percaya diri sekali kau. Tapi, aku suka itu.”kataku.
“ahjussi, mobil itu mobil siapa?”
“ah, aku meminjamnya dari temanku”kataku berbohong.
“oh, pantas saja.”
“wae?”
“aku heran saja, kau yang menumpang dirumah kami gratisan dan baru saja dapat kerja kenapa bisa punya mobil sekeren itu, ahjussi.”jawabnya. Huft.. untung saja dia tidak ingat saat aku menggagunya di jalan.
“mobilnya keren? Akan sangat cocok jika yang membawanya namja sekeren aku.”kataku.
“mwo? Kau bercanda ahjussi?”
“wae?”
“kau tak setuju?”
“ne!”
“kau sudah memeriksa matamu?”
“wae? Aku tak punya masalah dengan mataku, ahjussi”
“kenapa kita jadi bertengkar? Nikmati saja pemandangan rumpur yang berguguran sekarang.”kataku.
“ne. Musim gugur punya ke indahanya sendri.”kata Chaerin ternsenyum sambil melihat langit. Kenapa jantungku tiba-tiba berdetak kencang sekali? Ada apa sebenarnya pada diriku?
TBC
Cuap-cuap:
kenapa samsak?
akan terasa aneh jika Jiyong tiba-tiba membawa ketaman hiburan atau ladang bunga yang indah karena Chaerin pasti tidak bisa melampiaskan emosi yang tertahan. sedangkan bila memukul samsak bisa mukul pakai tenaga tapi, jiga bisa mengunakan emosi hingga emosi meluap keluar dan menjadi lebih tenang. Dika saranin sekali-kali coba. karena pangeran Shin (komik Goong) sengaja mengikuti olah raga ini untuk menyalurkan emosi ke tempat yang tepat.
SAMSAK itu apa? yang suka bela diri pasti tahu samsak itu apa. samsak berisi pasir padat yang beratnya bisa puluhan KG. biasanya Dika suka make samsak untuk ngilangin emosi. kan g etis banget cewek seCUTE, Dika marah2 gaje. jadi samsaklah teman berkelahi.
tapi, kebiasan itu udah 3 tahun gak Dika lakuin karena udah berhenti dari club. ah, Dika malah curcol. *jedotin kepala ke tembok.
Chinggudeul, minta komentarnya dong..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar