Cast: SKY DRAGON
pernah diposting di: grup FF
CL POV
aku masuk kedalam rumah mewah ini dengan sedikit takut.
"Chaerin, ini adalah ibumu dan ini oppamu,jiyong"kata ajussi itu tersenyum. Aku membungkuk 90derajat untuk memberisalam. istri ajussi itu terlihat tidak suka denganku dan anak tunggalnya malah mengangapku tidak ada.
"Kau sudah lelahkan? Ikuti aku, ayo kita kekamarmu"kata ajussi ramah.
"chagi,kamu kan ingin anak yeoja"kata ajussi.
"tapi,kenapa dia?apa karena kamu punya hubungan dengan ibunya?"teriak ajuma.
"kamu jangan seperti itu!"
"lalu bagaimana dengan orang sekaliling kita?mereka mengira dia adalah anak haram."
"lambat laun orang pun tidak akan berfikir begitu.dia anak yang baik,dia bisa menjadi anakmu.selama ini dia tidak merasakan kasih sayang ayah.ibunya pun selalu sibuk berkerja.tapi,apa kamu tidak kasihan melihat gadis sekecil itu tahu ibunya tertembak mati.aku mohon,tolong rawatlah dia seperti anakmu sendiri"kata ajussi.
"aku kasihan dengan jiyong,aku seorang ibu yang menyayangi anakku"
"kalau begitu kamu anggap chaerin sebagai anakmu"
"tidak bisa!"
"apa yang tidak bisa?"
mereka bertengkar hebat dikamar mereka hingga terdengar dikamarku.tapi,aku mencoba menutup mataku,berusaha tidak menangis.Ajuma mengatakan aku adalah sepupu jiyong oppa,bukan saudaranya kepada setiap orang yang bertanya tetang statusku.
ajussi memasukkanku ke sekolah dasar yang sama dengan jiyong oppa.aku juga tau jiyong oppa sering dibully.kadang oppa dilempar bola pada jam olahraga,kepalanya dipukul atau uangnya diambil saat baru saja oppa memasuki gerbang.
hari ini uang jiyong oppa dirampas teman2nya lagi.tanpa uang itu oppa harus berjalan cukup jauh untuk pulang kerumah.jadi,saat pulang aku akan mengikutinya.
"kenapa kau mengikutiku?"tanya oppa marah.ini pertama kalinya dia berbicara padaku.
"aku takut pulang sendirian"kataku berbohong.
"tetap ikuti aku.tapi,jangan berjalan disebelahku"perintahnya.
"ne"jawabku menurut.
keesokan harinya saat diruang makan karena jam makan siang aku sengaja duduk di dekat meja oppa.
Bruukk..
seseorang berbadan besar menjatuhkan makan siang oppa.namja yang menjatuhkan makanan oppa hanya tertawa.aku berlari dan langsung memungut bekal oppa dari tanah.
"pabo!makanannya dipungut lagi"katanya tertawa dan semua ikut tertawa.aku langsung melemparkan makanan yang telah aku pungut itu kemukanya.
"kau!"kata namja itu marah.
"selain berani dengan yang lemah kau juga berani dengan wanita?"kataku.aku didorongnya kebelakang hingga terjatuh ketanah.
"dasar gajah!"teriakku. Aku memukul pipinya dan mencakarnya.
"kamu ini anak yeoja.tidak boleh berkelahi"tegur ajussi.
"tapi,ajussi.."
"aku ini appamu"kata ajussi sambil memukul kakiku dengan ikat pinggangnya.Aku menangis.
"appa,appo"erangku.ajuma terlihat tidak tega.tapi,ajussi tetap memukul kakiku.
"kamu mengatai anak itu gajah?lalu kau apa?kucing karena mencakar2ny?"kata ajussi.
"appa,chaerin menolongku.dia berantem dengan chinggu yang sengaja membuang bekalku"kata jiyong oppa menangis.ajussi berhenti memukulku.
"kalian ini bersaudara.bila 1terluka 1lagi harus mengobatinya"nasehat ajussi.ajuma memelukku erat dan mengobati luka2ku.omma kandungku mendidiku menjadi yeoja yang berani dan kuat kini apa aku harus menjadi wanita yang lemah??ajuma memasukkanku kekelas musik classic dan bhs.prancis.sedangkan jiyong oppa difokuskan belajar formal dan beladiri.tapi, karena appa memasang WIFI aku sering menyempatkan diri untuk lat.taewondoo lewat vidio.
"kenapa kamu selalu melatih beladirimu?"tanya jiyong oppa tiba2 masuk kekamarku.
"karena aku tidak ingin menyia2kan waktu"jawabku.
"akukan menjagamu jadi tak perlu menyiksa tubuhmu.ayah memintaku melindungimu kalau kau bisa melindungi dirimu sendiri lalu aku bagaimana?"
"izinkan aku belajar oppa.aku tidak akan mengeluarkan beladiriku."pintaku.
"ok.tapi,ajarkan aku bermain piano"tawarnya.kami saling tersenyum.
-14thn kemudian-
Aku pulang malam karena les pianoku.oppa menungguku dipintu seperti biasa.
"oppa!"kataku sambil berlari kecil kearahnya.dia tersenyum padaku.
"sudahku bilang jangan menjemputku!"omelku.
"wae?"
"setiap oppa menjemputku,oppa membuat tempat les heboh"
"aku hanya ingin menjemput yeojaku"katanya sambil menarik tanganku pelan.
"jangan menghentikanku karena aku sudah mencoba berhenti tapi,tidak bisa"jelasnya.
"oppa,kita ini bersaudara"
"lalu?wae?kita bukan saudara kandung,bukan sepupu,kita tidak ada ikatan darah.apa kau memang menyukaiku?"kata jiyong oppa.
"tentu saja oppa.tapi.."
"kita jalani saja dulu.walau kita harus diam2."katanya sambil menggandeng tanganku erat.semua sudah tau kami bersaudara,menjadi 1keluarga.tidak jarang yeoja memintaku mengenalkannya pada oppa.begitu juga chinggu jiyong oppa malah ada yang terang2an mendekatiku.
"kenapa tidak terima ajakan taeyang?apa karena aku?"kata jiyong oppa saat aku menghidupkan TV.
"anni,karena aku tidak mau mempermainkannya"jawabku.oppa mengusap kepalaku sekilas.aku nonton TV duduk dikarpet dan bersandar diSofa.
"tidak les hari ini?"
"anni,aku sudah berhenti.aku mau fokus kepekerjaanku"jawabku.jiyong oppa tiduran disofa sambil memainkan rambutku.
"omma mana?"tanyanya.
"omma pergi ke rumah tetangga,masak bersama"
"wae tidak bilang dari tadi?"
"tentu saja untuk melindungi diriku"jawabku tertawa.
"apa aku seliar itu?"tanyanya,aku tertawa.
"jangan mengganguku ini film favoritku"kataku.jiyong oppa memainkan rambutku dan sesekali menciumnya.
halmeoni datang kerumah dan kami makan malam bersama.
"jiyong,kau belum punya kekasih?kalau sudah segera putuskan yeoja itu?"kata halmeoni tiba2.
"halmeoni wae?"tanya oppa.
"aku akan mengenalkanmu dengan gadis lemah lembut yang cantik"jawab halmeoni serius.
"seperti chaerin?"tanya omma senang.
"anni,tentu saja tidak.gadis ini begitu sempurna"
"omma tau?chaerin begitu populer bahkan ada anak temanku datang kerumah untuk meminta restu kami.bila jiyong tidak ada mungkin makin banyak pemuda yang mengincar chaerin sampai rumah.bahkan banyak.."kata2 omma terputus karena halmeoni bergumam.omma jadi salah tingkah.
"kau harus dengan yeoja itu"kata halmeoni.
"tapi,perasaan tidak bisa dipaksa"kata jiyong oppa.
"aku tidak suka melihat kau terlalu dekat dengan dia"kata halmeoni.
"tapi,omma mereka itu bersaudara"aboji angkat bicara.
"buka mata kalian bagaimanapun chaerin bukan cucuku"kata halmeoni keras.
"omma!"kata uri bumonim.
"Tidak apa2,omma"kataku mendekati omma yang mulai emosi.
"omma,ini sudah keteraluan!jiyong bawa adikmu pergi dulu"kata appa dengan nada tinggi.jiyong oppa memberikanku isyarat untuk pergi mengikutinya.
"wae?dia juga tau kenyataannya"kata halmeoni."Wae?diakan juga tau kenyataann?"
"tapi,biarkan dia melupakan masa lalunya"kata appa.
"seharusnya kau marah saat anakku membawa anak orang lain untuk kamu asuh"kata halmeoni.
"bila chaerin,tidak apa2"jawab omma.kami segera keluar dan tidak mendengarkan pertengkaran mereka.jiyong mengenggam tanganku,menarikku pergi dari rumah.
"kamu tidak apa2?"tanyanya cemas.
"gwaechana,karena itu memang kenyataannya"
"mianhe tapi,apa kamu sudah melupakan masa lalu?"tanya oppa ragu.
"tentu saja tidak.karena itu selalu menjadi mimpi burukku"
"apa sebaiknya aku mengatakan hubungan kita pada bumonim?asalkan mereka mengatakan "gwaechana" maka halmeoni tidak bisa apa2 dan kamu akan benar2 menjadi cucunya"kata jiyong oppa.
"masalahnya pasti tidak semudah itu"kataku khawatir.
"apa kamu mencintaiku?kau tak pernah mengatakan perasaanmu"
"aku suka oppa"jawabku.
"choa?sarang berbeda dengan choa"katanya sambil melepaskan genggaman tangannya.
"tidak bisa.karena hari demi hari semakin aku mencintaimu"kata jiyong oppa.aku hanya diam.oppa menahan tubuhku dan mendekatkan wajahnya kearahku.
"oppa,apa yang kau lakukan?oppa tau ini tidak baik,tidak baik untuk semuany.oppa berhenti dan melahkah pergi.
"apa kita harus menjadi saudara?"tanya oppa sambil berhenti melangkah.
"mungkin"
"apa hanya aku yang punya perasaan ini?"
"mungkin"
"Apa hanya aku yang berharap lebih?"
"mungkin?"
"wae kau begitu dingin?"
"aku juga ingin menjadi matahari untukmu oppa.mianhe,bumonim terlalu baik padaku.ternyata omma menunggu kami didepan pagar.
"cepat masuk!cuaca begitu dingin.kalian pasti lelah.cepat masuk dan tidur"kata omma khawatir.
"ne omma.."Kataku sambil berlari kecil dan tersenyum pada omma.
kami berkumpul karena menonton TV bersama.
"oppa,tadi dara onni kirim salam"kataku.
"oppamu ini idol?"tanya omma.
"tentu saja omma"
"tapi,dia sengaja menempel padaku agar yeoja2 itu mengindar"jelasku.uri bumonim tertawa.
"lalu bagaimana denganmu?"tanya oppa.
"ayah oppa menempel padaku tentu saja yang lain takut didekatku"
"benarkah?"tanya appa.
"ne,appa"
"benarkah?"tanya appa.
"ne,appa"jawabku.
"jiyong,biarkan chaerin mengenal namja"kata appa tertawa.
"annio appa.aku ingin chaerin hanya mengenalku"kata jiyong oppa tersenyum.Uri bumonim pasti menyangka oppa hanya bercanda.
"omma tadi telepon katanya 2minggu lagi dia ingin kita liburan bersama."kata omma.
"kau saja yang pergi dengan jiyong.aku dan chaerin akan liburan bersama"kata appa.
"appa,bukankah lebih baik bersama2?"kataku.
"tapi,appa tidak suka perlakuan halmeonimu"jawab appa.
"tapi,aku tak ingin appa melewatkan kenangan dengan halmeoni lagian kita juga butuhkan liburan bersama"kataku.
"ne.tapi,kamu harus mengajak temanmu"kata appa.
"appa ini kumpul keluarga"jawabku.
"ne,aku setuju dengan appa"kata jiyong oppa.
"sudah chaerin.gweuchana"kata omma.
-liburan keluarga
aku mengajak minzy dan jenny onni untuk liburan. Mereka adalah rekan kerjaku dikantor.
"oppamu kamarnya dimana?"tanya jenny onni.
"didepan"jawabku.
"benarkah?"tanya jenny onni.
"jangan seperti itu!hati jiyong oppa hanya untuk chaerin onni"kata minzy sambil mendorong pelan jidat jenny onni dengan telunjuknya.
"aku hanya ingin menikmati indahnya ciptaan tuhan."kata jenny onni dengan aego.
"disini saja.sebentar lagi oppa akan kesini"kataku dan bel pun berbunyi.aku membuka pintu.
"wae?"tanyaku.
"aku ingin bersamamu"katanya sambil meraih tanganku dan masuk kekamar.
"hallo jiyong!"sapa jenny onni.mereka saling memberi salam.kami duduk disofa karena oppa mengandeng tangganku jadi kami duduk sebelahan.
"kalian juga seperti ini dirumah?"tanya jenny onni.
"terkadang"jawab jiyong oppa.
"didepan..?"
"ne.aku juga pernah memeluk chaerin didepan appa."kata jiyong oppa.
"lalu apa kata ajussi?"tanya minzy penasaran.
"tidak ada"jawab oppa.
"kalian begitu serasi"kata jenny onni
"tapi,chaerin sudah menolakku berkali-kali"kata jiyong oppa dengan wajah memelas.
"sudahlah!ayo,kita makan siang.semua sudah menunggu dibawah"ajakku agar mengalihkan pembicaraan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar